Putri Aprilia Putri is an SEO Content Writer at Niagahoster. She has experience in SEO writing with business and tech topic.

Mengenal User Interface: Pengertian, Kegunaan, dan Contohnya

8 min read

user interface adalah

Pernahkah Anda menemukan website atau aplikasi dengan tampilan yang buruk? Menyebalkan sekali, bukan? Anda pasti jadi bingung dan sulit menggunakannya. Itulah mengapa sebuah website atau aplikasi perlu memperhatikan tampilan user interface (UI). 

Namun, tahukah Anda apa itu user interface? Tenang saja, di artikel ini, Anda akan belajar seluk-beluk UI, mulai dari fungsi user interface hingga jenis-jenis user interface. Mari simak penjelasannya berikut ini. 

Apa itu User Interface?

User Interface adalah tampilan visual sebuah produk yang menjembatani sistem dengan pengguna (user).

Jadi, user interface atau UI adalah tampilan yang meliputi bentuk, warna, dan tulisan yang didesain semenarik mungkin. Nah, karena user interface adalah tampilan sebuah produk dilihat oleh pengguna, maka harus mampu tampak menarik. 

Analoginya seperti ini. Ketika Anda mengunjungi sebuah rumah, Anda pasti akan melihat tampilan rumah tersebut, bukan? Sebut saja halaman depan rumah, letak pintu utama, dan jendela. Nah, user interface adalah tampilan rumah yang Anda lihat itu. 

Penataan tampilan UI adalah hal lumrah pada sistem operasi, aplikasi, website, maupun blog. 

Sebagai contoh, Anda pasti pernah melihat tampilan menu-menu aplikasi pada smartphone Anda, bukan? Jika Anda membuka aplikasi Google Play Store, Anda akan melihat user interface adalah sebagai berikut:

 

Jadi, tampilan UI dirancang dengan desain beberapa aspek, mulai dari layout, gambar logo, pemilihan warna yang sesuai, typography yang mudah dibaca dan hal lainnya. Tujuannya, untuk mempercantik tampilan. Nah, semua elemen yang memperindah tampilan tersebut termasuk dalam elemen UI.

Tidak hanya UI pada aplikasi, tampilan UI pada sebuah halaman website harus menarik. Contohnya bisa Anda lihat di halaman utama website Niagahoster. 

contoh user interface website di desktop

Jika Anda membuat desain web, user interface-nya juga harus disesuaikan dengan perangkat mobile. Misalnya contoh di bawah ini yang merupakan versi mobile dari halaman utama website Niagahoster.

contoh user interface website di smartphone

Dengan menyesuaikan desain website untuk perangkat mobile, UI-nya tetap rapi di layar yang kecil sehingga tidak membingungkan pengunjung website.

Itu tadi penjelasan apa itu user interface. Lalu, apa saja fungsi user interface, ya?

Apa Fungsi User Interface?

Beberapa fungsi dari user interface adalah sebagai berikut:

1. Menciptakan Kesan Pertama bagi Pengguna

Ketika datang ke sebuah toko yang etalasenya rapi, Anda pasti merasa nyaman berbelanja di situ. Sebab, bisa menemukan produk yang Anda butuhkan dengan cepat.

Nah, sama seperti di toko, di aplikasi dan website, fungsi user interface adalah menciptakan kesan yang baik sehingga pengguna betah menggunakannya. Jika produk Anda memiliki UI yang baik, pengguna pasti akan menganggap bahwa website Anda ramah bagi pengunjung.

Sebaliknya, apabila website atau aplikasi Anda UI-nya buruk, pengguna akan ragu untuk menggunakan atau mengunjunginya. Mereka akan memilih untuk ke website lain yang lebih baik tampilannya.

2. Memberikan Pengalaman Pengguna yang Baik

Selain tampilan yang baik, tentunya produk harus mudah digunakan agar bermanfaat bagi penggunanya. Tidak hanya pada penggunaan pertama kali, tapi juga untuk pemakaian berikutnya.

Itulah mengapa, fungsi user interface adalah memastikan pengalaman pengguna yang baik di setiap halaman website yang diakses.

Dalam mendesain user interface, Anda bisa memperjelas letak menu, tombol, dan elemen lainnya. Dengan begitu, akan mendukung navigasi yang baik di website atau aplikasi.

Contohnya, pada salah satu halaman produk Niagahoster di bawah ini, ada tombol call to action yang mengarahkan pengunjung ke daftar paket produk. Dengan begitu, pengunjung bisa segera memilih paket produk yang mereka inginkan.

contoh tombol call to action sebagai bagian user interface

Pentingnya UI bagi Sebuah Produk

Produk Anda harus memiliki user interface yang baik agar mampu mendukung beberapa tujuan berikut ini:

1. Memudahkan Interaksi pengguna dengan produk

Pada dasarnya, user interface adalah semua elemen visual yang ada di sebuah produk. Hal itu termasuk desain layar, tombol, ikon, gambar, teks, dan semua elemen visual lainnya berperan sebagai jembatan produk dengan pengguna. 

UI pada sebuah produk baik aplikasi maupun website menjadi sangat penting karena dengan UI pengguna bisa berinteraksi dengan produk tersebut. Tampilan UI yang baik pastinya akan memudahkan interaksi pengguna dengan produk. Jika interaksi pengguna berjalan baik, kebutuhan dan tujuan pengguna menggunakan produk dapat terpenuhi. 

Tidak sampai di situ, jika pengguna merasa puas, hal itu akan meningkatkan loyalitas pengguna. Itulah mengapa produk dengan UI yang baik akan unggul dari produk yang lain. Oleh karena itu, banyak perusahaan digital mulai menciptakan solusi fitur yang elegan mudah digunakan. 

2. Meningkatkan Penjualan dan Pertumbuhan Bisnis

Tujuan utama setiap bisnis tentu meningkatkan penjualan dan pertumbuhan bisnis. Mengembangkan user interface adalah salah satu cara meningkatkan pertumbuhan tersebut. Desain UI dapat meningkatkan pengalaman dan kepuasan pengguna hingga pada akhirnya bisa meningkatkan jumlah pengguna. 

Karena UI berfokus pada kepuasan dan kesenangan pengguna, maka UI berperan penting dalam kesuksesan bisnis Anda. UI yang baik juga akan membangun reputasi produk lebih baik. Itulah mengapa UI menjadi sangat penting pada setiap produk untuk menyukseskan bisnis. 

3. Meningkatkan Kualitas Branding

Selain penting untuk interaksi dan pertumbuhan bisnis, kegunaan user interface adalah sebagai ciri khas sebuah produk. Sederhananya kita bisa menyebutnya sebagai branding. Misalnya website produk fashion, kuliner, dan teknologi. Contoh lainnya, yaitu tampilan sistem operasi iOS dan Android. Elemen tampilan UI yang sesuai dengan konsep produk tentu akan lebih mudah dikenal oleh pengguna. 

Desain UI seharusnya lebih dari sekadar visual yang cantik dan enak dipandang. Desain UI secara langsung akan mencerminkan nilai dan kualitas produk. Persaingan dagang   yang semakin ketat membuat setiap perusahaan harus berlomba-lomba menciptakan tampilan yang menarik dan menyenangkan ketika digunakan. 

Karakteristik User Interface yang Baik beserta Contohnya

Jika Anda ingin membuat aplikasi, website, blog, atau produk digital lainnya, Anda juga harus memastikan bahwa tampilan UI-nya disukai oleh pengunjung. Untuk memastikan hal itu, Anda harus mengetahui karakteristik user interface yang baik. 

Berikut ini kami jabarkan karakteristik apa saja yang dibutuhkan untuk membuat desain UI yang bagus. 

1. Jelas dan Ringkas

User interface website yang bagus haruslah jelas. Namun, Anda juga harus membuat desain yang ringkas. Jika Anda terlalu panjang membuat definisi dan penjelasan, website Anda akan akan terlihat berantakan. 

Pengunjung juga akan menghabiskan waktu hanya untuk membaca deskripsi dalam website Anda. Sebisa mungkin, buatlah penjelasan yang ringkas dan tidak terlalu panjang. 

Coba perhatikan perbandingan tampilan website ini di bawah ini! 

Dari kedua tampilan tersebut, Anda tentu bisa langsung menebak tampilan mana yang lebih baik. Hal ini karena dari tampilan pertama dibuat secara ringkas, padat, dan jelas dalam menampilkan produk-produknya. Sementara itu, pada tampilan kedua, Anda melihat tampilan yang berantakan. Hal itu akan membuat pengguna bingung memilih produk. 

2. Desain Responsive 

Desain website yang responsif membuat pengunjung dapat mengakses website Anda di berbagai perangkat seperti PC desktop dan mobile dengan baik. 

Sederhananya, jika pengunjung website membuka website Anda di layar ponselnya, tampilan website Anda akan menyesuaikan resolusi ponsel Anda. 

Desain yang tidak responsif ini akan menyusahkan pengunjung untuk melihat isi website Anda. Terlebih website Anda merupakan website toko online. Bisa-bisa pengunjung akan langsung meninggalkan website Anda. 

Jadi, pastikan desain Anda responsif, ya!

3. Informasi Terstruktur

Pernah melihat tampilan desain yang sangat ramai dan penuh dengan informasi namun tidak tertata dengan baik? Sekarang mari bandingkan kedua gambar di bawah ini untuk mengetahui tampilan dengan informasi yang terstruktur. 

Bisa dilihat bahwa desain gambar pertama menampilkan informasi yang tidak terstruktur dan tumpang tindih. Hal itu dapat membuat pengguna kesulitan dalam menangkap informasi. 

Membuat tampilan UI dengan informasi yang terstruktur bisa dilakukan dengan memilih jenis dan warna font yang senada. Untuk beberapa informasi yang ditonjolkan, Anda bisa menambah ukuran font. Agar tidak tumpang tindih, Anda sebaiknya tidak memasukkan banyak elemen yang tidak terlalu penting sehingga membuat tampilan berantakan. 

4. Konsisten 

Konsistensi pada desain interface akan memudahkan pengguna memahami tampilan website Anda. Pengguna bisa mempelajari fungsi-fungsi tombol, icon, maupun tabs yang ada pada website Anda.

Apabila desain tampilan website Anda tidak konsisten, pengguna harus mempelajari fungsi-fungsi tersebut dari awal. Beberapa halaman yang terdapat pada website sebisa mungkin memiliki desain yang tidak terlalu berbeda. 

Sebagai contoh, tampilan program Microsoft Office. Meskipun telah diperbarui beberapa kali, fungsi-fungsi ataupun tombol-tombol pada Microsoft Office tersebut tidak banyak berubah. Pengguna masih dapat mengetahui letak tombol print dan save dengan melihat iconnya. 

Mari lihat desain dengan konsistensi yang baik seperti contoh gambar di bawah ini. 

Gambar tersebut memiliki konsistensi desain berupa layout, warna, dan font yang digunakan. Desain setiap halaman yang tidak terlalu berbeda akan memudahkan pengguna dalam mencerna informasi yang disampaikan. 

5. Kontras Warna yang Baik 

Komponen yang sangat penting dalam desain user interface adalah warna. Pemilihan warna dalam desain user interface sangatlah penting. Website dengan warna yang hampir mirip tentu akan membuat pengguna sulit menangkap informasi yang ingin disampaikan. 

Misalnya, Anda memilih warna putih sebagai background, pastikan Anda menggunakan font colour yang kontras dengan putih. Jika tidak, informasi pada tampilan Anda sulit dibaca oleh pengguna. 

Sebaliknya, gunakanlah kombinasi warna yang sesuai agar terlihat jelas informasi yang ingin disampaikan. Berikut ini contoh website desain dengan warna kontras yang baik. Untuk menentukan kombinasi pilihan warna yang tepat Anda bisa membaca artikel cara menentukan kombinasi warna efektif untuk website Anda. 

6. Intuitif

Tampilan desain UI dikatakan baik jika desain tersebut intuitif. Maksudnya, ketika mereka menggunakan produk digital Anda, mereka tidak perlu berpikir tentang apa yang mereka lakukan. 

Itulah mengapa seorang desainer harus memikirkan bagaimana pengguna berinteraksi dengan produk Anda dan meminimalkan waktu yang dibutuhkan untuk menggunakan produk. Dengan begitu pengguna bisa menggunakan produk Anda tanpa perlu bertanya tentang cara penggunaannya.  

Jenis-Jenis User Interface

UI dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

1. Command Line Interface

Command line interface (CLI) adalah jenis user interface di mana pengguna harus mengetikkan perintah untuk berinteraksi dengan perangkat atau aplikasi.

Umumnya, tipe UI tersebut jarang ditemui untuk produk yang menyasar pengguna awam. Sebab, kebanyakan perangkat dan aplikasi menggunakan graphical user interface karena lebih mudah dioperasikan pengguna secara umum.

Walau demikian, command line interface tetap digunakan di perangkat dan program tertentu, seperti Command Prompt Windows dan Terminal Linux. Kedua program tersebut biasanya digunakan dalam pengelolaan jaringan dan web hosting yang fokus pada fungsi dibanding tampilan.

contoh command line interface

Keunggulan command line interface adalah kinerjanya yang sangat ringan karena berupa baris tulisan saja. Meski begitu, pengguna CLI harus hafal perintah-perintah yang bisa digunakan di sebuah program. Pasalnya, kesalahan penulisan membuat perintah tidak dapat dijalankan.

2. Graphical User Interface (GUI)

Graphical user interface adalah jenis user interface yang memungkinkan Anda berinteraksi dengan objek visual, termasuk tombol, menu, dan tab, untuk mencapai tujuan tertentu.

Sebagian besar perangkat dan aplikasi menggunakan GUI karena kemudahan penggunaannya. Misalnya, pengguna komputer Windows cukup mengarahkan kursor dan klik tombol Start untuk menampilkan daftar aplikasi.

salah satu contoh user interface adalah menu start windows

Selain mudah untuk dioperasikan, hasil dari sebuah tindakan di graphical user interface bisa pengguna lihat. Dengan demikian, pengguna awam pun bisa dengan cepat memahami dampak interaksi dengan masing-masing elemen UI.

Namun, GUI bisa membingungkan penggunanya apabila tidak ditata dengan baik. Misalnya, sebuah website yang menampilkan banyak menu sekaligus, sehingga pengunjung harus mencari menu yang mereka butuhkan. Itulah mengapa Anda harus membuat graphical user interface yang terstruktur agar bermanfaat bagi pengguna.

3. Menu-Driven Interface

Menu-driven interface adalah GUI yang bergantung hanya pada rangkaian menu dalam pengoperasiannya. Masing-masing menu mengarahkan pengguna ke halaman lain yang berisi menu lanjutan atau tujuan yang ingin dicapai pengguna.

Contoh umum menu-driven interface adalah menu pengaturan di smartphone Anda. Ketika klik menu tersebut, Anda akan menemukan submenu yang berisi pengaturan berbagai fitur perangkat, termasuk suara, tampilan, dan jaringan.

contoh menu based interface

Layaknya GUI, menu-driven interface mudah dipahami pengguna. Hanya saja, jenis user interface tersebut bisa merepotkan pengguna yang ingin melakukan tindakan sederhana. Misalnya, pengguna harus melalui beberapa halaman menu untuk mengecilkan ukuran tulisan di smartphone-nya.

4. Form-Based Interface

Apa itu user interface form-based? Sesuai namanya, form-based interface berupa formulir untuk diisi pengguna. Jenis user interface ini umumnya merupakan bagian dari tipe UI lainnya, contohnya GUI di halaman log in dan sign up website atau aplikasi.

contoh form based interface

Namun, ada juga aplikasi dan website yang menggunakan form-based interface saja. Contohnya adalah Google Forms yang tujuannya memang untuk membuat dan menampilkan formulir.

5. Touch User Interface

Touch user interface adalah GUI yang menggunakan input sentuhan layar. Dibandingkan dengan GUI yang menggunakan input mouse dan keyboard, touch user interface lebih praktis. Contohnya, pengguna cukup menyentuh sebuah menu alih-alih harus mengarahkan kursor terlebih dahulu.

Kelebihan lainnya, touch UI mendukung beberapa jenis gestur sentuhan. Misalnya, Anda bisa menyentuh ikon aplikasi selama beberapa waktu untuk menampilkan opsi terkait aplikasi tersebut. Selain itu, Anda bisa menggunakan dua jari untuk memperbesar dan mengecilkan halaman website di browser.

6. Conversational User Interface

Jika Anda pernah menggunakan fitur voice command seperti Google Assistant di Android atau Siri di iPhone, itu adalah contoh conversational UI. Jenis user interface tersebut memungkinkan Anda untuk mengoperasikan perangkat dengan mengutarakan perintah dengan suara Anda.

Perintah yang bisa Anda berikan untuk conversational UI cukup beragam. Mulai dari yang sederhana seperti menanyakan tanggal hari ini, hingga yang lebih rumit seperti membuat daftar belanjaan atau pengingat.

Agar bisa memiliki fasilitas conversational UI, perangkat menggunakan kecerdasan buatan yang dilatih untuk memahami perintah Anda. Tentunya, penggunaan kecerdasan buatan tidak luput dari tantangan. Contohnya, Anda harus melafalkan perintah dengan jelas agar fitur voice command bisa tahu keinginan Anda.

Meski begitu, kualitas conversational user interface kian diperbarui, sehingga mampu memahami berbagai konteks dan nada bicara.

7. Mobile User Interface

Seperti yang bisa Anda tebak dari namanya, mobile user interface adalah jenis UI khusus untuk perangkat mobile. Oleh karena itu, elemen-elemennya disesuaikan untuk layar perangkat mobile yang lebih kecil daripada desktop.

Pengoperasian mobile user interface mengutamakan sentuhan pada layar, seperti touch UI. Namun, terdapat juga dukungan untuk input tambahan, seperti keyboard.

Sudah Tahu Apa Itu User Interface, Kan?

Di artikel ini Anda sudah belajar tentang apa itu user interface. User interface adalah aspek yang penting di produk digital Anda, baik aplikasi, website, maupun blog. Anda perlu memperhatikan tampilan UI produk untuk menyukseskan tujuan produk Anda. 

Jika memiliki website, Anda perlu memperhatikan tampilan website Anda, Terlebih apabila Anda memiliki website toko online. 

Tampilan UI yang baik digadang-gadang sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan penjualan dan pertumbuhan bisnis Anda. Selain itu, fungsi user interface adalah sebagai sarana branding toko online Anda. Dengan mempertimbangkan karakteristik user interface yang baik, website menarik impian Anda akan terwujud.

Agar mampu membuat desain website dengan user interface yang baik, Anda perlu belajar langkah-langkahnya. Anda tidak perlu susah payah mengumpulkan materi sendiri, sebab semuanya dirangkum dalam ebook panduan lengkap desain website yang bisa Anda download dengan gratis. Klik banner berikut ini untuk download!

panduan lengkap desain website

Putri Aprilia Putri is an SEO Content Writer at Niagahoster. She has experience in SEO writing with business and tech topic.

Leave a Reply

Your email address will not be published.