Benefita Benefita is a Pisces girl. She dreams of living in the world of Harvest Moon.

Apa itu Debian? Berikut Ini Penjelasannya

7 min read

Debian adalah

Mungkin, Anda sudah familiar dengan sistem operasi seperti Windows dan Linux. Tapi, pernahkah Anda mendengar tentang Debian?

Debian adalah sistem operasi berbasis Linux yang lagi mulai naik daun. Situs populer seperti Kumparan, Jetbrains, hingga Getpocket, misalnya, mengadopsi Debian sebagai sistem operasi untuk anak website mereka (subdomain).

Meski belum sepopuler sistem operasi berbasis Linux lainnya, ternyata Debian menyimpan berbagai manfaat yang mudah Anda dapatkan, lho. Penasaran, kan? Tanpa berlama-lama, mari kenalan lebih jauh dengan Debian!

Apa Itu Debian?

Debian adalah sistem operasi gratis berbasis kernel Linux yang mampu memenuhi kebutuhan penggunanya lewat puluhan ribu software di dalamnya. 

Sebagai catatan, sistem operasi adalah pusat untuk menjalankan seluruh program pada komputer ataupun server.

Sedangkan kernel, merupakan inti dari sistem operasi. Gunanya, untuk mengelola semua aplikasi pada perangkat keras komputer. Mulai dari manajemen memori, proses, hingga penyimpanannya.

Ibarat bus, untuk menjalankan mesinnya alias kernel, Anda membutuhkan supir. Yang tak lain adalah Debian itu sendiri.

Pengertian debian

Memangnya, software apa saja sih yang Debian sediakan? Faktanya, ada lebih dari 51.000 packages yang bisa Anda pilih, di antaranya terkait:

  • Aplikasi untuk mengelola dan membaca dokumen;
  • Program database
  • Program komunikasi;
  • Aplikasi perkantoran (LibreOffice, Gnumeric);
  • Aplikasi untuk memutar video
  • Mengelola font;
  • Library untuk developer;
  • dsb.

Dengan pilihan packages yang melimpah, tak heran debian server adalah sistem operasi yang cocok digunakan siapa pun. Mulai dari server, developer, perusahaan besar hingga organisasi kecil, hingga pengguna komputer secara umum.

Hal tersebut selaras dengan slogan yang Debian angkat: The Universal Operating System. Nyatanya, fungsi Debian memang cukup fleksibel dan bermanfaat bagi berbagai kalangan.

Tanpa berlama-lama, mari simak info lengkapnya di bawah ini.

Apa Saja Fungsi Debian?

Debian adalah sistem operasi yang multiguna. Berikut dua fungsi utama Debian:

1. Sebagai Sistem Operasi Desktop

Seperti yang sudah Anda ketahui sebelumnya, Debian bisa dijadikan sebagai sistem operasi desktop. Menggantikan Linux hingga Windows OS.

Pasalnya, Debian kompatibel di berbagai jenis hardware. Baik yang lawas hingga modern. Selain itu, tersedia puluhan ribu packages yang tidak dimiliki OS lainnya.

Misalnya, Microsoft Office tidak disediakan oleh Linux. Sehingga, bagi Anda yang kerja kantoran mungkin agak terkendala.

Namun, lain halnya dengan Debian. Pada sistem operasi ini, Anda bisa menginstal LibreOffice. Di sini tersedia tools untuk mengedit teks ataupun spreadsheet seperti Excel.

Alhasil, pekerjaan kantoran pun bisa Anda selesaikan dengan minim kendala.

2. Membangun Server

Keunikan Debian yaitu selain sebagai OS desktop, sistem operasi ini bisa untuk membangun server. Baik itu web server, mail server, DNS server, dan sebagainya.

Apalagi, Debian tidak membutuhkan spesifikasi hardware yang rumit. Anda bisa menginstalnya di PC 32-bit ataupun yang lebih tinggi. Selain itu, performa Debian juga tidak ecek-ecek.

Debian server rupanya mampu memberikan performa yang stabil, dengan tingkat keamanan yang ketat. Bahkan, setiap versinya bisa memakan waktu pengerjaan hingga dua sampai tiga tahun demi mendapat hasil yang mendekati sempurna.

Nah, itu dia fungsi debian. Pastinya, Anda makin tertarik mengenal sistem operasi ini lebih jauh, bukan? Kalau iya, mari tengok sejarah singkat Debian di bawah ini.

Sejarah Singkat dan Versi Debian

Pasti, Anda bertanya-tanya Debian itu nama dari mana, sih?

Nah sebenarnya, Debian adalah gabungan dari nama Ian Murdock dan istrinya, Debra. Tak lain, Ian Murdock memanglah pencetus sistem operasi ini.

“Saya telah menggunakan Unix dan saya melihat Linux sebagai cara paling nyaman untuk mengakses Unix… Kemudian saya terinspirasi merilis Debian setelah menjalankan SLS (Softlanding Linux System) dan merasa tidak puas dengannya. Dan setelah banyak mengubah SLS, saya memutuskan bahwa akan lebih mudah untuk memulai dari awal.”

-Ian Murdock-

Disponsori oleh GNU Project dari The Free Software Foundation, Ian beserta lusinan developer lainnya pun mengembangkan Debian. Lalu di tahun 1996, Ian menyerahkan kepemimpinannya pada Bruce Perens.

Sejak saat itu, versi-versi Debian pun mengambil nama-nama karakter di film Toy Story. Kebetulan, Bruce merupakan salah satu engineer di Pixar yang memproduksi film tersebut.

Berikut versi-versi Debian dari awal kelahirannya:

NoTahun RilisVersiKodeJumlah PackagesJumlah Developer Terlibat
119930.01N/A
219940.91N/A
319950.93R5 – 0.93R660
419961.1Buzz474N/A
519961.2Rex848120
619971.3Bo974200
719982.0Hamm1500400
819992.1Slink2250N/A
920002.2Potato2600450
1020023.0Woody8500900
1120053.1Sarge15400N/A
1220074.0Etch180001030
1320095.0Lenny23000N/A
1420116.0Squeeze29000N/A
1520137Wheezy36000N/A
1620158Jessie43000N/A
1720179Stretch51000N/A
18201910Buster59000N/A
19202111Bullseye59551N/A

Di setiap rilis versi terbaru, Debian membawa sistem yang lebih stabil dan aman. Menariknya lagi, Debian menamakan Sid untuk salah satu versi yang tidak stabil. Alasannya, di film Toy Story, Sid adalah tokoh yang suka menghancurkan mainannya.

Dan seperti yang Anda lihat, packages Debian selalu berkembang di setiap serinya. Begitu pun dengan jumlah developer yang terlibat. Jadi, jangan heran kalau Debian punya banyak kelebihan yang sayang Anda lewatkan.

Kelebihan Debian

Meski peminatnya belum sebanyak sistem operasi lainnya, sebenarnya Debian punya banyak manfaat, lho. Berikut kelebihan Debian:

  • Performa stabil, ringan, dan cepat;
  • Menyediakan puluhan ribu packages sesuai kebutuhan berbagai pengguna;
  • Menyediakan tiga repository untuk Debian: versi stabil, testing, dan tidak stabil. Sehingga, pengguna bisa memakai versi yang sudah matang sekaligus mencoba rilisan terbaru;
  • Mendukung berbagai arsitektur hardware sehingga bisa digunakan di sebagian besar komputer;
  • Bisa digunakan secara luas, baik pada desktop, laptop, hingga server;
  • Upgrade ke versi terbaru dengan mudah dan sederhana;
  • Menyedikan dokumen instruksi yang lengkap dan detail.

Bukan bohongan, beberapa orang yang menggunakan Debian berani menyatakan bahwa sistem operasi ini memang bermanfaat.

“Jika Anda ingin berhenti membayar untuk setiap perangkat lunak yang Anda gunakan setiap hari, maka Debian OS adalah pilihan yang tepat. Debiandapat dengan mudah meluncurkan software baru dan Anda dapat beralih ke versi yang berbeda, sepenuhnya gratis.

OS Debian juga kurang rentan terhadap ancaman keamanan seperti serangan virus. Kode sumber tersedia untuk diperiksa dan siapa pun dapat menunjukkan ancaman atau berkontribusi pada pengembangannya. OS juga memiliki dukungan komunitas yang besar.”

-Asif A (Assistant System Engineer Tata Consultancy Services)-

“Ringan dan admin-friendly… admin dapat dengan mudah mengontrol paket konten yang akan diinstal ke sistem. Tentu saja, orang biasanya lebih akrab dengan Windows dan Mac OS, tetapi Debian terasa seperti di rumah sendiri.”

-Joseph Morales, Data Analyst Remote Manifesting Resolution Center-Data Analyst)

Linux vs Debian

Sampai sini, Anda sudah lebih mengetahui kelebihan Debian. Nah sebagai salah satu sistem operasi berbasis Linux, peminat Debian relatif lebih sepi.

Sedangkan posisi pertama masih diisi oleh Linux. Bagi Anda belum mengenalnya, Linux adalah sistem operasi berbasis kernel dan mengadaptasi sistem UNIX (sistem operasi untuk mengolah jaringan kerja komputer).

Pengguna sistem operasi berbasis Linux
Sumber: Enlyft

Meski begitu, bukan berarti Linux Debian adalah yang performanya tertinggal. Nyatanya, Linux vs Debian memiliki kelebihannya masing-masing:

Linux vs Debian

LinuxDebian
Sebagai sistem operasi yang stabil dan ramah penggunaSebagai sistem operasi yang bisa diinstal hampir di semua hardware lawas hingga modern
GratisGratis
StabilStabil
Ramah pemulaBisa digunakan oleh pemula hingga yang sudah ahli
Sederhana dan cepatRingan dan cepat
Menyediakan sekitar 30ribu packagesMenyediakan lebih dari 51ribu packages
Update terbaru rilis setiap bulanUpdate terbaru biasanya rilis setiap dua tahun sekali
Dokumentasi online cukup bagi pemulaDokumentasi online lengkap dan mudah diikuti
Membutuhkan RAM minimal 1GBMembutuhkan RAM minimal 1GB

Melihat perbandingan Linux vs Debian di atas, Anda bisa menyimpulkan bahwa:

  • Linux cocok untuk pengguna awam, perusahaan kecil hingga besar dengan manajemen yang lebih siap dan mampu mengembangkan sistem dengan lebih mandiri;
  • Debian cocok untuk pengguna awam, perusahaan kecil hingga besar yang memiliki spec hardware terbatas dan menginginkan sistem yang siap pakai.

Nah, itu tadi perbedaan Linux vs Debian. Pastinya, sekarang Anda makin tertarik dengan Debian, bukan? Pada pembahasan berikutnya, Anda akan mengetahui cara mendapatkan hingga memulai Debian.

Bagaimana Cara Mendapatkan Sampai Memulai Debian?

Kalau sudah sampai sini, tandanya Anda sudah makin tertarik memakai Debian.

Nah karena sistem operasi ini cocok dipakai dari pemula sampai yang sudah ahli, cara memulainya pun cukup mudah. Silakan ikuti beberapa tips memulai Debian berikut ini.

1. Download Debian

Seperti yang Anda tahu, Debian itu gratis. Jadi, Anda bisa langsung mendownloadnya lewat situs resmi Debian. Sebagai saran, pilihlah Debian seri terbaru supaya fungsinya lebih update.

Meski begitu, tersedia juga Debian versi berbayar. Pada versi berbayarnya, Anda akan mendapatkan CD berisi software ini.

2. Pasang Debian

Selesai mendownload, berikutnya pasang Debian. Info menariknya, Anda bisa menginstal Debian di desktop ataupun menjadikan Debian server. Lho, memang apa bedanya?

Begini, Debian untuk desktop berarti komputer Anda memakai sistem operasi Debian. Jadi, seluruh tampilan hingga pengoperasiannya mengikuti format Debian.

Debian versi desktop
Sumber: Wallpapers Vista

Sedangkan Debian server adalah sistem operasi pada server. Artinya, Debian bertanggungjawab atas kelancaran seluruh aplikasi yang dipasang pada hosting hingga website pada server tersebut.

Nah, yang membuat Debian layak dijadikan sebagai server yaitu kinerjanya yang cukup stabil, aman, serta menyediakan puluhan ribu aplikasi yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan penggunanya.

3. Konfigurasi Debian

Berikutnya, konfigurasi Debian. Seperti yang sudah Anda tahu, Debian bisa dijadikan server hosting. Salah satu jenis hosting yang sering mengadopsi Debian yaitu VPS.

Alasannya, biasanya web yang memakai VPS adalah situs yang punya traffic tinggi dan butuh resource mumpuni. Dan, Debian mampu menjaga performa VPS supaya tetap stabil.

Namun, Anda harus melakukan konfigurasi awal VPS Debian terlebih dahulu. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah dalam menginstal paket yang dibutuhkan, sekaligus memperketat keamanan.

Tidak sampai di sana saja, Anda juga bisa lho mengelola banyak website dalam satu server VPS Debian. Caranya yaitu dengan membuat virtual host.

Kalau Anda belum tahu, virtual host adalah metode untuk menambah banyak domain dengan satu IP server. Selain itu, virtual host juga menyediakan ruang penyimpanan supaya konten web dapat diakses pengguna lewat web browser.

4. Memaksimalkan Performa Debian

Selesai mengkonfigurasi, berikutnya Anda bisa memaksimalkan performa Debian. Tujuannya agar Anda mendapatkan kinerja yang lebih stabil, aman, dan optimal.

Cara memaksimalkan performa Debian yaitu:

  • Perketat keamanan lalu lintas pada server dengan SSL (Secure Socket Layer). Caranya, instal Let’s Encrypt di Debian;
  • Tingkatkan keandalan Debian server dengan memasang aplikasi tambahan, yaitu LEMP (Linux, Nginx, MariaDB, dan PHP). Nginx untuk dijadikan server web, MariaDB untuk membuat server, dan PHP untuk memproses konten yang dinamis. Mari ikuti cara install LEMP di Debian;
  • Tak hanya LEMP, silakan genjot performa Debian server dengan LAMP (Linux, Apache, MariaDB, dan PHP). Apache akan mempercepat proses setiap request pada server. Yuk tengok cara instal LAMP di Debian;
  • Kalau Anda ingin membuat website pada Debian server, boleh lho pasang WordPress. Tapi sebelum memasang WordPress di Debian, pastikan sudah menginstal LAMP terlebih dahulu.

Sekarang, Anda sudah paham bagaimana cara mendapatkan hingga memulai Debian. Tapi kalau masih ada kebingungan yang belum terjawab, silakan temukan solusinya di bawah ini.

Kumpulan Pertanyaan & Jawaban Tentang Debian

Barangkali, Anda masih menanyakan beberapa hal tentang Debian. Nah di bawah ini, kami sudah mengumpulkan berbagai pertanyaan seputar Debian sekaligus menyiapkan jawabannya.

1. Apakah Debian Gratis?

Ya, Debian itu gratis. Sistem operasi ini lahir dari kontribusi ribuan developer yang punya misi untuk membantu orang lain ataupun mengasah kemampuan software development mereka.

Meski begitu, Anda juga bisa mendapatkan Debian versi berbayar yang dikemas di dalam CD/DVD.

2. Apakah Debian Cocok bagi Pemula?

Benar, Debian cocok bagi pemula. Anda akan terbantu dengan komunitas yang cukup besar serta dokumentasi detail tentang apa yang harus Anda lakukan.

3. Mengapa Debian Cukup Populer?

Popularitas Debian tinggi karena kinerjanya memuaskan. Sistem operasi ini menjanjikan performa yang stabil dan mulus. Apalagi, Debian didukung oleh ribuan developer dan dibuat melalui bertahun-tahun eksperimen.

4. Hardware Apa yang Bisa untuk Instal Debian?

Kabar gembiranya, hampir semua hardware kompatibel untuk memasang Debian. Pasalnya, Debian mendukung berbagai arsitektur komputer. Mulai dari PC 32-bit, PC 64-bit, dan sebagainya.

5. Apakah Debian Lebih Baik daripada Ubuntu?

Debian dan Ubuntu punya kelebihannya masing-masing. Debian cocok bagi pemula yang menginginkan performa stabil, ringan, dan cepat. Sedangkan pemakaian Ubuntu relatif lebih simple daripada Debian.

6. Mengapa Debian Cocok Sebagai Server?

Debian cocok sebagai server karena performanya stabil, aman, dan cepat. Selain itu, sistem operasi ini menyediakan berbagai packages yang bisa Anda instal sebutuhnya.

Tidak heran, berbagai perusahaan besar, khususnya yang bergerak di bidang IT, percaya dan mau mengadopsi Debian. Misalnya QA Limited, Lorven Technologies, dan sebagainya.

Debian adalah sistem operasi yang stabil untuk dijadikan server
Sumber: Enlyft

7. Siapa yang Menggunakan Debian?

Pengguna Debian berasal dari berbagai kalangan dan industri. Mulai dari pengguna awam hingga yang sudah ahli.

Sedangkan untuk bidang industri, mayoritas perusahaan pengguna Debian adalah perusahaan teknologi, retail, edukasi, hingga rumah sakit.

Yuk Penuhi Kebutuhan Desktop dan Server Anda dengan Debian!

Sekarang, Anda sudah cukup paham tentang Debian. Debian adalah sistem operasi berbasis kernel Linux yang mampu memenuhi kebutuhan penggunanya.

Menggunakan Debian, Anda bisa menginstal berbagai jenis packages sesuai kebutuhan dengan mudah pada desktop ataupun server Anda. Selain itu, performanya juga aman dan stabil

Nah untuk memulai Debian, Anda bisa menginstal software dari laman resminya. Namun kalau Anda ingin memasang Debian ke server, bisa lho gunakan Cloud VPS Niagahoster.

Pasalnya, Cloud VPS Niagahoster menyediakan lebih dari 50 pilihan OS, termasuk Debian. Anda bebas memilih dari Debian 8 hingga yang terbaru, Debian 10.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk gunakan VPS dan jadikan Debian sebagai sistem operasi Anda!

Benefita Benefita is a Pisces girl. She dreams of living in the world of Harvest Moon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *