Panduan Hosting cPanel

Cara Menggunakan Multi Versi PHP untuk Domain dan Subdomain

Tidak hanya dapat digunakan untuk menamai website Anda saja, ada banyak hal lain yang bisa Anda lakukan dengan nama domain Anda sendiri! Simak cara-caranya di seri Knowledge Base Tutorial Menggunakan Domain kami berikut ini.

Anda Pengguna Baru Layanan Kami?


Mulai Disini

Cara Menggunakan Multi Versi PHP untuk Domain dan Subdomain

Diperbarui 18 April 2022


Multi Versi PHP merupakan pengaturan layanan hosting untuk menggunakan versi PHP yang berbeda-beda pada setiap domain dan subdomain di akun hosting yang sama.


Niagahoster mengimplementasikan pengaturan server yang memungkinkan pengguna untuk memilih versi PHP yang akan digunakan untuk akun mereka.


Sebagai contoh, domain Anda menggunakan PHP 5.6, maka setiap subdomain bisa Anda atur menggunakan versi lain, misalnya PHP 7.0.

Langkah 1 Atur Versi PHP Domain

Anda dapat mengatur versi PHP untuk domain melalui cPanel. Pengaturan ini akan mengubah versi PHP secara global termasuk subdomain yang Anda miliki.


Baca selengkapnya: Cara Mengubah Versi PHP Hosting Niagahoster

Langkah 2 Atur Versi PHP Subdomain

Untuk menggunakan versi PHP yang berbeda (dengan domain) pada subdomain, ikuti langkah-langkah berikut.


Catatan. Harap pastikan Anda sudah memiliki subdomain pada akun hosting.


1. Masuk ke Member Area Niagahoster.


2. Klik drop-down menu Layanan Anda dan pilih submenu Hosting. Kemudian, klik tombol Kelola Hosting pada layanan hosting aktif Anda.


3. Anda akan diarahkan ke halaman Pengaturan Hosting. Pilih tab cPanel, lalu klik menu File Manager.


4. Anda akan melihat halaman File Manager ditampilkan. Silakan masuk ke direktori public_html, kemudian pilih direktori subdomain. Sebagai contoh, kami memiliki direktori subdomain bernama “forum”.


5. Kini Anda berada di dalam direktori subdomain. Klik tombol Settings di pojok kanan atas.


6. Layar pop-up Preferences akan muncul. Centang checkbox Show Hidden Files (dotfiles) untuk menampilkan file yang tersembunyi. Simpan pengaturan dengan klik tombol Save.


7. Harap pastikan Anda masih berada di dalam direktori subdomain. Kemudian, buat file baru dengan klik menu +File.


8. Layar pop-up New File akan ditampilkan. Masukkan nama file .htaccess pada kolom New File Name. Kemudian, klik tombol Create New File.


9. File .htaccess berhasil Anda buat. Selanjutnya, klik kanan pada file .htaccess dan pilih opsi Edit.


10. Untuk melanjutkan proses edit file .htaccess, klik tombol Edit.


11. Tambahkan salah satu baris kode berikut pada file .htaccess. Harap sesuaikan dengan versi PHP yang ingin Anda gunakan pada subdomain.


PHP 5.1

<FilesMatch "\.(php4|php5|php3|php2|php|phtml)$">
SetHandler application/x-lsphp51
</FilesMatch>


PHP 5.2

<FilesMatch "\.(php4|php5|php3|php2|php|phtml)$">
SetHandler application/x-lsphp52
</FilesMatch>


PHP 5.3

<FilesMatch "\.(php4|php5|php3|php2|php|phtml)$">
SetHandler application/x-lsphp53
</FilesMatch>


PHP 5.4

<FilesMatch "\.(php4|php5|php3|php2|php|phtml)$">
SetHandler application/x-lsphp54
</FilesMatch>


PHP 5.5

<FilesMatch "\.(php4|php5|php3|php2|php|phtml)$">
SetHandler application/x-lsphp55
</FilesMatch>


PHP 5.6

<FilesMatch "\.(php4|php5|php3|php2|php|phtml)$">
SetHandler application/x-lsphp56
</FilesMatch>


PHP 7.0

<FilesMatch "\.(php4|php5|php3|php2|php|phtml)$">
SetHandler application/x-lsphp70
</FilesMatch>


PHP 7.1

<FilesMatch "\.(php4|php5|php3|php2|php|phtml)$">
SetHandler application/x-lsphp71
</FilesMatch>


PHP 7.2

<FilesMatch "\.(php4|php5|php3|php2|php|phtml)$">
SetHandler application/x-lsphp72
</FilesMatch>


PHP 7.3

<FilesMatch "\.(php4|php5|php3|php2|php|phtml)$">
SetHandler application/x-lsphp73
</FilesMatch>


PHP 7.4

<FilesMatch "\.(php4|php5|php3|php2|php|phtml)$">
SetHandler application/x-lsphp74
</FilesMatch>


PHP 8.0

<FilesMatch "\.(php4|php5|php3|php2|php|phtml)$">
SetHandler application/x-lsphp80
</FilesMatch>


PHP 8.1

<FilesMatch "\.(php4|php5|php3|php2|php|phtml)$">
SetHandler application/x-lsphp81
</FilesMatch>


Untuk menyimpan perubahan file, klik tombol Save Changes.

Langkah 3 Cek Informasi PHP Subdomain

Terakhir, pastikan bahwa subdomain sudah menggunakan versi PHP yang Anda inginkan. Contoh panduan ini, kami ingin memastikan subdomain sudah menggunakan PHP 8.1.


1. Pastikan Anda masih berada di dalam direktori subdomain. Anda perlu membuat file baru lagi dengan klik menu +File.


2. Layar pop-up New File akan ditampilkan. Masukkan nama file phpinfo.php pada kolom New File Name. Kemudian, klik tombol Create New File.


3. File phpinfo.php berhasil Anda buat. Selanjutnya, klik kanan pada file phpinfo.php dan pilih opsi Edit.


4. Tambahkan baris kode berikut pada file phpinfo.php.

<?php
// Show all information, defaults to INFO_ALL
phpinfo();
?>


Untuk menyimpan perubahan file, klik tombol Save Changes.


5. Buka browser Anda, kemudian akses URL berformat namasubdomain/phpinfo.php untuk melihat informasi PHP pada subdomain.


6. Anda akan diarahkan ke halaman informasi PHP. Versi PHP subdomain akan ditampilkan di bagian atas. Selamat! Domain dan subdomain berhasil menggunakan versi PHP yang berbeda (Multi Versi PHP).




Artikel Terkait Cara Menggunakan Multi Versi PHP untuk Domain dan Subdomain

Bagikan jika Anda menyukai halaman ini.

chat launcher chat launcher
spinner

Hai di sana

Pilih jawaban di bawah ini dan klik Tidak. Chat Support jika membutuhkan bantuan lebih lanjut

    Back

    Apakah panduan ini membantu Anda ?