VPS

Virtual Host : Pengertian dan Cara Membuatnya

Mengelola banyak website atau domain dalam satu server apakah mungkin? Tentu saja. Dengan virtual host, Anda bisa melakukannya, baik di server VPS hosting maupun di server lokal menggunakan komputer Anda. 

Lalu, bagaimana cara membuatnya?

Tenang.. Di artikel ini, kami akan menjelaskan cara membuat virtual host di Ubuntu dan Debian serta cara membuat virtual host di XAMPP.

Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

Apa Itu Virtual Host?

Virtual Host adalah metode yang digunakan untuk menambahkan banyak domain dalam satu server. Artinya, Anda bisa membuat banyak website dengan domain berbeda pada server yang sama.

Ada tiga tipe konfigurasi virtual host, yaitu:

  • IP Based : setiap website menggunakan IP address yang berbeda.
  • Port Based : setiap website menggunakan IP address yang sama tapi pada port yang berbeda.
  • Name Based : setiap website menggunakan IP address yang sama dengan hostname yang berbeda.

Suatu server bisa membagi resourcenya (memory, processor, dll) untuk masing-masing virtual host. Oleh karena itu, salah satu keunggulan virtual host adalah tidak memerlukan resource tambahan sehingga bisa lebih hemat biaya.

Pada praktiknya, virtual host sering digunakan pada layanan shared hosting. Itulah salah satu alasan layanan tersebut harganya lebih terjangkau. 

Oh ya, Anda juga bisa kok membuat virtual host sendiri. Untuk lebih jelasnya, mari ikuti tutorial membuat virtual host di bawah ini!

Cara Membuat Virtual Host di Ubuntu & Debian Menggunakan Apache

Untuk membuat virtual host pada Apache, pastikan Anda sudah melakukan instalasi Apache pada server Ubuntu atau Debian Anda terlebih dulu. Jika sudah siap, Anda bisa mengikuti enam langkah cara membuat virtual host di Ubuntu berikut ini:

  1. Membuat Direktori Baru
  2. Memberikan Permission Folder
  3. Membuat Halaman Demo untuk Testing
  4. Membuat File Virtual Host Baru
  5. Mengaktifkan Virtual Host Baru
  6. Melakukan Testing

Ikuti panduannya dibawah ini!

1. Membuat Direktori Baru

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah membuat struktur direktori server. Direktori inilah yang akan digunakan untuk menyimpan data situs website.

Lokasi penyimpanan data website di Apache berada dalam direktori /var/www/html. Nah, Anda perlu membuat folder baru bernama public_html pada direktori /var/www/html yang akan digunakan untuk menyimpan konten masing-masing domain. 

Jalankanlah perintah berikut ini untuk membuat folder pada direktori tersebut:

# sudo mkdir -p /var/www/html/public_html

2. Memberikan Permissions Folder

Untuk dapat memodifikasi file di dalam direktori yang telah Anda buat, Anda perlu mengganti Permissions atau hak akses yang masih dimiliki oleh user root. Tujuannya,  agar user biasa pun dapat mengubah file yang ada di direktori /var/www/html/.

Silakan jalankan perintah berikut ini untuk mengubah Permissions:

sudo chown -R $USER:$USER /var/www/html/public_html

Variabel $USER akan mengambil nilai dari user yang sedang aktif saat tombol ENTER ditekan.

Nah sekarang, Anda sudah bisa menambah atau mengubah konten yang ada didalam direktori /var/www/html.

3. Membuat Halaman Demo untuk Testing

Selanjutnya, Anda perlu membuat halaman HTML untuk pengujian host baru. Caranya, masuklah ke direktori public_html dengan menjalankan perintah berikut ini:

# cd /var/www/html/public_html

Buatlah file bernama index.html pada direktori public_html dengan menggunakan perintah berikut:

# touch index.html

Lalu, bukalah file index.html tersebut dengan perintah:

# nano index.html

Kemudian, salinlah kode HTML di bawah ini ke dalam file index.html:

<!DOCTYPE html>
<html>
  <body>
 <h1>Selamat!!!</h1>
 <p>Pengaturan Virtual Host Berhasil.</p>
  </body>
</html>

Simpan perubahan file dengan menekan tombol Ctrl+X >> Y >> ENTER pada keyboard Anda.

4. Membuat File Virtual Host Baru

Pada tahap ini, Anda akan membuat file host baru di dalam web server Apache. Secara default, Apache memiliki file virtual host bernama 000-default.conf. Untuk membuat file baru, salinlah file 000-default.conf dengan menjalankan perintah:

sudo cp /etc/apache2/sites-available/000-default.conf /etc/apache2/sites-available/website-1.conf

Perintah tersebut akan membuat file baru bernama website-1.conf yang merupakan salinan dari file 000-default.conf.

Kemudian, bukalah file website-1.conf tersebut dengan menggunakan perintah berikut:

nano /etc/apache2/sites-available/website-1.conf

Jika file website-1.conf telah terbuka, Anda akan melihat tampilan seperti pada gambar di bawah ini:

Pada file inilah, Anda akan mengatur dan menambah beberapa kode baru sesuai dengan kebutuhan domain Anda.

Pertama-tama, agar file terlihat lebih rapi, hapuslah semua baris text yang memiliki tanda #. Text yang menggunakan tanda ini hanyalah text informasi mengenai cara penggunaan file tersebut.

Selanjutnya, ubah baris kode ServerAdmin menjadi email yang dipakai oleh administrator (email Anda). Pada panduan ini, kami menggunakan contoh email admin@website-1.com, maka kode kami menjadi seperti ini:

ServerAdmin admin@website-1.com

Kemudian, tambahkanlah dua baris kode berikut ini dibawah baris kode ServerAdmin:

ServerName DomainAnda.com
ServerAlias www.DomainAnda.com

ServerName berfungsi untuk memberikan informasi domain yang akan menggunakan host ini. Sedangkan ServerAlias berfungsi untuk menentukan alamat lain yang ingin menggunakan virtual host, misalnya www

Terakhir, aturlah DocumentRoot virtual host agar bekerja di dalam direktori public_html yang telah dibuat sebelumnya. 

DocumentRoot /var/www/html/public_html

Nah, berikut ini adalah hasil akhir dari file website-1.conf. Anda bisa langsung menyalin script di bawah ini ke dalam file virtual host baru Anda. Tapi ingat, sesuaikan dengan email dan domain Anda, ya.

<VirtualHost *:80>
    ServerAdmin admin@website-1.com
    ServerName DomainAnda.com
    ServerAlias www.DomainAnda.com
    DocumentRoot /var/www/html/public_html
    ErrorLog ${APACHE_LOG_DIR}/error.log
    CustomLog ${APACHE_LOG_DIR}/access.log combined
</VirtualHost>

Untuk menyimpan perubahan, silakan tekan tombol CTRL+X >> Y >> ENTER pada keyboard Anda.

5. Mengaktifkan Virtual Host Baru

Setelah file virtual host baru berhasil dibuat, Anda perlu mengaktifkannya dengan menggunakan perintah a2ensite berikut ini:

sudo a2ensite website-1.conf

Kemudian, nonaktifkan konfigurasi default Apache yang berada pada file 000-default.conf dengan perintah ini:

sudo a2dissite 000-default.conf

Lalu, lakukanlah restart Apache untuk menerapkan konfigurasi yang baru dengan menjalankan perintah:

sudo systemctl restart apache2

6. Melakukan Testing

Setelah semua konfigurasi selesai dilakukan, Anda perlu mengecek keberhasilan pembuatan virtual host baru.

Caranya, akseslah domain yang telah ditambahkan pada baris kode ServerName di file virtual host baru. Jika muncul tampilan seperti gambar di bawah ini, artinya konfigurasi Anda berhasil.

Tampilan website di atas adalah output dari file index.html yang telah dibuat dalam direktori public_html.

Nah, Anda sudah mempelajari cara membuat virtual host di Ubuntu yang menggunakan server Apache. Lalu, bagaimana jika Anda menggunakan web server Nginx? Tenang saja, yuk ikuti tutorialnya di bawah ini!


Yuk, coba layanan VPS KVM Indonesia Murah dari Niagahoster!


Cara Membuat Virtual Host di Ubuntu dan Debian Menggunakan Nginx

Virtual host adalah istilah yang digunakan oleh web server Apache. Sedangkan pada web server Nginx, namanya adalah Server Block.

Untuk membuat Server Block di Ubuntu, Anda bisa mengikuti tujuh langkah berikut ini:

  1. Menginstal dan Mengaktifkan Nginx
  2. Membuat Direktori Baru
  3. Mengubah Permission Direktori
  4. Membuat Halaman untuk Testing Server Block
  5. Membuat File Server Block Baru
  6. Mengaktifkan Server Block Baru
  7. Melakukan Testing Server Block

Nah, berikut ini penjelasan lengkapnya:

1. Menginstal dan Mengaktifkan Nginx

Langkah pertama untuk membuat server block adalah menginstal Nginx di server Ubuntu menggunakan perintah berikut ini:

# sudo apt-get install Nginx

Tunggulah hingga proses instalasi selesai dan Anda bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.

2. Membuat Direktori Baru

Jika Nginx sudah berhasil terinstall, Anda perlu membuat folder untuk menyimpan data situs website.

Lokasi penyimpanan data website di Nginx ada pada direktori /var/www/html. Buatlah folder baru bernama public_html pada direktori tersebut dengan menjalankan perintah berikut:

# sudo mkdir -p /var/www/html/public_html

3. Mengubah Permissions Direktori

Agar Anda bisa memodifikasi file yang berada pada direktori /var/www/html/, silakan ubah permission atau hak aksesnya dengan menjalankan perintah di bawah ini:

sudo chown -R $USER:$USER /var/www/html/public_html

Pada perintah tersebut, variabel $USER akan mengambil nilai dari user yang sedang aktif pada saat itu.

Sekarang, server yang Anda gunakan sudah bisa memodifikasi data atau file  yang ada didalam direktori /var/www/html.

4. Membuat Halaman untuk Testing Server Block

Selanjutnya, masuklah ke dalam direktori public_html untuk membuat file HTML yang akan digunakan sebagai halaman testing virtual host dengan menjalankan perintah berikut ini:

# cd /var/www/html/public_html

Kemudian, buatlah file bernama index.html di dalam direktori public_html menggunakan perintah:

# touch index.html

Lalu, buka file index.html tersebut dengan perintah berikut:

# nano index.html

Setelah itu, salinlah kode HTML di bawah ini pada file tersebut:

<!DOCTYPE html>
<html>
  <body>
 <h1>Selamat!!!</h1>
 <p>Pengaturan Server Block Berhasil.</p>
  </body>
</html>

Simpan perubahannya dengan menekan tombol Ctrl+X >> Y >> ENTER pada keyboard Anda.

5. Membuat File Server Block Baru

Nginx memiliki file server block bernama default. Buatlah server block baru bernama website-2 dengan menyalin file default tersebut menggunakan perintah berikut:

# sudo cp /etc/nginx/sites-available/default /etc/nginx/sites-available/website-2

Kemudian, buka file website-2 dengan menjalankan perintah:

nano /etc/nginx/sites-available/website-2

Nantinya, Anda akan melihat tampilan seperti ini:

Pertama-tama, hapuslah semua baris text yang diawali dengan tanda # pada file website-2.

Setelah itu, tambahkan baris kode server_name di bawah ini untuk menentukan domain dan alamat lain yang akan menggunakan virtual host:

server_name DomainAnda.com www.DomainAnda.com;

Terakhir, aturlah Root server block agar bekerja di dalam direktori public_html yang telah dibuat seperti ini:

Root /var/www/html/public_html

Script di bawah ini adalah hasil akhir dari isi file website-2:

server {
        listen 80;
        listen [::]:80;

        root /var/www/html/public_html;
        index index.html index.htm index.nginx-debian.html;

        server_name DomainAnda.com www.DomainAnda.com;

        location / {
                try_files $uri $uri/ =404;
        }
}

Jangan lupa simpan perubahannya, ya.

6. Mengaktifkan Server Block Baru

Setelah Anda selesai membuat file server block yang baru, aktifkan server block yang telah Anda buat menggunakan perintah:

# sudo ln -s /etc/nginx/sites-available/website-2 /etc/nginx/sites-enabled/website-2

Selanjutnya, jalankanlah perintah berikut ini untuk mengecek apakah ada error pada syntax konfigurasi yang Anda buat:

sudo nginx -t

Jika output yang Anda dapatkan terlihat seperti pada gambar diatas, artinya tidak ada error pada konfigurasi Anda. Untuk menerapkan konfigurasi yang baru, silakan restart Nginx dengan perintah:

sudo systemctl restart nginx

7. Melakukan Testing Server Block

Nah, untuk mengecek keberhasilan pembuatan server block baru, silakan akses domain pada web browser Anda. Jika tampilannya seperti gambar di bawah ini, artinya server block telah berhasil dibuat.

Baca Juga: Cara Install WordPress dengan LAMP di Ubuntu 16.04

Cara Membuat Virtual Host di XAMPP Windows

Jika dua cara sebelumnya ditujukan untuk pengguna yang memiliki web server dengan sistem operasi Linux, cara ini ditujukan untuk Anda yang ingin membuat virtual host di environment lokal pada sistem operasi Windows.

Untuk mengakses suatu project website di local environment Windows, Anda mungkin membutuhkan XAMPP yang digunakan sebagai web server. 

Ketika XAMPP dijalankan, Anda perlu mengakses URL localhost/namaprojectanda di web browser untuk menampilkan project seperti terlihat pada gambar di bawah ini:

Dengan virtual host Windows, Anda bisa mengubah nama localhost menjadi nama unik sesuai dengan keinginan Anda. Contohnya, nama hostbaru.net yang akan kami gunakan pada tutorial ini.

4 langkah yang bisa Anda ikuti untuk membuat virtual host XAMPP adalah sebagai berikut:

  1. Mengedit File httpd.conf di XAMPP
  2. Mengedit File https-vhosts.conf di XAMPP
  3. Mengedit File hosts di Windows
  4. Merestart XAMPP

Nah, berikut ini panduan lengkapnya:

Baca Juga : Cara Menggunakan XAMPP

1. Mengedit File httpd.conf di XAMPP

Langkah pertama dalam tutorial cara membuat virtual host di XAMPP adalah mengedit file httpd.conf yang dapat Anda temukan pada folder C:\xampp\apache\conf.

Bukalah file httpd.conf menggunakan text editor yang Anda miliki. Pada tutorial virtual host XAMPP kali ini, kami menggunakan aplikasi Notepad.

Jika file sudah terbuka, temukan section pengaturan virtual hosts seperti pada gambar berikut ini:

Selanjutnya, hapus tanda pagar (#) pada baris Include conf/extra/httpd-vhosts.conf menjadi seperti ini:

Kalau sudah dihapus, Anda bisa menyimpan perubahan dengan cara tekan tombol CTRL + S di keyboard. Kemudian, tutup file tersebut.

2. Mengedit File httpd-vhosts.conf di XAMPP

Berikutnya, Anda perlu membuat virtual host pada file httpd-vhosts.conf. Caranya, masuklah ke folder C:\xampp\apache\conf\extra dan bukalah file httpd-vhosts.conf berikut ini:

Kemudian, tambahkan script di bawah ini pada bagian akhir file tersebut:

<VirtualHost *:80>
    DocumentRoot "C:/xampp/htdocs/hostbaru"
    ServerName hostbaru.net
</VirtualHost>


Sesuaikan bagian DocumentRoot dengan lokasi Anda menyimpan file website. Lalu, gantilah bagian ServerName dengan nama host baru Anda.

Sebagai contoh, kami menyimpan file website pada path C:/xampp/htdocs/hostbaru dan membuat virtual host baru dengan nama hostbaru.net

Nantinya, file httpd-vhosts.conf Anda kurang lebih akan terlihat seperti gambar berikut ini:

Jangan lupa untuk menyimpan perubahan yang sudah dilakukan, lalu klik tombol Close.

3. Mengedit File hosts di Windows

Langkah selanjutnya dalam cara membuat virtual host di XAMPP adalah mengedit file hosts. File ini merupakan file Windows yang berada pada direktori C:\Windows\System32\drivers\etc.

Untuk mengedit file hosts windows, Anda membutuhkan akses sebagai administrator. Oleh karena itu, silakan buka notepad dengan menggunakan akses Run as administrator terlebih dulu sebelum membuka file hosts.

Kemudian, pilih menu File > Open dan masuklah ke direktori C:\Windows\System32\drivers\etc. Klik file hosts, lalu klik tombol Open untuk membuka file hosts.

Jika file hosts sudah terbuka, tambahkanlah nama host baru Anda pada bagian akhir file seperti pada gambar di bawah ini:

Tekan tombol CTRL + S untuk menyimpan perubahan, kemudian tutup file hosts tersebut.

4. Merestart XAMPP

Terakhir, lakukanlah restart pada XAMPP. Caranya, klik tombol Start pada modul Apache dan MySQL seperti berikut ini:

Kemudian, bukalah web browser dan akses nama host baru Anda. Harusnya, sekarang Anda sudah berhasil mengaksesnya tanpa error seperti pada gambar berikut ini:

Yuk, Buat Virtual Host Sekarang!

Membuat virtual host adalah cara yang tepat bagi Anda yang ingin memiliki banyak domain dalam satu server. Pada artikel ini, Anda sudah mempelajari tiga cara untuk membuat virtual host, yaitu:

  1. Membuat virtual host di Ubuntu dan Debian dengan Apache
  2. Membuat virtual host di Ubuntu dan Debian dengan Nginx
  3. Membuat virtual host di XAMPP

Bagi Anda yang belum ingin mengonlinekan website, Anda bisa mencoba membuat virtual host di local environment komputer Anda. Sedangkan, bagi Anda yang ingin websitenya diakses secara online, Anda bisa membuat virtual host di server VPS.

VPS mengizinkan Anda untuk membagi resourcenya pada setiap host yang Anda buat. Tapi, jangan asal pilih layanan VPS, ya. Pastikan Anda memilih VPS yang mumpuni seperti Cloud VPS hosting Niagahoster.

VPS Niagahoster memiliki IP dedicated untuk server Anda sendiri. Jadi, Anda akan lebih leluasa mengatur server karena IP hanya digunakan oleh server Anda saja. 

Selain itu, VPS Niagahoster juga menawarkan resource server yang besar dan layanan upgrade resource jika Anda membutuhkannya untuk mengelola banyak virtual host. Pilihan sistem operasinya pun beragam, termasuk Ubuntu dan Debian.

Menariknya, Anda dapat menikmati layanan dan fitur VPS hosting Niagahoster hanya dengan harga mulai dari Rp104rb/bulan, saja. Tawaran yang menarik, bukan?

Kalau begitu, yuk mulai buat virtual host sendiri di server VPS terbaik dan termurah di Indonesia sekarang juga!

Demikianlah artikel kali ini, semoga bisa membantu Anda untuk membuat virtual host pada Ubuntu, Debian maupun XAMPP, ya 🙂

Nida Regita F and Suryadi Kurniawan

SEO Technical Writer at Niagahoster. An aquarius girl who loves music, watching movies and of course writing.

Share
Published by
Nida Regita F and Suryadi Kurniawan

Recent Posts

Mengenal Industri Kreatif: Manfaat, Jenis, hingga Contohnya

Tahukah Anda bahwa industri kreatif adalah salah satu sektor yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia? Industri kreatif makin menarik banyak…

9 hours ago

Perbedaan Registry, Registrar, dan Registrant Domain

Ketika bicara domain, Anda tentu akan sampai pada bahasan perbedaan registry, registrar dan registrant. Bahkan, Anda mungkin pernah mendengar bahwa…

1 day ago

Cloud Hosting vs Traditional Hosting: Manakah yang Lebih Oke?

Cloud Hosting vs Traditional Hosting kerap diadu sebagai jenis hosting terbaik. Namun sebenarnya, siapa yang lebih oke? Temukan di sini!

3 days ago

Navigasi Website: Pengertian, Jenis, dan Cara Membuatnya

Navigasi website adalah bagian penting desain web. Website dengan struktur navigasi yang baik bisa membuat pengunjung betah dan bahkan bisa…

4 days ago

Gutenberg 13.7 Sudah Rilis, Apa Saja Fitur Barunya?

Gutenberg, editor resmi WordPress, merilis versi terbarunya yang dinamai Gutenberg 13.7. Apa saja fitur barunya? Temukan di sini!

4 days ago

YouTube Desktop Dashboard: Cara Mengukur Performa Video Konten Terbaru

Pertanyaan ini untuk Anda yang berniat ataupun sedang merintis karier sebagai YouTuber: kira-kira, bagaimana cara Anda mengetahui perkembangan channel YouTube?…

5 days ago