Ayunda Zikrina A proud Hoster Ranger takes part as a Brand and Reputation Management Manager. A social media and digital marketing geek who enjoys writing as much as scrolling Twitter. You might find my written words speak louder than my vocal.

Keseruan Webseries 3, Laravel vs CI

1 min read

Webseries 3

Setelah sukses dengan Webseries 1 dan 2, Niagahoster kembali menggelar event Website Sharing Session for Business atau disingkat menjadi Webseries 3. Webseries kali ini digelar dengan tema Framework Battle: Laravel vs CodeIgniter. Seperti apa keseruannya?

Webseries 3 Membahas Dua Framework Terpopuler PHP

Webseries yang digelar di Balakosa Coffee & Co., Yogyakarta ini terbuka untuk umum. Kebanyakan yang hadir adalah para web developer yang sudah akrab dengan bahasan kali ini yaitu Laravel dan CodeIgniter. 

Laravel adalah framework yang cukup populer di Indonesia. Framework yang diluncurkan pada tahun 2011 ini dikenal sebagai framework yang dinamis. Dokumentasi yang lengkap serta selalu diperbarui juga menjadi salah satu alasan banyak orang memilih Laravel. 

Sedangkan CodeIgniter adalah framework yang memiliki tingkat popularitas hampir sama dengan Laravel. Framework yang tersedia untuk PHP Developers dan bersifat open source ini membuat aplikasi web yang dikembangkan menggunakan CodeIgniter terlihat sangat responsif terhadap perubahan bisnis.

Menghadirkan Pakar Laravel dan CodeIgniter

Tajuk Framework Battle mengundang banyak perhatian kalangan komunitas web developer. Apalagi dengan dihadirkannya para pakar kedua framework ini. Untuk pembahasan Laravel, Niagahoster mengundang Muhammad Amirul Ihsan, yang sudah dikenal sebagai founder dari Kawan Koding, sebuah learning management system yang khusus membahas Laravel. 

Sedangkan untuk pembahasan CodeIgniter, Niagahoster menghadirkan M Abdurrohman Alhafidz sebagai pakar. Chief Technology Officer dari IDMetafora ini hadir memberikan pencerahan tentang aplikasi penggunaan CodeIgniter di dunia bisnis dan menjelaskan plus minus dari penggunaan CodeIgniter.

Framework Battle ini tentunya tidak berniat untuk menghadirkan debat kusir terkait mana framework terbaik. Harapannya, framework battle ini bisa memberikan pencerahan mengenai penggunaan framework sesuai dengan kebutuhan dan memberikan insight yang mungkin belum diketahui oleh para web developer sebelumnya. 

Laravel dan CodeIgniter: Juara dalam Website-Development

Dalam sesi diskusi, Alhafidz dan Amirul mendapatkan banyak pertanyaan seputar penerapan Laravel dan CodeIgniter dalam website. Keduanya sama-sama memiliki keunggulan.

CodeIgniter dikenal sebagai framework yang sangat ringan. Hal ini karena pengguna CodeIgniter dapat menyimpan sistem utama dalam library yang kecil. 

Laravel pun memiliki keunggulan salah satunya di fitur routing. Di Laravel, semua permintaan (request) dipetakan dengan bantuan rute. Dasar dari routing adalah merutekan request ke kontroler terkait. Routing ini dianggap dapat mempermudah pengembangan website dan meningkatkan performanya.

Kedua pembicara sepakat bahwa Laravel dan CodeIgniter saat ini menjadi juaranya framework PHP yang cocok bagi website development. Fitur-fitur dari kedua framework ini pun mendukung website yang optimal untuk segala kebutuhan.

Selain pemilihan framework yang sesuai, faktor seperti kecepatan website, SEO, digital marketing juga merupakan faktor penting yang tidak boleh dikesampingkan dalam mengembangkan website. Sistem yang dibangun dengan framework yang tepat, diletakkan dalam hosting yang berkualitas, kemudian diisi dengan konten yang ramah mesin pencari akan membuat performa website maksimal.

Nantikan webseries Niagahoster selanjutnya dengan pembahasan yang tentunya lebih menarik!

0
Ayunda Zikrina A proud Hoster Ranger takes part as a Brand and Reputation Management Manager. A social media and digital marketing geek who enjoys writing as much as scrolling Twitter. You might find my written words speak louder than my vocal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + fourteen =