Web Development & Design

Apa itu XAMPP? Sejarah, Fungsi, dan Fitur-fitur XAMPP

Anda ingin belajar membuat database dan mengembangkan website, tapi malas karena harus menginstall terlalu banyak software di komputer? Jika ya, maka XAMPP adalah solusi yang tepat untuk Anda. Loh, apa itu XAMPP?

Singkatnya, XAMPP adalah software gratisan berisi puluhan komponen. Mulai dari web server, modul bahasa pemrograman, sampai aplikasi pembuat database. Canggih banget kan?

Nah, kali ini kami ajak Anda belajar pengertian XAMPP, sejarahnya, fungsi XAMPP, sampai fitur-fitur XAMPP. Langsung saja, yuk simak artikel selengkapnya!

Apa itu XAMPP dan Kepanjangannya?

XAMPP adalah software web server lokal untuk membangun website, aplikasi, hingga database secara offline. Lho, kok offline? Sebagian orang cenderung membuat website secara offline di komputer. Tujuannya,  untuk memastikan semuanya berjalan lancar. Baru kemudian mengupload website, aplikasi, atau database itu ke server.

XAMPP adalah software gratisan dan open source, serta dapat diinstall di berbagai platform, seperti Windows, Linux, maupun OS X.

Oh ya, XAMPP adalah sebuah web server full package atau standalone, yang mana dapat berdiri sendiri. Alasannya, di dalam aplikasi XAMPP terdapat puluhan paket modul, bahasa pemrograman, hingga komponen lain. Hal ini akan dibahas lebih lengkap di bagian fitur-fitur XAMPP.

Berkat adanya XAMPP, Anda tidak perlu menginstall terlalu banyak modul atau komponen terpisah di komputer. Sehingga secara signifikan, proses merancang, menulis, hingga testing website dapat berlangsung lebih mudah.

Bicara komponen, kepanjangan XAMPP terdiri dari singkatan lima komponen utama, yaitu:

  • X – Cross Platform. X adalah kepanjangan XAMPP yang artinya Cross. Hal itu sebagai penanda bahwa XAMPP adalah aplikasi Cross Platform yang kompatibel dengan berbagai jenis OS.
  • A – Apache. Apache adalah web server default yang dipakai XAMPP. Web server adalah software untuk mengatur proses transfer data antara website dan pengunjung. Selain itu, Apache juga bertugas sebagai distributor untuk fitur atau komponen-komponen lain.
  • M – MariaDB. MariaDB adalah software DBMS default milik XAMPP. DBMS adalah software untuk mengelola database beserta data di dalamnya. MariaDB  menggantikan software DBMS sebelumnya, MySQL sejak XAMPP versi 5.5.30 dan 5.6.14.
  • P – PHP. PHP adalah bahasa pemrograman untuk membangun website atau web app dari sisi back end.
  • P – Perl. Kepanjangan XAMPP yang terakhir yaitu Perl. Perl adalah contoh bahasa pemrograman untuk keperluan yang lebih kompleks. Misalnya pembuatan aplikasi GUI, pemrograman jaringan, dan banyak lagi.

Nah, itu tadi penjelasan tentang apa itu XAMPP dan kepanjangan XAMPP. Di poin berikutnya, Anda akan belajar sejarah XAMPP beserta orang-orang hebat di balik web server yang satu ini. Yuk simak!

Sejarah XAMPP dari Awal hingga Sekarang

Sejarah XAMPP bermula di tahun 2002. Kala itu, dua orang developer bernama Kai ‘Oswald’ Seidler dan Kay Vogelgesang berencana mempromosikan Apache Web Server agar digunakan lebih banyak orang.

Alasannya pada masa itu, Apache dianggap sebagai web server yang sulit diinstall di komputer. Apalagi jika developer ingin menghubungkan Apache dengan modul lain seperti MariaDB, PHP, dan Perl. Maka prosesnya akan jauh lebih sulit lagi.

Makanya, mereka membangun sebuah proyek non-profit bernama Apache Friends. Dari Apache Friends ini, keduanya berhasil menciptakan software bernama XAMPP. Nah, versi pertamanya sendiri rilis tanggal 4 September 2002.

Seiring berjalannya waktu, XAMPP berkembang dari yang tadinya sebatas web server Apache, menjadi sebuah software komplit berisi puluhan jenis modul dan komponen. Tentu saja hal ini berkat dukungan kontributor, baik internal maupun komunitas luar.

Hingga kini, XAMPP selalu konsisten merilis versi baru demi kenyamanan pengguna. Dengan versi teranyar XAMPP 8.1.6, yang meluncur tanggal 16 Mei 2022 lalu.

Fungsi XAMPP dan Kegunaannya

Setelah paham apa itu XAMPP dan sejarah XAMPP, sekarang waktunya Anda mengenal fungsi XAMPP. Layaknya software web server pada umumnya, XAMPP memiliki beberapa kegunaan utama, seperti:

1. Mengelola Database MySQL dengan phpMyAdmin

MySQL adalah salah satu software database relasional yang masih populer. Meski posisinya di XAMPP telah digantikan oleh MariaDB, tapi sebenarnya Anda masih bisa membuat database di MySQL lewat bantuan phpMyAdmin.

Nah, phpMyAdmin adalah aplikasi berbasis web untuk mengelola database MySQL. Di XAMPP, Anda bisa membuat, mengedit, menghapus database, sampai membuat user administrator di phpMyAdmin tanpa perlu koneksi internet sama sekali.

Jangan khawatir, tampilan phpMyAdmin di sini sama persis dengan versi onlinenya di layanan hosting. Jadi Anda yang belum punya hosting, atau baru berniat belajar tentang database bisa mencobanya terlebih dahulu di software XAMPP ini.

Baca juga: Cara Mengatasi Error phpMyAdmin Access Denied [Terlengkap]

2. Menjalankan Script PHP, Laravel, dan CodeIgniter

Fungsi XAMPP berikutnya adalah untuk menjalankan script yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman PHP. PHP banyak dipakai untuk membangun website, khususnya di sisi backend untuk menangani logika dan proses transfer data website.

Nah, XAMPP bisa menjalankan semua script PHP dengan lancar. Baik itu script PHP murni alias native, ataupun script yang berasal dari framework PHP, seperti Laravel atau CodeIgniter.

Memang, Anda tetap bisa menjalankan script PHP secara offline tanpa XAMPP. Namun Anda perlu ingat bahwa hampir semua website butuh database. Makanya Anda perlu menginstall XAMPP untuk membuat database, lalu membuat koneksi database PHP ke MySQL.

Sama seperti poin sebelumnya, kami sangat merekomendasikan XAMPP untuk Anda yang ingin belajar membuat website dengan PHP. Kebetulan, kami pernah membuat panduan membuat website di Localhost XAMPP untuk Anda praktikkan.

3. Menginstall WordPress secara Offline

Fungsi XAMPP yang tak kalah penting lainnya adalah untuk menginstall WordPress. Anda tidak salah baca, karena WordPress memang bisa dijalankan di komputer tanpa koneksi internet lewat bantuan XAMPP.

Install WordPress secara offline ini punya beberapa manfaat. Selain untuk keperluan belajar, ia juga membantu Anda dalam membuat plugin atau tema custom, membuat staging WordPress, sampai melakukan debugging atau maintenance website.

Intinya dengan XAMPP, Anda bisa mengotak-atik WordPress sepuasnya tanpa perlu khawatir website yang asli jadi error atau tidak dapat diakses. Penasaran ingin mencoba? Tenang, Anda bisa mempraktikkan panduan cara instal WordPress di XAMPP dari kami.

Anda sudah paham apa itu XAMPP, kegunaan, dan fungsi XAMPP yang utama kan? Setelah ini, Anda akan kami ajak mengenal fitur-fitur XAMPP secara mendalam. Yuk ke poin berikutnya!

Baca juga: Cara Mengganti Port Apache dan MySQL di XAMPP

Fitur-fitur XAMPP Web Server

Berikut adalah fitur-fitur XAMPP yang tersedia di versi terbaru, 8.1.6, lengkap dengan penjelasannya:

1. Apache Web Server

Versi: 2.4.53

Seperti yang sudah dibahas, Apache atau lengkapnya Apache HTTP Server adalah aplikasi web server bawaan XAMPP. Selain untuk mendistribusikan komponen lain, Apache ini berperan sebagai penghubung antara web server dan penggunanya.

Software ini pertama kali diluncurkan tahun 1995 lalu dan dikelola oleh perusahaan Apache Software Foundation. Hingga kini, Apache adalah software web server paling populer dan banyak digunakan perusahaan ternama, seperti Cisco, IBM, dan Adobe.

Baca juga: Apache vs Nginx: Mana yang Lebih Baik?

2. MariaDB

Versi: 10.4.24

MariaDB adalah software DBMS berjenis relasional open source yang bisa Anda gunakan secara gratis. Sama seperti DBMS pada umumnya, fungsi MariaDB adalah sebagai tempat menyimpan, mengelola, hingga memanipulasi database beserta isinya.

Dibandingkan MySQL, MariaDB punya beberapa keunggulan menarik seperti performa lebih gesit, dukungan GIS, hingga kemudahan mengelola database jenis NoSQL. Maka tak heran, ia menjadi andalan berbagai perusahaan seperti Wikipedia dan Google.

Baca juga: MariaDB vs MySQL: Mana yang Harus Digunakan?

3. PHP

Versi: 8.1.6

PHP adalah salah satu dari sekian banyak bahasa pemrograman yang ada di dunia ini. Bahasa PHP lazimnya dipakai untuk membangun bagian back end website. Meski di PHP 8.1, ia sudah dipersiapkan untuk kebutuhan yang lebih kompleks, misalnya membuat aplikasi mobile.

Fitur XAMPP yang satu ini punya banyak framework terkenal seperti Laravel framework yang condong digunakan untuk website berskala besar, framework CodeIgniter yang banyak diajarkan di sekolah dan perguruan tinggi, sampai Yii framework yang tengah naik daun.

Baca juga: Cara Install Laravel di Windows dengan XAMPP

4. phpMyAdmin

Versi: 5.2.0

phpMyAdmin adalah aplikasi berbasis web untuk membuat dan mengelola database MySQL. Meski XAMPP  sudah tidak menjadikan MySQL sebagai software DBMS secara default, kebutuhan Anda akan MySQL tetap bisa diakomodasi.

Selain untuk keperluan mengelola database secara umum, phpMyAdmin juga punya beberapa fungsi tersembunyi lain. Sebut saja untuk mempercepat kinerja database MySQL, mengubah URL WordPress, sampai menyalin atau copy database MySQL.

5. OpenSSL

Versi: 1.1.1o

OpenSSL adalah sebuah software sertifikat SSL (Secure Socket Layer) untuk mengamankan proses transfer data dari server ke komputer atau sebaliknya. Cara kerjanya dengan mengubah atau mengenkripsi data menjadi karakter acak yang sulit dipahami.

OpenSSL sendiri merupakan penyedia SSL default dari Apache Web Server. Maka tak heran, jika ia juga menjadi bagian dari fitur XAMPP, tiap kali software web server tersebut merilis versi baru.

6. Webalizer

Versi: 2.23-04 (Windows), 2.23-05 (Linux dan OS X)

Webalizer adalah software analisis yang berguna untuk mengetahui performa website. Cara kerjanya cukup mirip ketika Anda menggunakan Google Analytics. Yaitu, dengan merekam setiap aktivitas yang dilakukan pengunjung website.

Beberapa aktivitas yang terekam antara lain total kunjungan, kunjungan unik, data demografis pengguna, dan masih banyak lagi. Nantinya, hal-hal tersebut akan diolah menjadi statistik dengan rentang waktu jam, harian, bulanan, bahkan tahunan.

7. FileZilla FTP Server

Versi: 0.9.41 (hanya di Windows)

FileZilla adalah sebuah aplikasi File Transfer Protocol (FTP) terpopuler saat ini. Sementara FTP adalah salah satu jenis protokol yang berguna untuk menangani proses transfer file, baik itu dari server ke komputer maupun sebaliknya.

Dengan Fitur XAMPP yang satu ini, Anda bisa mengirimkan file ke server dengan mudah dan cepat. Prosesnya sama persis seperti ketika Anda memindahkan file antar folder di komputer. Oh ya, FileZilla ini hanya tersedia di XAMPP untuk Windows, ya.

Baca juga: Cara Mengatasi Err_Connection_Refused di FileZilla [Terlengkap]

8. Mercury Mail Transport System

Versi: 4.63 (hanya di Windows)

Mercury MTS adalah software mail server bawaan XAMPP. Seperti software mail server pada umumnya, Mercury MTS berfungsi untuk mengelola proses transfer email dari server menuju penerima email.

Oh ya, software mail server yang satu ini mendukung beberapa protokol server, seperti SMTP, POP3, dan IMAP. Sayangnya sama seperti FileZilla, Mercury MTS juga hanya bisa ditemukan di XAMPP versi Windows.

9. Strawberry Perl Portable

Versi: 5.32.1.1 (hanya di Windows)

Strawberry Perl adalah sebuah software environment Perl untuk platform Windows. Fitur XAMPP yang satu ini berfungsi untuk mendistribusikan bahasa pemrograman Perl beserta semua modul, library, dan tools resmi lain.

Namun sebenarnya, di dalam paket Strawberry juga tersedia beberapa modul Perl tidak resmi tapi banyak digunakan developer. Misalnya, seperti Perl Archive Toolkit, Perl Package Manager, dan Perl Installation Program.

10. Tomcat

Versi: 8.5.78 (hanya di Windows)

Selain Apache, XAMPP sebenarnya masih punya komponen web server lain. Ia adalah Tomcat, HTTP web server yang menyediakan environment Java murni untuk menjalankan aplikasi berbasis bahasa pemrograman Java.

Dengan Tomcat, Anda bisa meningkatkan kemampuan aplikasi Java yang dibangun. Dari yang tadinya hanya mampu berjalan di komputer, hingga bisa berjalan dengan lancar di web server tersebut.

11. XAMPP Control Panel

Versi: 3.3.0 (hanya di Windows)

XAMPP Control Panel adalah sebuah manajemen tools untuk mengelola fitur-fitur XAMPP di atas. Dengan Control Panel, Anda bisa menjalankan, menjeda, dan menonaktifkan satu atau beberapa komponen XAMPP sekaligus.

XAMPP Control Panel punya beberapa fungsi untuk tujuan yang lebih spesifik, seperti:

  • Config – Mengkonfigurasi aplikasi XAMPP secara keseluruhan.
  • Netstat – Menampilkan semua proses atau komponen yang sedang aktif.
  • Shell – Membuka terminal Shell untuk konfigurasi lebih lanjut.
  • Explore – Membuka folder instalasi XAMPP di komputer.
  • Services – Menampilkan semua proses yang aktif di belakang layar.
  • Help – Mengarahkan Anda ke forum bantuan dan komunitas XAMPP.
  • Quit – Keluar dari aplikasi XAMPP.

Sampai di sini, Anda telah mengenal berbagai fitur-fitur XAMPP. Kami yakin, Anda sudah tidak sabar ingin menjajal software yang satu ini, kan?

Tenang, kami sudah menyiapkan artikelnya kok. Anda bisa langsung mempraktikkan panduan cara menggunakan XAMPP. Namun sebelum itu, ada baiknya Anda menyimak informasi yang mau lewat berikut! 

XAMPP adalah Web Server Lokal Wajib Coba!

Di artikel ini, Anda sudah belajar apa itu XAMPP, sejarah dan fungsi XAMPP, sampai fitur-fitur XAMPP. Intinya, XAMPP adalah software wajib coba jika Anda ingin belajar membuat database, mengembangkan website, maupun mengoprek WordPress.

Namun seperti yang kami sampaikan, database dan website WordPress Anda masih dalam keadaan offline. Pada akhirnya, Anda butuh mengonlinekan website tersebut ke hosting agar bisa dikunjungi banyak orang.

Kebetulan, Niagahoster punya hosting yang dirancang khusus untuk website WordPress, yaitu WordPress Hosting. Paket ini dibekali fitur canggih seperti Instalasi WordPress hanya dengan sekali klik, atau Single Click Admin Login untuk login ke WordPress secara instan.

Tak hanya itu, WordPress Hosting juga memberi Anda akses cPanel jika Anda ingin membuat database sendiri atau melakukan konfigurasi lain yang lebih kompleks. Jadi tunggu apa lagi, yuk nikmati kemudahan mengelola website WordPress sekarang!

Muhammad Ariffudin

SEO | Content | Tech Writing

Share
Published by
Muhammad Ariffudin

Recent Posts

Spesifikasi Hosting untuk Moodle & Rekomendasi Jenis Hosting

Ingin menginstall Moodle di hosting tapi takut performanya anjlok? Yuk simak dulu rekomendasi hosting untuk Moodle yang tepat!

9 hours ago

25 Domain Termahal di Dunia, Berapa Harganya?

Hanya dengan belasan ribu rupiah, Anda sudah bisa mendapatkan domain baru. Lalu kenapa ada orang yang membeli domain termahal sampai…

3 days ago

Apa Itu Google Domain dan Perbedaan dengan Domain Lain

Saat berselancar di internet, mungkin Anda menemukan Google Domain sebagai salah satu opsi untuk membeli domain website.  Yap, layanan yang…

4 days ago

Apa itu DOM di JavaScript? Mengenal DOM JavaScript

Jika Anda ingin mendalami JavaScript, Anda perlu tahu apa itu DOM. Yuk pelajari semua tentang JavaScript DOM di sini!

4 days ago

Perbedaan Domain dan Subdomain yang Perlu Anda Tahu

Bagi Anda yang menggunakan website pasti sering mendengar istilah domain dan subdomain. Tapi, apa ya perbedaan domain dan subdomain? Singkatnya,…

4 days ago

Apa itu Exact Match Domain: Contoh & Pengaruhnya pada SEO

Sebelum Google meng-update algoritmanya, exact match domain menjadi jalan pintas untuk meraih ranking #1 di hasil pencarian. Apa itu exact…

5 days ago