Ingin Membangun Digital Banking? Sekarang Saatnya!

Transformasi bisnis ke ranah digital sudah bukan lagi pilihan. Tak terkecuali, untuk bisnis perbankan. Apalagi, Bank Indonesia (BI) sudah menetapkan lima visi percepatan digitalisasi keuangan, yang salah satunya tentang digital banking.

Inilah saat yang tepat untuk mewujudkan digital banking. Baik untuk memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah, maupun untuk mampu memenangkan persaingan dengan kompetitor.

Lalu, bagaimana cara mewujudkan digital banking yang baik? Dan kenapa Anda harus mempersiapkannya sekarang?

Kami akan membahasnya secara lengkap di artikel ini. Mulai dari pengertian, strategi transformasi digital hingga contoh suksesnya. Mari simak lebih lanjut.

Apa itu Digital Banking?

Digital banking adalah kegiatan perbankan yang diselenggarakan secara online menggunakan perangkat digital. Dengan transformasi digital ini, bisnis perbankan bisa berjalan tanpa hambatan waktu dan tempat.

Semua layanan perbankan bisa masuk dalam transformasi digital banking. Mulai dari penyediaan informasi, pembukaan rekening, sampai akses ke semua produk perbankan seperti tabungan,  kredit, deposito dan lainnya.

Coba Anda bandingkan layanan digital banking dengan layanan bank konvensional.

Bank konvensional hanya mampu melakukan pembukaan rekening dengan walk-in (datang langsung). Sebab, verifikasi data nasabah perlu dipastikan akurat. Bahkan, ATM pun belum dilengkapi kemampuan tersebut.

Selain itu, informasi produk yang dibutuhkan konsumen juga hanya bisa didapatkan dari petugas bank. ATM mungkin bisa menyediakan informasi melalui layar. Namun, jika diterapkan, justru akan menimbulkan antrian yang membuat penggunaan ATM menjadi tidak efektif.

Belum lagi, jika nasabah ingin melakukan pengajuan kredit secara cepat dan aman. Mungkinkah bisa dilakukan melalui ATM? Tentu tidak mudah.

Nah, bank digital mampu menjawab semua tantangan tersebut. Nasabah bisa menjalankan semua transaksi perbankan apapun, kapanpun dan dimanapun dengan mudah.

Dengan kemudahan yang dijanjikan, tak heran kalau sudah mulai banyak bank nasional dan daerah yang melakukan transformasi digital. Sebut saja Bank Jateng dan BTPN. Sedangkan di luar negeri, ada Monzo.

Artinya, jika transformasi ke digital banking tidak menjadi prioritas, nasabah Anda bisa beralih ke kompetitor yang lebih dulu menerapkannya.

Kenapa Digital Banking itu Penting?

Inilah beberapa alasan pentingnya digital banking perlu diterapkan:

1. Semua Serba Online

Jika tidak menerapkan digital banking, bisnis perbankan Anda bisa saja tertinggal.

Faktanya, saat ini banyak bank berlomba melakukan percepatan transformasi digital. Bahkan, data terbaru menyebutkan pertumbuhan aktivitas online di bank yang menerapkan digital banking bisa mencapai 88%. Luar biasa, ya?

Namun, yang melihat peluang ini bukan cuma bank saja. Fintech merupakan bisnis yang siap menjadi kompetitor perbankan. Mereka bahkan sudah memulai bisnis dengan full online.

Di satu kesempatan, Sri Mulyani pernah mengatakan bahwa bisa Fintech akan menggantikan bank yang tidak segera berinovasi. Tidak mau kan itu terjadi pada bisnis Anda?

2. Bisa Diakses Kapan Saja

Tidak seperti bisnis konvensional, bisnis digital memungkinkan konsumen bisa dilayani 24 jam penuh. Selain itu, pembelian produk juga tidak perlu menunggu jam buka operasional. Digital banking menawarkan keuntungan yang sama.

Nasabah bisa melakukan transaksi perbankan kapan saja dengan sistem ini. Jadi, tidak perlu meluangkan waktu di jam operasional bank hanya untuk membuka rekening, misalnya.

Tidak hanya itu, nasabah bahkan tidak perlu menunggu hingga hari kerja. Semua kebutuhan transaksi bisa dilakukan secara realtime. Dengan demikian, semakin besar peluang nasabah melakukan transaksi yang menguntungkan bagi bisnis Anda.

3. Lebih Aman

Transaksi digital menjanjikan keamanan yang lebih baik untuk nasabah. Teknologi saat ini memungkinkan adanya enkripsi canggih untuk melindungi privasi nasabah setiap melakukan transaksi.

Selain itu, terdapat proteksi firewall yang berlapis untuk mencegah serangan hacker mengambil keuntungan. Artinya, dana nasabah terjamin aman.

Di sisi lain, nasabah tidak perlu mengambil uang secara tunai, seperti yang biasa dilakukan. Selain transfer akan lebih mudah secara online, bisa meminimalkan ancaman tindak kejahatan.

4. Menawarkan Banyak Kemudahan

Bagi pihak perbankan, digital banking menawarkan proses yang lebih sederhana. Baik dari sisi otorisasi maupun transaksi yang dilakukan. Dengan demikian, semua aktivitas bisa dilakukan lebih cepat.

Di sisi nasabah, mereka tidak perlu lagi antre di depan counter hanya untuk mendapat pelayanan. Semua layanan bisa diakses melalui website atau aplikasi yang disediakan.

Bahkan, jika pihak bank bekerja sama dengan berbagai merchant online, aktivitas belanja nasabah akan jauh lebih mudah.

5. Lebih Hemat Biaya

Salah satu keunggulan dari transformasi digital adalah efisiensi. Anda tak perlu lagi melakukan print out atau menyediakan formulir transaksi. Semua bisa dilakukan paperless.

Selain itu, karena semua layanan bisa dilakukan online, tak perlu bingung menambah kantor cabang untuk pelayanan yang banyak.

Bagi nasabah sendiri, hal ini akan lebih menghemat biaya. Sebab, tidak perlu datang ke kantor hanya untuk mendapatkan informasi yang bisa diakses secara online.

6. Menjanjikan Keuntungan Berlipat

Layanan digital banking sangat dibutuhkan saat ini, terutama untuk melakukan pembayaran online. Apalagi, dengan jumlah belanja online di Indonesia terus meningkat hingga 3,7 kali lipat, transaksi perbankan semakin sering terjadi.

Dengan demikian, jika bisnis Anda sudah menyediakan layanan digital, akan semakin besar peluang nasabah menggunakannya untuk bertransaksi online.

7. Disukai Nasabah

Konsumen kian melek teknologi. Dan, salah satu bisnis yang diharapkan menerapkan teknologi dengan baik adalah perbankan. Menurut survey Bain & Company, 80% konsumen lebih suka dengan bank yang menerapkan teknologi pada aktivitas bisnis mereka.

Selain itu, sebagian besar nasabah cenderung menggunakan layanan bank yang memberikan customer experience yang baik. Artinya, yang mampu memberikan kemudahan dan kenyamanan transaksi.

8. Siap untuk Mengelola Big Data

Salah satu peran teknologi adalah membantu Anda melakukan sesuatu dengan cepat dan tepat berdasarkan data. Digital banking memiliki kelebihan ini dibanding bank konvensional.

Pertama, Anda bisa mengetahui data transaksi dari nasabah dengan lebih lengkap. Baik dari jenis transaksi yang dilakukan maupun kebiasaan aktivitas online nasabah. Hal ini penting untuk bisa menawarkan promosi produk yang paling dibutuhkan mereka.

Kedua, Anda juga bisa menentukan strategi pengembangan bisnis dengan akurat. Dengan semua data sudah ada, Anda bisa merancang strategi pemasaran produk yang akan dilakukan. Atau, menentukan produk baru apa yang akan dikenalkan ke nasabah.

3 Strategi Membangun Digital Banking

Membangun digital banking memerlukan persiapan yang matang. Banyak strategi yang bisa digunakan. Namun, secara umum, inilah 3 strategi utama yang bisa Anda jalankan:

1. Fokus pada Customer Experience

Sebuah bisnis dapat berkembang dengan baik jika mengutamakan pelanggannya. Sebab, 73% konsumen mengatakan pengalaman dengan suatu bisnis akan mampu membentuk loyalitas mereka.

Di sisi lain, 84% perusahaan yang membangun customer experience mendapatkan revenue lebih besar.

Nah, bagaimana cara melakukannya untuk bisnis perbankan? Tidak jauh berbeda.

Pertama, pelajari kebutuhan konsumen yang menginginkan pelayanan tanpa ribet. Misalnya, untuk membuka rekening baru.

Anda bisa menyediakanlah formulir di website untuk menerima permintaan calon nasabah secara online. Kemudian, lakukan transaksi tersebut dengan cepat. Misalnya, verifikasi akun bisa dilakukan dengan video call sehingga tak perlu walk-in ke bank lagi.

Kedua, tawarkan layanan digital banking yang ramah pengguna. Semua layanan perbankan Anda harus bisa diakses nasabah dengan mudah. Baik melalui website atau aplikasi mobile. Salah satu tipsnya adalah mengelompokkan berbagai layanan dalam menu yang mudah dipahami nasabah.

2. Gunakan Teknologi Terbaik

Teknologi memegang kunci dalam penerapan digital banking secara baik. Jadi, tak boleh asal-asalan memilihnya.

Secara umum, teknologi untuk digital banking terbagi dua, yaitu infrastruktur dan platform.

Dari sisi infrastruktur, Anda perlu menggunakan perangkat berteknologi terbaru. Terutama untuk CPU, RAM, dan storage. Infrastruktur yang mumpuni membantu Anda dalam mengelola data di server dan memperkuat modul keamanan.

Hasilnya,  kecepatan akses terjamin meskipun ada lonjakan traffic. Selain itu, infrastruktur yang baik juga diperlukan untuk otomasi proses transaksi dan penyimpanan dokumen digital nasabah dengan baik.

Lalu, bagaimana dari sisi platform?

Platform merupakan media interaksi bank dengan nasabahnya. Misalnya, melalui medium aplikasi atau website. Itu mengapa,website untuk digital banking harus mobile friendly. Artinya, bisa diakses di berbagai perangkat dengan baik. Sebab, sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk nasabah Anda, lebih banyak mengakses internet melalui ponsel.

Jika memiliki aplikasi mobile, pastikan mendukung semua sistem operasi seperti Android dan iOS. Selain itu, tambahkan teknologi terbaru seperti fingerprint scanner untuk keamanan transaksi.

3. Siapkan Strategi Digital Marketing

Sebuah transformasi sebaiknya dilakukan bertahap sambil tetap membangun engagement dengan konsumen. Tujuannya, memastikan kenyamanan dan memantau respons dari konsumen.

Salah satu strategi yang tepat untuk mendukung langkah tersebut adalah digital marketing. Kenapa demikian? Inilah alasannya:

  • Anda bisa menjangkau lebih banyak nasabah dengan mudah dan cepat lewat penyebaran informasi secara online.
  • Anda berkesempatan menemukan calon nasabah baru yang membutuhkan layanan digital banking dengan pemasaran melalui berbagai channel digital.
  • Anda bisa menyiapkan informasi untuk proses onboarding bagi nasabah untuk lebih memahami perubahan bisnis Anda.
  • Anda bisa mengukur keberhasilan transformasi yang dilakukan dari experience yang dirasakan nasabah

Nah, dengan keempat alasan tersebut, Anda tentu membutuhkan sarana untuk melakukannya. Digital marketing memiliki banyak sekali channel yang bisa Anda gunakan. Apa saja?

Media Sosial

Jika Anda ingin menjangkau konsumen dengan cepat dan mudah, media sosial merupakan salah satu pilihan terbaik. Bayangkan, di Indonesia terdapat 160 juta pengguna media sosial dengan waktu akses hampir 4 jam setiap hari.

Tidak hanya itu, setiap pengguna media sosial cenderung membagikan informasi penting kepada teman dan keluarga. Artinya, kemungkinan menjangkau lebih banyak orang semakin besar.

Untuk urusan platform, bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis digital banking Anda. Namun, saat ini Facebook masih yang paling banyak digunakan di Indonesia. Bahkan, pengguna platform ini merupakan yang terbesar keempat di dunia.

Email

Masih beranggapan bahwa email itu kuno? Coba pikirkan lagi. Faktanya, email mampu menjadi cara promosi bisnis dan pengenalan bisnis dengan baik. Kenapa demikian?

Pertama, hampir 72% konsumen lebih suka menerima email untuk mendapatkan informasi dari suatu bisnis. Alasannya selain lebih resmi, email juga mampu melakukan pendekatan personal kepada tiap konsumen.

Kedua, bagi perusahaan, hasil yang didapatkan dari email marketing cukup signifikan. Sebuah data menunjukkan return of investment alias balik modal dari upaya email marketing mencapai 4.400%!

Yakin tidak ingin menggunakan email marketing?

Blog

“Bisnis memerlukan blog?” Anda mungkin terlintas pertanyaan tersebut, bukan? Dan, jawabannya, sangat perlu!

Blog adalah sebuah channel yang sangat penting dalam upaya content marketing. Langkah pemasaran ini sendiri fokus kepada manfaat yang bisnis Anda berikan untuk nasabah. Salah satunya, memberikan informasi yang menarik dan relevan dengan kebutuhan mereka.

Blog juga sangat efektif untuk menginformasikan transformasi bisnis digital Anda. Alasannya, 70% konsumen percaya terhadap informasi dari blog perusahaan. Bahkan dibandingkan dengan iklan sekalipun.

Website

Bisa dikatakan inilah pondasi dari online presence bisnis Anda. Website mampu memainkan banyak peranan sekaligus. Mulai dari branding, pusat promosi hingga sumber berita utama tentang perusahaan dan produk perbankan.

Tak heran, semua bank yang menuju ke digital selalu memiliki website utama, baik nasional maupun daerah.

Dari sisi digital marketing, semua upaya pemasaran berawal dan berakhir dengan website. Bagaimana penjelasan lengkapnya? Kita bahas lebih lanjut.

Website sebagai Kunci Transformasi Digital

Bagi digital banking, peran website tak tergantikan. Atau dengan kata lain, website adalah kunci transformasi digital yang Anda lakukan.

Selain sebagai penggerak utama dalam upaya digital marketing yang sudah dijelaskan di atas, masih banyak fungsi website yang lain. Apa saja?

1. Pusat Kegiatan Digital Banking

Website perbankan mampu menampilkan semua informasi terkait bisnis dan layanan yang disediakan untuk nasabah. Tak ada yang terlewat. Mulai dari promosi, informasi jenis produk, buka tabungan online, lokasi cabang, hingga dokumen support (FAQ).

Digital banking memang menempatkan website sebagai pusat semua kegiatan perbankan. Hampir semua transaksi bisa dilakukan melalui website. Jika harus menggunakan platform dari pihak ketiga pun, sumber aksesnya dari website.

2. Sarana Mendapatkan Nasabah Baru

Apapun skala bisnis perbankan Anda, internet memberi peluang lebih baik dalam mendapatkan nasabah baru. Faktanya, 89% konsumen melakukan riset online sebelum pada akhirnya menggunakan sebuah layanan. Bagaimana mereka menemukan Anda jika belum memiliki website?

Selain itu, Anda bisa lebih menggencarkan upaya konten marketing dengan bantuan website. Caranya dengan mengintegrasikan blog dengan website utama.

3. Sumber Informasi Terpercaya

Internet membuat informasi mudah diakses. Sayangnya, tidak semua informasi tersebut bisa dipertanggungjawabkan, bahkan bisa mengarah ke hoax dan penipuan. Inilah alasan website bisnis diperlukan sebagai rujukan informasi utama.

Singkatnya, apabila nasabah ingin tahu tentang bisnis perbankan Anda atau produk digital banking yang Anda tawarkan, website Anda harus menyediakan informasinya. Dan, hal ini memang dilakukan oleh bank-bank yang sudah bertransformasi ke digital.

Pada halaman News/Berita, Anda bisa memberikan informasi seputar produk, program CSR (Customer Social Responsibility) yang Anda lakukan hingga ke analisa pasar. Informasi ini tentu membuat kredibilitas bisnis Anda semakin diakui.

Selain itu, halaman khusus macam ini juga memudahkan konsumen untuk mengkonfirmasi kebenaran sebuah event seperti undian berhadiah dan lainnya. Jadi, bisa terhindar dari upaya penipuan.

5 Ciri Website Digital Banking yang Baik

Nah, untuk dapat membuat bisnis yang siap untuk menjalankan aktivitas digital banking, Anda perlu memahami ciri website yang baik. Apa saja?

1. Mudah Diakses

Bagaimana nasabah akan bertransaksi jika website Anda sulit diakses? Artinya membuat website yang mampu loading dengan cepat adalah hal pertama yang perlu Anda pertimbangkan.

Faktanya, 57% konsumen meninggalkan website yang loading lebih dari 3 detik. Bahkan, 80% dari mereka tak akan pernah kembali lagi. Jangan sampai terjadi pada bisnis Anda, ya?

Baca juga: 13 Penyebab Website Lambat

Untuk memastikan loading website mulus, server dengan teknologi terbaru diperlukan, contohnya LiteSpeed. Jadi, pastikan layanan hosting yang Anda gunakan memilikinya. Selain itu, upayakan untuk menggunakan perangkat yang mendukung kecepatan misalnya penggunaan SSD.

2. Aman

Dalam digital banking, kecepatan website saja tidak cukup. Keamanan transaksi juga harus menjadi prioritas. Selain menjamin kenyamanan nasabah Anda, reputasi bisnis Anda juga dipertaruhkan.

Pada sisi backend, bisnis Anda tentu sudah memiliki keamanan berlapis untuk mencegah peretasan. Namun, dari sisi website, ada beberapa tips untuk meningkatkannya:

  • Gunakan versi platform terbaru. Selalu lakukan update platform website Anda untuk mendapat jaminan keamanan lebih baik dan fitur terbaru.
  • Rutin melakukan backup. Antisipasi adanya kemungkinan kehilangan data penting akibat peretasan dengan selalu melakukan update rutin. Apabila ada opsi backup otomatis, tentu akan lebih baik lagi.
  • Aktifkan SSL. Teknologi SSL memberikan proteksi keamanan berlapis ketika transfer data terjadi. Jadi, penggunaan protokol keamanan ini sudah seharusnya Anda gunakan.
  • Gunakan Two Factor Authentication. Gunakan otentikasi berlapis untuk memastikan hanya nasabah bersangkutan yang dapat melakukan transaksi perbankan.
  • Perketat pengisian form. Meskipun formulir online bisa membantu nasabah melakukan transaksi, tentukan pengisian tiap datanya. Sebab, hal ini kerap dimanfaatkan peretas memasukkan script yang dapat mengganggu sistem.

Selain dari beberapa poin di atas, Anda juga bisa mempertimbangkan menggunakan server dedicated. Alasannya, memastikan Anda tidak berbagi server dengan pihak lain yang bisa mengganggu layanan digital banking.

Baca juga: 19 Tips agar Website Anda Aman

3. Desainnya Menarik

Membuat desain website yang menarik tak kalah penting. Selain, Anda bisa menunjukkan profesionalitas bisnis, konsumen Anda akan menyukainya. Faktanya, 66% konsumen cenderung menginginkan tampilan desain yang menarik dibanding yang ala kadarnya.

Apabila Anda menggunakan platform WordPress, banyak pilihan tema yang tersedia. Cukup sekali klik tampilan bisa berganti dan cukup disesuaikan dengan kebutuhan.

Namun, secara umum, desain yang Anda buat harus memperhatikan:

  • Layout yang sesuai kebutuhan
  • Typografi yang mudah dibaca
  • Penggunaan warna dasar secukupnya sesuai brand
  • Tetap sediakan whitespace

4. Ramah Pengguna

Jangan biarkan nasabah bingung saat akan mengakses layanan di website Anda. Oleh karena itu, membuat website yang user-friendly itu penting.

Lalu, bagaimana sebuah website disebut ramah pengguna?

  • Semua informasi tertata rapi dalam menu yang mudah dipahami
  • Informasi penting tentang lokasi bank, produk, dan kontak bisa diakses dengan mudah.
  • Berikan informasi yang singkat, padat dan jelas untuk tiap penjelasan produk atau promo.
  • Navigasi antar halaman yang konsisten dan mudah dipahami.

Jika semua hal di atas bisa ditemukan di website digital banking Anda, nasabah tentu kian nyaman dalam bertransaksi.

5. Mobile-Friendly

Website Anda harus mampu terlihat baik melalui komputer maupun perangkat mobile. Dengan menggunakan responsive design, Anda bisa mewujudkannya dengan mudah. Jadi, tidak akan ada menu yang terpotong atau navigasi yang hilang.

Saat ini membuat website mobile friendly juga semakin mudah. Banyak tema yang sudah mendukung fitur tersebut. Jika Anda mempratikkannya, manfaat yang Anda dapatkan cukup besar. Apa saja?

Pertama, lebih dari 57% akses internet berasal dari ponsel. Jadi, jika website Anda mendukung, nasabah tak akan ragu lagi mengunjungi website Anda. Sebab, user experience yang Anda tawarkan akan memberi kenyamanan nasabah.

Kedua, kemungkinan pembelian produk atau layanan dari ponsel juga kian meningkat. Sebuah data 75% transaksi berasal dari akses menggunakan ponsel. Hal ini tentu menjadi pertimbangan Anda untuk membuat website digital banking yang mobile friendly.

Sukses Bank Bantul Berkat Strategi Pemasaran Digital

Nah, Anda sudah melihat berbagai informasi tentang digital banking dan upaya mewujudkannya. Anda tentu bertanya: “adakah contoh nyata transformasi bank ke ranah digital yang dikatakan berhasil?”

Sebenarnya, cukup banyak contoh yang dapat Anda temukan. Namun, salah satu bank daerah yang mampu melakukan hal itu dengan baik adalah Bank Bantul dari Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bank Bantul melakukan transformasi yang cukup mulus dari bank pasar yang konvensional menjadi bank daerah yang melek digital.

Dengan semangat membantu ekonomi masyarakat semakin menggeliat, Bank Bantul terus menciptakan berbagai produk yang inovatif. Mulai dari tabungan, kredit, deposito hingga layanan PPOB (Payment Point Online Bank). Semua produk tersebut tidak hanya dimanfaatkan pedagang di pasar, tapi juga masyarakat secara luas.

Bank Bantul punya alasan melakukan hal tersebut:

…Juga kaitan dengan profesional, kita bisa profesional dari sisi SDM dan profesional secara infrastruktur yang sesuai dengan perkembangan zaman…

Hasilnya, Bank Bantul berhasil mencapai pertumbuhan usaha yang cukup signifikan. Salah satunya, peningkatan permodalan dasar mereka yang kini mencapai Rp100 miliar.

Tidak hanya itu, Bank Bantul juga berhasil meraih berbagai penghargaan di bidang perbankan secara nasional, antara lain:

  • Top Improvement BUMD 2019
  • Top 100 BPR Asset >100 Miliar
  • The Best Rural Bank Company

Apa kunci sukses Bank Bantul?

Yang paling utama tentu upaya menjalankan aktivitas perbankan yang membuat nasabah aman dan nyaman. Selain itu, kemampuan untuk memahami kebutuhan nasabah dan menawarkan produk yang relevan.

Satu lagi yang tak kalah penting adalah strategi digital marketing yang tepat. Bukan hanya untuk mengawal proses transformasi tapi menjadikannya strategi utama dalam digital banking.

Bank Bantul menggunakan setidaknya tiga strategi digital marketing, yaitu melalui website, media sosial, dan aplikasi mobile.

Strategi digital marketing pertama yang dijalankan Bank Bantul adalah membuat website.

Beralamat di bankbantul.co.id, bank daerah ini ingin menjadikannya sebagai identitas online resmi dan juga dimanfaatkan untuk branding. Pemilihan domain pun dipertimbangkan Bank Bantul dengan baik sehingga sesuai dengan target konsumen yang dituju.

Bank Bantul bahkan memahami dengan baik bagaimana website digital banking harus dibuat. Mulai dari menyiapkan formulir online untuk mendapatkan nasabah baru, melakukan update berita kegiatan perusahaan, hingga menjadikannya sarana menampilkan informasi produk dan promosi dengan lengkap.

Semua layanan di atas bisa diakses dengan mudah dari website utama mereka. Hasilnya, nasabah Bank Bantul pun mengalami peningkatan tidak hanya dari area Yogyakarta saja.

Dengan adanya web ini sangat membantu kami dalam meningkatkan jangkauan masyarakat. Tidak hanya masyarakat lokal saja, masyarakat DIY saja… Nasabah kami ada dari Jakarta, Surabaya.. Ternyata mereka mengetahui dari web kami…

Hal ini berkat perencanaan bisnis yang baik dan penggunaan infrastruktur yang tepat. Salah satunya, dengan menggunakan layanan Niagahoster untuk hosting website mereka.

Selain website, Bank Bantul juga aktif di media sosial, terutama Facebook.

Strategi digital marketing ini digunakan terutama untuk menjangkau audiens yang lebih luas lagi. Hampir semua informasi penting dari website, diposting di media sosial agar nasabah lebih mudah dalam mendapatkan informasi.

Selain itu, media sosial juga cocok untuk membangun engagement dengan nasabah. Misalnya, saat meluncurkan produk baru atau menyampaikan tahapan transformasi digital yang dilakukan. Hal ini bisa sekaligus untuk mengukur apakah nasabah menyukai produk atau promo tertentu.

Baca juga: Panduan Facebook Marketing Lengkap

Strategi lain yang digunakan oleh Bank Bantul adalah penggunaan aplikasi mobile.

Peran aplikasi ini sendiri untuk menjangkau pengguna mobile dengan lebih efektif. Berbagai informasi tentang produk bisa didapatkan secara instan melalui menu yang mudah diakses.

Selain itu, terdapat fitur untuk berbagai melalui media sosial tentang produk atau promo yang sedang berlangsung. Plus, adanya fitur Customer Service yang memudahkan nasabah untuk mendapatkan bantuan layanan melalui WA, email hingga live chat.

Tentunya, nasabah akan dimanjakan dengan semua kemudahan ini, bukan?

Sekarang Saatnya Bank untuk Go Online!

Semua penjelasan di atas tentu membuat Anda semakin yakin bahwa untuk mengikuti perkembangan zaman, digital banking sudah menjadi kebutuhan.

Dari sisi bisnis, Anda bisa mendapatkan berbagai keuntungan seperti proses bisnis yang lebih simpel, kemungkinan mendapatkan nasabah lebih besar hingga potensi profit transaksi yang tinggi.

Dari sisi konsumen, Anda akan mampu memberikan pelayanan yang terbaik. Tidak hanya dari kenyamanan dan keamanan bertransaksi tapi juga customer experience yang lebih baik. Nasabah bahkan diberi lebih banyak pilihan bertransaksi, baik secara walk-in, melalui website atau aplikasi mobile.

Cerita dari Bank Bantul di atas juga bisa menjadi inspirasi Anda. Apapun skala bisnis Anda, selama melakukan inovasi, pasti akan mendapatkan hasil yang maksimal.

Nah, sudah siap membangun digital banking dan go online? Wujudkan dulu website bisnis Anda dengan mudah dan cepat. Cukup tiga langkah, website Anda sudah siap.

Suryadi Kurniawan

Suryadi is a digital content writer at Niagahoster. He keeps on pursuing opportunities to engage with more people through articles about WordPress, Internet Marketing and other IT-related issues. During his free time, he enjoys playing Clash Royale a lot.

Share
Published by
Suryadi Kurniawan

Recent Posts

14+ Ide Konten TikTok untuk Promosi Bisnis

Ide konten TikTok check~ Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana orang-orang bisa membuat konten TikTok yang menarik? Dance viral, voiceover, duet with…

23 hours ago

Customer Success Agent: Layani Pelanggan Sepenuh Hati Walau Diterpa Pandemi

Sejak munculnya COVID-19, hampir semua lini pekerjaan menghadapi tantangan. Terutama setelah adanya anjuran untuk bekerja dari rumah. Ada yang mampu…

2 days ago

13+ CMS Laravel Terbaik Untuk Developer!

Laravel merupakan salah satu framework PHP yang populer. Dengan framework ini pekerjaan developer dalam mengembangkan website jadi lebih mudah. Bahkan,…

2 days ago

11+ Website Inspirasi Footer Design Terbaik (2021)

Tahukah Anda bahwa footer design termasuk bagian website yang mendapat perhatian paling banyak oleh pengunjung? Ketika membuka website, memang header…

3 days ago

Cara Menambahkan Custom Pagination WordPress Tanpa Ribet!

Anda sedang mencari cara menambahkan fitur pagination WordPress? Wah, Anda sudah menemukan artikel yang tepat nih! Kali ini kami akan…

4 days ago

Cara Membuat Blog dengan Laravel untuk Pemula (Terlengkap!)

Laravel merupakan salah satu framework terbaik untuk membuat blog. Dengan framework gratis ini, Anda bisa lebih mudah mengembangkan blog dengan…

5 days ago