Panduan Hosting cPanel

Cara Cek Performa Website di Unlimited Hosting Paket Bisnis

Tidak hanya dapat digunakan untuk menamai website Anda saja, ada banyak hal lain yang bisa Anda lakukan dengan nama domain Anda sendiri! Simak cara-caranya di seri Knowledge Base Tutorial Menggunakan Domain kami berikut ini.

Anda Pengguna Baru Layanan Kami?


Mulai Disini

Cara Cek Performa Website di Unlimited Hosting Paket Bisnis

Dibuat 12 April 2022


Unlimited Hosting merupakan layanan hosting yang tidak menetapkan batasan khusus dalam hal resource atau sumber daya website yang Anda butuhkan. Meskipun demikian, Niagahoster menetapkan Fair Usage Policy (FUP) atau kebijakan penggunaan secara adil yang berlaku untuk semua akun yang menggunakan paket Bayi, Pelajar, Personal, serta Bisnis.


Berkaitan dengan itu, paket Bisnis dari Unlimited Hosting telah menyediakan fitur Cek Performa Website pada Member Area. Fitur yang dapat Anda gunakan untuk mendeteksi masalah dan memantau kinerja suatu website. Semua hasilnya akan tersaji dalam bentuk laporan yang dapat Anda baca dan terapkan.


Contohnya, fitur ini akan mendeteksi modul atau plugin yang memperlambat kinerja website. Selanjutnya, Anda bisa melakukan optimasi website secara mandiri dengan menonaktifkan modul atau plugin tersebut.

Langkah-Langkah Cek Performa Website di Unlimited Hosting Paket Bisnis

Ikuti langkah-langkah berikut untuk menggunakan fitur Cek Performa Website di Unlimited Hosting Paket Bisnis.


1. Masuk ke Member Area Niagahoster.


2. Klik drop-down menu Layanan Anda dan pilih submenu Hosting. Kemudian, klik tombol Kelola Hosting pada layanan Unlimited Hosting - Paket Bisnis aktif Anda.


3. Anda akan diarahkan ke halaman Pengaturan Hosting. Pilih tab Monitoring Tools, lalu klik tab Cek Performa Website.


4. Layar pop-up Mulai Pemindaian akan ditampilkan. Klik drop-down menu URL untuk menentukan domain website yang ingin Anda analisis. Masukkan path domain pada kolom di sebelahnya. Jika Anda ingin menganalisis domain utama, maka tambahkan garis miring (/). Buat proses analisis dengan klik tombol Mulai Pemindaian.


5. Selamat! Anda berhasil menyimpan proses analisis website.


6. Domain website akan tersimpan di Daftar Cek Performa Website. Sampai tahap ini, proses analisis website sudah berjalan, tertera Running pada kolom Status. Namun, Anda perlu menunggu hasil analisis dalam waktu maksimal 1x24 jam.

Status Fitur Cek Performa Website

Terdapat 4 status yang memungkinkan untuk ditampilkan oleh fitur ini:

  • Running. Proses analisis website sedang berjalan.
  • Stopped. Proses analisis website berhenti ketika ikon stop (∎) diklik.
  • On hold. URL sudah ada di daftar, sehingga proses analisis website tidak berjalan. Klik ikon mulai (▶) untuk menjalankan secara manual.
  • Completed. Proses analisis website sudah berakhir.

7. Untuk memperbarui informasi analisis website, klik tombol Segarkan.


8. Contoh di panduan ini, proses analisis website sudah selesai dengan status Completed. Untuk melihat hasil analisis website, klik ikon mata pada kolom Aksi.


9. Daftar laporan analisis website akan ditampilkan. Pilih salah satu laporan yang ingin Anda baca. Caranya sama, klik ikon mata pada kolom Aksi.


10. Selamat! Laporan analisis website Anda akan tersaji seperti ini. Untuk menyimpan laporan dalam bentuk file PDF, klik tombol Unduh di bawah.

Laporan Performa Website

Berikut laporan analisis mengenai performa website Anda. Terdapat 5 bagian laporan yang bisa Anda baca meliputi:

1. Monitoring Report

Anda akan disajikan informasi Monitoring Report pada bagian awal laporan meliputi:

  • Permintaan Ke-. Proses ke-n dari analisis website.
  • URL. Nama domain website.
  • Waktu Mulai. Tanggal proses analisis dimulai.
  • Durasi (%). Waktu yang dibutuhkan untuk mengakses website dalam satuan detik.

Pada contoh berikut adalah proses analisis website yang ke-2. Menurut laporan hasil analisis, website dapat diakses dalam waktu 5.91943 detik, jika dibulatkan menjadi 6 detik


Ini merupakan contoh waktu akses website yang cukup lama. Mesin pencari seperti Google lebih menyukai website dengan waktu akses yang cepat. Waktu akses yang direkomendasikan sebaiknya dibawah 3 detik.

2. Modul/Plugin

Berikutnya Anda dapat bergeser ke bagian Modul/Plugin yang menyajikan daftar plugin atau modul pada website meliputi:

  • Nama Modul. Nama modul atau plugin.
  • Durasi. Waktu akses yang dibutuhkan modul atau plugin dalam satuan ms atau millisecond.
  • Durasi (%). Persentase dari total waktu akses website.

Menurut hasil analisis, website memiliki salah satu modul bernama wordpress-seo (Yoast SEO) yang membutuhkan waktu akses selama 775.758 ms, jika dikonversi menjadi 0.775758 detik. Sedangkan, persentase dari total waktu akses sebesar 13.105% atau dibulatkan menjadi 13%.


Modul wordpress-seo dianggap cukup memberatkan kinerja website dan menduduki peringkat pertama pada daftar laporan analisis. Oleh karena itu, Anda bisa mempertimbangkan untuk menonaktifkan plugin agar tidak memberatkan kinerja website.

3. Query Database

Anda juga dapat melihat ke bagian Query Database pada laporan meliputi:

  • Query. Perintah database di website.
  • File. Beberapa nama file yang terlibat dalam perintah database.
  • Modul. Fungsi database yang digunakan.
  • Dipanggil. Jumlah eksekusi query.
  • Durasi (%). Waktu yang dibutuhkan untuk mengeksekusi query.

4. Permintaan Eksternal

Bagian Permintaan Eksternal pada laporan akan menampilkan daftar permintaan (request) ke luar website meliputi:

  • URL. URL yang membutuhkan permintaan ke luar website.
  • File. Beberapa nama file yang terlibat ketika proses permintaan ke luar website.
  • Durasi (%). Waktu yang dibutuhkan untuk mengakses URL.

5. Fungsi Sistem

Terakhir, Anda dapat melihat ke bagian Fungsi Sistem pada laporan meliputi:

  • Fungsi. Nama fungsi yang dijalankan oleh website.
  • File. Nama file yang terlibat ketika fungsi dijalankan.
  • Durasi (%). Waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi.

Gunakan Karakter Khusus

Sebelumnya, Anda dapat menganalisis website secara keseluruhan dengan kombinasi nama domain dan garis miring (/).


Namun, terdapat karakter khusus lain yang bisa membantu Anda untuk menganalisis file tertentu website antara lain:

Tanda Tanya (?)

Gunakan tanda tanya untuk menganalisis website berdasarkan jumlah karakter dari nama file. Misalnya, Anda memiliki beberapa file berawalan kata wp dengan ekstensi .php pada website. Anda dapat memasukkan kombinasi seperti ini:


Hasilnya: File berawalan kata wp dengan 2 karakter di belakang (sesuai jumlah tanda tanya) akan dilakukan analisis. Contoh: wp01.php wpab.php wp-1.php

Asterisk (*)

Gunakan asterisk untuk menganalisis website berdasarkan kata awal dan ekstensi file. Misalnya, Anda memiliki beberapa file berawalan kata wp dengan ekstensi .php pada website. Anda dapat memasukkan kombinasi seperti ini:


Hasilnya: File berawalan kata wp dengan ekstensi .php seluruhnya akan dilakukan analisis tanpa melihat jumlah karakter file. Contoh: wp-config.php wp-cron.php wp-settings.php

Kurung Siku ([ ])

Anda dapat menganalisis website dengan mencocokkan karakter yang diapit dalam tanda kurung siku. Misalnya, Anda memiliki beberapa file website berawalan kata wp berekstensi .php menggunakan penomoran. Anda dapat memasukkan kombinasi seperti ini:


Hasilnya: File berawalan kata wp dengan angka 1 dan angka 2 akan dilakukan analisis. Contoh: wp1.php wp2.php


Penggunaan kurung siku lainnya:


Hasilnya: File berawalan kata wp dengan angka 1 sampai 4 akan dilakukan analisis. Contoh: wp1.php wp2.php wp3.php wp4.php


Artikel Terkait Cara Cek Performa Website di Unlimited Hosting Paket Bisnis

Bagikan jika Anda menyukai halaman ini.

chat launcher chat launcher
spinner

Hai di sana

Pilih jawaban di bawah ini dan klik Tidak. Chat Support jika membutuhkan bantuan lebih lanjut

    Back

    Apakah panduan ini membantu Anda ?