Benefita Benefita is a Pisces girl. She dreams of living in the world of Harvest Moon.

Web Hosting vs Simple WordPress Hosting: Manakah yang Tepat untuk Anda?

8 min read

Web Hosting vs Managed WordPress Hosting

Saat ingin membuat website WordPress, mungkin Anda bingung pakai hosting yang mana. Sebab, ada banyak pilihan hosting. Web hosting vs Simple WordPress Hosting, misalnya.

Meski terdengar mirip, kedua jenis hosting tersebut sebenarnya berbeda. Nah pada artikel ini, Anda akan mengetahui dua jenis hosting yang paling cocok untuk WordPress terutama bagi pengguna awam. Yuk meluncur ke bawah!  

Apa Itu Web Hosting dan Simple WordPress Hosting?

Meski terdengar mirip, sebenarnya web hosting dan Simple WordPress Hosting itu berbeda. Mari simak pengertian kedua jenis hosting ini.

Web Hosting

Web hosting adalah layanan untuk mengonlinekan website. Tidak hanya website WordPress, tapi juga Content Management System (CMS) atau sistem pengelolaan konten yang lain. Misalnya, seperti Joomla, Weebly, Drupal, dll.

Ibaratnya, web hosting adalah lahan, sedangkan website itu rumah di atasnya. Jadi, membeli layanan web hosting sama dengan membeli ruang di internet.

Ada banyak jenis web hosting, contohnya ada shared hosting, cloud hosting, cloud VPS, dedicated hosting, wordpress hosting.

Jenis web hosting yang cukup populer dan banyak digunakan yaitu shared hosting. Di Niagahoster, Anda mengenal shared hosting sebagai layanan Unlimited Hosting.

Ini adalah layanan hosting dengan pemakaian server bersama. Layaknya sebuah apartemen yang dihuni banyak penyewa.

Shared hosting

Itu berarti, shared hosting bertanggungjawab atas beberapa website milik pengguna lain. Sehingga, pemilik website harus saling berbagi sumber daya.

Simple WordPress Hosting

Simple WordPress Hosting adalah layanan hosting khusus untuk penggunaan CMS WordPress yang lebih mudah.

Dengan Simple WordPress, pemilik situs tidak perlu puyeng memikirkan pengelolaan hosting.

Misalnya, memperbaiki kecepatan akses, memastikan keamanan website, sampai mengelola resource hosting.

Sebab,segala hal teknis tersebut sudah diurus oleh admin server. Sehingga, fokus Anda cukup ke sisi pengembangan bisnis saja.

Layanan Simple WordPress Niagahoster

Memang, apa sih keunggulan WordPress sampai dibuatkan hosting khusus? Lho, jangan salah. Menurut Kinsta (2020), berikut beberapa fakta WordPress.

1. Sekitar 14,7% website top atau toko online dibuat dengan WordPress;

2. Setiap harinya, ada 550+ website WordPress baru dibandingkan e-commerce web builder lainnya yang hanya 60-80 situs per hari ;

3. Plugin WooCommerce di WordPress membantu 22% website e-commerce di dunia.

Intinya, banyak orang hingga perusahaan menggunakan WordPress. Sayangnya, pengguna awam seringkali kesulitan saat mengelola WordPress. Mulai dari mengatasi lambatnya loading web, issue keamanan, hingga maintenance website.

Apalagi, website top yang dibuat dengan WordPress membutuhkan banyak optimasi teknis agar performanya oke.

Karena itu, kehadiran Simple WordPress Hosting adalah solusi. Sebab, Anda akan mendapatkan dasbor sederhana serta sederet fitur yang mudah digunakan. Sehingga, tak perlu lagi pusing mengurus sisi teknis website.

Nah, kabar gembiranya, Simple WordPress Hosting sudah tersedia di Niagahoster, lho. Pastinya, benefit yang Simple WordPress tawarkan berbeda dengan shared hosting. Anda akan segera mengetahuinya pada penjelasan berikutnya.

9+ Perbandingan Shared Hosting vs Simple WordPress Hosting

Bagi Anda yang ingin membuat website WordPress, pasti penasaran dong apa sih bedanya shared hosting vs Simple WordPress. Jangan cemas, silakan ikuti ulasan di bawah ini.

1. CMS yang Digunakan

Fokus web hosting vs Simple WordPress berbeda. Shared hosting bisa dipakai untuk berbagai CMS, sedangkan Simple WordPress fokus pada WordPress saja.

Karena CMS yang bisa digunakan berbeda, proses instalasi WordPress pada kedua jenis hosting tersebut pun juga agak berbeda.

Saat membeli layanan shared hosting, misalnya, Anda terlebih dahulu perlu mengklik fitur Auto Install Website WordPress. Tapi, apa jadinya kalau Anda lupa mengklik fitur ini?

Tenang, Anda masih bisa menginstal WordPress lewat Member Area. Tapi, prosedur instalasi jadi lebih panjang. Sebab, Anda harus mengisi -data seperti protocol, domain, directory, dan banyak lagi.

Proses instalasi WordPress pada shared hosting
Proses instalasi website WordPress saat membeli shared hosting

Sedangkan kalau memakai layanan Simple WordPress, secara otomatis Anda langsung mendapat website WordPress. Bahkan, website juga sudah terpasangkan tema sesuai paket pilihan Anda (Blog, Company Profile, Toko Online).

Jauh lebih simple dan praktis, bukan?

Proses instalasi website WordPress saat membeli Simple WordPress (langsung terinstal)
Contoh tema bawaan dari Simple WordPress

Baca Juga: Joomla vs WordPress: Perbandingan Dua Jagoan CMS

2. Kemudahan Mengelola

Karena fokusnya berbeda, pengelolaan antara shared hosting vs Simple WordPress Hosting pun tak sama.

Saat menggunakan shared hosting, Anda akan mendapat cPanel untuk mengelola layanan hosting. Mulai dari mengatur file website, mengelola database, mengonfigurasi modul PHP, dan banyak lagi.

Shared Hosting menggunakan cPanel untuk mengelola hosting

Bagi orang yang sudah paham dunia hosting, memiliki cPanel mungkin rasanya seperti menggenggam surga. Karena, kebebasan mengelola ada di tangan pemilik web.

Tapi untuk orang yang benar-benar awam, adanya cPanel kemungkinan malah membuat bingung. Terlalu banyak istilah teknis yang asing. Kalau diutak-atik, risikonya bikin website error dan rusak.

Beruntungnya, Simple WordPress menawarkan kemudahan dalam mengelola web. Sebab, Anda akan memiliki dasbor khusus dengan empat menu sederhana: Overview, Feature, Backup, Analytics, dan Knowledge Base.

overview simple wordpress

Masing-masing menu berfungsi untuk:

  • Overview: melihat informasi umum tentang website (versi WordPress, informasi kapasitas SSD, status SSL, dan status HTTPS);
  • Feature: melihat fitur utama untuk mengelola website (staging dan instal ulang WordPress);
  • Analytics: memberikan statistik pengunjung website (jumlah kunjungan, unique visitor, hingga lokasi asal);
  • Backup: memudahkan Anda mengelola backup kapanpun;
  • Knowledge Base: menyediakan puluhan tutorial WordPress secara lengkap.

Melalui satu dasbor Simple WordPress, Anda bisa mengelola fungsi dasar situs dengan mudah. Bahkan, Anda juga bisa memasang plugin lewat dasbor ini.

Dan, tentunya, dasbor Simple WordPress juga tidak serumit cPanel-nya shared hosting yang memiliki seabrek menu dan berpotensi menimbulkan error jika Anda salah klik.

3. Kebebasan Mengkreasikan Konten dan Layout

Pasti, Anda masih ingat bahwa Simple WordPress memberikan tema profesional bawaan dari awal proses instalasi. Sedangkan web hosting menuntut Anda memasang tema sendiri.

Pertanyaannya, mana yang memberikan keleluasaan lebih dalam memodifikasi tema: web hosting atau Simple WordPress?

Nah, tema yang Simple WordPress berikan bisa Anda kreasikan sendiri lho. Anda bebas menata konten serta tata letaknya pada website.

Kalau Anda masih kurang srek dengan template bawaan ini, Anda juga bisa memasang tema lainnya, kok. Apalagi, WordPress menyediakan ratusan template gratis sesuai kebutuhan Anda.

Sama halnya dengan Simple WordPress, web hosting juga memungkinkan Anda memodifikasi tema pilihan Anda.

Jadi, baik web hosting dan Simple WordPress sama-sama memberikan kebebasan mengkreasikan konten dan layout seperti keinginan Anda.

4. Update Otomatis Plugin dan Tema

Tahukah Anda? Plugin dan tema website yang usang adalah pintu masuk bagi penjahat cyber? Sebab, plugin dan tema tersebut tidak mendapatkan update teknologi terbaru untuk menambal celah keamanannya yang makin besar. 

Oleh karena itu, Anda harus rutin meng-update plugin dan tema situs.

Jika menggunakan web hosting, Anda dituntut untuk lebih mandiri. Artinya, Anda harus memperbarui plugin dan tema sendiri setiap rilis versi baru.

Sedangkan kalau memakai Simple WordPress, Anda bisa berleha-leha. Alasannya, sudah ada fitur Auto Update yang memungkinkan plugin dan tema diperbarui secara otomatis.

backup auto update wordpress

Dan, Anda tak usah takut website malah rusak setelah update. Karena, website Anda akan di-backup terlebih dahulu. Jadi kalaupun situs error, Anda tetap bisa memulihkannya ke versi semula, kok.

5. Staging Website

Staging adalah langkah membuat duplikat website agar Anda dapat melakukan perubahan secara aman pada WordPress.

Biasanya, developer melakukan staging saat melakukan penambahan fitur baru, ataupun modifikasi apapun pada website. Fungsinya, untuk memastikan fitur tidak bermasalah sebelum dirilis ke publik.

Bagi pengguna web hosting, untuk melakukan staging boleh dibilang agak rumit. Anda harus masuk ke cPanel dan melakukan konfigurasi staging sebagai berikut:

  1. Login ke cPanel;
  2. Membuat subdomain untuk website staging;
  3. Mengakses WordPress pada menu Softaculous App;
  4. Mengakses menu Staging WordPress;
  5. Setup staging WordPress;
  6. Berhasil membuat staging WordPress.

Tentunya, staging pada Simple WordPress jauh lebih ramah awam karena . Coba simak tahapannya di bawah ini.

  1. Masuk ke dasbor Simple WordPress;
  2. Klik tombol Staging WordPress;
  3. Pilih protokol yang website Anda gunakan (https:// misalnya);
  4. Tentukan nama sub-direktori dari staging yang Anda lakukan (Contoh: https://namadomain.com/stagging);
  5. Klik tombol Buat Staging.

Nah, jika modifikasi web sudah final, Anda bisa segera meluncurkannya ke website WordPress versi live alias yang sedang diakses publik. Mudah saja, Anda cukup mengklik fitur Live Staging dan website pun akan diperbarui.

Cukup ringkas dan gampang, bukan?

Fitur Live Staging pada dasbor Simple WordPress

6. Kelengkapan Fitur

Anda pasti ingat, shared hosting cocok untuk orang yang sudah lebih paham hosting. Sebab, shared hosting membebaskan pemiliknya untuk mengelola hosting. Termasuk membangun website dari nol dengan CMS apapun.

Sedangkan jika memakai Simple WordPress, Anda akan langsung mendapat website WordPress yang sudah siap pakai. Termasuk menginstal plugin penting secara otomatis.

Fitur Managed WordPress Hosting lebih lengkap

Maka dari itu, pengguna shared hosting tidak mendapat beberapa fitur bawaan seperti yang Simple WordPress tawarkan:

  • High and Dedicated Resource. Simple WordPress Hosting punya resource server yang besar dan dedicated. Artinya, satu server digunakan hanya untuk satu akun hosting. Beda dengan shared hosting yang digunakan bersama pengguna lain;
  • Single-Click Admin Login. Fitur yang memungkinkan Anda masuk ke dasbor WordPress tanpa memasukkan password;
  • Tema dan Plugin gratis. Meski sudah ada tema dan plugin yang terinstal otomatis ke website, Anda tetap bebas menggunakan ribuan tema dan plugin lain yang tersedia;
  • Daily Backup. Website Simple WordPress Hosting melakukan full backup selama empat periode (hari ini, kemarin, kemarin lusa, dan mingguan);
  • Hack recovery. Premium Support Niagahoster akan mengembalikan website yang diretas agar kembali ke semula;
  • Object Cache (Memcached). Simple WordPress dibekali sistem caching dengan dukungan teknologi LiteSpeed Web Server yang memungkinkan kecepatan website lebih maksimal;
  • Visitor Tracker untuk mengetahui statistik pengunjung website;
  • Yoast SEO, merupakan plugin untuk mengoptimasi performa SEO sehingga website lebih mudah masuk ke halaman pertama Google;
  • Google Site Kit, adalah plugin WordPress untuk menampilkan data gabungan dari beberapa tools sekaligus (Google Search Console, Google Analytics, Google AdSense, dll);
  • Website Story, yaitu konten berbasis website dengan format story.

Tentunya, memiliki seluruh fitur tersebut akan menguntungkan website. Dan berita baiknya, Simple WordPress Hosting bisa memberikan ketiga fitur itu sekaligus menginstalnya pada website Anda. Keren, bukan?

7. Kapasitas

Di Niagahoster, shared hosting atau Unlimited Hosting punya kapasitas ruang penyimpanan (disk space) sebesar 500MB.

Dibandingkan shared hosting, Simple WordPress memang memiliki disk space terbatas. Sekitar 3GB hingga 50GB.

Kapasitas shared hosting dan Managed WordPress Hosting

Meski begitu, daya tampung visitor Simple WordPress lebih besar. Hosting ini mampu memfasilitasi 15.000 hingga 450.000 pengunjung per bulan. Tentunya, ini jauh daripada shared hosting yang hanya 15.000 hingga 180.000 visitor per bulan.

Karena itu, shared hosting cocok untuk website yang menampilkan banyak gambar ataupun media visual lainnya, seperti: blog, web portfolio, organisasi, dll. Sedangkan Simple WordPress lebih mencukupi website dengan traffic tinggi. Toko online, UMKM, e-commerce, dsb.

8. Keamanan

Untuk keamanan, Niagahoster selalu membekali semua layanan hostingnya dengan proteksi terbaik. Seperti Imunify360, serta SSL (gratis dan berbayar).

Imunify360, merupakan perangkat keamanan untuk mengatasi malware dan DDos. Sedangkan SSL (Secure Socket Layer), yaitu sistem keamanan untuk melindungi aliran data dalam website. Seperti proses login, transaksi, dll.

Fitur keamanan pada shared hosting dan Managed WordPress Hosting

Bedanya, SImple WordPress Hosting dibekali fitur keamanan tambahan yang tidak shared hosting miliki. Itu adalah Backup Harian dan Hack Recovery. Penasaran itu apa? Ini penjelasan lengkapnya.

  • Backup, merupakan proses pencadangan data website. shared hosting menyediakan backup otomatis secara mingguan, sedangkan Simple WordPress Hosting melakukan backup rutin secara harian;
  • Hack Recovery. Bagi pengguna Simple WordPress Hosting, Anda akan mendapat bantuan dari Premium Support untuk memulihkan website jika terkena hack.

Boleh dibilang, paket keamanan Simple WordPress Hosting lebih lengkap daripada shared hosting. Meski begitu, Anda masih bisa kok menambah cara mengamankan WordPress lainnya.

Baca Juga: 22+ Cara Mengamankan WordPress Terbaik untuk Website Anda [Edisi 2021]

9. Kecepatan

Baik shared hosting dan Simple WordPress Hosting punya fitur kecepatan yang bagus. Mulai dari  LiteSpeed Enterprise, WordPress Accelerator, hingga CDN gratis.

Bedanya, paket Toko Online Simple WordPress Hosting dilengkapi dengan object cache (memcached). Sehingga website Simple WordPress Hosting 40x lebih cepat daripada yang memakai Unlimited Hosting.

Fitur kecepatan pada shared hosting vs managed wordpress hosting

Lebih jelasnya, kami akan membahas seluruh fitur kecepatan ini.

  • LiteSpeed Enterprise. LiteSpeed adalah server web tercepat di dunia yang memungkinkan akses website lebih gesit;
  • WordPress Accelerator, merupakan plugin untuk meroketkan kecepatan website dengan sistem caching super kilat;
  • Memcached (khusus Simple WordPress Hosting), yaitu sistem cache yang otomatis aktif ketika Anda menyalakan WordPress Accelerator.
  • Content Delivery Network atau CDN gratis, yaitu kumpulan server yang tersebar di berbagai negara. Sehingga, orang-orang yang berada di negara tersebut bisa mengakses website lebih cepat..

Kolaborasi seluruh fitur kecepatan tersebut tentunya memungkinkan performa web jauh lebih kencang. Pengunjung situs jadi tidak bosan menunggu page load selesai. Terutama bagi WordPress yang dikunjungi ratusan ribu visitor.

Baca Juga: Anda Pelanggan Baru Niagahoster? Ini 26 Fitur yang Tidak Boleh Terlewat

10. Biaya

Perbedaan web hosting vs Simple WordPress Hosting berikutnya terletak pada biaya layanan. Secara umum, tarif shared hosting memang lebih murah. Mulai dari Rp10 ribu hingga Rp 84ribu. Sedangkan Simple WordPress mematok harga Rp32 ribu sampai Rp109 ribu.

Harga Layanan Shared Hosting (Rp/Bulan)

BayiPelajarPersonalBisnis
10.16440.78826.81384.816

Harga Layanan Simple WordPress Hosting (Rp/Bulan)

BlogCompany ProfileToko Online
32.10059.900109.900

Bukan tanpa alasan. Harga hosting per tahun tersebut sesuai dengan fasilitas yang akan Anda terima. 

Penggunaan shared hosting relatif lebih rumit karena Anda perlu mengurus beberapa hal teknis terlebih dahulu. Sedangkan Simple WordPress sudah siap pakai.

Selain itu, Simple WordPress memiliki resource yang lebih mumpuni hingga fitur backup setiap hari. Dari kapasitas hostingnya pun juga beda. Simple WordPress Hosting lebih cocok bagi website yang trafficnya tinggi. Sedangkan web hosting lebih terbatas.

Baca Juga: WordPress.com vs Simple WordPress Hosting: Mana yang Tepat Untuk Anda?

Web Hosting vs Simple WordPress Hosting: Manakah yang tepat untuk Anda?

Web hosting dan Simple WordPress Hosting itu berbeda. Web hosting adalah layanan untuk mengonlinekan web, sedangkan Simple WordPress Hosting khusus membuat website WordPress.

Salah satu jenis web hosting yang cukup populer yaitu shared hosting atau penggunaan hosting bersama oleh beberapa web. Di Niagahoster, Anda mengenal layanan ini sebagai Unlimited Hosting.

Nah kalau Simple WordPress, ini merupakan layanan managed WordPress pertama dan satu-satunya di Indonesia yang fokus pada kemudahan mengelola website WordPress. 

Secara ringkas, berikut perbedaan shared hosting vs Simple WordPress Hosting.

Shared HostingSimple WordPress Hosting
CMS yang digunakanMembangun website dengan CMS apapunHanya menggunakan website WordPress
Kemudahan MengelolaLebih rumit dan cocok untuk pengguna yang paham pengaturan hostingLebih mudah dan cocok untuk pengguna awam yang ingin website dengan pengelolaan sederhana
Kebebasan Mengkreasikan Konten dan LayoutBisa memodifikasi tema yang disediakan WordPressBisa memodifikasi tema bawaan ataupun tema dari WordPress
Update Otomatis Plugin dan TemaMemperbarui plugin dan tema secara mandiriOtomatis update plugin dan tema
Staging WebsiteHarus mengakses cPanel dan melakukan langkah-langkah konfigurasi stagingCukup mengakses dasbor dan mengklik tombol pengaturan Staging
KapasitasDisk space 500MB hingga unlimited, daya tampung 15.000 sampai 180.000 visitorDisk space 3GB hingga 50GB, daya tampung 15.000 sampai 450.000 visitor
Kelengkapan FiturResource terbagi-bagi, fitur hosting standar, harus menginstal plugin secara manualLangsung mendapatkan paket komplit: high and dedicated resource, single-click admin login, tema & plugin gratis, daily backup, hack recovery, visitor tracker, object cache, Yoast SEO, Google Site Kit, Website Story, dll
KeamananImunify360, SSL, Backup MingguanImunify360, SSL, Backup Harian, Hack Recovery
KecepatanLiteSpeed Enterprise, WordPress Accelerator, CDNLiteSpeed Enterprise, WordPress Accelerator, CDN, LS Memcached (khusus paket tertinggi)
BiayaLebih murah, sekitar Rp10.000 hingga Rp84.000/bulanLebih mahal, sekitar Rp32.100 hingga Rp109.900/bulan

Lalu, manakah yang tepat untuk Anda: web hosting atau Simple WordPress Hosting?

Sekarang, coba jawab pertanyaan berikut. Apakah Anda…

  • Masih asing dengan dunia hosting dan website?
  • Ingin membuat website dengan mudah dan bebas pilih domain sendiri?
  • Ingin mengelola website tanpa pusing akan hal teknis?
  • Punya website di WordPress.com dan sering menemui kendala atau merasa kurang leluasa?
  • Perusahaan yang ingin fokus mengelola website tanpa memikirkan servernya bagaimana?
  • Punya website dengan traffic tinggi?

Jika sebagian besar pernyataan di atas sesuai dengan diri Anda, itu artinya Simple WordPress Hosting adalah solusi yang lebih tepat. 

Namun apabila Anda sudah paham hosting dan menginginkan fleksibilitas dalam pembuatan website, maka sebaiknya pilih shared hosting.

Jadi, sudahkah Anda menemukan jawaban untuk kebutuhan Anda? 🙂

Benefita Benefita is a Pisces girl. She dreams of living in the world of Harvest Moon.