Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Cloud Computing: Pengertian, Cara Kerja, dan Fungsinya

6 min read

Featured image cloud computing

Cloud computing adalah teknologi komputasi yang harus mulai Anda manfaatkan, baik sebagai individu ataupun bisnis. Kenapa begitu?

Bayangkan, Anda bisa meningkatkan produktivitas kerja tanpa ribet install aplikasi di komputer. Bahkan, Anda bisa menggunakan hardware dan software terbaru dengan lebih murah. 

Menariknya lagi, Anda bisa melakukan berbagai hal seperti membuat dan menyimpan dokumen atau mengetes aplikasi hanya berbekal browser dan koneksi internet. 

Tak heran kalau pengguna teknologi ini terus bertambah dari tahun ke tahun.

Nah, Anda penasaran dengan apa itu cloud computing? Ingin menggunakannya juga? Mari kenali dulu pengertian, fungsi dan cara kerjanya di artikel ini!

Apa Itu Cloud Computing?

Cloud computing adalah konsep komputasi berbasis internet. Jadi, dengan cloud computing, Anda bisa melakukan pekerjaan layaknya menggunakan komputer seperti menyimpan, mengakses, dan mengolah data dengan mudah. 

Bedanya, pada cloud computing, perangkat komputasinya adalah server yang bisa Anda akses di mana saja selama ada jaringan internet.

Saat ini, konsep komputasi awan ini makin sering digunakan seiring kebutuhan pengguna untuk melakukan pekerjaan secara online.

Contoh cloud computing yang umum  digunakan adalah layanan penyimpanan file seperti Google Drive atau aplikasi pengolah kata seperti Google Docs. Kedua layanan tersebut memungkinkan Anda untuk menyimpan dan mengakses data melalui internet.

Tak hanya untuk penggunaan umum, komputasi cloud juga bisa digunakan secara khusus oleh perusahaan dan organisasi untuk kebutuhan internal. Misalnya, untuk menyimpan dan mengolah data perusahaan yang biasanya mengandalkan sebuah data center, baik dikelola sendiri atau menyewa dari layanan pihak ketiga. 

Selain contoh kegunaan di atas, masih ada fungsi cloud computing yang lain, lho.

Fungsi Cloud Computing

Sebenarnya apa saja fungsi cloud computing? Berikut ini adalah tiga di antaranya:

1. Menawarkan Kemudahan Skalabilitas

Bayangkan ketika Anda butuh kapasitas penyimpanan yang lebih besar. Jika menggunakan komputer atau server pribadi, Anda harus mengganti atau menambah komponen penyimpanannya sendiri, bukan?

Dengan cloud computing, menambah penyimpanan atau meningkatkan kemampuan komputasi lainnya lebih praktis. Anda tinggal memilih paket layanan dengan spesifikasi yang lebih tinggi sesuai penyedia layanan cloud computing yang Anda gunakan.

Ilustrasi kemudahan skalabilitas

2. Memudahkan Akses Data

Pernahkah Anda harus presentasi, tetapi flashdisk yang menyimpan file Anda tertinggal? Masalah seperti itu tidak akan terjadi apabila Anda menggunakan cloud computing.

Layanan komputasi cloud memungkinkan Anda untuk menyimpan dan mengakses file secara online. Dengan demikian, file-file Anda selalu tersedia asal Anda terhubung dengan internet.

3. Memudahkan Kolaborasi

Dengan kemudahan akses data, kolaborasi dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan juga menjadi gampang. 

Sebagai contoh, ketika menggunakan Google Sheets, Anda dan rekan kerja bisa membuat dan mengedit sebuah dokumen yang sama di lokasi yang berbeda. Jadi, lebih mendukung untuk Anda yang sedang bekerja dari rumah (WFH), kan?

Bahkan, perubahan pada dokumen tersebut otomatis tersimpan dan bisa dilihat secara langsung (real time), jadi rekan Anda selalu mendapatkan versi terkini saat itu juga.

Kalau menggunakan aplikasi di komputer, pekerjaan Anda dan rekan tidak sepraktis itu. Rekan Anda harus meminta dokumen yang Anda buat atau bekerja di satu tempat yang sama untuk mendapatkan versi terbarunya.

Ilustrasi kolaborasi online

4. Menyediakan Sarana yang Selalu Up to Date

Hardware dan software terbaru umumnya menawarkan kemampuan yang lebih baik. Sebagai contoh, prosesor terbaru, tentu akan memiliki performa yang lebih cepat dan efisien dari pendahulunya.

Sayangnya, memperbarui hardware dan software tidak murah. Selain itu, Anda perlu menyisihkan waktu untuk instalasinya.

Beda halnya jika Anda menggunakan cloud computing. Penyedia layanan komputasi cloud selalu memperbarui semua sarananya agar pengguna mendapatkan manfaat maksimal.

Nah, keempat manfaat tadi akan Anda dapatkan di semua jenis layanan cloud computing yang dijelaskan di bagian berikut ini.

Jenis-Jenis Cloud Computing

Cloud computing dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan bentuk layanannya. Apa saja itu?

1. Software-as-a-Service (SaaS)

Seperti namanya, SaaS adalah layanan cloud computing yang menyediakan aplikasi siap pakai. Sebab, pengguna SaaS tidak perlu menginstal aplikasi di perangkatnya. Selain itu, pengguna tidak dipusingkan dengan update karena developer penyedia layanan-lah yang melakukannya.

Salah satu contoh SaaS adalah Office 365 yang menawarkan aplikasi-aplikasi Microsoft Office yang bisa diakses melalui browser. 

Bayangkan, Anda menggunakan Microsoft Word, tetapi dokumennya otomatis tersimpan di akun Anda. Jadi, dokumen tersebut bisa diakses di perangkat apapun asal Anda log in ke akun.

2. Infrastructure-as-a-Service (IaaS)

Berbeda dengan SaaS yang berupa aplikasi siap pakai, IaaS merupakan rangkaian sumber daya komputasi atau server.

Server IaaS tersedia dalam spesifikasi yang berbeda-beda, jadi pengguna bisa memilih yang sesuai kebutuhannya. Umumnya, pengguna juga boleh memilih sistem operasi dan jenis virtualisasi untuk server mereka. Praktis, ya?

Tanpa IaaS, pengguna harus membuat server sendiri. Ini tentunya mahal dan repot, terutama saat pengguna perlu menambah sumber daya untuk servernya.

Nah, karena fleksibilitas dan sumber daya yang ditawarkan IaaS, umumnya layanan tersebut ditujukan kepada perusahaan. Contoh penyedia layanan ini adalah Amazon Web Service dan Microsoft Azure.

3. Platform-as-a-Service (PaaS)

Jenis cloud computing ini menyediakan platform bagi developer untuk menciptakan dan mengujicoba aplikasi secara online. Sumber daya dan sistem operasi platform dikelola oleh penyedia, sehingga developer tidak perlu memusingkan perangkat untuk pekerjaan mereka.

Tanpa layanan PaaS, proses pembuatan dan uji coba aplikasi cukup repot. Sebab, developer harus memiliki sejumlah perangkat komputasi dengan sistem operasi yang berbeda.

Nah, beberapa contoh layanan PaaS yang sering digunakan adalah Google App Engine dan Oracle Cloud Platform.

Ilustrasi developer

Cara Kerja Cloud Computing

Seperti halnya komputer pribadi, cloud computing menggunakan tiga komponen utama, yaitu server, sistem operasi, dan software. Ketiga komponen ini nantinya akan didukung dengan koneksi internet untuk mengaksesnya.

Ibarat CPU pada komputer,server memiliki komponen-komponen seperti harddisk, RAM, dan prosesor. Layanan cloud computing sudah menyediakan semua komponen tersebut, sehingga Anda tidak perlu membelinya satu per satu untuk menggunakan kemampuan komputasi secara online.

Nantinya, penyedia layanan cloud computing akan membagi sumber daya tersebut sesuai dengan paket yang dipilih oleh penggunanya. Biasanya pembagian tersebut tidak dilakukan secara fisik tapi melalui virtualisasi. 

Selain itu, server juga butuh sistem operasi seperti Windows dan Linux seperti pada komputer. Menariknya, Anda tidak perlu menginstal sistem operasi sendiri seperti di layanan SaaS dan PaaS.

Pun demikian, pada layanan IaaS pengguna bisa menginstal sistem operasi yang sesuai kebutuhannya sendiri.

Cara kerja cloud computing yang paling sederhana adalah pada Saas, di mana penyedia layanan sudah mengatur semua infrastruktur termasuk software yang digunakan. Jadi, pengguna hanya tinggal menggunakan seperti pada contoh Google Sheets tadi.

Kelebihan Cloud Computing

Dari penjelasan di atas, apa saja kelebihan cloud computing yang bisa Anda manfaatkan?

1. Hemat Biaya, Ruang, dan Waktu

Biaya yang harus Anda keluarkan untuk membuat infrastruktur dan mengelolanya sendiri cukup mahal. Belum lagi, Anda harus menyediakan tempat yang memadai untuk perangkat yang digunakan.

Kalau menggunakan cloud computing, Anda bisa menghemat biaya, ruang, dan waktu. 

Dari segi biaya, misalnya, alih-alih harus membeli semua komponen infrastruktur, Anda tinggal membayar biaya bulanan yang jauh lebih murah. Belum lagi, Anda harus memiliki seorang yang khusus bertugas mengelola komponen tersebut agar mampu bekerja optimal.

Selain itu, Anda tidak perlu menyiapkan tempat untuk membangun infrastruktur jika menggunakan komputasi cloud. Sebab, infrastrukturnya dikelola oleh penyedia layanan.

Proses untuk membangun dan mengelola infrastruktur komputasi juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Apalagi, kalau Anda belum memiliki pengalaman yang baik.

Ilustrasi produktivitas

2. Skalabilitas Mudah

Seiring berkembangnya bisnis, data yang Anda gunakan akan bertambah banyak. Misalnya akun pelanggan dan data transaksi. Dengan begitu, kapasitas komputasi Anda juga harus ditingkatkan.

Apabila menggunakan infrastruktur sendiri, Anda yang harus menambah atau mengganti komponen. Hal itu tidak hanya merepotkan, tetapi juga mahal.

Beda halnya kalau Anda menggunakan layanan cloud computing. Skalabilitasnya lebih mudah karena Anda tinggal upgrade layanan sesuai kebutuhan. Misalnya, Anda bisa menambah kapasitas penyimpanan atau upgrade ke layanan yang lebih cepat.

3. Akses ke Teknologi Terbaru

Bayangkan jika ada hardware atau software terbaru yang Anda butuhkan, tetapi Anda belum bisa membelinya.

Atau, software Anda perlu diperbarui untuk bisa melayani pelanggan dengan lebih baik, tetapi spesifikasi server Anda tidak sesuai.

Kendala seperti itu tidak akan terjadi apabila Anda menggunakan cloud computing. Sebab, penyedia layanan senantiasa memperbarui hardware dan software-nya.

Ilustrasi server

4. Memungkinkan Kolaborasi dari Manapun

Karena tinggal diakses secara online, layanan cloud computing memungkinkan Anda untuk bekerja dari manapun. Manfaat ini semakin terasa jika Anda bekerja dalam tim. Masing-masing anggota tim jadi tidak perlu berada di satu tempat untuk untuk berkolaborasi.

5. Backup Data Lebih Mudah

Kebanyakan layanan komputasi cloud dilengkapi dengan fitur backup otomatis. Dengan ini Anda, jadi tidak perlu mengingatkan diri atau anggota tim untuk melakukan tugas tersebut. Data yang di-backup pun selalu tersedia untuk Anda gunakan.

Baca Juga: Ayo Backup Data Website! Ini 7 Resiko yang Bisa Anda Hindari

Tantangan Penggunaan Cloud Computing

Di samping kelebihan-kelebihan tadi, ada beberapa tantangan yang masih dihadapi dalam penggunaan cloud computing, yaitu:

1. Harus Selalu Terhubung ke Internet

Internet adalah sarana utama dalam layanan cloud computing. Jadi, kalau koneksi internet Anda buruk, Anda tidak bisa menggunakan teknologi tersebut dengan optimal. Apalagi, kalau penyedia layanan internet mengalami gangguan (downtime). 

2. Kendala Saat Downtime

Downtime juga bisa terjadi pada penyedia layanan komputasi cloud yang Anda gunakan. Akibatnya, layanan tidak dapat diakses. Hal ini adalah masalah besar jika bisnis Anda bergantung pada layanan tersebut.

Agar kendala ini tidak terjadi pada Anda, pilihlah penyedia layanan cloud computing yang jarang mengalami downtime. Hal itu bisa dilihat dari komitmen untuk menyediakan uptime yang tinggi. Contohnya adalah Niagahoster yang menawarkan hosting dengan uptime 99,98%.

Baca Juga: Inilah 7 Penyebab Server Website Down dan Cara Mengatasinya!

3. Ancaman Keamanan Data

Cloud computing memungkinkan Anda untuk mengakses data secara online. Oleh karena itu, memilih penyedia layanan yang keamanannya baik merupakan keharusan.

Layanan komputasi cloud yang tidak memperhatikan keamanan data pengguna sangat rawan terhadap berbagai ancaman. Jika hacker bisa mengakses server layanan tersebut, data Anda bisa bocor atau bahkan dihapus.

Baca Juga: 12+ Tips Lengkap Cara Meningkatkan Keamanan Website Anda

4. Kesulitan Migrasi Data

Memindahkan data dari layanan cloud computing bukan hal yang mudah. Apalagi jika penyedia layanan belum mendukung hal tersebut.

Sebagai solusinya, Anda bisa melakukan migrasi secara manual. Namun, tindakan ini penuh risiko. Ketika ingin memindahkan website ke layanan hosting yang berbeda, misalnya, data bisa hilang atau rusak.

Itulah mengapa layanan komputasi cloud yang Anda gunakan harus mendukung migrasi data.

Ilustrasi kesulitan

Sudah Tahu Apa Itu Cloud Computing, kan?

Cloud computing adalah teknologi yang memungkinkan penyimpanan, pengolahan, dan akses data secara online. Teknologi tersebut tidak hanya menawarkan penyimpanan data berkapasitas besar dan sistem terbaru, tetapi juga kemudahan untuk bekerja dari manapun asal ada koneksi internet.

Anda telah belajar bahwa teknologi cloud computing memiliki beberapa keunggulan, antara lain:

  • Lebih hemat karena Anda tidak perlu membeli infrastruktur sendiri.
  • Lebih praktis karena pengelolaan ditanggung penyedia layanan.
  • Lebih sesuai untuk mendukung bisnis yang terus berkembang dengan spesifikasi yang dibutuhkan.
  • Lebih up-to-date dengan pemanfaatan teknologi terbaru.
  • Lebih aman untuk data Anda karena ada fitur backup otomatis.

Namun, cloud computing tidak lepas dari beberapa masalah seperti koneksi internet buruk, server down, ancaman hacker dan proses migrasi yang kadang menyulitkan.

Solusinya, temukan penyedia layanan yang mampu memberikan jaminan performa yang baik. Sebagai contoh, untuk website Anda, pilihlah layanan web hosting yang jarang down dan mendukung migrasi dengan mudah.

Nah, salah satu contoh web hosting yang mampu memberikan performa terbaik dengan uptime 99,98% adalah Niagahoster. Dengan begitu, website Anda selalu siap diakses 24 jam penuh.

Selain itu, keamanan website Anda lebih terjamin berkat fitur Imunify360 yang akan melindungi website Anda dari virus dan malware. 

Yang tidak kalah menarik, Niagahoster memungkinkan Anda memindahkan hosting dari penyedia hosting lain dengan mudah. Anda tinggal mengisi formulir transfer hosting dan tim kami akan membantu pemindahan website Anda.

Semua manfaat itu bisa Anda dapatkan mulai dari Rp10.000 per bulan saja, lho. Segera pilih paket hosting Anda di bawah ini!

Aldwin Nayoan Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *