Categories: TutorialWordPress

Bagaimana Cara Mencari Celah Keamanan Website “Vulnerable” dengan Mudah?

Website yang memiliki celah keamanan sangat berpotensi merugikan Anda. Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab bisa membajak data penting Anda. Terlebih lagi, data pengunjung website juga terpapar resiko yang sama.

Oleh karena itu, artikel ini akan menjelaskan langkah-langkah praktis untuk mencari kelemahan di website WordPress. Namun, pertama-tama kami akan membahas terlebih dahulu alasan di balik pentingnya mengecek celah keamanan (vulnerability) di website WordPress.

Mengapa Mencari Celah “Vulnerability” di WordPress itu Penting?

Penelitian oleh Sucuri Labs di tahun 2019 menunjukkan bahwa 60% website yang terinfeksi bermula dari adanya celah keamanan.
Masih dari penelitian yang sama, ditemukan bahwa WordPress adalah CMS (Content Management System) yang paling banyak terinfeksi (sebanyak 94%).

Walaupun memang, hasil di atas penyebabnya karena jumlah pengguna WordPress yang paling banyak (52%) dibandingkan pengguna CMS lain. Tapi tidak bisa dipungkiri, situs-situs di WordPress memang butuh pengamanan ekstra.

Berikut beberapa alasan mengapa mengecek kelemahan di website WordPress sangat penting untuk dilakukan:

  • Tindakan pencegahan – Setiap harinya website Anda terancam diserang. Penelitian menunjukkan bahwa satu serangan hacker terjadi di setiap 37 detik.
  • Kredibilitas – Bayangkan Anda adalah seorang pengunjung. Tentu Anda akan ragu untuk kembali ke website WordPress yang memiliki tingkat vulnerability tinggi, bukan?
  • Menghindari kerugian – Tahukah Anda? Pada tahun 2018, jumlah kerugian yang ditimbulkan oleh serangan siber mencapai lebih dari satu triliun US Dollar.

Bagaimana Cara Mencari Celah “Vulnerability” di Website WordPress?

Cara yang digunakan untuk menemukan celah keamanan website bisa berbeda tergantung dari jenis hosting yang Anda gunakan.

Contohnya, hosting yang bersifat fully managed seperti shared hosting tidak memungkinkan Anda untuk memiliki akses khusus ke servernya. Akan tetapi, pengelolaannya sudah ditanggung oleh penyedia hosting. Sehingga, penanganan celah keamanannya menjadi lebih mudah.

Berbeda dengan hosting self-managed seperti VPS atau Dedicated hosting. Walaupun pengelolaannya bisa Anda tangani sendiri, Anda mesti mempertimbangkan berbagai kewajiban yang harus ditanggung saat mengurus server sendiri.

Oleh karena itu, selanjutnya kami akan menjelaskan cara mencari celah keamanan website vulnerable berdasarkan tipe hosting yang fully managed dan self-managed.

Baca Juga: Yuk Kenali Jenis-Jenis Layanan Hosting!

Menangani Celah Keamanan Website di Fully Managed Hosting

Fully managed hosting hanya memungkinkan Anda untuk mencari celah keamanan di level website. Sehingga, Anda tidak bisa melakukan audit keamanan yang lebih mendalam.

Pilihan terbaik yang bisa Anda lakukan di tahap ini adalah memanfaatkan website vulnerability scanner. Contoh alat yang bisa Anda gunakan adalah free website security check dari Sucuri.

Alat ini akan menampilkan status website Anda, khususnya jika terserang malware dan terkena blacklist oleh mesin pencari.

Selain itu, tingkat keamanan website Anda juga akan diukur dengan menggunakan skala – dari tingkat minimal hingga critical.

Nah, apa yang harus dilakukan jika ternyata website Anda terserang oleh malware?

Tak usah khawatir, ada banyak plugin keamanan website yang tersedia di direktori plugin WordPress. Dalam kasus ini, Anda bisa menggunakan plugin Sucuri atau WordFence untuk membersihkan website Anda dari infeksi malware.

Baca juga: 10+ Plugin Security WordPress Terbaik dan Gratis

Ingin tahu lebih detail tentang cara membasmi malware pada website? Anda bisa mengunjungi artikel kami yang membahas tentang penanganan malware.

Setelah membersihkan malware, bisa jadi website Anda masih terkena blacklist dari Google.

Solusinya, Anda bisa meminta Google untuk me-review website Anda melalui Google Search Console. Namun ingat, ini hanya bisa dilakukan jika website Anda sudah terverifikasi di Google Search Console.

Baca juga: Panduan Lengkap Google Search Console

Mencari Celah Keamanan Website di Self-Managed Hosting

Dengan Self-managed hosting, Anda punya kendali penuh atas pengelolaan server website Anda. Jadi, Anda bisa mencari celah keamanan secara lebih detail melalui audit keamanan.

Audit keamanan sendiri terdiri dari tiga tahap, yaitu: audit server, audit database, dan audit CMS. Berikut adalah ulasannya:

Audit Server

Yang pertama perlu Anda lakukan adalah mengaudit servernya terlebih dahulu. Sehingga, website Anda memiliki dasar yang aman. Ini adalah langkah-langkah yang perlu Anda tempuh saat melakukan audit server:

  • Memperbarui PHP dan MySQL – keduanya merupakan software backend yang esensial dalam pengembangan website serta manajemen database. Versi PHP dan MySQL yang tidak diperbarui berpotensi membuka celah keamanan.
  • Menginstall security update terbaru – jika sistem operasi Anda menawarkan update security terbaru, usahakan untuk segera menginstalnya.
  • Mengamankan traffic jaringan – pasang firewall di setiap port, kecuali pada port-port yang menangani jaringan aplikasi dan service yang penting.
  • Menggunakan FTP yang lebih aman – gunakan protokol yang lebih aman seperti SFTP (Secure File Transfer Protocol). Sehingga, informasi yang ditransfer akan dienkripsi secara otomatis untuk menghindari gangguan dari pihak ketiga.
  • Melakukan backup – untuk mengatasi kemungkinan terburuk (kehilangan data atau informasi penting), lakukan backup secara berkala. Pilihan terbaik adalah melakukan backup harian.

Audit Database

Selanjutnya, Anda perlu melakukan audit database untuk melindungi data website Anda. Berikut adalah caranya:

  • Menyaring input pengguna – pengguna biasanya memasukkan input melalui form. Jika tidak disaring, hacker bisa memasukkan data yang dapat menembus database (dan menimbulkan masalah seperti SQL Injection). Gunakan plugin seperti Ninja Forms untuk mengatasinya.
  • Membatasi akses database – ketika akses database tidak dibatasi, akan ada kemungkinan infeksi di satu database akan menyebar ke database lain.
  • Menggunakan SSL (Secure Socket Layer) – melakukan transfer informasi di website yang terlindungi SSL akan lebih aman, karena datanya akan dienkripsi secara otomatis.

Audit Aplikasi dan CMS

Terakhir, Anda harus melakukan audit pada bagian terluar – yaitu aplikasi dan CMS:

  • Update CMS Anda – versi CMS yang baru akan memiliki tingkat keamanan yang lebih baik. Jangan lupa untuk memperbarui plugin dan temanya juga.
  • Gunakan Captcha – Captcha berfungsi untuk menyaring komentar-komentar spam. Pasanglah di setiap form yang Anda buat.
  • Pakailah password yang kuat – Anda bisa menggunakan kombinasi angka, simbol, dan huruf kapital untuk membuat password yang lebih kuat. Sebagai perlindungan tambahan, gunakan two factor authentication pada website WordPress Anda.
  • Batasi permintaan login – serangan brute force (usaha untuk menembus akun dengan cara login berulang-ulang) adalah salah satu ancaman serius bagi pengguna website WordPress. Hindari dengan cara membatasi permintaan login.
  • Nonaktifkan debugging – debugging adalah proses identifikasi dan perbaikan kerusakan di software dan hardware. Jika Anda sedang tidak melakukannya, dinonaktifkan saja. Karena, proses ini memungkinkan pengguna untuk memasukkan skrip dan konten ke dalam sistem.

Ayo Temukan Celah “Vulnerability” pada Website WordPress Anda!

Sebagai pemilik dan pengelola website WordPress, Anda perlu tahu cara untuk mengamankan website Anda. Mulailah dengan mencari celah keamanan di dalamnya.

Di artikel ini, Anda telah belajar beberapa metode untuk menemukan celah keamanan website WordPress. Cara paling sederhana adalah menggunakan website vulnerability scanner, dan cara yang lebih detail adalah melakukan audit keamanan.

Jika Anda ingin mengetahui cara-cara lain untuk mengamankan website WordPress, silahkan mampir ke artikel kami yang membahas tentang 19 tips keamanan website WordPress.

Ingin website Anda jauh lebih aman lagi? Kami juga menyediakan ebook gratis yang membahas tentang 25 langkah ampuh mengamankan website.

“Mencegah lebih baik daripada mengobati” adalah semboyan paling tepat untuk menggambarkan pentingnya mencari celah keamanan website. Yuk amankan website Anda sekarang juga!

Ridandi Bintang Pamungkas

Bintang is an avid learner with years of experience in Marketing and Business Management subjects. Aside from writing, Bintang loves reading books and collecting movies.

Share
Published by
Ridandi Bintang Pamungkas

Recent Posts

7+ Cara Menjadi Programmer Handal dengan Penghasilan Jutaan Rupiah

Menjadi programmer adalah pekerjaan yang menjanjikan. Bayangkan, Anda dapat menghasilkan jutaan rupiah hanya berbekal laptop. Sayangnya, menjadi programmer yang andal…

3 hours ago

7 Cara Menulis Deskripsi Produk yang Jitu dan Menjual

Ketika berbisnis online, entah di marketplace atau website, banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk menunjang penjualan. Salah satunya, menulis…

1 day ago

Panduan Lengkap Facebook Shop untuk WooCommerce Bagi Pemula (2020)

Anda sudah memiliki website WooCommerce, tapi belum memanfaatkan platform lain untuk memasarkan bisnis? Kami sarankan Anda untuk menggunakan Facebook Shops. …

2 days ago

Ingin Menjadi WordPress Developer? Ini Dia Tipsnya!

WordPress dikenal sebagai salah satu CMS (Content Management System) terbaik. Lebih dari 34 persen seluruh website di internet saat ini…

3 days ago

10 Rekomendasi CSS Framework Terbaik untuk Developer

Desain front-end menjadi bagian yang sangat penting di website atau aplikasi. Bukan cuma untuk meningkatkan impresi positif suatu brand saja.…

4 days ago

Ingin Punya Blog Keren Tanpa Ribet? Bikin di WordPress Aja!

Pernahkah Anda mengunjungi blog dengan tampilan yang memukau dan konten yang menarik? Saking bagusnya blog tersebut, Anda jadi terinspirasi untuk…

4 days ago