Ariffud Muhammad Ariffud is a Technical Content Writer with an educational background in Informatics. He has extensive expertise in Linux and VPS, authoring over 200 articles on server management and web development. Follow him on LinkedIn.

Use Case Diagram: Pengertian, Contoh, Simbol, Cara Membuatnya

6 min read

25 contoh portofolio desain grafis terbaik dan tips membuatnya

Use case diagram adalah gambar yang menjelaskan bagaimana pengguna akan memakai suatu sistem atau program komputer, dengan menggunakan simbol-simbol tertentu untuk memperjelas alurnya.

Jika Anda ingin mengembangkan website dengan baik, mempelajari diagram use case adalah kewajiban. Karena, diagram ini memungkinkan semua pihak yang terlibat untuk merancang sistem yang tepat sasaran, menghindari kesalahpahaman, serta mengoordinasikan pekerjaan secara efektif.

Tenang, kami akan membantu menjelaskannya. Setelah membaca artikel ini, Anda akan memahami pengertian use case diagram, komponen dan simbol yang digunakan, tahapan membuat use case diagram, serta contoh-contohnya.

Yuk langsung scroll ke bawah!

Pengertian Use Case Diagram

Use case diagram adalah jenis diagram UML (Unified Modeling Language) yang menggambarkan fungsi, ruang lingkup, dan interaksi pengguna dengan sistem tersebut.

Diagram use case memvisualisasikan interaksi antara pengguna (aktor) dan sistem (use case), serta tindakan apa saja yang dapat dilakukan aktor terhadap use case secara rinci.

apa itu use case diagram adalah

Contohnya dalam proses pengembangan website, aplikasi mobile, atau sistem lainnya, use case diagram memiliki peranan penting. Sebab, diagram ini mampu mengidentifikasi kebutuhan pengguna, memperjelas persyaratan sistem, dan merancang fungsionalitas website.

Dengan adanya use case diagram, komunikasi antar tim web developer, project manager, dan stakeholder lain dapat difasilitasi dengan baik. Sehingga, langkah-langkah pengembangan berikutnya, seperti coding, testing, dan launching website ke web hosting dapat berjalan lancar.

Jadi, penggunaan use case diagram bisa membantu merencanakan fungsionalitas website, serta memastikan bahwa pengembangan website berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna dan stakeholder yang terlibat.

Fungsi Use Case Diagram

Dalam pengembangan website, fungsi use case diagram adalah sebagai berikut:

  • Merincikan Kebutuhan Pengguna – Use case diagram dapat menjelaskan kebutuhan pengguna terhadap website dari sudut pandang calon pengguna itu sendiri. Dengan begitu, web developer dapat mengembangkan website yang relevan dan bernilai bagi mereka yang akan menggunakan website.
  • Memodelkan Interaksi Pengguna – Use case diagram berfungsi untuk memvisualkan alur interaksi pengguna yang intuitif dan logis. Hal tersebut dapat meningkatkan user experience (UX) pengguna, mengingat user experience adalah salah satu faktor penentu keberhasilan website..
  • Memperlihatkan Fungsionalitas Website – Fungsi use case diagram berikutnya yaitu untuk menampilkan setiap fungsi website secara lebih mendetail. Sehingga, developer dapat lebih mudah memprogram website.
  • Memfasilitasi Komunikasi dengan Stakeholder – Use case diagram adalah alat komunikasi yang efektif antar tim developer dan stakeholder lain. Dengan diagram use case, semua pihak yang terlibat dapat memahami bagaimana website berfungsi dan saling berkoordinasi dalam membangun website.
  • Memvalidasi Pengujian Website – Fungsi use case diagram yang terakhir yaitu memastikan bahwa semua fitur website telah diuji dan berjalan dengan baik. Masing-masing use case dalam diagram ini dapat digunakan sebagai acuan dalam menguji website secara sistematis.

Komponen Use Case Diagram

Secara umum, use case diagram terdiri dari komponen yang mencakup actor, system, use case, dan relationship. Berikut penjelasan masing-masing komponen:

1. Actor

Komponen use case diagram yang pertama adalah actor, yaitu entitas atau pengguna yang berinteraksi dengan sistem. Actor pada use case diagram digambarkan sebagai manusia atau objek, tergantung sistem yang dibuat. Di dunia nyata, actor dapat berupa pelanggan, administrator, dan pemilik website.

2. System

Sesuai namanya, system merujuk pada aplikasi, website, atau jenis sistem lain yang dikembangkan. System inilah yang akan menerima input dari actor dan menyajikan output sebagai responsnya. Contoh system di antaranya sistem pemesanan tiket online dan sistem manajemen inventaris.

3. Use Case

Use case adalah tindakan atau aktivitas yang dapat dilakukan oleh actor terhadap sistem. Pada diagram use case, komponen ini biasanya digambarkan dalam bentuk oval. Contoh use case di dunia nyata antara lain proses login, register akun, dan checkout produk.

4. Relationship

Terakhir, komponen use case diagram adalah relationship atau relasi, yaitu hubungan antara actor dengan use case. Terdapat beberapa jenis relasi dalam use case diagram, seperti:

  • Association – Association menunjukkan relasi actor dan use case tanpa adanya interaksi yang spesifik. Contoh dalam konteks ecommerce, actor “pelanggan” berasosiasi dengan use case “pencarian produk”. Dengan begitu, pelanggan dapat mencari produk yang ada di ecommerce tersebut.
  • Generalization – Suatu actor atau use case merupakan spesialisasi atau bentuk khusus dari actor atau use case lain. Contohnya, actor “admin” adalah generalisasi dari “pengguna”, di mana admin memiliki lebih banyak hak akses di dalam sistem.
  • Include – Sebuah use case merupakan bagian dari use case lainnya yang tidak dapat berdiri sendiri. Misalnya, fitur “pilih seat” merupakan bagian dari use case “pilih kereta” saat customer menggunakan aplikasi booking tiket kereta.
  • Extend – Sebuah use case dapat di-extend ke satu atau beberapa use case lain untuk menambah fungsionalitasnya. Sebagai contoh, ketika pelanggan menggunakan fitur “refund” terdapat fitur lain yaitu “cek status refund” di dalam website toko online.

Simbol Use Case Diagram

Di bawah ini kami sajikan simbol use case diagram lengkap beserta keterangannya:

simbol use case diagram lengkap dengan keterangannya

Sampai di sini, Anda sudah memahami apa itu use case diagram beserta fungsi, komponen, lengkap dengan simbolnya. Sekarang, mari belajar contoh use case diagram, cara membuat, serta aplikasinya!

Contoh Use Case Diagram

Ini dia beberapa contoh use case diagram dan penjelasannya:

1. Sistem Check-In dan Pemeriksaan Keamanan Bandara

contoh use case diagram adalah check in bandara

Contoh use case diagram yang pertama menunjukkan sistem check-in dan pemeriksaan keamanan pada bandara penerbangan.

Actor yang terlibat antara lain pemandu wisata, penumpang biasa, penumpang balita, dan penumpang berkebutuhan khusus.

Pemandu wisata dapat melakukan check-in kelompok untuk sejumlah turis, sedangkan penumpang lainnya dapat melakukan check-in individu dan pemeriksaan keamanan.

2. Sistem Pemesanan Makanan Restoran

contoh use case diagram adalah pemesanan makanan restoran

Contoh use case diagram berikutnya datang dari aktivitas pemesanan makanan di sebuah restoran.

Seperti Anda lihat pada gambar, sistem ini menggunakan tiga actor, yaitu pelanggan, pelayanan, dan koki.

Pelanggan dapat melihat menu, melakukan pemesanan, dan menikmati makanan. Sedangkan pelanggan dapat menerima dan menyajikan pesanan. Sementara koki bisa menerima pesanan dan memasak makanan sesuai dengan pesanan.

3. Sistem Pengoperasian Mesin ATM Bank

contoh dan simbol use case diagram untuk mesin atm

Selanjutnya, contoh use case diagram adalah aktivitas yang terjadi di sebuah mesin ATM. Pada use case di atas, actor yang terlibat adalah nasabah bank dan teknisi ATM. 

Nasabah dapat mengecek dan mendeposit saldo, menarik uang tunai, maupun mengirim uang ke rekening lain. Sedangkan teknisi ATM bertugas untuk merawat dan memperbaiki mesin ATM.

4. Sistem Pemesanan Produk Website Toko Online

cara membuat use case diagram website toko online

Contoh lain dari use case diagram adalah aktivitas pemesanan produk pada sebuah website toko online. Actor untuk diagram di atas adalah pelanggan website, terdiri dari pelanggan terdaftar maupun yang belum terdaftar.

Pelanggan terdaftar dapat melakukan pemesanan produk, sementara pelanggan yang belum terdaftar hanya dapat melihat produk, tapi mereka juga bisa mendaftar akun untuk dapat memesan produk.

5. Sistem Administrasi Website Instansi

komponen use case diagram yang digunakan untuk membuat use case website instansi

Terakhir, contoh use case diagram adalah kegiatan pengelolaan dan administrasi website di sebuah instansi pemerintahan. Actor pada sistem di atas adalah administrator website dan IT helpdesk.

Admin dapat mengelola grup, pengguna, sesi, dan histori log. Sedangkan IT helpdesk yang dapat mengelola pengguna.

Dengan mempelajari contoh use case diagram di atas, Anda dapat lebih mudah memahami bagaimana interaksi pengguna dan sistem direpresentasikan secara visual. Pengetahuan ini bisa Anda terapkan untuk mendesain website dengan antarmuka yang efektif dan mudah digunakan.

Cara Membuat Use Case Diagram

Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat use case diagram:

  1. Tentukan tujuan use case diagram.
  2. Identifikasi actor yang terlibat.
  3. Jelaskan peran setiap actor.
  4. Rancang aktivitas pada use case.
  5. Hubungkan actor dengan use case.
  6. Finalisasi hasil diagram use case.

Mari menuju langkah pertama dalam cara membuat use case diagram:

1. Tentukan Tujuan Use Case Diagram

Langkah pertama dalam cara membuat use case diagram adalah menentukan tujuan pembuatan diagram. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah mengidentifikasi entitas dan aktivitas yang terjadi di dalam use case diagram.

2. Identifikasi Actor yang Terlibat

Langkah berikutnya, identifikasi actor yang terlibat dalam interaksi sistem. Penting untuk mendaftarkan actor yang relevan dengan sistem, agar diagram use case dapat mencakup skenario apa saja yang dilakukan oleh actor.

3. Rincikan Peran setiap Actor

Setelah mengidentifikasi actor, sekarang rincikan peran dan tanggung jawab setiap actor. Hal ini dapat membantu Anda dalam memahami kontribusi dan keterkaitan actor.

4. Rancang Aktivitas pada Use Case

Cara membuat diagram use case berikutnya,  rancang aktivitas yang dilakukan actor pada masing-masing use case. Nah, aktivitas ini harus spesifik dan mencerminkan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

5. Hubungkan Actor dengan Use Case

Selanjutnya, hubungkan setiap actor dengan use case yang relevan pada diagram. Pada tahap ini, Anda juga perlu menentukan relasi yang tepat, baik antara actor dengan use case, sesama actor, maupun sesama use case.

6. Finalisasi Hasil Diagram Use Case

Langkah terakhir dalam cara membuat use case diagram yaitu lakukan pemeriksaan terhadap diagram untuk memastikan kejelasan, keselarasan, dan konsistensi. Pastikan semua actor, use case, relasi, maupun elemen lain telah ditandai secara jelas.

Langkah-langkah merancang use case diagram di atas dapat digunakan sebagai panduan untuk menentukan fitur apa saja yang akan diterapkan dalam proses coding. Coding adalah kegiatan menulis kode program untuk membuat sistem, seperti website.

4 Aplikasi untuk Membuat Use Case Diagram

Berikut adalah beberapa aplikasi membuat use case diagram yang dapat Anda manfaatkan:

  • draw.io – draw.io adalah aplikasi berbasis web yang dapat Anda manfaatkan untuk membuat use case diagram online dengan fitur kolaborasi untuk merancang diagram dengan rekan setim.
  • Microsoft Visio – Visio adalah software buatan Microsoft untuk membuat diagram use case, dibekali antarmuka yang intuitif serta dukungan yang luas sesuai standar industri.
  • Star UML – Star UML adalah aplikasi desktop untuk membuat use case diagram dan menyediakan berbagai fitur pemodelan, seperti simbol dan alat desain secara lengkap.
  • Visual Paradigm Online – Visual Paradigm Online merupakan software online gratisan untuk membuat use diagram, dilengkapi fitur-fitur menarik seperti kolaborasi dan sinkronisasi realtime serta penyimpanan cloud gratis.

Sudah Paham Apa itu Use Case Diagram, kan?

Use case diagram adalah diagram yang menggambarkan hubungan antara pengguna dan sistem yang dibuat. Diagram ini memuat siapa saja pengguna sistem, apa saja tindakan yang dapat pengguna lakukan, serta bagaimana sistem merespons tindakan tersebut.

Diagram use case memiliki peran vital dalam proses pengembangan sistem, termasuk website.

Dengan menyediakan visualisasi yang jelas terkait pengguna dan sistem, Anda jadi  lebih fokus dalam membangun website beserta fitur-fiturnya, agar website tersebut relevan dengan pengguna.

Setelah semua tahap pengembangan website selesai, Anda dapat mengonlinekan website tersebut ke layanan hosting. Tak perlu jauh–jauh, karena Niagahoster menyediakan layanan hosting terbaik untuk memenuhi kebutuhan Anda.

Layanan Unlimited Hosting Niagahoster dibekali fitur-fitur terbaik, seperti LiteSpeed Web Server untuk mempercepat akses website dan Imunify360 untuk melindungi website dari serangan berbahaya. Selain itu, jaminan Uptime 99.99% memastikan website selalu online 24 jam penuh.

Layanan ini juga menyediakan Unlimited Bandwidth, Storage, Database, dan Email sehingga Anda tidak perlu takut kehabisan ruang di server. Menariknya lagi, hosting Niagahoster dibanderol dengan harga terjangkau, mulai Rp9.900/bulan saja! Jadi tunggu apa lagi, yuk segera berlangganan hosting terbaik dari Niagahoster!

Ariffud Muhammad Ariffud is a Technical Content Writer with an educational background in Informatics. He has extensive expertise in Linux and VPS, authoring over 200 articles on server management and web development. Follow him on LinkedIn.

One Reply to “Use Case Diagram: Pengertian, Contoh, Simbol, Cara Membuatnya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *