Putri Aprilia Putri is an SEO Content Writer at Niagahoster. She has experience in SEO writing with business and tech topic.

Ketahui Pengertian Scrum Secara Tuntas! Panduan Project Management untuk Anda

7 min read

Pengertian Scrum

Scrum adalah salah satu metode Agile yang paling banyak digunakan untuk pengembangan produk di bidang teknologi. Menurut survey, sebanyak 56 persen tim menyukai scrum sebab dapat menjalankan project yang rumit dengan lebih mudah. 

Bahkan, perusahaan sekelas Google, Amazon, Microsoft, dan Adobe telah menerapkan scrum dalam projectnya. 

Apakah tim Anda juga tertarik menggunakan scrum? Nah, sebelum mulai menerapkannya, ada baiknya simak terlebih dulu apa sih scrum itu? Kira-kira bagaimana proses dan kelebihan menggunakan scrum? 

Jawabannya akan Anda temukan di artikel ini. Kami akan menjelaskan seluk beluk scrum secara lengkap supaya Anda bisa mengimplementasikan pada tim. Yuk simak pembahasannya! 

Apa itu Scrum? 

Scrum adalah salah satu kerangka kerja dari metode Agile yang berfokus pada pengembangan produk bersifat kompleks dan dapat berubah sesuai kebutuhan customer. 

Selama project berjalan, customer atau calon pengguna produk juga terlibat untuk memberikan feedback dan koreksi. Oleh sebab itu, proses agile scrum adalah bersifat iteratif. Artinya, di tengah proses, Anda bisa melakukan testing terlebih dulu dan menyesuaikan ulang fokus project. 

Pengerjaan project dalam scrum biasanya dibagi menjadi beberapa proses kecil sesuai fungsi produk. Misalnya, pembuatan fitur transfer pada dompet digital atau lainnya. 

Nah, waktu pengerjaan fitur ini nantinya akan ditargetkan dalam satu sprint. Penjelasan mengenai sprint akan dibahas pada bab berikut, ya. 

Pengertian Scrum

Lalu, project seperti apa sih yang bisa menggunakan scrum? 

Scrum memang sering digunakan untuk project pengembangan software. Namun, sebenarnya penggunaan scrum tidak hanya sebatas itu. Berbagai macam project bisa memakai scrum, misalnya pengembangan mobil, produk kecantikan, atau bahkan sebuah event. 

Intinya dengan kerangka kerja ini, Anda bisa menjalankan project dengan lebih produktif dan kreatif. Sehingga dapat menghasilkan produk dengan cepat dan berkualitas. 

Oh iya, for your information nih, populernya scrum hingga saat ini diprakarsai oleh Jeff Sutherland pada tahun 1993. Ia meniru proses pembuatan produk yang dilakukan oleh Honda, Canon, dan Fuji-Xerox untuk project pengembangan software perusahaanya.  

Dari sana, ia menciptakan sebuah kerangka kerja scrum yang kemudian cepat menyebar secara luas di seluruh dunia. 

Baca juga: Apa itu Lean Startup 

Pembagian peran dalam Scrum yang Perlu Anda Ketahui! 

Siapa saja sih yang terlibat dalam proses Scrum? Berikut penjelasan pembagian peran dalam scrum! 

1. Product Owner  

Product owner atau pemilik produk adalah orang yang akan menentukan dan memaksimalkan nilai bisnis dari produk yang dikembangkan. Ia juga harus memastikan bahwa list fitur produk yang dibutuhkan (product backlog) untuk pengembangan produk telah dibuat dengan baik. 

Product owner ini nantinya juga akan jadi “wajah” keberhasilan produk di mata pengguna. Dengan kata lain, product owner akan bertanggung jawab dalam hal kepentingan bisnis dan juga nilai ROI (return of investment) atau keuntungan dari sebuah project. 

2. Scrum Master 

Scrum master adalah orang yang memfasilitasi dan memastikan tim telah betul-betul memahami proses scrum. Scrum master juga akan berkoordinasi dengan pemilik produk untuk dapat memaksimalkan hasil produk dan ROI.

Selain itu, ia juga berperan untuk menangani dan mengelola hambatan secara umum dalam proses scrum. Jika diperlukan, scrum master juga akan memfasilitasi diskusi untuk menyelesaikan konflik yang terjadi dalam tim scrum.  

Hal yang tak kalah penting, scrum master akan membimbing tim dan memberikan fasilitas pelatihan untuk meningkatkan skill yang diperlukan dalam project. 

3. Development Team 

Development team merupakan sekumpulan orang yang memiliki skill tertentu untuk menjalankan project. Namun, bukan berarti di dalamnya hanya berisi seorang developer atau programmer, ya. 

Dalam development team bisa berisi programmer, designer, writer, dan lainnya. Intinya, orang-orang dengan suatu skill untuk menyelesaikan produk. Mereka semua memikul tanggung jawab yang sama untuk menyelesaikan project sebagai tim, bukan sebagai individu. 

Baca juga: Cara Menjadi Web Developer untuk Pemula

Proses Scrum dalam Product Development 

Setelah mengetahui bagaimana pembagian peran dalam scrum, sekarang bagaimana cara melakukan scrum? 

Dalam scrum, hal ini sebut sebagai Scrum Events, yaitu proses yang dilakukan untuk menjalankan project. 

1. Membuat Product Backlog 

Membuat Product Backlog

Membuat product backlog adalah hal pertama yang perlu dilakukan dalam scrum. 

Apa sih product backlog itu? 

Product backlog adalah daftar fitur produk sesuai dengan kebutuhan pengguna. Misalnya saja dalam membuat produk e-wallet. Fungsi apa saja yang akan dibuat? Menyimpan uang, membayar toko, mengirim uang, dan lain sebagainya. 

Nah, daftar product backlog ini akan disiapkan oleh si product owner. Product backlog ini nantinya juga akan diberi nilai prioritasnya sesuai keputusan product owner. Bisa sesuai dengan tingkat risikonya atau yang memiliki product value paling besar. 

Dengan membuat produk backlog ini, development team bisa mengetahui mana yang harus dilakukan terlebih dulu. 

Baca juga: Apa itu Customer Journey dan Bagaimana Cara Menerapkannya? 

2. Melakukan Perbaikan Backlog 

Melakukan Perbaikan Backlog

Nah, setelah product backlog dibuat, product owner tak boleh asal lepas tangan gitu aja. Ia tetap harus meninjau dan memastikan backlog sudah sesuai dengan kebutuhan customer. 

Lalu, product backlog akan dibreakdown satu-satu untuk menentukan estimasi pengerjaan setiap backlog. Proses ini dilakukan dalam rapat backlog refinement atau perbaikan backlog. 

Intinya, di proses ini, product owner akan memastikan product backlog telah siap dikerjakan dan memberikan estimasi pengerjaannya. Penjelasan tiap-tiap backlog tadi akan ditampilkan pada papan scrum. Jadi, setiap perencanaan bisa dilihat oleh semua orang di development team. 

3. Rapat Sprint Planning 

Rapat Sprint Planning

Kalau sudah mengetahui setiap fungsi produk beserta kebutuhannya secara jelas, selanjutnya tim perlu membuat sprint planning alias perencanaan pengerjaan project. 

Tapi, tahukah Anda apa itu sprint? 

Bisa dikatakan Sprint adalah jantung dari scrum dan yang membedakan dari metode Agile lainnya. Sprint adalah batasan waktu untuk menyelesaikan satu product backlog tadi.  

Nah, dalam sprint planning, scrum team akan membahas beberapa hal berikut: 

  • Tujuan sprint;
  • Kinerja terkini dan kinerja sebelumnya;
  • Penentuan product backlog yang akan dikerjakan; 
  • Cara menyelesaikan product backlog;
  • Estimasi waktu pengerjaan satu product backlog;

Semua target dan pelaksanaanya ditentukan sendiri oleh development team. Sebab, mereka lah yang mengetahui dan bisa memperkirakan waktu pengerjaan sesuai kemampuan mereka. 

4. Daily Scrum  

Nentuin product backlog sudah, sprint planning juga sudah. Next, proses yang harus dilakukan adalah daily scrum atau disebut daily meeting. 

Apa saja yang dibahas saat daily scrum? Berikut ini poinnya: 

  • Apa yang sudah saya lakukan kemarin? 
  • Apa yang akan saya lakukan hari ini? 
  • Hambatan apa yang saya temui dalam menyelesaikan task? 

Nah, daily scrum ini biasa dilakukan selama 15 menit saja setiap harinya. Nggak perlu lama-lama, yang penting sudah mencakup pokok pembahasannya. 

Daily scrum juga dilakukan di tempat dan jam yang sama. Supaya tim tidak perlu lagi ribet memikirkan mau meeting di mana dan jam berapa. Jadi, project berjalan lebih efektif. 

Daily meeting ini juga disebut dengan daily standup meeting, yang artinya meeting dilakukan dengan berdiri. 

Daily Scrum

Source: twitter.com

Bahkan, beberapa ada yang melakukan meeting sambil melakukan plank. Supaya, tim bisa lebih fokus dan cepat dalam membahas suatu topik. 

4. Melakukan Sprint Review

Melakukan Sprint Review

Nah, setelah melakukan daily Scrum setiap harinya, sekarang waktunya melakukan sprint review. 

Di sprint review ini, tim akan membahas beberapa hal berikut: 

  • Demo pekerjaan yang telah selesai 
  • Mereview product backlog yang sudah selesai dalam satu sprint 
  • Penjelasan apa yang sudah selesai dan apa yang belum selesai dari Product Owner 

Nah, untuk menentukan apakah hasilnya sudah sesuai kriteria dan dianggap selesai, dalam sprint review ini dikenal dengan istilah DOD atau Definition of Done. DOD diperlukan untuk menyamakan persepsi mengenai hasil produk yang diciptakan. 

Dalam sprint review juga terdapat istilah increment. Increment adalah jumlah product backlog item yang dihasilkan selama sprint. 

Intinya, tujuan dari sprint review ini adalah untuk melihat hasil dari proses yang sudah dijalankan untuk direvisi dan memperkirakan product backlog item yang perlu dikerjakan di sprint selanjutnya. 

6. Sprint Retrospective 

Melakukan Sprint Retrospective

Nah, kalo sprint review tadi isinya evaluasi produk yang dihasilkan, di sprint retrospective akan dibahas proses kerjanya. Sederhananya, evaluasi proses kerja. 

Di sprint retrospective akan dibahas tiga hal penting, yaitu: 

  • Apa saja yang berjalan baik?
  • Apa yang perlu diperbaiki? 
  • Bagaimana cara untuk memperbaiki hal yang masih kurang tersebut? 

Perlu Anda ketahui, bahwa scrum ini menganut metode agile yang selalu melakukan improvement setiap saat untuk meningkatkan kinerja tim.   

5 Keuntungan Menggunakan Scrum Methodology 

Menggunakan scrum atau tidak, memang ada bedanya? Berikut ini keuntungan menggunakan scrum untuk project Anda! 

1. Membuat Kualitas Produk Lebih Baik 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, proses pengerjaan project dalam scrum dibagi menjadi beberapa proses kecil. Di mana, dalam setiap proses kecil tersebut dilakukan pengujian. Sehingga, hasil akhir produk bisa lebih baik. 

Misalnya saja dalam proses pembuatan fitur live chat pada pada website toko online. Di awal sprint, fitur live chat ini akan muncul satu menit setelah ada yang mengunjungi toko. 

Namun, ketika diuji coba, popup fitur langsung muncul begitu website dibuka sehingga mengganggu pengunjung. Nah, di sini sebelum mengerjakan proses lainnya, akan tim akan memperbaiki error yang terjadi. 

Bahkan, jika diperlukan, tim bisa mengubah atau menyesuaikan fokus tujuan sesuai kebutuhan customer.  

2. Mempercepat Proses Development 

Durasi pengerjaan project menggunakan scrum biasanya jauh lebih cepat selesai. Terbukti, sebanyak 60% project scrum dilakukan hanya kurang dari 10 minggu. 

Durasi Proses Development Scrum Lebih Cepat Dibanding Lainnya
Sumber: www.scrumalliance.org

Tak heran beberapa scrum expert percaya kalau metode scrum dapat mempercepat 30-40 persen proses launching produk dibanding menggunakan metode tradisional. 

Hal itu karena tim scrum selalu memulai proses dengan perencanaan yang matang dengan waktu sesuai kebutuhan project. Sehingga kemungkinan proses kerja molor dapat diminimalkan. 

Terlebih lagi, terdapat prioritas fitur produk yang telah ditentukan. Dari situ, produk bahkan bisa dipresentasikan tanpa perlu menunggu keseluruhan project selesai. 

3. Memperbesar ROI 

Proses pengerjaan project yang lebih cepat ternyata juga mampu dapat meningkatkan Return of Investment (ROI) lebih tinggi. Kenapa? 

Sebab dalam scrum, pembuatan fitur telah diatur prioritasnya berdasarkan kebutuhan customer. Sehingga, memungkinkan produk bisa lebih cepat dirilis dengan beberapa fitur penting. Hal ini memungkinkan Anda mendapatkan keuntungan lebih cepat dan besar seiring fitur lain yang ditambahkan. 

Selain itu, jika harus ada yang direvisi pada suatu, prosesnya dapat dikerjakan lebih awal dan cepat, sehingga dapat meminimalkan waktu dan biaya yang lebih besar.  

4. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan  

Tim scrum selalu berkomitmen untuk menciptakan produk atau layanan yang memuaskan. Hal tersebut dapat terwujud melalui beberapa hal berikut: 

  • Pelanggan atau mitra dilibatkan langsung untuk memberikan masukan dan koreksi dalam proses scrum.
  • Product Owner selalu memastikan kebutuhan pelanggan untuk menciptakan produk. 
  • Dalam setiap sprint, pelanggan dapat meninjau progres pengerjaan produk, sehingga kemungkinan produk diterima dengan baik.  

Permintaan dan komplain yang ditangani dengan cepat ini tentunya dapat meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap bisnis Anda.  

5. Mengurangi Risiko Projek Gagal 

Berdasarkan riset dari Scrum Alliance, sebanyak 62% project yang sukses ternyata menggunakan scrum dalam prosesnya.

Alasannya cukup sederhana. Sebab, scrum memaksa tim untuk gagal lebih awal dalam prosesnya dan melakukan perbaikan sedini mungkin. 

Saat rapat sprint, tim dan seluruh stakeholders juga terlibat untuk dapat langsung memberikan koreksi dan informasi yang dapat mempercepat project.

Oya, scrum akan menggunakan asas DOD (definition of done) dalam setiap sprint sebagai syarat produk telah selesai dan layak digunakan. Sehingga meminimalkan kemungkinan project mangkrak atau tak ada ujungnya. 

Yuk Terapkan Metode Scrum untuk Sukseskan Project Management Anda! 

Nah, itu tadi penjelasan mengenai scrum secara lengkap. Metode scrum adalah kerangka kerja yang digunakan untuk menjalankan project kompleks. Baik itu project software development, produk sehari-hari, maupun event. 

Scrum dapat memudahkan pengerjaan project yang kompleks karena membagi project menjadi beberapa bagian kecil. Setiap bagian kecil itu akan melewati proses, membuat product backlog, sprint planning, daily scrum, sprint review, hingga sprint retrospective.

Dengan scrum ini, produk yang Anda hasilkan pun bisa lebih baik, lebih cepat, dan tentunya mengurangi risiko gagal. Sebab, setiap hasil produk selalu direview terlebih dulu. 

Jadi.. sudah siap menggunakan scrum untuk menyukseskan project Anda? Atau masih pengen belajar-belajar dari ahlinya langsung? 

Tak usah bingung cari di mana, Niagahoster punya banyak event menarik terkait scrum yang bisa Anda ikuti secara gratis secara online. Kami telah mengundang scrum master dari perusahaan ternama di Indonesia untuk memberikan penjelasan lebih detail.

Putri Aprilia Putri is an SEO Content Writer at Niagahoster. She has experience in SEO writing with business and tech topic.
[{"code":"","label":"Coba Lagi","win":false},{"code":"HOSTING50","label":"Extra Diskon 50rb ","win":true},{"code":"HOSTING20","label":"Extra Diskon 20rb ","win":true},{"code":"HOSTING100","label":"Extra Diskon 100rb ","win":true},{"code":"","label":"Belum Beruntung","win":false},{"code":"HOSTING20","label":"Extra Diskon 20rb ","win":true},{"code":"","label":"Coba Lagi","win":false},{"code":"HOSTING50","label":"Extra Diskon 50rb ","win":true},{"code":"HOSTING20","label":"Extra Diskon 20rb ","win":true},{"code":"FREESHIPPING","label":"Coba Lagi","win":false},{"code":"","label":"Sedikit Lagi! ","win":false},{"code":"HOSTING50","label":"Extra Diskon 50rb ","win":true}]
[{"code":"","label":"Coba Lagi","win":false},{"code":"HOSTING50","label":"Extra Diskon 50rb ","win":true},{"code":"HOSTING20","label":"Extra Diskon 20rb ","win":true},{"code":"HOSTING100","label":"Extra Diskon 100rb ","win":true},{"code":"","label":"Belum Beruntung","win":false},{"code":"HOSTING20","label":"Extra Diskon 20rb ","win":true},{"code":"","label":"Coba Lagi","win":false},{"code":"HOSTING50","label":"Extra Diskon 50rb ","win":true},{"code":"HOSTING20","label":"Extra Diskon 20rb ","win":true},{"code":"FREESHIPPING","label":"Coba Lagi","win":false},{"code":"","label":"Sedikit Lagi! ","win":false},{"code":"HOSTING50","label":"Extra Diskon 50rb ","win":true}]