Muhammad Ariffudin also known as Ariffud

Laravel 9 Akhirnya Rilis, Apa Saja Fitur Barunya?

4 min read

laravel 9

Pada 8 Februari 2022 lalu, Laravel, framework PHP untuk membuat website, akhirnya merilis versi terbarunya yaitu Laravel 9. Perilisan versi teranyar framework populer ini sebenarnya sempat mengalami penundaan selama beberapa bulan.

Namun untungnya, Laravel 9 membawa banyak fitur yang tidak ditemui di Laravel versi sebelumnya. Misalnya, PHP 8 Requirement, Symfony Mailer Integration, Flysystem 3.x, dan masih banyak lagi.

Nah, Anda penasaran dengan fitur-fitur baru Laravel 9? Benarkah Laravel 9 mampu meningkatkan performa website Anda? Lalu, bagaimana cara install Laravel 9?

Baca artikel ini hingga selesai, ya!

Perilisan Laravel 9 Sempat Diundur, Ini Penyebabnya

laravel 9

Laravel 9 sebenarnya dijadwalkan untuk rilis sekitar September 2021 lalu. Namun, tim pengembang Laravel populer memutuskan untuk memundurkan jadwal rilis Laravel 9 menjadi Februari 2022.

Dilansir website resmi, tim pengembang menyatakan alasan mereka menunda perilisan Laravel 9 karena:

1. Laravel memakai berbagai komponen dan library milik komunitas, seperti Symfony. Namun, Symfony versi 6.0 baru dirilis November 2021. Sehingga, Laravel 9 diundur perilisannya agar dapat menggunakan library Symfony 6.0.

2. Penundaan jadwal rilis ini memungkinkan tim Laravel memantau kompatibilitas Laravel 9 dengan Symfony 6.0 selama dua bulan. Sehingga, mereka bisa memperbaiki error dan bug yang mungkin terjadi.

3. Mulai Laravel 9, tim pengembang akan mengubah siklus perilisan Laravel dari enam bulan menjadi dua belas bulan. Hal ini demi mengabulkan feedback pengguna, yang memprotes Laravel terlalu sering melakukan update.

Bisa dibilang, alasan penundaan Laravel 9 di atas cukup masuk akal. Dan lagi, tim pengembang menjanjikan beragam fitur menarik di Laravel terbaru ini. Penasaran kan? Yuk simak poin selanjutnya!

Baca juga: Laravel vs Codeigniter

Perubahan dan Fitur Baru Laravel 9

Sekarang saatnya kami ajak Anda mengenal beberapa perbaikan dan fitur baru di Laravel 9. Langsung saja ini dia penjelasan selengkapnya:

1. PHP 8 Requirement

Seperti yang sudah dijelaskan, Laravel 9 memanfaatkan library Symfony 6.0. Nah, Symfony versi baru ini berjalan di atas PHP 8. Oleh sebab itu, PHP 8 juga akan menjadi persyaratan minimal dari Laravel 9.

Pun demikian, hal ini seharusnya tidak menjadi masalah, karena PHP 8 telah menjadi standar pengembangan project PHP. Baik secara offline maupun online di layanan hosting, termasuk di Niagahoster.

Baca juga: CMS Laravel Terbaik

2. route:list New Design

Sebenarnya, command route:list sudah ada sejak framework Laravel versi terdahulu. Namun di Laravel 9, tampilan command yang satu ini sudah dipermak total. Selain lebih rapi, Anda juga lebih mudah melihat daftar routing di console.

route list laravel 9

Sementara di Laravel sebelumnya, tampilan route:list cenderung berantakan, sehingga menyulitkan Anda dalam memantau routing. Apalagi, jika terdapat puluhan atau bahkan ratusan routing di dalam project Laravel.

3. Anonymous Stub Migration

Anonymous Stub Migration adalah fitur untuk mencegah crash atau benturan ketika melakukan migrasi nama class. Di Laravel 9, fitur ini otomatis menjadi default saat Anda menjalankan perintah php artisan make:migration.

Contohnya pada script berikut:

use Illuminate\Database\Migrations\Migration;
use Illuminate\Database\Schema\Blueprint;
use Illuminate\Support\Facades\Schema;
 
return new class extends Migration {
 
    /**
     * Run the migrations.
     *
     * @return void
     */
    public function up()
    {
        Schema::table('people', function (Blueprint $table) {
            $table->string('first_name')->nullable();
        });
    }
};

Anonymous Migration sebenarnya sudah dikenalkan sejak di Laravel 8.37. Namun, belum ditetapkan sebagai default seperti di Laravel 9.

Baca juga: Cronjob Laravel

4. Query Builder New Interface

Query Builder adalah fitur untuk membuat refactoring, static analysis, dan code completion. Di Laravel 9, fitur ini menambahkan interface baru, yaitu Illuminate\Contracts\Database\QueryBuilder dan Illuminate\Database\Eloquent\Concerns\DecoratesQueryBuilder.

Hal ini cukup membantu Anda membuat Query Builder sesuai kebutuhan. Mengingat hingga saat ini, Laravel tidak memiliki interface khusus untuk memisahkan Query\Builder, Eloquent\Builder, dan Eloquent\Relation.

return Model::query()
	->whereNotExists(function($query) {
		// $query is a Query\Builder
	})
	->whereHas('relation', function($query) {
		// $query is an Eloquent\Builder
	})
	->with('relation', function($query) {
		// $query is an Eloquent\Relation
	});

5. Symfony Mailer Functionality

Salah satu perubahan paling drastis di Laravel 9 adalah penggunaan Symfony Mailer. Symfony Mailer adalah library milik Symfony yang dapat Anda gunakan sebagai sarana berkirim email.

Sementara di Laravel versi sebelumnya, Anda perlu memakai library Swift Mailer untuk melakukan hal yang sama. Namun, Swift Mailer sudah tidak dikembangkan lagi sehingga pihak Laravel menggantinya dengan Symfony Mailer.

Baca juga: Panduan Lengkap Cara Kirim Email dengan Laravel Mail

6. Flysystem 3.x

flysystem 3.x

Fysystem berfungsi untuk mengelola semua interaksi file sistem yang berada di dalam Storage Facade. Nah, Laravel 9 mengupgrade fitur ini menjadi Fysystem 3.x, sehingga memudahkan integrasi antar file di Localhost dan Cloud Storage.

7. Implicit Route Bindings with Enum

Enum adalah fitur yang pertama kali dikenalkan di PHP 8.1, di mana Anda bisa menentukan sendiri tipe data beserta value sesuai kebutuhan. Nah, Laravel 9 mengadopsi Enum untuk Route Bindings.

Route Bindings adalah kemampuan untuk menghubungkan routing hanya jika Enum dan value-nya bernilai benar. Sebaliknya, menampilkan respon HTTP 404 jika salah satunya bernilai salah.

Berikut adalah contoh scriptnya:

enum Category: string
{
    case Fruits = 'fruits';
    case People = 'people';
}

Baca juga: Mengatasi Error 404 Not Found di Laravel

8. Laravel Breeze API & Next.js

Laravel Breeze adalah API yang memungkinkan Laravel digunakan bersama framework dari bahasa pemrograman lain. Di Laravel 9, API ini mendapatkan upgrade berupa dukungan terhadap Next.js, framework berbasis JavaScript.

Dengan begitu, Anda bisa menggunakan Laravel untuk keperluan back end, Next.js untuk kebutuhan front end, lalu menghubungkan keduanya lewat API Sanctum milik Laravel Breeze.

Baca juga: 12 Framework JavaScript Terbaik 2022

9. Laravel Scout Database Engine

Laravel 9 juga mengadopsi Scout Database Engine yang baru. Fitur yang satu ini cocok digunakan di project berskala kecil hingga menengah, dengan beban kerja database yang ringan.

Nah, Scout Database Engine menggunakan klausa “WHERE LIKE” dan indeks teks lengkap ketika memfilter pencarian di database, sehingga dapat menampilkan hasil sesuai dengan query yang Anda ketikkan.

Baca juga: Cara Membuat CRUD Dengan PHP Dan MySQL

10. Bootstrap 5 Pagination Views

Bootstrap 5 adalah versi teranyar dari Bootstrap, front end framework yang sering digunakan di project berbasis PHP. Nah, Laravel 9 mengupgrade dukungan Bootstrap 5, terutama untuk membuat Pagination.

bootstrap pagination

Pagination adalah teknik penomoran halaman secara berurutan, berfungsi membagi konten yang terlalu panjang menjadi beberapa halaman berbeda. Untuk membuat Pagination, Anda bisa melihat contoh script berikut:

use Illuminate\Pagination\Paginator;
 
/**
 * Bootstrap any application services.
 *
 * @return void
 */
public function boot()
{
    Paginator::useBootstrapFive();
}

Cara Install Laravel 9: Offline dan Online

Setelah mengenal berbagai fitur dan perubahan di Laravel 9, mari mempraktikkan cara install Laravel, baik secara offline maupun online.

Cara Install Laravel 9 Offline di Komputer

Anda dapat dengan mudah menginstall Laravel secara offline di komputer. Syaratnya cuma satu, yaitu pastikan versi PHP yang terinstall di Localhost minimal versi 8. Untuk mengecek versi PHP, kunjungi artikel berikut:

5 Cara Cek Versi PHP dengan Mudah [Terlengkap]

Setelahnya, buka aplikasi Terminal atau Command Prompt Anda, dan ketikkan perintah berikut:

laravel new laravel-9-dev --dev

Kemudian, masuk ke directory project Laravel 9 dengan menjalankan perintah:

cd laravel-9-dev
php artisan --version

Selesai! Kini Anda bisa langsung membangun project berbasis Laravel 9 di komputer.

Cara Install Laravel 9 Online di Hosting

Anda juga bisa menginstall Laravel 9 di layanan hosting. Tapi sebelumnya, pastikan Anda telah mengupgrade versi PHP hosting ke PHP 8. Atau, lebih bagus lagi jika menggunakan PHP 8.1, agar dapat memakai fitur Enum.

Nah, untuk mengupgrade PHP ke versi 8.1, Anda bisa mengikuti panduan berikut:

PHP 8.1 Telah Dirilis! Simak Fitur Baru, Perubahan & Cara Upgrade

Jika sudah, kunjungi menu Softaculous Apps Installer dari halaman utama cPanel, lalu tuliskan Laravel di kolom pencarian. Kemudian, langsung saja klik Quick Install seperti berikut:

install laravel 9 hosting

Selamat! Laravel 9 telah berhasil Anda install di hosting. Mudah sekali bukan Laravel tutorial ini?

Yuk Pakai Laravel 9, Website Lebih Ngebut!

Laravel 9 adalah versi terbaru dari Laravel, framework PHP terpopuler saat ini. Laravel 9 membawa banyak fitur baru dan perubahan, seperti Symfony Mailer dan persyaratan minimal PHP 8.

Pun demikian, akan lebih baik jika Anda memakai PHP 8.1 di Laravel 9, agar dapat menjalankan fitur Route Bindings Enum. Ditambah lagi, PHP 8.1 membawa peningkatan kinerja hingga 8% dari versi sebelumnya.

Berita gembiranya, Niagahoster sudah mendukung PHP 8.1 terbaru! Sehingga, performa website Laravel Anda semakin meningkat dan dapat diakses pengunjung dengan lebih cepat.

Apalagi didukung dengan kombinasi teknologi mutakhir, seperti LiteSpeed Web Server, Network Speed 10Gig/s, dan Gratis CDN. Dijamin, website Anda semakin ngebut dan bebas lemot.

Tunggu apalagi, yuk bangun website Laravel 9 Anda dengan hosting super cepat Niagahoster!

Sumber:

Laravel 9 is Now Released!

What’s New in Laravel 9: A Deep Dive Into the Latest Major Release

Muhammad Ariffudin also known as Ariffud

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *