Digital Marketing

Belajar Cara Memasang Testimoni yang Efektif dari Brand-Brand Terkenal

Pernahkah Anda membeli sebuah produk setelah tahu ada konsumen lain yang puas dengan produk tersebut?

Itu tidak hanya terjadi pada Anda, lho. Menurut riset, 88% konsumen membeli produk online setelah membaca testimoni positif dari konsumen lain. Sebuah testimoni mampu memberikan informasi yang meyakinkan mereka membeli produk tertentu.

Tak heran banyak brand terkenal di dunia menggunakan testimoni sebagai strategi memikat hati konsumen. Bagi pemilik bisnis, Anda juga tak boleh melewatkannya, ya. Bahkan, Anda harus mampu mengemasnya dengan cantik. 

Nah, bagaimana caranya memasang testimoni agar efektif menjaring konsumen? Di artikel ini kami akan menjelaskannya secara lengkap.

Yuk, simak lebih lanjut..

Apa Itu Testimoni?

Testimoni adalah sebuah komentar positif dari konsumen terhadap suatu produk/brand setelah mereka menggunakan produk dari brand tersebut. Dalam bahasa Inggris, testimoni disebut dengan testimonial.

Berbeda dengan review yang hanya terdiri dari sepatah-dua patah kata, testimoni bisa berupa sebuah paragraf atau beberapa paragraf. 

Informasi di dalam sebuah testimoni lebih detail dan mencakup perasaan konsumen ketika menggunakan produk sebuah bisnis. 

Itulah mengapa testimoni bisa menggambarkan kepuasan konsumen terhadap sebuah bisnis dengan lebih kuat. Hal ini juga yang membuat banyak bisnis menggunakan testimoni untuk mendukung bisnis. 

Lalu, apa saja sih manfaat dari testimoni bagi bisnis:

  • Media pemasaran gratis dan efektif
  • Sarana meningkatkan rasa kepercayaan dari calon konsumen
  • Bentuk apresiasi kepada konsumen
  • Sarana membuat brand lebih kredibel
  • Social proof atas kualitas suatu produk atau layanan

Social proof merupakan salah satu manfaat yang terpenting. Alasannya, dengan social proof Anda dapat mempengaruhi orang lain terkait kualitas produk Anda.

Tak heran, banyak calon konsumen yang akhirnya membeli suatu produk atau layanan setelah melihat suatu testimonial.

Nah, kalau Anda ingin menggunakan testimonial untuk meningkatkan bisnis Anda, apa yang harus dilakukan ya?

Ada beberapa tipe testimonial yang bisa Anda praktikkan. Berikut ini adalah contoh cara memasang testimonial yang efektif dari brand terkenal di dunia.  

10 Cara Memasang Testimonial ala Brand Terkenal

Setidaknya terdapat sepuluh tipe testimonial yang bisa Anda pertimbangkan sebagai strategi untuk menggaet konsumen. Pilihlah yang paling sesuai untuk bisnis Anda:

1. Quote Testimonial

Ekspresi yang umum ditunjukkan konsumen terkait sebuah produk biasanya adalah “Ih, bagus ya!” atau “Wah keren banget!”.

Walau hanya berupa kalimat singkat, ucapan tersebut mampu menjelaskan bagaimana produk atau bisnis Anda di mata konsumen. 

Ucapan itulah yang akan Anda gunakan sebagai quote testimonial untuk mempromosikan produk Anda ke konsumen lainnya.

Untuk membuat quote testimonial, Anda hanya perlu menuliskan testimoni tersebut apa adanya, tanpa mengubah kalimatnya sedikitpun. Kemudian, Anda bisa mulai menampilkannya di berbagai platform yang dapat dilihat oleh calon konsumen. 

Pun demikian, memasang quote testimonial di website memiliki pengaruh yang paling kuat. Sebab website merupakan sumber informasi terpercaya dari sebuah brand.

Itu mengapa banyak brand besar yang mengadopsi teknik testimonial ini. 

Contoh testimoni yaitu Trello, sebuah perusahaan pembuat aplikasi project management. Trello memajang beberapa tanggapan positif dari beberapa klien pentingnya termasuk testimoni dari seorang project manager sebagai social proof bagi produknya.

Apa yang bisa dipelajari dari contoh testimoni Trello di atas? Inilah beberapa tips  membuat quote testimonial yang baik:

  • Gunakan kutipan langsung. Quote testimonial berasal dari konsumen, maka gunakan bahasa yang natural dari konsumen tersebut tanpa mengubah kalimatnya.
  • Beri keterangan pemberi testimoni. Tuliskan jabatan pemberi testimoni dan perusahaannya untuk meyakinkan konsumen, terutama yang sesuai dengan target konsumen produk tersebut.
  • Pajang logo perusahaan atau foto pemberi testimoni. Foto akan menambah kepercayaan dari pembaca bahwa testimoni yang diberikan memang berasal dari sesama pengguna produk.
  • Pilih kutipan yang relevan dengan kebutuhan konsumen. Gunakan informasi terpenting dari manfaat produk agar memberitahu calon konsumen bahwa bisnis Anda merupakan solusi terbaik untuk mereka.
  • Tempatkan di halaman strategis di website bisnis. Dengan menempatkan testimonial di halaman yang paling sering disinggahi pengunjung seperti, landing page, home page, halaman about us, akan semakin banyak orang yang dapat membacanya.

Praktik quote testimoni yang dilakukan oleh SEMrush juga oke untuk ditiru, lho. 

Sebagai sebuah software yang membantu online visibility pengguna, testimoni tentang bagaimana iklan PPC (Pay Per Click)  berhasil mendatangkan trafik, tentu akan menarik bagi calon konsumen. 

Walau sederhana, quote testimonial dari Judith Lewis di atas bisa memberikan dampak yang luar biasa untuk bisa mempengaruhi calon konsumen.

Alasannya, testimoni dari seorang founder agency bisnis online tentu bisa menjadi rujukan atas sebuah software yang efektif untuk mendukung optimasi PPC.

Apalagi fakta bahwa 72% konsumen yang melihat testimoni positif sebuah bisnis akan lebih mempercayai bisnis tersebut bisa jadi alasan SEMrush memanfaatkan quote testimonial.

Cek juga : Layanan Cloud Hosting Terbaik di Indonesia dari Niagahoster!

2. Success Story Testimonial

Sesuai namanya, success story adalah bentuk testimoni berbentuk cerita lengkap yang memperlihatkan kesuksesan konsumen setelah menggunakan produk bisnis Anda.

Dengan tipe testimoni ini, Anda bisa menjabarkan pengalaman konsumen secara lebih detail, meliputi:

  • Bagaimana produk atau layanan Anda bekerja dengan baik.
  • Bagaimana kesan dari konsumen secara menyeluruh, baik sebelum, sesaat dan setelah menggunakan produk atau layanan Anda.
  • Bagaimana peran produk atau layanan Anda dalam keberhasilan konsumen.

Jadi, jika dibandingkan dengan quote, success story mampu memberikan pengaruh lebih kuat karena ulasan pengalaman konsumen lebih mendalam. 

Untuk membuat success story testimonial, Anda hanya perlu menceritakan sukses konsumen potensial Anda secara lebih mendetail melalui wawancara. Lalu, Anda bisa merangkumnya menjadi sebuah cerita yang menarik.

Pendekatan cerita yang dibangun bisa berupa before-after, yaitu menceritakan bagaimana kondisi konsumen sebelum dan sesudah menggunakan produk dan apa manfaat positif produk yang dirasakan.

Bisa juga, pendekatan cerita yang dibangun adalah problem-solution, di mana ceritanya tentang produk Anda yang berhasil menjadi solusi bagi permasalahan konsumen.

Sebagai contoh, SEMrush menunjukkan success story testimonial dengan format blog post di halaman khusus. 

Menariknya, success story testimonial ini seakan sebagai portofolio bagaimana SEMRush mampu menciptakan produk yang baik

Untuk lebih meyakinkan pembaca, SEMrush juga menunjukkan berbagai data seputar penggunaan produk,  sehingga testimoni tersebut tidak hanya seperti cerita biasa.

Setelah menampilkan testimoni, menambahkan CTA di akhir cerita adalah strategi yang jitu. Sebab, konsumen yang tertarik dengan produk Anda dapat langsung membelinya dengan mudah.

Selain menggunakan format blog, Anda pun dapat mengkombinasikan blog post dan format video seperti yang dilakukan oleh CISCO.

Dengan sebuah video yang inspiratif, success story testimonial yang lengkap dalam blog post akan lebih meyakinkan.

Nah, agar success story testimonial Anda bisa lebih ciamik lagi, berikut beberapa tips jitu yang bisa digunakan:

Pertama, buat dalam format blog post ataupun video apabila informasi yang ingin disampaikan lebih detail tentang kepuasan konsumen atas produk Anda. 

Kedua, buat judul menarik yang mengungkapkan peran brand Anda atau pencapaian konsumen.

Ketiga, perkenalkan siapa pemberi testimoni, terutama yang memiliki jabatan dan berasal dari perusahaan yang sesuai dengan target pasar produk Anda. Oh ya, menggunakan quotes testimonial sebagai pelengkap juga akan lebih baik.

Keempat, berikan bukti dengan cerita before-after perjalanan konsumen ketika menggunakan produk Anda. 

Strategi ini layak Anda coba karena bukan hanya proses pembuatan success story relatif mudah, Anda juga bisa menghadirkan testimoni ampuh untuk menggaet konsumen baru. 

3. Interview Testimonial

Interview testimonial adalah testimoni yang merupakan hasil wawancara dengan konsumen loyal atau yang puas dengan brand Anda. 

Dengan testimoni ini, informasi tentang keunggulan produk jadi lebih alami karena pesan yang disampaikan menggunakan sudut pandang pelanggan. Dengan begitu, pesan dapat lebih sesuai dengan calon konsumen.

Dalam interview testimonial, banyak hal yang bisa diulas. Mulai dari mengapa mereka percaya pada brand Anda, apa keunggulan brand Anda dibanding kompetitor, dan lainnya.

Nah, Anda bisa belajar cara memasang interview testimonial dari beberapa artikel Niagahoster Blog. Contohnya, pada blog post hasil interview dengan Sandhika Galih, seorang content creator yang sukses menjalani bisnis afiliasi.

Dari interview testimonial tersebut, calon konsumen bisa terinspirasi bagaimana Niagahoster mampu mendukung content creator untuk lebih semangat menghasilkan konten berkualitas. Salah satunya, karena mendapatkan penghasilan dari afiliasi. 

Apalagi Sandhika Galih mampu meyakinkan pembaca bahwa agar sebuah afiliasi bisa sukses, produk yang ditawarkan juga harus baik agar tidak mengecewakan penggunaannya.

Sebuah interview testimonial akan lebih informatif kalau Anda juga mengkombinasikan dengan pertanyaan lain seperti:

  • Bidang pekerjaan narasumber
  • Kisah inspiratif narasumber
  • Cara sukses ala narasumber, dan lainnya.

Contoh lainnya adalah Buffer yang memberi informasi daging tentang cara membangun komunitas loyal di media sosial.

Dalam interview testimonial di atas, beberapa poin penting yang disampaikan adalah memulai komunikasi dengan konsumen, mengumpulkan feedback, hingga benar-benar bersikap nyata bagi followers.

Dengan begitu, calon konsumen bukan hanya tahu manfaat dan informasi berharga produk yang diulas, tapi juga mengajak mereka membeli produk tersebut agar mendapat manfaat yang sama. 

Yang perlu diingat, porsi pembahasan tentang brand jangan terlalu mendominasi, fokuslah ke manfaat bagi konsumen. Jadi, tidak membuat pembaca cepat bosan dan menganggap interview tersebut settingan. 

Agar interview testimonial lebih berkesan natural, cobalah ikuti beberapa tips ampuh berikut ini :

  • Pastikan narasumber merupakan klien potensial agar Anda dapat mengulas pengalaman menarik dan memberikan wawasan kepada calon konsumen. Misalnya, ahli dibidang tertentu atau tokoh yang bisa mempengaruhi suatu komunitas.
  • Tetapkan satu hingga tiga topik pembahasan yang berhubungan supaya pertanyaan yang diajukan bisa lebih beragam dan lengkap.
  • Gunakan metode soft selling. Dengan berfokus ke manfaat dan keistimewaan produk dibandingkan CTA, narasumber dapat mempromosikan brand Anda secara alami.
  • Usahakan interview dilakukan dalam tatap muka atau video call supaya narasumber merasa nyaman dan interview dapat berjalan dengan baik.

Nah, dengan mengetahui percakapan dengan lengkap, calon konsumen dapat menilai se-worth it apa sih brand Anda hingga dipercaya oleh konsumen lainnya. 

4. Peer Testimonial

Peer testimonial merupakan testimoni yang berasal dari persona yang mirip dengan konsumen atau rekan bisnis Anda. 

Kalau Anda berjualan pakaian, testimonial bisa berasal dari desainer atau pelaku dunia fashion. Jika produk Anda berupa produk teknologi, ya tentu yang dimintai testimonial yang juga ahli teknologi.

Sebuah peer testimonial cukup relevan dan efektif untuk strategi promosi karena pemberi testimoni memiliki ketertarikan dan kebutuhan produk yang sama dengan calon konsumen yang dituju.

Salah satu contoh testimoni dengan strategi peer testimonial seperti yang digunakan GeneratePress.

Sebagai salah satu tema paling laris di WordPress, GeneratePress dengan cerdas mengemas peer testimonial dari para ahli yang berkecimpung di dunia WordPress. Jadi, sesuai dengan target konsumennya yang juga para pengguna WordPress.

Artinya, jika sekelas WordPress Consultant bahkan WordPress Plugin Developer saja sudah percaya dengan GeneratePress, maka pengguna WordPress lainnya seolah mendapatkan rekomendasi terpercaya. 

Baca juga: Review Lengkap Tema GeneratePress Premium: Apakah Worth It?

Nah, Anda bisa meniru cara memasang testimonial efektif seperti GeneratePress  dengan cara:

  • Pilih tokoh sesuai buyer persona brand Anda
  • Beri informasi singkat terkait latar belakang pemberi testimoni
  • Pajang foto pemberi testimoni
  • Gunakan testimoni berupa paragraf singkat dan jelas

Tips di atas juga dilakukan oleh Ahrefs, sebuah layanan penyedia tools SEO dan digital marketing. Ahrefs menampilkan peer testimoni yang menunjukkan bahwa Ahrefs telah dipercaya oleh para ahli di bidang online marketing

Dari dua brand besar tersebut yaitu GeneratePress dan Ahrefs, Anda dapat meniru hal serupa dalam menggaet konsumen baru. Yaitu dengan menampilkan kesaksian dari orang yang sesuai dengan latar belakang target konsumen.

Bagaimana? Cukup mudah, bukan? 

5. Social testimonial

Pernah melihat konsumen memberi testimoni positif secara sukarela di media sosial?

Testimonial seperti ini dampaknya cukup besar karena berasal dari kesediaan konsumen sehingga tak ada kesan dibuat-buat. 

Nah, karena pengguna media sosial semakin banyak, brand besar tak mau ketinggalan untuk memanfaatkan social testimoni ini sebagai strategi bisnis mereka.

Belajar dari brand-brand terkenal, social testimonial biasanya sering dishare ke lebih banyak follower akun resmi mereka. 

Tak berhenti di situ, beberapa testimoni dikompilasi dalam satu halaman khusus di website. Jadi, konsumen dapat melihat beragam testimoni dengan mudah sebagai strategi untuk meningkatkan kredibilitas bisnis.

Contoh keren yang bisa jadi inspirasi adalah halaman social testimonial di crislema.com.

Berbagai social testimonial tersebut dikumpulkan menjadi sebuah galeri testimoni yang menarik. Alasannya, setiap testimoni cukup detail dan menampilkan nama, foto profil, video, bahkan link postingan testimoni tersebut. 

Selain keren, cara membuatnya juga mudah. Anda cukup menggunakan fitur embed social media di website Anda. Kemudian, terapkan juga dua tips berikut:

  • Repost. Posting ulang testimoni yang Anda dapat bukan hanya di website, tetapi juga di media sosial, hal ini sekaligus apresiasi kepada pemberi testimoni.
  • Pajang screenshot dan berikan link langsung. Agar pembaca dapat dengan mudah menemukan feed testimonial.

Intinya, Anda bisa kumpulkan semua testimoni positif dari platform manapun ke dalam satu halaman website. Semakin banyak testimoni, semakin brand Anda terpercaya.

Baca juga: Panduan Lengkap Social Media Marketing 2021

6. Influencer Testimonial

Sesuai namanya, testimonial ini diberikan oleh seorang influencer, apapun skalanya. Bisa artis, tokoh masyarakat, penggiat komunitas, dan lainnya. 

Seorang influencer mampu mempengaruhi orang lain untuk menjadi calon konsumen karena memiliki nama besar, engagement dan teknik komunikasi yang sesuai dengan para followersnya.

Bahkan kemungkinkan konsumen membeli dari seorang influencer bisa mencapai 82%!

Salah satu contoh testimoni dari influencer dilakukan oleh Bridestory dengan mengangkat pengalaman influencer setelah menggunakan produk mereka.

Testimonial yang dikemas dalam video khusus membuat calon konsumen dapat menilai sendiri mengapa tokoh sebesar Sandra Dewi bisa mempercayakan Bridestory untuk pernikahannya. 

Namun, dalam membangun strategi influencer testimonial juga tidak boleh asal. Ada beberapa tips agar metode ini lebih optimal, yaitu :

  • Pilih influencer yang memiliki nama baik dan target audiens sesuai dengan target konsumen Anda
  • Pertimbangkan tingkat engagement influencer
  • Pajang foto dan nama influencer di testimonial
  • Usahakan mendapatkan testimonial lebih dari tiga orang influencer

Nah, untuk mendapatkan testimonial, tentunya influencer perlu memiliki pengalaman terhadap brand Anda. 

Jadi, langkah awal bisa Anda mulai dengan membangun kerja sama dengan influencer. Misalnya, memberikan mereka kesempatan mencoba produk atau layanan Anda. 

7. Video Testimonial

Konten video dapat lebih efektif dibandingkan tulisan, karena riset dari Social Science Research Network mengatakan 65% manusia lebih mudah menangkap informasi secara visual. 

Jadi, akan sangat rugi jika Anda belum manfaatkan video testimonial. Terlebih lagi 79% konsumen lebih suka menonton video testimonial untuk mengenal lebih dalam suatu brand, produk, atau layanan.

Itulah mengapa Zoom juga mengemas testimonial ke dalam format video. 

Jika melihat contoh video testimonial Zoom, pengalaman pengguna dapat ditampilkan dengan menarik dan informatif. Misalnya, memperlihatkan bagaimana produknya digunakan, seperti visualisasi meeting online, dan lainnya. 

Nah, karena video testimoni dapat ditonton langsung oleh audiens, maka diperlukan beberapa trik agar video bisa menarik perhatian audiens:

  • Dahulukan testimoni dari klien atau konsumen yang “besar”. Misalnya, perusahaan bonafit, UMKM inspiratif, ataupun konsumen terkenal.
  • Buat video testimonial secara profesional. Mulai dari pemilihan topik, membuat skrip, briefing pemberi testimoni, dan lainnya.
  • Kemas video sekreatif mungkin. Anda bisa menambahkan animasi, ilustrasi, warna brand, logo brand, musik pendukung, dan lainnya.
  • Kombinasikan dengan testimoni lainnya. Misalnya, buat juga dalam bentuk blog post yang menjelaskan detail video.
  • Berikan subtitle. Tujuannya, agar video testimonial menjadi ramah untuk audiens tuna rungu.

Dengan berbentuk video, testimoni ini dapat meraih target konsumen dengan lebih luas. Karena Anda dapat reposting video testimoni di beberapa channel media sosial  seperti Instagram, TikTok, atau Facebook. 

Kalau di website, video testimoni bisa Anda tempatkan di halaman strategis seperti halaman utama atau halaman penjualan produk. Bahkan, kalau menggunakan WordPress, Anda cukup memanfaatkan fitur embed video dengan mudah.

Baca juga: 3 Cara Embed Video YouTube di Website WordPress

Niagahoster juga memanfaatkan strategi testimonial ini lho.  Meskipun video testimoni sudah tersedia di YouTube, pengunjung website Niagahoster juga dapat melihat video testimonial tersebut.

Harapannya, calon konsumen dapat semakin yakin untuk menggunakan layanan hosting yang disediakan Niagahoster karena terbukti membuat konsumen puas. 

Baca juga: Panduan Lengkap Memulai Video Marketing

8. Documentary Testimonial

Documentary testimonial merupakan cerita pengalaman konsumen yang mencerminkan kejadian sesungguhnya. Mulai dari apa yang dirasakan konsumen tentang produk Anda dan berbagai hal yang melatarbelakangi perasaan tersebut.

Testimonial ini dapat menyentuh sisi emosional audiens karena fokus pada perubahan kondisi dari konsumen berdasarkan waktu kejadian (kronologi). 

Untuk membuat sebuah documentary testimonial, ada beberapa poin yang perlu diperhatikan:

  • Informasi latar belakang klien atau konsumen
  • Detail permasalahan yang dirasakan klien
  • Cerita historis pengalaman klien
  • Poin pembelajaran, amanat, dan sebagainya

Poin-poin di atas penting agar tujuan documentary testimonial dapat tercapai, yaitu memberikan value atau nilai berharga bagi audiens. Dengan value tersebut, kredibilitas brand pun dapat meningkat.

Mari kita tengok inspirasi testimoni dokumenter milik American Express

Baca juga: Apa Itu Brand Awareness? 10 Tips Meningkatkan Brand Awareness Bisnis Anda

Dengan mengangkat isu keuangan, yang tengah dialami banyak orang, audiens pun tersentuh secara emosional mengetahui cerita kehidupan tokoh documentary tersebut. Brand besar American Express yang mengangkat cerita ini pun mendapat perhatian konsumen.

Mari lihat contoh lainnya dari Vans, sebuah brand terkenal yang menyusun dokumenter dalam series #LIVINGOFFTHEWALL.

Strategi yang digunakan Vans bisa dibilang berhasil menarik perhatian karena testimoni dapat mengambil cerita inspiratif di setiap episodenya.

Seperti salah satu kisah yang diangkat Vans yaitu Aaron Draplin, seorang designer yang dengan unik menata seluruh koleksi desainnya, hingga mampu menjelaskan secara singkat bagaimana seni dalam sebuah barang yang terlihat biasa.

Topik yang diangkat memang terkesan sederhana, tetapi dengan kolaborasi antara tokoh yang didokumentasikan dan tim dokumenter, dapat menghasilkan sebuah video yang menarik lebih dari 245 ribu penonton. 

Nah, dengan begitu, Vans secara langsung juga telah mendapatkan impression dari calon konsumen potensial. Baik yang berasal dari penggemar tokoh ataupun peminat topik yang diangkat dalam dokumenter. 

Baca juga: 5+ Cara Membuat Storyboard untuk Video Marketing

9. Mashup Testimonial

Apakah brand Anda memiliki komunitas pelanggan? Jika iya, komunitas tersebut bisa jadi aset berharga, lho. 

Anda bisa menggunakan mashup testimonial atau kumpulan video testimoni untuk menunjukkan kualitas produk Anda di mata konsumen yang sudah menggunakannya.

Caranya pun terbilang sederhana. Anda hanya perlu menyatukan beberapa video singkat dari banyak konsumen ke dalam satu video dengan topik tertentu. 

Contoh testimoni keren yang bisa Anda tiru adalah Yoast, yang menggabungkan lebih dari 10 testimoni dalam sebuah video yang menyatukan pendapat banyak orang di seluruh dunia tentang “apa yang disukai dari Yoast?”.

Dengan mashup testimonial kualitas brand akan terlihat terutama jika semakin banyak dan testimoni positif dari konsumen. 

Untuk itu, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan, yaitu:

  • Kumpulkan sebanyak-banyaknya testimonial dengan topik tertentu
  • Buat topik yang spesifik dan skrip yang singkat
  • Pastikan setiap testimonial memiliki kualitas video dan audio yang sama.

Bagaimana? Apakah Anda tertarik mencoba?

10. Long-Form Testimonial

Jika Anda menginginkan testimoni yang dapat mengulas produk secara lengkap dan tepat, maka metode long-form testimonial patut untuk dicoba. 

Long-form testimonial adalah kesaksian atau social proof dalam bentuk narasi. Karena akan mengemas banyak informasi dalam bentuk tulisan, maka format yang paling direkomendasikan adalah blog post. 

Beberapa contoh testimoni berupa long-form dapat Anda temukan di Niagahoster Blog, salah satunya yaitu kisah Fortinusa.

Dengan mengangkat tema utama mengenai strategi Fortinusa dalam mengembangkan bisnis, long-form testimonial di atas mampu memberikan bukti bahwa layanan Niagahoster telah membantu perkembangan Fortinusa.

Dari contoh Niagahoster, Anda dapat membuat tipe testimonial ini dengan memperhatikan dua hal, yaitu:

  • Seimbangkan komposisi antara kisah klien, pembahasan produk Anda, dan promosi persuasif.
  • Gunakan teknik storytelling agar tidak terkesan terlalu berjualan.

Cerita di blog tersebut akan menjadi pertimbangan konsumen untuk membeli produk sesuai kebutuhan mereka. 

Penting sekali, bukan? Maka dari itu, long-form testimonial sangat memungkinkan dipakai sebagai salah satu alat promosi.

Baca juga: 5 Bukti Nyata Kenapa Blog Penting untuk Bisnis

Siap Meningkatkan Penjualan dengan Testimoni?

Anda sudah belajar bagaimana cara memasang testimonial yang efektif dari brand-brand terkenal, bukan? Cukup banyak inspirasi yang bisa Anda gunakan sebagai strategi.

Nah, Anda bisa memilih satu atau lebih tipe testimoni yang sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, interview testimoni dan video testimoni.

Yang paling penting, gunakanlah website sebagai media untuk menampilkan testimonial seperti yang dilakukan brand-brand di atas.

Sebagai media informasi resmi dan identitas online sebuah bisnis, website menjadi sarana efektif untuk meyakinkan calon konsumen baru membeli produk Anda. 

Untuk memastikan website Anda bisa diakses dengan baik, pastikan Anda menggunakan layanan hosting yang mumpuni. 

Niagahoster menyediakan layanan hosting yang memungkinkan website Anda bisa diakses 24 jam penuh. Belum lagi dengan dukungan fitur keamanan seperti Imunify360 yang mencegah website dari serangan hacker. 

Yang lebih menarik, Anda bisa membuat website untuk menampilkan testimonial hanya dengan Rp26 ribu/bulan! Tertarik membuat website Anda sekarang?

Naning Nur Wijayanti

A rare talkative person whose love writing the most. As SEO Content Writer at Niagahoster, she loved to share an articles about Internet of Things.

Share
Published by
Naning Nur Wijayanti

Recent Posts

Tutorial Nextcloud: Fitur, Keunggulan dan Cara Install Nextcloud di Cloud VPS

Anda sampai di artikel ini karena ingin tahu cara install Nextcloud di VPS? Selamat, Anda berada di halaman yang tepat!…

19 hours ago

Panduan Deploy Website Berbasis Python di cPanel

Banyak website yang dibangun menggunakan Python, contohnya Google. Selain menawarkan performa yang baik, pilihan cara deploy website berbasis Python juga…

2 days ago

Iptables: Pengertian, Fungsi dan Cara Menggunakannya

Anda khawatir server Anda akan mendapat serangan kejahatan online? Jika iya, cobalah menggunakan iptables firewall untuk meningkatkan keamanan server tersebut.…

3 days ago

Gambar Tidak Muncul di Web? Ini Dia Penyebab dan Solusinya!

Sudah habis banyak waktu untuk upload gambar, eh malah gambar tidak muncul di web. Belum lagi, tampilan website pun jadi…

4 days ago

Apa itu Pitch Deck? Trik Membuat Pitch Deck untuk Menarik Investor

Apakah Anda tahu bahwa 29% startup gagal karena kekurangan modal? Jangan sampai startup Anda tumbang karena sebab yang sama. Solusi…

5 days ago

Cara Menerapkan Referral Marketing untuk Bisnis Online

Referral marketing adalah salah satu strategi word of mouth terampuh untuk menghasilkan konsumen baru. Bagaimana caranya? Simak disini!

5 days ago