Categories: Website & Blog

7+ Alat Praktis untuk Cek Traffic Website Tanpa Ribet!

Sebagai pemilik website, Anda tentu ingin tahu berapa jumlah pengunjung website Anda, bukan? Inilah mengapa mempelajari cara cek traffic website itu penting.

Dengan mengetahui cara melihat traffic website, Anda bisa mengukur perkembangan website Anda. Selain itu, Anda juga bisa tahu apakah website Anda mampu untuk menarik banyak pengunjung atau tidak.

Berikut adalah alat-alat yang bisa Anda gunakan untuk mengetahui jumlah traffic website:

  • SimilarWeb
  • Alexa
  • Ubersuggest
  • Google Analytics
  • SE Ranking
  • Siteprice
  • Websites Worth Calculator
  • Ahrefs

Ingin tahu cara menggunakan alat-alat di atas? Yuk simak di bagian selanjutnya!

7+ Alat Praktis untuk Cek Traffic Website

Di bawah, kami akan menjelaskan secara detail alat-alat terbaik yang bisa Anda gunakan untuk melihat jumlah traffic website. Ayo kita mulai!

1. SimilarWeb

Sebenarnya, SimilarWeb adalah website yang menyediakan jasa web analytics. Tapi mereka juga menyediakan fitur website traffic estimator gratis yang bisa Anda akses di halaman utama.

Berikut adalah contoh hasil analisis estimasi traffic dari SimilarWeb:

Seperti yang Anda lihat, di sini Anda tidak sekedar melihat estimasi jumlah traffic yang diperoleh saat ini, tapi juga grafik fluktuasinya dari lima bulan sebelumnya.

Selain itu, Ada metrik lain yang bisa Anda temukan. Mulai dari rata-rata durasi kunjungan (Avg. Visit Duration), halaman yang dibuka per kunjungan (Pages per Visit), hingga persentase pengunjung yang meninggalkan website setelah hanya membuka satu halaman (Bounce Rate).

Jika Anda scroll ke bawah, masih banyak data lain (terkait traffic) yang bisa dimanfaatkan untuk analisis website, di antaranya adalah:

  • Jumlah traffic berdasarkan negara.
  • Sumber traffic (mesin pencari, sosial media, email, dan sejenisnya).
  • Persentase organic traffic dan paid traffic.
  • Persentase traffic dari sosial media.
  • Minat traffic.

2. Alexa

Mungkin sebelumnya Anda sudah pernah mendengar tentang Alexa. Ini adalah alat web analytics yang dimiliki oleh Amazon. Alat ini cukup populer karena fitur Website Traffic Statistics-nya sering dijadikan rujukan untuk mengetahui jumlah traffic.

Terlebih lagi, Anda bisa menggunakan fitur tersebut dengan cuma-cuma!

Cara menggunakannya pun cukup sederhana. Masukkan domain yang ingin Anda analisis ke alat Website Traffic Statistics, lalu Anda akan melihat berbagai metrik terkait keyword dan traffic. Untuk melihat data traffic yang lebih detail, Anda bisa mengklik tombol Traffic Metrics.

Di sini, jumlah traffic website tidak ditampilkan secara harfiah. Anda akan melihatnya dalam bentuk Alexa Rank. Ini adalah sistem peringkat yang ditentukan berdasarkan jumlah traffic dan jumlah pageview yang diterima oleh suatu website dalam tiga bulan terakhir.

Selain Alexa rank, Anda juga bisa melihat persebaran traffic berdasarkan negara. Lalu, di box bawah Anda akan menemukan kumpulan metrik engagement, seperti durasi pageview dan bounce rate – walaupun hanya estimasi.

3. Ubersuggest

Ubersuggest tidak hanya menyediakan fitur analisis SEO yang lumayan lengkap, tapi juga interface yang ramah pengguna. Anda dapat menggunakannya secara gratis, walaupun ada opsi upgrade untuk mendapat fitur yang lebih lengkap.

Jika ingin melihat jumlah traffic dengan alat ini, Anda cukup mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Di halaman utama Ubersuggest, ketikkan domain yang ingin Anda ketahui jumlah trafficnya.
  2. Ubah negaranya ke Indonesia. Lalu klik tombol Search.
  3. Di kolom Overview, Anda akan melihat grafik traffic website. Dengan akses gratis, Anda hanya bisa melihat histori traffic website di lima bulan ke belakang.
  4. Ingin tahu halaman situs yang jumlah traffic-nya paling banyak? Cukup klik tombol Top pages di menu sebelah kiri.

4. Google Analytics

Bagi pemilik website, Google Analytics adalah alat yang sangat penting dan tidak bisa diabaikan. Dengan alat ini, Anda dapat memahami karakteristik traffic website Anda sedetail mungkin. Anda juga dapat menggunakannya secara gratis.

Sayangnya, alat ini hanya bisa digunakan untuk menganalisis website Anda saja. Sehingga, Anda tak bisa menggunakannya untuk melihat traffic domain lain.

Sebelum bisa menggunakannya, buatlah akun Google Analytics terlebih dahulu. Lalu hubungkan dengan website Anda.

Baca juga: Cara Memasang Google Analytics di WordPress.

Jika akun Google Analytics sudah terhubung dengan website Anda, maka Anda sudah bisa mulai melakukan analisis jumlah traffic. Berikut adalah langkah-langkah untuk mempraktikkannya:

  1. Masuk ke dashboard Google Analytics
  2. Di dashboard utama (Home), Anda akan melihat grafik yang menunjukkan empat metrik utama:
    1. Users – jumlah pengunjung yang datang ke website Anda
    2. Sessions – jumlah kunjungan ke website Anda
    3. Bounce rate – persentase pengunjung yang keluar dari website tanpa membuka halaman lain.
    4. Session duration – durasi kunjungan ke website Anda
  3. Anda dapat mengatur rentang waktu grafiknya. Mulai dari satu hari yang hingga ke 90 hari terakhir.
  4. Di kolom Active Users right now, Anda bisa melihat jumlah traffic yang masuk ke website Anda secara langsung (real time).
  5. Jika Anda ingin melihat data traffic yang lebih detail, klik tombol Audience Overview yang ada tepat di bawah grafik utama.
  6. Di dashboard Audience, ada beberapa metrik lain yang akan muncul, yaitu
    1. New users – jumlah pengunjung baru di website Anda.
    2. Pages/session – rata-rata jumlah halaman yang dikunjungi oleh pembaca
    3. Number of sessions/user – rata-rata  jumlah pengunjung
  7. Di tabel bawah, Anda juga akan menemukan tabel-tabel yang berisi detail karakteristik pengunjung:
    1. Demographics – berisi data tentang bahasa, data, dan negara asal pengunjung.
    2. System – berisi service provider, operating system, dan browser yang digunakan pengunjung.
    3. Mobile – berisi operating system, service provider, dan screen resolution dari perangkat mobile pengunjung.
  8. Ingin tahu karakteristik yang lebih detail lagi? Tenang, Anda tinggal mengakses daftar menu Audience di sebelah kiri layar. Menu ini mengandung indikator-indikator lain, seperti umur, gender, hingga minat pengunjung.

5. SE Ranking

SE Ranking adalah alat estimasi traffic gratis yang fitur analisisnya cukup lengkap (mulai dari mengawasi perubahan halaman hingga memberi rekomendasi keyword).

Anda juga bisa melakukan analisis traffic berdasarkan negara. Namun sangat disayangkan, Alat ini belum menyediakan opsi Indonesia di dalamnya. Anda jadi tidak bisa mengetahui jumlah traffic yang berasal dari Indonesia.

Berikut adalah contoh hasil estimasi traffic SE Ranking:

Di dashboard utama, Anda akan disambut dengan perbandingan organic traffic dan paid traffic. Lalu, di bawahnya Anda bisa melihat informasi yang lebih detail. Mulai dari info keyword utama di traffic masing-masing hingga daftar kompetitor.

Jadi, alat ini tidak hanya membantu Anda untuk melakukan analisis traffic, tapi juga riset keyword.

Baca juga: 9 Cara Riset Keyword Akurat untuk Blog dan Website

6. Siteprice

Selain menghitung harga dari suatu website, Siteprice juga menampilkan informasi terkait traffic dan rankingnya. Anda cukup memasukkan website yang ingin Anda cek di halaman utama.

Jangan khawatir, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya apapun untuk menggunakan alat ini.

Berikut adalah contoh hasil analisis traffic di Siteprice:

Di sini traffic-nya diukur dengan menggunakan tiga metrik, yaitu:

  • Daily unique visitors – estimasi jumlah pengunjung per hari.
  • Daily pageviews – menghitung berapa kali pengunjung mendatangi halaman website Anda.
  • Average time on site – rata-rata waktu yang dihabiskan pengunjung di website Anda.

7. Websites Worth Calculator

Situs ini memiliki fitur yang kurang lebih sama dengan SIteprice. Anda dapat menggunakannya secara gratis juga. Bedanya, informasi yang ditampilkan lebih lengkap. Contohnya bisa dilihat pada gambar berikut:

Seperti yang Anda lihat, informasi yang ditampilkan sama saja seperti Siteprice (estimated pageviews dan estimated unique visitors). Akan tetapi, metrik-metrik tersebut ditampilkan juga dalam konteks harian (daily), bulanan (monthly), dan tahunan (yearly).

8. Ahrefs

Ahrefs adalah salah satu alat SEO dengan fitur terlengkap. Tapi untuk bisa menggunakan semua fiturnya, Anda harus berlangganan terlebih dahulu ke salah satu paket berbayarnya.

Untuk memantau jumlah traffic, Anda bisa menggunakan fitur Site Explorer di Ahrefs. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Masuk ke dashboard site explorer.
  2. Ketikkan domain yang ingin Anda ketahui jumlah traffic-nya. Lalu klik tombol Search.
  3. Klik tombol Organic search. Anda akan melihat grafik jumlah traffic yang bisa Anda atur rentang waktunya. Mulai dari 30 hari terakhir ke sepanjang waktu (all time).
  4. Jika Anda ingin melihat traffic dari Indonesia, Anda tinggal mengklik tulisan Indonesia yang ada di kolom sebelah kanan.
  5. Scroll ke bagian paling bawah untuk menemukan daftar top 5 halaman yang memiliki traffic terbanyak di website tersebut.

Ahrefs SEO Toolbar

Ahrefs juga menyediakan extension browser yang bisa Anda gunakan untuk cek traffic website, yaitu Ahrefs SEO Toolbar.

Untuk bisa menikmati alat ini, Anda harus berlangganan ke salah satu paket berbayar Ahrefs.

Ingin tahu cara menggunakannya? Ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Download Ahrefs SEO Toolbar, lalu pasang di browser Anda. Saat Ini, extension ini baru bisa digunakan di Google Chrome dan Mozilla Firefox saja.
  2. Setelah extension-nya aktif, Anda akan melihat toolbar setiap kali Anda masuk ke halaman website. Walaupun toolbar ini menampilkan berbagai metrik, Anda cukup fokus pada metrik Search Traffic (ST) saja.
  3. Metrik ST menunjukkan estimasi jumlah traffic yang diterima oleh halaman tersebut per bulannya.
  4. Apakah Anda harus masuk ke halaman webnya dulu untuk tahu jumlah trafficnya? Tidak juga. Toolbar ini akan muncul juga di halaman hasil pencarian.

Jika diperhatikan baik-baik, Anda akan melihat bahwa metrik ST berada di dalam dua kategori. Dan keduanya memiliki arti yang berbeda

  • Page. Estimasi jumlah traffic di satu halaman.
  • Root Domain. Estimasi jumlah traffic di seluruh website.

Baca Juga : Tips Mudah Cek Ranking Website di Google

Cek Traffic Website Anda Sekarang Juga!

Sekarang, Anda sudah tahu berbagai alat praktis untuk cek traffic website. Wawasan ini bisa Anda manfaatkan untuk sekedar melihat traffic website Anda atau mengawasi performa website kompetitor.

Setelah mengetahui jumlah traffic website Anda, mungkin Anda jadi ingin tahu cara meningkatkannya. Penasaran? Kunjungi artikel kami yang membahas tentang 20 cara jitu untuk meningkatkan jumlah traffic hingga 20 kali lipat!

Ada yang ingin Anda tanyakan lebih lanjut tentang cara mengecek traffic website? Jangan ragu untuk tulis komentar di bawah!

Ridandi Bintang Pamungkas

Bintang is an avid learner with years of experience in Marketing and Business Management subjects. Aside from writing, Bintang loves reading books and collecting movies.

Share
Published by
Ridandi Bintang Pamungkas
Tags: Website

Recent Posts

7 Cara Menulis Deskripsi Produk yang Jitu dan Menjual

Ketika berbisnis online, entah di marketplace atau website, banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk menunjang penjualan. Salah satunya, menulis…

1 day ago

Panduan Lengkap Facebook Shop untuk WooCommerce Bagi Pemula (2020)

Anda sudah memiliki website WooCommerce, tapi belum memanfaatkan platform lain untuk memasarkan bisnis? Kami sarankan Anda untuk menggunakan Facebook Shops. …

2 days ago

Ingin Menjadi WordPress Developer? Ini Dia Tipsnya!

WordPress dikenal sebagai salah satu CMS (Content Management System) terbaik. Lebih dari 34 persen seluruh website di internet saat ini…

3 days ago

10 Rekomendasi CSS Framework Terbaik untuk Developer

Desain front-end menjadi bagian yang sangat penting di website atau aplikasi. Bukan cuma untuk meningkatkan impresi positif suatu brand saja.…

4 days ago

Ingin Punya Blog Keren Tanpa Ribet? Bikin di WordPress Aja!

Pernahkah Anda mengunjungi blog dengan tampilan yang memukau dan konten yang menarik? Saking bagusnya blog tersebut, Anda jadi terinspirasi untuk…

4 days ago

Rahasia Sukses UMKM Go Online: Siapkan 4 Hal Ini!

Tahukah Anda? Persentase UMKM di Indonesia yang sudah go online baru sekitar 15% saja. Atau lebih tepatnya, hanya 9,4 juta…

5 days ago