Yasin K Yasin K is a Technical Content Writer for Niagahoster Blog. Other words are unimportant things you will never need to know. Let the content speak for itself :)

Perbedaan CHMOD dan CHOWN serta Cara Menggunakan

5 min read

Perbedaan CHMOD dan CHOWN di Linux-01

Pada artikel ini kita akan membahas mengenai perbedaan CHMOD dan CHOWN dan bagaimana cara menggunakannya. Selain itu juga beberapa hal yang perlu Anda ketahui kenapa CHMOD dan CHOWN itu penting. Sebelum itu, Anda dapat membaca terlebih dahulu penjelasan singkat mengenai Linux dan teks perintah.

Linux adalah sistem operasi yang sudah tidak asing lagi sekarang ini. Sistem operasi ini kebanyakan menggunakan teks perintah untuk melakukan instalasi, memindahkan dan menyalin file, atau mengoperasikannya. Ada banyak perintah dasar linux, tetapi ada dua perintah yang sering dipakai penting untuk diketahui yaitu CHMOD dan CHOWN.

CHMOD dan CHOWN ini banyak digunakan untuk mengatur hak akses dan kepemilikan file dan folder di dalam Linux. Sekilas, dua perintah itu mempunya fungsi yang sama, padahal tidak. Supaya lebih jelas memahami Perbedaan CHMOD dan CHOWN kita akan membahasnya pada artikel ini secara lengkap.

Dasar Hak Akses dan Kepemilikan di Linux

Linux adalah sistem operasi yang mirip dengan Unix yang setiap file dan folder mempunyai owner dan group. Sedangkan others digunakan untuk user yang tidak menjadi pemilik serta tidak di dalam group yang sama.

Semua file yang ada di dalam Linux mempunyai tiga tipe user (terkadang disebut dengan kelas) di atas. Ketiga kelas itu menggambarkan perintah apa yang boleh/bisa diterapkan ke sebuah file.

ownerSemua user yang membuat dan memiliki file/direktori.
groupSemua user merupakan anggota dari group yang sama.
othersSemua user lain di dalam sistem yang bukan owner atau member dari sebuah group.

Perintah yang bisa dilakukan di dalam Linux adalah: read (kemampuan untuk membuka dan melihat file), write (kemampuan untuk membuka dan mengubah file), dan execute (kemampuan untuk mengeksekusi file program).

Jadi di dalam pengelolaan permission (hak akses atau kepemilikan) di Linux. Semua kelas owner, group, dan others  dapat melakukan read, write, atau execute. Tinggal bagaimana kita mengaturnya saja pada file atau folder.

Perbedaan CHMOD dan CHOWN

Secara sederhana, ada perbedaan chmod dan chown yang paling dasar, yaitu berdasarkan fungsinya.

Chown merupakan perintah di Linux yang berasal dari singkatan dari change owner (ubah mode). Perintah ini digunakan untuk mengubah kepemilikan pada suatu file atau folder kepada user tertentu. Tujuannya adalah supaya hanya user yang mempunyai file atau folder itu yang bisa membukanya.

Misalnya ada sebuah folder atau file diberikan nama A yang sebelumnya dipunyai oleh user semutvps, kemudian dijalankan perintah chown dan kepemilikan diberikan ke user baru bernama semutmerah. Setelah diganti, maka folder A tadi berganti kepemilikan menjadi semutmerah. Tampilannya kurang lebih seperti gambar di bawah ini.

perbedaan chown dan chmod - contoh chown
Contoh Perintah Chown

 Chmod merupakan perintah di Linux yang namanya berasal dari kata change mode (ubah mode). Perintah ini digunakan untuk mengubah mode dari file atau folder. Ada tiga jenis hak akses yang biasanya dipakai chmod beserta simbolnya, yaitu:

  • r untuk read
  • w untuk write
  • z untuk execute

Umumnya ketika menggunakan perintah chmod menggunakan angka untuk mendeklarasikan tipe hak akses yang diinginkan.

NumerikKarakterPenjelasan
0No permission
1–xExecute
2-w-Write
3-wxWrite and Execute
4r–Read
5r-xRead and Execute
6rw-Read and Write
7rwxRead, Write, and Execute

Atau 7 berasal dari 1+2+4 yang artinya 1 (execute), 2 (write), 4 (read) jadi 7 menjadi (execute, write, dan read).

Agar lebih mudah memahami perbedaan chmod dan chown, berikut ini beberapa contoh pemakaian chmod dan chown dalam pengelolaan file di Linux.

perbedaan chown dan chmod - contoh chmod
Contoh Perintah Chmod

Cara Pemakaian CHMOD dan CHOWN

Perintah chown dan chmod dapat dijalankan menggunakan Terminal yang ada di Linux. Kedua perintah ini hanya dapat dieksekusi oleh user yang root atau super user. Anda dapat melihat kepemilikan dan user pemilik dari sebuah file menggunakan perintah ls -l atau ll.

Hasil yang akan ditampilkan formatnya seperti ini:

drwxrwxr-x 2 semutvps semutvps 4090 Des 3 07:16 folderC

drwxrwxr-xBagian ini menampilkan permission (hak akses) suatu file atau folder. Huruf d di depan mengartikan bahwa itu adalah sebuah direktori. Jika file tidak ada huruf depan di depannya, misalnya seperti ini -rw-rwx-wx

rwx adalah tipe permission yang berlaku pada file atau folder tersebut.

“rwx” awal menunjukkan hak akses untuk user. “rwx” kedua menunjukan hak akses untuk group owner, dan r-x  menunjukkan hak akses untuk tipe user others.

2Jumlah hard links. Biasanya hard link merupakan nama tambahan untuk sebuah file.
semutvpsMerupakan informasi nama user pemilik dari file atau folder.
semutvpsMerupakan informasi nama group dari sebuah file atau folder.
4096Menampilkan ukuran file dalam ukuran byte. Anda dapat menggunakan opsi  -h untuk menampilkan ukuran dalam bentuk lainnya
Des 3 07:16 Tanggal terakhir file tersebut dimodifikasi.
FolderCNama file atau folder.

Contoh Penggunaan CHMOD untuk Mengubah Hak Akses File dan Folder

Perintah yang digunakan untuk merubah hak akses di Linux sangat sederhana. Chmod mempunyai format:

$ chmod [permissions] [file]

“[permission]” dapat berupa notasi numerik, yang mana ini merupakan format yang paling baik digunakan untuk mengubah hak akses di semua tipe user.

Contoh, jika Anda ingin mengubah hak akses folderC tadi menjadi menjadi “drwx-r–rw-”, maka perintah yang digunakan seperti ini:

$ chmod 746 folderC

Atau jika mengubah file menjadi

$ chmod 746 fileC.txt

“[permission]” juga dapat menggunakan notasi simbol, yang mana ini lebih mudah digunakan untuk memodifikasi tipe user tertentu.

Contoh, jika ingin mengubah hak akses user (u) menjadi “rwx”, group (g) menjadi “rw”, dan others (o) menjadi “rw”, maka perintah yang digunakan seperti ini:

$ chmod u=rwx fileC.txt

$ chmod g=rw fileC.txt

$ chmod o=rw fileC.txt

Atau dapat menggunakan satu baris perintah:

$ chmod u=rwx,g=rw,o=rw fileC.txt

Pada kasus tertentu, Anda ingin menambah hak akses untuk salah satu user. Contoh perintah yang bisa digunakan seperti ini:

$ chmod u+x fileC.txt

Perintah di atas dibaca ‘tambahkan execute (x) pada file fileC.txt untuk user. Sedanhkan untuk menghilangkan dapat menggunakan perintah seperti ini:

$ chmod o-wx fileC.txt

Terakhir, jika Anda ingin mengganti hak akses folder beserta semua isi di dalamnya dapat menambahkan opsi rekursif dengan simbol -R pada perintah sebelum dieksekusi. Contoh perintahnya seperti ini:

$ chmod -R 755 folderC

Informasi terkait dengan pengguna chmod dapat Anda lihat menggunakan perintah “ $ man chmod ”.

Ada beberapa mode chmod yang sering dipakai, yaitu chmod 644, chmod 777, chmod 755, dan chmod 555.

Apa Arti CHMOD 644?

Hak akses ini paling ideal untuk file yang dapat diakses publik karena menyeimbangkan antara fleksibilitas dengan keamanan. Biasanya pengaturan chmod 644 digunakan untuk file di website. Mengatur hak akses file menjadi chmod 644 berarti membuat hanya pemilik yang dapat mengakses dan memodifikasi file yang diinginkan. Sementara pengguna lain hanya dapat mengakses tanpa bisa memodifikasi atau bahkan melakukan eksekusi file termasuk juga pemilik file.

Apa Arti CHMOD 777?

Mengatur hak akses menjadi chmod 77 berarti membuat semua user dapat melakukan apa saja yang mereka inginkan dengan file tersebut. Ini sangat beresiko pada tingkat keamanan, apalagi untuk file yang dibagikan di publik seperti di hosting. Pada umumnya semua user dapat mengaksesnya, memodifikasi, dan bahkan mengeksekusinya di dalam sistem.

Apa Arti CHMOD 755?

Mengatur hak akses menjadi chmod 755 hampir sama dengan chmod 644. Perbedaannya semua user dapat hak akses untuk mengeksekusi file. Ini biasanya digunakan untuk folder public yang membutuhkan perintah untuk berpindah dari direktori satu ke direktori lainnya.

Apa Arti CHMOD 555?

Mengatur hak akses menjadi chmod 555 membuat file tidak dapat dimodifikasi oleh semua user kecuali superuser.

Contoh Perintah CHOWN untuk Mengubah Kepemilikan

Chown digunakan untuk mengubah pemilik dan grup pada sebuah file dan folder. Pada contoh di atas folderC dimiliki oleh user semutvps dan group semutvps. Jika Anda ingin mengubahnya ada beberapa perintah yang bisa digunakan.

Format perintah “chown”:

$ chown [owner/group owner] [nama file]

Kemudian kita lihat contoh format file yang muncul melalui perintah ls -l di atas.

drwxrwxr-x 2 semutvps semutvps 4090 Des 3 07:16 folderC

Mengganti Kepemilikan

Cara mengganti kepemilikan dari semutvps menjadi root dapat dilakukan menggunakan perintah seperti ini:

$ chown root folderC

Perintah di atas hanya mengganti userowner saja, tidak mengganti group owner.

Mengganti Group

Jika ingin mengganti group saja, maka perintah yang digunakan seperti ini:

$ chown :root folderC

Perintah di atas hanya mengganti group owner saja, sedangkan user owner tetap.

Mengganti Kepemilikan & Grup

Contoh lain adalah mengganti user owner dan group owner dalam satu perintah.

$ chown root:root folderC

Ketika di-”enter” maka folderC akan berubah user owner dan user group menjadi “root”. Informasi lengkap cara penggunaan “chown” dapat ANda lihat menggunakan perintah “man chown”.

Ada beberapa opsi chown yang sering dipakai seprti “-c“, “-R“, dan “-v“.

-c, –changesMirip seperti verbose, tetapi hanya ketika ada perubahan yang dilakukan.
-R, –recursiveMenjalankan perintah tidak hanya pada folder, tetapi pada semua file dan folder yang ada di dalamnya.
-v, –verboseMenampilkan semua operasi yang dilakukan, baik yang gagal maupun perubahan yang terjadi.

Kesimpulan

Perintah chown dan chmod sangat penting untuk diketahui, apalagi jika berhubungan dengan file yang ada di situs web. File yang ada pada situs web sebaiknya dapat diakses hanya flie-file tertentu saja, misalnya index.html.

Jika semua file terbuka hak aksesnya untuk publik, maka semua pengguna internet dapat mengakses file-file itu secara online. Padahal terkadang file yang ada di situs web tak jarang merupakan file yang penting dan cukup berbahaya jika dirusak atau diganti oleh pengguna yang tidak kita ketahui.

Namun jika semua file hak aksesnya dibuat private, maka website tidak bisa diakses.

Sedangkan, perbedaan chown dan chmod sendiri adalah pada fungsi dan cara menggunakannya. Anda dapat menggunakannya sesuai dengan kebutuhan yang ingin dilakukan.

Berikut ada beberapa artikel yang mungkin Anda juga tertarik untuk membacanya:

2
Yasin K Yasin K is a Technical Content Writer for Niagahoster Blog. Other words are unimportant things you will never need to know. Let the content speak for itself :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − six =