Git Tutorial Dasar - Niagahoster

Version Control System

Pada artikel Git tutorial dasar ini kita akan membahas banyak mengenai Version Control System (VCS). VCS merupakan kategori perangkat lunak untuk mengontrol versi source code sistem yang sedang dikembangkan. Sistem ini mampu menjadi buku catatan selama proses pengembangan perangkat lunak. Mencatat segala perubahan yang dilakukan oleh setiap kontributornya.

Perangkat lunak biasanya dikembangkan melalui sebuah tim. Saat bekerja dengan tim, source code perangkat lunak tidak hanya berisi satu atau dua baris kata. Source code ini dapat terangkai dalam sebuah file, bahkan bisa juga menjadi folder tree yang sangat panjang.

VCS memudahkan pengembang untuk mengatur dan mengelola setiap file. Anda dapat melihat apa saja perubahan yang sudah dilakukan, dilakukan oleh siapa, bahkan bisa mengembalikan versi ke versi sebelumnya jika terjadi kesalahan.

Dalam proyek yang melibatkan beberapa anggota tim sekaligus, sering dijumpai situasi dimana Pada saat salah satu salah seorang anggota tim tengah melakukan perbaikan, sedangkan anggota tim yang lain harus melanjutkan pengembangan ke tahap selanjutnya.

Jika tidak ditangani dengan baik, permasalahan pasti akan terjadi masalah yang cukup merepotkan anggota satu timdapat terjadi karena koordinasi yang kurang baik.

Tetapi, VCS dapat membantu Anda mengatasi bisa menangani hal ini. itu. Permasalahan Tidak tidak akan terjadi masalah meskipun pada beberapa anggota satu tim melakukan pekerjaan yang berbeda dalam waktu bersamaan. yang sama. VCS melakukan pengecekan setiap perubahan dan menggabungkannya dengan meminimalisir konflik yang bisa saja terjadi.

Ada beberapa keuntungan penggunaan VCS yang seharusnya bisa Anda nikmati.

  1. Tidak ada batasan riwayat atau minimal sehingga Anda dapat menampung riwayat pengembangan untuk hingga beberapa tahun ke depan.
  2. Ada fitur untuk percabangan dan penggabungan (branching and merging).
  3. Kemudahan dalam pelacakan dan pembacaan riwayat.

Salah satu contoh perangkat lunak VCS adalah Git. Pada bagian setelah ini, kami akan menjelaskan mengenai Git, dari fungsi sampai dengan penggunaan dasarnya.

Git

Git adalah aplikasi pengontrol versi atau biasa disebut dengan VCS (Version Control System) saat ini sangat banyak digunakan oleh para developer untuk membuat aplikasi dan sistem. Karenanya, tidak mengherankan jika saat ini Git tutorial menjadi kata kunci yang sering ditanyakan pada mesin pencari.

Git diciptakan oleh Linux Trovalds yang juga perintis kernel sistem operasi Linux. Git saat ini menjadi VCS yang paling besar di seluruh dunia, dibarengi dengan semakin banyaknya perusahaan besar menggunakan Git sebagai aplikasi pengontrol versinya.

git tutorial stackoverflow

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Stack Overflow Developer, sekitar 70% dari 16.694 responden pengembang perangkat lunak menggunakan Git sebagai pengontrol versi aplikasi. Di bawahnya terdapat SVN (Subversion) yang sebelum Git ada menjadi sistem pengontrol versi populer. Mercurial menempati posisi keempat dengan pengguna 8%, sangat jauh dibawah dibandingkan dengan Git.

Selanjutnya, kami menemukan survei yang lain, bahwa pada tahun 2016 di Google Trend, Git juga menjadi kata kunci paling banyak dicari dalam mesin pencari.

git tutorial google trend

Hasilnya menunjukan bahwa Git menguasai mesin pencarian dibandingkan dengan lima besar VCS lain sebesar 70% atau sekitar 2,5 kali lebih besar di bandingkan total dari pencarian VCS lain. Tidak mengherankan jika Git menjadi VCS yang paling populer saat ini.

Sedangkan yang menarik adalah Mercurial yang masih menjadi VCS pilihan  Facebook, Mozilla, NGINX, and NetBeans menempati posisi kedua, padahal pada penggunaannya hanya menempati posisi keempat.

Kelebihan Layanan Git

Git merupakan salah satu VCS populer yang ada saat ini. Dikenal juga dengan distributed revision control (VCS terdistribusi), penyimpanan berada di beberapa tempat sekaligus. Saat ini Git juga sudah bisa berjalan di berbagai macam sistem operasi dan mampu mengelola berbagai jenis file.

Setidaknya ada 3 hal yang membuat Git sangat disarankan untuk VCS Anda:

  1. Performa: Git mempunyai performa yang baik, fungsionlitas, kemanan, dan fleksibel yang mana kebutuhan ini sangat dibutuhkan oleh para pengembang perangkat lunak.
  2. Proyek Open Source:  Tentu saja kekuatan open source sangat mendukung pengembangan Git. Komunitas yang tidak terbatas membuat dokumentasi, Git tutorial, video, dan lain sebagainya bisa ditemukan hampir disetiap pencarian Git.
  3. Banyak Pengguna: Semakin banyak pengembang yang menyadari penggunaan Git sebagai alat pendukung proses pengembangan perangat lunak. Hal ini, secara tidak langsung, membuat banyak perguruan tinggi menyertakan Git pada materi yang diajarkan.

Cara Kerja

Secara lebih rinci, Git memiliki lingkup yang sangat luas. Bagian di bawah ini merupakan ringkasan cara kerja Git, mulai dari membuat repository hingga penggabungan branch:

  1. Membuat repository menggunakan Git hosting.
  2. Menyalin repository ke lokal.
  3. Menambahkan file ke dalam lokal repository.
  4. “Push” perubahan pada lokal repository ke master branch.
  5. Melakukan perubahan pada file dan melakukan commit.
  6. “Pull” perubahan ke komputer lokal.
  7. Membuat “branch”.
  8. Membuka “pull request”.
  9. “Merge” branch ke master branch.

Layanan Git

Ada perangkat lunak untuk menggunakan layanan Git yang sudah tersebar di seluruh dunia. Paling tidak ketiga aplikasi dibawah ini merupakan layanan Git yang populer digunakan.

  1. Github adalah situs hosting perangkat lunak VCS yang kebanyakan digunakan untuk menyimpan kodepemrograman. Tidak hanya itu saja, Github juga memberikan layanan pengelolaan source code yang juga diturunkan dari fitur Git. Anda bisa menggunakan layanan inisecara cuma-cuma. Meskipun demikian, Anda perlu mengeluarkan biaya jika ingin menggunakan layanan dengan private repository.
  2. Secara umum, Bitbucket menawarkan layanan yang mirip dengan Github. Perbedaan utamanya, Bitbucket menawarkan fitur private repository bagi pengguna yang ingin source code-nya tidak bisa diakses pengguna lain tanpa izin.
  3. Gitlab adalah layanan Git yang menyediakan fitur pengembangan perangkat lunak.  Layanan ini juga menyediakan fitur perencanaan untuk pengembangan perangkat lunak seperti roadmap untuk memanagemen pengembangan aplikasi yang sedang berjalan. Secara lebih lengkap Anda bisa mengujungi halaman fitur pada website resmi Gitlab.

Penggunaan Git Dasar

Git saat ini sudah mendukung berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, Mac, amupun Solaris. Penggunaan Git sangat sederhana. Anda bisa langsung memulai dengan membuat repository. Setelah repository berhasil dibuat, akan ada URL yang bisa Ana gunakan untuk membuat salinan pada komputer lokal dengan perintah git clone. Sedangkan layanan yang dipakai pada contoh ini adalah Github.

Instalasi

  • Windows

git tutorial windows

1. Instalasi layanan Git di Windows bisa dilakukan dengan mengunduh program instalasi melalui website Github. Setelah proses unduhan selesai, silakan lanjutkan proses instalasi pada perangkat Anda. Pada sistem operasi Windows sudah ada tampilan desktop sehingga tidak perlu susah – susah menggunakan command line di Windows Command Prompt.

2. Jika sudah mempunyai akun Github, langsung saja pilih menu “Sign in GitHub.com”. Anda bisa memilih memasukan username dan password jika sudah mempunyainya. Namun pada contoh ini tidak perlu membuat akun dulu, jadi tidak perlu login ke akun Github dahulu dengan klik “skip this step”.

3. Setelah diminta memasukan nama dan email, tuliskan nama dan email Anda. Data ini akan digunakan untuk mengidentifikasi akun yang Anda pakai jika sewaktu – waktu melakukan submit ke repository.

git tutorial windows2

Source : Github Official Page

  • Linux

1. Jika Anda menggunakan Linux, proses instalasi bisa langsung melalui Terminal menggunakan perintah apt-get atau yum install, menyesuaikan dengan distro Linux yang dipakai. Pada artikel ini kami menggunakan sistem operasi Ubuntu sebagai contohnya.

2. Buka terminal dan jalankan perintah berikut ini:

| sudo apt-get update

| sudo apt-get install git

3. Jalankan perintah di bawah ini untuk melakukan inisialisasi serta konfigurasi email berikut password yang Anda gunakan pada akun Git.

| git config –global user.name “John Smith”

| git config –global user.email “example@email.com”

  • Mac

Ada beberapa cara untuk melakukan instalasi Git di Mac. Anda bisa menggunakan Xcode Command Line. Pada versi Mavericks dan setelahnya sudah ada git yang terinstal di dalamnya.

Setelah proses instalasi selesai, gunakan perintah | $ git –version | untuk melakukan pengecekan versi Git sekaligus memastikannya sudah terpasang.

Anda juga bisa memasang Git sebagai bagian dari Github dengan mengunduh file pada situs Github untuk Mac.

Cara Menggunakan Git

Setelah aplikasi terinstal pada sistem operasi, Git sudah bisa digunakan. Jika ingin melihat versi Git yang sedang berjalan pada sistem operasi Anda, bisa menggunakan perintah git –version sekaligus untuk memastikan jika aplikasi sudah siap digunakan.

  • Mengelola Repository

Git sudah terpasang, saatnya membuat repository,asset yang digunakan dalam penggunaan aplikasi pengelola versi. Sekarang mari terapkan penggunaan beberapa perintah berikut ini:

  1. Membuat, Anda bisa menggunakan perintah | git init | untuk inisasi Git pada folder lokal project yang sudah Anda punya.
  2. Mengambil, Anda bisa menggunakan perintah | git clone /path/to/local/repository | untuk mengambil repository yang sudah ada pada akun Git.
  3. Mengatur, Anda bisa menggunakan perintah | git status | untuk melihat status git yang sudah terpasang pada poject Anda.
  • Perintah Add & Commit

Setelah melakukan perubahan pada file maupun project, maka perubahan perlu ditambahkan kembali ke indeks menggunakan perintah:

| git add <filename>

Anda juga bisa menggunakan perintah | git add . | guna menambahkan semua file maupun folder pada project saat ini.

Perubahan akan diterapkan pada repository jika sudah melakukan commit dengan perintah berikut ini:

| git commit –m “Tambahkan catatan untuk commit Anda”

Perubahan sudah dilakukan, namun belum terkirim ke remote repository sehingga Anda perlu melakukan pengiriman perubahan menggunakan perintah:

| git remote add origin <server>

Setelah perintah ini, segala perubahan yang dilakukan pada local repository akan dikirimkan ke server repository.

Kesimpulan

Dari artikel yang kita bahas ini dapat disimpulkan bahwa Git merupakan layanan yang cukup menarik untuk dicoba. Apalagi jika Anda merupakan pengembangan sistem. Git merupakan aplikasi yang sangat disarankan dalam pengembangan perangkat lunak.

Penggunaan lingkup kecil bisa dibilang sangat sederhana. Anda tidak memerlukan keahlian khusus untuk mempelajari Git dari dasar mengingat langkah-langkahnya mudah dipahami. Selain itu, Git juga memberikan kemudahan mengelola versi aplikasi yang sedang dikembangkan.

Salah satu aplikasi penyedia layanan Git yang paling populer saat ini adalah Github. Selain memberikan banyak fitur yang menarik untuk dicoba, Github juga menawarkan kemudahan untuk menggunakan layanan Git.  Jika ingin menggunakan Git secara lebih profesional, ada banyak fitur Git yang bisa dipelajari dan diterapkan pada proses pengembangan aplikasi Anda.

Demikian akhir dari Git tutorial ini. Jika ada pertanyaan atau masukan jangan sungkan untuk memberikan komentar melalui form dibawah. Subscribe kami jika perlu, semoga bermanfaat 😀

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia online langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan raih kesuksesan bersama kami!

There are currently no comments.
Scroll Up