Ilham Mubarok Ilham loves to write, trying to help people to understand about website, web hosting, and online marketing in the most convenient way.

Panduan Lengkap Google Keyword Planner 2018

5 min read

cara menggunakan google keyword planner

Apa Itu Google Keyword Planner?

Setelah belajar tentang cara menggunakan Google AdWords, tidak lengkap rasanya jika tidak mempelajari cara menggunakan Google Keyword Planner. Tool ini dirilis Google agar orang-orang bisa melakukan riset keyword untuk membuat iklan di Google AdWords.

Fasilitas ini disediakan Google untuk mendukung pengguna Google AdWords agar bisa membuat iklan di Google AdWords berdasarkan data pencarian kata kunci di Google. Google Keyword Planner membantu pengguna Google AdWords untuk mendapatkan kata kunci yang tepat dan relevan untuk bisnis mereka.

Namun, pada perkembangannya Google Keyword Planner, tidak hanya digunakan untuk keperluan AdWords. Google Keyword Planner juga dapat digunakan untuk riset keyword untuk selain AdWords.

Banyak orang mengira kalau Google AdWords dan Google Keyword Planner adalah satu paket. Orang-orang berasumsi untuk menggunakan Google Keyword Planner, mereka juga harus memakai Google AdWords yang berbayar. Padahal Anda bisa menggunakan Google Keyword Planner tanpa harus membuat iklan di Google AdWords.

Fungsi Google Keyword Planner

Google Keyword Planner memiliki fungsi yang tidak beda jauh dengan tool riset keyword pada umumnya. Beberapa fungsi utamanya adalah untuk menganalisis volume pencarian keyword bulanan, tingkat kompetisi keyword, saran kata kunci, dan harga memasang iklan di Google AdWords (Top of Page Bid). 

Beda Google Keyword Planner dengan Research Tool Lain

Google Keyword Planner bukanlah satu-satunya tool riset keyword gratis yang bisa Anda gunakan. Terdapat banyak tool riset keyword, baik gratis maupun berbayar. Apa kelebihan dan kekurangan Google Keyword Planner dibanding tool riset keyword yang lain?

Kelebihan pertamanya adalah tool ini cocok untuk memperkirakan CPC yang akan Anda habiskan untuk sebuah iklan. Kedua, kelebihan tool ini adalah sangat cocok untuk Google AdWords karena memang tujuan awalnya adalah untuk riset keyword untuk Google AdWords. Kelebihan ketiga yang terpenting adalah gratis.

Satu kekurangan Google Keyword Planner adalah saran kata kunci yang diberikan tidak terlalu banyak. Dari percobaan yang saya lakukan, Google Keyword Planner hanya menyediakan saran kata kunci hingga maksimal 1000 sampai 2000 kata kunci.

Google Keyword Planner memang bukan tool yang sempurna, tetapi tetap merupakan tool yang efektif untuk melakukan riset keyword. Sebaiknya Anda juga menggunakan tool riset keyword yang lain untuk mendapatkan hasil riset keyword yang lebih akurat. Anda bisa memilih salah satu atau beberapa dari tool riset keyword, baik berbayar maupun gratis. Dari Ahrefs, SEMRush, KWFinder, hingga Google Trends. Anda dapat membaca selengkapnya di artikel 9 Cara Riset Keyword Akurat untuk Blog dan Website.

Cara Daftar Google Keyword Planner

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, terdapat dua cara untuk mendaftar Google Keyword Planner. Jika Anda memang berniat menggunakan Google Keyword Planner sekaligus Google AdWords, Anda bisa membuat Google AdWords dulu mengikuti panduan ini.

Akan tetapi, jika Anda ingin menggunakan Google Keyword Planner saja, Anda bisa mengikuti panduan di bawah ini:

1. Buka Google Ads

Pilih menu Tools > Keyword Planner

cara menggunakan google keyword planner start

2. Skip Google AdWords

Setelah memilih menu Keyword Planner Anda akan diarahkan ke laman di bawah ini.

cara menggunakan google keyword planner skip

Jika mengisi email dan website Anda di laman ini, Anda akan diarahkan ke Google AdWords. Agar Anda diarahkan ke Google Keyword Planner, klik Skip the Guide Setup

3. Konfirmasi Email

Anda hanya perlu memastikan informasi di laman ini sudah sesuai semua. Kemudian klik Save and Continue. Setelah itu Anda sudah bisa mulai menggunakan Google Keyword Planner.

cara menggunakan google keyword planner info

Cara Menggunakan Google Keyword Planner

Dengan melakukan konfirmasi email di atas Anda otomatis diarahkan ke dashboard Google Ads. Untuk menggunakan Google Keyword Planner klik menu Tools di pojok kanan atas lalu pilih Keyword Planner.

cara menggunakan google keyword planner plan

Google Keyword Planner memiliki dua fitur utama, yaitu Find Keywords dan Get Search Volume and Forecast.

1. Find Keywords

Find Keywords di Google Keyword Planner akan membantu Anda untuk menemukan saran kata kunci yang berhubungan dengan kata kunci yang Anda cari. Misalnya, Anda mengetik kata kunci “jaket denim” dan Google Keyword Planner akan menyediakan berbagai kata kunci seperti jaket jeans, jaket denim, jaket jeans pria, jaket jeans wanita, dan jaket levis pria.

cara menggunakan google keyword planner keyword

Di setiap saran kata kunci Anda akan mendapatkan informasi tentang volume pencarian, tingkat kompetisi, dan Top of Page Bid tertinggi dan terendah. Top of Page Bid adalah harga yang ditawar oleh para pengguna AdWords untuk memasang iklan di kata kunci tersebut.

Di fitur ini Anda juga bisa memasukkan kata kunci hingga maksimal 10 kata kunci secara bersamaan. Selain itu, Anda juga bisa memasukkan alamat website Anda untuk mengecek keyword apa saja yang relevan untuk Anda gunakan.

2. Get Search Volume and Forecast

Fitur kedua adalah Get Search Volume and Forecast. Sama dengan namanya, forecast, fitur ini fungsinya adalah untuk memberikan perkiraan. Dengan menggunakan fitur ini Anda bisa mendapatkan data tentang perkiraan klik, impression, dan Click Through Rate (CTR). 

Selain itu, fitur ini juga akan menyediakan estimasi biaya yang perlu Anda keluarkan untuk setiap klik atau Cost Per Click (CPC). Anda bisa mengatur hasil perkiraan data untuk satu minggu ke depan, satu bulan ke depan, atau satu kuartal ke depan.

cara menggunakan google keyword planner forecast

 

Tips Menggunakan Google Keyword Planner

1. Curi Kata Kunci dari Kompetitor

Di poin sebelumnya saya sudah menjelaskan fitur Find Keywords, Anda bisa memasukkan kata kunci atau alamat website. Bukan alamat website Anda saja, di kolom pencarian tersebut Anda juga bisa memasukkan alamat website kompetitor Anda. Dengan begitu Anda bisa melihat kata kunci apa yang digunakan kompetitor Anda.

2. Filter Kata Kunci

Misal Anda ingin mempersempit pencarian kata kunci, Anda juga bisa menambahkan filter. Anda bisa menambahkan filter kata kunci berdasarkan tingkat kompetisi sehingga hasil riset yang muncul adalah yang sesuai dengan tingkat kompetisi yang Anda pilih.

cara menggunakan google keyword planner filter

Anda juga bisa menambahkan filter untuk pengecualian kata kunci yang mengandung konten yang tidak Anda inginkan. Klik filter, lalu pilih Keyword Text dan pilih does not contain. Setelah itu ketik kata yang ingin Anda jadikan pengecualian.

Selain dua filter di atas, Google Keyword Planner juga menyediakan filter lain, yaitu berdasarkan ad impression share, pengecualian konten dewasa, hingga organic impression share.

3. Temukan Kata Kunci Potensial

Ada cara mudah untuk mengetahui keyword mana yang berpotensi untuk menghasilkan uang atau conversion. Caranya adalah dengan melihat kata kunci dengan Top of page bid (high range) tertinggi.

Perkiraan harga tersebut kan untuk Google AdWords. Apa gunanya bagi Anda yang tidak menggunakan Google AdWords. Logikanya adalah jika orang-orang memasang harga tinggi untuk sebuah kata kunci artinya kata kunci tersebut berharga dan berpotensi mendapatkan banyak klik.

cara menggunakan google keyword planner harga

Agar mempermudah Anda melihat kata kunci mana yang ditawar dengan harga paling tinggi, Anda bisa mengurutkan hasil riset keyword berdasarkan Top of Page Bid. Klik Top of Page Bid (high range), lalu Google Keyword Planner akan otomatis mengurutkannya berdasarkan harga tertinggi.  

4. Persempit Jangkauan Lokasi

Jika Anda menjalankan bisnis yang mengandalkan toko fisik, fitur ini sangat berguna untuk Anda. Anda bisa mempersempit riset keyword Anda ke kota tertentu atau ke provinsi tertentu. Caranya adalah sebagai berikut:

cara menggunakan google keyword planner lokasi

Buka fitur Get search volume and forecast. Masukkan kata kunci, lalu klik location. Ketik kota atau provinsi yang ingin Anda targetkan. Setelah itu Google Keyword Planner akan memberikan data berdasarkan lokasi tersebut.

5. Dapatkan Informasi Perangkat yang Digunakan Pencari

Google Keyword Planner juga memungkinkan Anda untuk melihat perangkat apa yang digunakan ketika melakukan pencarian di Google. Untuk melihatnya masuk ke fitur Get Search Volume and Forecast. Ketik kata kunci yang Anda inginkan. Setelah itu di menu sidebar Anda akan menemukan pilihan Plan Overview. Klik menu tersebut dan Anda akan mendapatkan ringkasan hasil riset kata kunci termasuk perangkat apa yang digunakan pencari.

cara menggunakan google keyword planner device

6. Gunakan Google Trends untuk Mendapatkan Data Real Time

Tips yang terakhir ini saya tidak menggunakan Google Keyword Planner, melainkan Google Trends. Seperti yang sudah saya sebutkan di poin sebelumnya, sebaiknya menggunakan beberapa tool riset keyword untuk mendapatkan hasil riset yang lebih akurat.

Tool yang saya gunakan di tips ini adalah Google Trends. Google Trends akan membantu Anda untuk mendapatkan data perbandingan beberapa kata kunci secara real time. Berikut caranya:

cara menggunakan google keyword planner trends

Buka Google Trends, lalu pilih lokasi. Pastikan untuk memilih lokasi target audience Anda. Di contoh ini saya memilih lokasi Indonesia. Ketik kata kunci yang ingin Anda riset. Anda bisa memasukkan maksimal lima kata kunci secara bersamaan dan Google Trends akan memberikan perbandingannya seperti di bawah ini.

cara menggunakan google keyword planner google trends

Selain itu, Anda bisa mengatur volume pencarian berdasarkan periode waktu tertentu sesuai kebutuhan Anda. Anda bisa mengatur volume pencarian dalam satu hari terakhir, seminggu terakhir, sebulan terakhir, hingga lima tahun terakhir.

Kesimpulan

Google Keyword Planner memang fungsi utamanya adalah untuk melakukan riset keyword untuk kebutuhan Google AdWords. Namun, Anda juga bisa menggunakannya untuk kebutuhan riset keyword yang lain, untuk blog atau website Anda.

Walaupun begitu Anda tidak bisa menggunakan Google Keyword Planner saja. Anda sebaiknya juga menggunakan tool riset keyword lain agar hasil riset keyword Anda lebih akurat. Anda bisa menggunakan tool riset keyword seperti Ahrefs, Ubersuggest, KWFinder, SEMRush, Google Trends, dan lain-lain.

Jika Anda juga ingin membuat iklan di Google AdWords, Anda bisa mengikuti tutorial di artikel Tutorial Google AdWords Lengkap untuk Pemula. Selamat mencoba!

 

1
Ilham Mubarok Ilham loves to write, trying to help people to understand about website, web hosting, and online marketing in the most convenient way.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × one =