Categories: Marketing

Apa Itu Guerilla Marketing? Bagaimana Menerapkannya ke Bisnis?

Ada begitu banyak strategi marketing yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan penjualan. Mulai dari sosial media marketing, konten marketing email marketing, hingga guerilla marketing.

Apa itu guerilla marketing?

Di artikel ini kami akan menjelaskan tentang strategi marketing unik ini beserta beberapa contohnya. Mari kita mulai pembahasannya!

Apa itu Guerilla Marketing?

Guerilla marketing adalah strategi marketing modern yang menggunakan elemen surprise (kejutan) dalam praktiknya. Tujuannya, untuk dapat menarik perhatian audiens dengan lebih baik.

Untuk menjalankan kampanye guerilla, diperlukan kreativitas yang tinggi dalam setiap upaya promosi yang dilakukan. Memang cukup menantang. Namun, hasilnya tak jarang membuat audiens terhibur melihat iklan penawaran produk yang ditampilkan.

Saat ini, telah banyak bisnis yang menggunakan teknik guerilla marketing. Alasannya, selain efektif, strategi pemasaran ini juga minim anggaran.

Kenapa bisa demikian? Sebab, upaya yang dilakukan lebih fokus pada kreativitas yang terkait, ide, waktu, dan tenaga. Jadi, bukan menomorsatukan anggaran.

Selain itu, Guerilla marketing juga cenderung menargetkan kampanye ke pelanggan lama, ketimbang pelanggan baru. Itu karena kampanye ini bertujuan meningkatkan ikatan pelanggan dengan produk dan/atau brand.

Baca Juga: Customer Retention: 11 Strategi Jitu Meningkatkan Profit

Upaya promosi menggunakan Guerilla marketing tak jarang menjadi viral. Pesan kreatif yang disampaikan sering disebarluaskan audiens dari mulut ke mulut. Ini merupakan bukti kekuatan strategi marketing ini.

Lalu, apa saja kelebihan Guerilla Marketing?

3+ Keunggulan Guerilla Marketing

Berikut ini beberapa keunggulan guerilla marketing yang perlu Anda tahu:

1. Lebih Hemat

Strategi marketing lain mungkin akan membutuhkan biaya besar dalam upayanya. Mulai dari membuat iklan fisik (baliho, flyer, brosur) maupun iklan digital (social media ads).

Beda halnya dengan kampanye guerilla. Tanpa promosi dengan anggaran besar pun, Anda bisa tetap menarik perhatian audiens lebih baik.

Salah satu contohnya adalah strategi yang digunakan Colgate dengan menggandeng perusahaan ice cream membuat stik berbentuk sikat gigi. Selain biaya produksi stik bisa ditanggung bersama, pesan yang disampaikan lebih mengena: “setelah makan ice cream, jangan lupa gosok gigi.”

2. Lebih Mudah Viral

Kampanye Guerilla Marketing dibuat dengan mengedepankan kreativitas tinggi dan terkadang juga humor. Maka, lebih besar kemungkinan kampanye tersebut menarik perhatian audiens dan go viral dibanding yang biasa-biasa saja.

Iklan Red Bull ini misalnya. Red Bull bekerja sama dengan Felix Baumgartner, seorang penerjun asal Austria, melakukannya aksi kontroversial dengan tujuan promosi. Sosok  Felix dinilai cocok dengan karakter produk Red Bull yang mengedepankan kekuatan, keberanian, adrenalin.

3. Lebih Berkesan dan Lebih Dekat

Strategi guerilla marketing bisa membangun perasaan yang kuat dengan audiens. Sehingga lebih efektif untuk menyampaikan pesan promosi produk. Tak jarang kedekatan emosi tersebut akan mendorong terbangunnya engagement dengan baik.

Contohnya, kampanye guerilla minuman Bounty. Kampanye promosi Bounty dilakukan di tengah jalan kota New York yang ramai. Iklan tersebut cukup menarik perhatian banyak orang. Sesekali pejalan kaki yang melintas berhenti untuk mengambil foto bersama media promosi yang digunakan.

4. Cocok untuk Membangun Partnership

Guerilla marketing biasanya melibatkan bisnis/organisasi lain untuk kolaborasi. Selain kampanye bisa dijalankan dengan budget lebih kecil, jangkauan audiens juga bisa lebih luas.

Contohnya,Guerilla marketing Microsoft Surface yang bekerja sama dengan bisnis cuci mobil lokal ini.

Microsoft menggunakan tembok bisnis cuci mobil untuk jadi sarana guerilla marketingnya. Di satu sisi, Microsoft mendapatkan lokasi terbaik menampilkan iklan. Di sisi lain, bisnis cuci mobil pun diuntungkan karena mendapatkan exposure (perhatian lebih) dari orang yang lewat.

Meskipun banyak kelebihan, guerilla marketing juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain:

  • Ide yang disampaikan bisa saja tidak sesuai untuk orang tertentu.
  • Kreativitas iklan yang dihasilkan bisa menimbulkan misinterpretasi (kesalahpahaman).
  • Proses pembuatan perlu waktu padahal penerapan harus cepat.

5 Prinsip Guerilla Marketing

Untuk bisa menerapkan guerilla marketing ke bisnis, Anda harus mengenal dan memahami prinsip-prinsipnya dahulu. Nah, inilah beberapa prinsip guerilla marketing yang nantinya bisa Anda pakai. Mari kita lihat satu per satu!

1. Penuh Kejutan

Guerilla marketing dijalankan dengan memberikan efek kejutan ke audiens. Caranya, dengan menggunakan cara dan tempat yang tidak biasa. Dengan demikian, akan lebih mudah memperoleh perhatian penuh dari audiens.

2. Kreatif dan inovatif

Strategi guerilla marketing mementingkan imajinasi, ide yang kreatif, dan desain yang inovatif. Dengan menampilkan iklan promosi yang baru dan unik, akan banyak audiens yang tertarik dengan pesan yang disampaikan.

Tujuan akhirnya, membuat audiens terkesan dan tertarik melakukan pembelian produk atau melakukan hal sesuai yang diinginkan. Contohnya, ajakan dalam kegiatan amal seperti di bawah ini:

.

3. Low Budget

Tak perlu anggaran besar untuk menjalankan kampanye guerilla. Berbekal kreativitas, biaya promosi bisa Anda ditekan. Jadi, upaya promosi lebih efisien baik menggunakan media digital atau fisik seperti contoh berikut.

4. Temporer

Upaya guerilla marketing dimaksudkan untuk berjalan dalam periode waktu tertentu. Kenapa? Sebab, jika menggunakan ide yang suda digunakan, efek surprise-nya tidak akan muncul.

Promosi film Jurassic Park di bawah adalah contoh yang baik. Belum pernah ada yang mengangkut replika T-Rex di Sungai Thames di London ini. Jadi, promosi ini dapat akan efektif untuk promo film yang sama berikutnya.

5. Memberikan efek positif

Guerilla marketing hadir dengan ide kreatif yang dapat menghibur target audiens. Selain bisa menjadi pengalaman baru yang menyenangkan, juga dapat memberikan value kepada audiens. Misalnya, dengan memberikan giveaway sebagai bagian dari kampanye. Atau, membuat kampanye yang bersifat edukasi.

Bagaimana Menerapkan Guerilla Marketing untuk Bisnis Anda?

Di bagian sebelumnya, Anda sudah mempelajari prinsip-prinsip guerilla marketing dan beberapa contohnya. Jadi, sekarang saatnya mempelajari kiat-kiat untuk menerapkan guerilla marketing di bisnis Anda!

1. Kenali Audiens Anda

Mengenali audiens adalah langkah utama dalam Guerilla Marketing. Anda jadi tahu apa konten yang tepat untuk mereka dan cara terbaik untuk menyampaikannya. Hal ini akan memudahkan pembuatan kontennya juga.

Nah, untuk bisa mengenali audiens dan psikologi mereka, Anda bisa melakukan riset atau survei terlebih dahulu.

Baca juga: Apa itu Buyer Persona? Mengapa Penting untuk Kesuksesan Bisnis?

2. Sesuaikan dengan Bisnis Anda

Apakah Anda ingin membuat video marketing yang viral? Ataukah ingin menggunakan strategi marketing sembunyi-sembunyi? Pada akhirnya, jenis strategi guerilla marketing yang Anda pilih harus disesuaikan dengan jenis bisnis, sumber daya, kebutuhan, dan ide kampanye Anda.

Jika bisnis Anda masih berkembang, gunakan guerilla marketing dengan anggaran yang tidak terlalu besar. Iklan kursus balet ini bisa jadi referensi. Menggunakan media promosi menyerupai rok balet, upaya promosi dilakukan dengan membagikan nomor telepon di rumbai-rumbainya.

3. Tentukan Anggarannya

Menggunakan kampanye Guerilla memang cenderung lebih murah. Asal, strategi yang Anda gunakan tepat. Selain bisa menghemat pengeluaran, Anda akan mendapat keuntungan yang berlipat.

Kami ambil contoh Guerilla marketing dari Samsung ini. Samsung Dengan bagi-bagi Galaxy S9 gratis ke penduduk desa Appel di Belanda, Samsung membuat kampanye promo internasional terkait rivalitasnya dengan Apple. Namun, hal itu dilakukan dengan biaya minim.

Jadi, jika Anda memiliki budget terbatas untuk promosi tapi mengharapkan efek yang luar biasa, Guerilla marketing cocok digunakan.

4. Ciptakan Ide Kreatif

Upaya guerilla marketing yang Anda lakukan harus mampu menarik perhatian audiens dengan efek surprise yang diberikan. Oleh karena itu, hadirkan ide-ide yang segar yang yang belum pernah digunakan sebelumnya. Sebab, jika kampanye yang sama terjadi berulang kali, maka kampanye itu tidak lagi efektif.

Maka dari itu, Anda harus membuat rencana marketing yang fresh. Plus, jangan lupa untuk menyusun apa saja tindakan promosi yang akan dilakukan. Tentu agar daya tarik audiens bisa diarahkan ke konversi.

Contohnya, guerilla marketing dari serial The Sopranos ini. Orang tidak akan mengira bahwa tangan yang menjulur dari bagasi taksi ini adalah kampanye marketing. Setelah diperhatikan dengan seksama, baru orang akan sadar kalau ini adalah sebuah promosi film di HBO tentang seorang bos mafia.

5. Siapkan Call-to-Action

Jika Anda ingin hasil yang maksimal, guerilla marketing yang Anda jalankan harus memiliki Call-to-Action. Caranya beragam. Bisa dengan melakukan giveaway, memberikan kupon diskon. Atau dengan memberikan link berisi form berisi informasi yang bisa mereka isi.

Dengan begitu, Anda bisa melakukan follow-up untuk menggenjot penjualan.

Kampanye guerilla ini bisa jadi contohnya. Menggunakan boneka QR code, mereka mengajak orang berpartisipasi. Tentu saja, dengan imbalan hadiah yang menarik. Pada akhirnya, upaya ini cukup efektif untuk mengajak calon pelanggan bergabung dengan program promosi Anda.

Baca juga: Tingkatkan Conversion Rate Anda dengan 5+ Tips CTA ini!

6. Fokus pada Kelompok Kecil

Menargetkan kampanye bisnis pada kelompok yang lebih kecil bisa jadi strategi pemasaran yang efektif. Sebab, Anda bisa membangun hubungan yang lebih dekat dengan mereka. Dengan demikian, dapat membangun ikatan dengan pelanggan secara lebih kuat.

Contohnya? Promosi yang dilakukan oleh M&Ms di ruang bioskop ini. Selain membangun awareness, penempatan promosi ini tepat. Sebab tak jarang penonton juga menikmati snack selama film diputar.

7. Buat Pesan yang Jelas dan Singkat

Salah satu kunci suksesnya kampanye guerilla marketing terletak pada pesan yang ingin Anda sampaikan. Jadi pastikan pesan yang ingin Anda sampaikan ke audiens jelas dan singkat. Gunakan juga cara komunikasi yang pas agar audiens bisa lebih mudah diajak untuk take action.

Contohnya: Iklan Hotel Sarova di Kenya, Afrika yang menggugah kepedulian akan pentingnya pelestarian hutan ini. Cukup dengan kalimat Save The Trees dan hadirnya gambar macan tutul di atas lampu kota. Pesan langsung tersampaikan, bukan?

Baca juga: Digital Marketing: Upaya Jitu Promosi Bisnis (Panduan Terbaru)

Jenis dan Contoh Guerilla Marketing

Secara umum, guerilla marketing terbagi menjadi beberapa jenis, sesuai dengan targetnya, yaitu:

1. Ambient Marketing (Marketing Lingkungan Sekitar)

Guerilla marketing merupakan jenis guerilla marketing dengan pesan yang ditempatkan dekat dengan audiens. Bisa di trotoar, stasiun kereta api, mall, kampus, tempat wisata, dan lain-lain. Strategi ini memanfaatkan space terbuka untuk menarik perhatian banyak orang yang lewat, atau yang menggunakan fasilitas umum.

Ambient marketing biasanya menggunakan media berupa  graffiti di tembok bangunan, sticker di tiang-tiang listrik, atau instalasi di tempat umum. Seperti contoh di bawah ini:

KitKat sengaja mengecat bangku di salah satu public space sesuai dengan bentuk dan tampilan produknya. Cara ini tentu akan cepat menarik perhatian orang yang melintas. Bukan tidak mungkin mereka akan mengambil foto dan mengunggahnya di sosial media. Artinya, pesan tersebut mampu membangun engagement dengan baik sesuai tujuannya.

2. Ambush Marketing (Marketing Penyergapan)

Sesuai namanya, ambush marketing dilakukan dengan masuk ke suatu acara yang dihadiri banyak audiens. Dengan demikian, kampanye marketing ini bisa langsung menarik perhatian dan lebih mudah menyampaikan pesan promosi produk. Misalnya, seperti di konser musik atau pertandingan olahraga.

Foto di atas merupakan salah satu contoh ambush marketing. Dengan membuat lapangan seperti produk mereka, PSP, Sony ingin mengingatkan audiens akan produk tersebut.

Tentu saja dengan teknik guerilla marketing ini, para penonton mau tidak mau akan terus memperhatikan gambar PSP tersebut sepanjang acara.

3. Stealth Marketing (Marketing Sembunyi-Sembunyi)

Teknik stealth marketing adalah teknik marketing sembunyi-sembunyi. Di teknik ini, biasanya pemasaran sebuah produk/ iklan dibuat tidak begitu kentara. Sehingga hanya audiens yang jeli yang bisa paham bahwa itu adalah iklan sebuah produk.

Sekarang, coba perhatikan contoh berikut:

Sebagai produk dengan target audience lelaki dewasa, Axe ingin membangun kesan bahwa produk mereka dapat menarik perhatian wanita. Dengan stealth marketing, teknik Guerilla marketing ini mereka terapkan di papan petunjuk toilet. Cukup di luar dugaan, bukan?

5. Viral Marketing

Seperti yang Anda tahu, sebuah informasi bisa viral karena banyak orang yang menyebarkannya. Begitu pula viral marketing yang bisa dengan cepat menyebar dan menjadi perhatian audiens.

Strategi guerilla marketing ini memanfaatkan kekuatan media sosial untuk mengajak konsumen dan influencer menyebarkan pesan produknya.

Sebagai contoh, beberapa waktu yang lalu, es krim Viennetta sempat viral di sosial media karena diproduksi ulang. Bahkan, iklan asli dari produsennya, Walls, tidak tampak karena tenggelam oleh begitu banyaknya meme dari Netizen yang terus bermunculan. Tidak berhenti di situ, beberapa orang juga terus memamerkan hasil buruan es krim Vienetta-nya di Instagram Stories.

Jadi, bisa dikatakan bahwa strategi viral marketing Vienneta cukup berhasil karena mampu mendapatkan perhatian publik yang cukup besar.

Baca juga: Panduan lengkap Social Media Marketing (2020)

Saatnya Menerapkan Guerilla Marketing untuk Bisnis Anda

Guerilla marketing bisa jadi lebih menantang untuk diterapkan dibanding strategi marketing yang lain. Itu karena strategi ini membutuhkan banyak inovasi dan ide kreatif.

Namun, tidak perlu khawatir. Selama Anda memiliki marketing plan yang matang, ditambah pengetahuan yang cukup tentang target audiens, Anda pasti mampu meraih kesuksesan dengan  strategi promosi ini.

Guerilla marketing juga bisa digunakan semua jenis bisnis. Tentunya dengan menerapkan langkah dan prinsip guerilla marketing yang sudah kami jelaskan. Oya, Anda bisa menggunakan contoh-contoh guerilla marketing di atas sebagai sumber inspirasi.

Bagaimana menurut Anda? Sudah siap menerapkan guerilla marketing untuk bisnis Anda? Dapatkan juga ebook digital marketing yang membahas strategi pemasaran online secara lengkap. Gratis!

Yovi Amanda

Full time SEO content writer. Passionate to help people in the digital world through writing. She currently juggling between making articles for Niagahoster and raising her only child, Bhadrika Nagendra.

Share
Published by
Yovi Amanda

Recent Posts

7 Cara Menulis Deskripsi Produk yang Jitu dan Menjual

Ketika berbisnis online, entah di marketplace atau website, banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk menunjang penjualan. Salah satunya, menulis…

17 hours ago

Panduan Lengkap Facebook Shop untuk WooCommerce Bagi Pemula (2020)

Anda sudah memiliki website WooCommerce, tapi belum memanfaatkan platform lain untuk memasarkan bisnis? Kami sarankan Anda untuk menggunakan Facebook Shops. …

2 days ago

Ingin Menjadi WordPress Developer? Ini Dia Tipsnya!

WordPress dikenal sebagai salah satu CMS (Content Management System) terbaik. Lebih dari 34 persen seluruh website di internet saat ini…

3 days ago

10 Rekomendasi CSS Framework Terbaik untuk Developer

Desain front-end menjadi bagian yang sangat penting di website atau aplikasi. Bukan cuma untuk meningkatkan impresi positif suatu brand saja.…

3 days ago

Ingin Punya Blog Keren Tanpa Ribet? Bikin di WordPress Aja!

Pernahkah Anda mengunjungi blog dengan tampilan yang memukau dan konten yang menarik? Saking bagusnya blog tersebut, Anda jadi terinspirasi untuk…

4 days ago

Rahasia Sukses UMKM Go Online: Siapkan 4 Hal Ini!

Tahukah Anda? Persentase UMKM di Indonesia yang sudah go online baru sekitar 15% saja. Atau lebih tepatnya, hanya 9,4 juta…

5 days ago