Categories: DevWordPress

Taksonomi WordPress: Pengertian dan Cara Membuatnya

Taksonomi WordPress merupakan bagian penting dari pembuatan kategori konten di situs WordPress. Namun, istilah ini mungkin terdengar asing dan cukup membingungkan bagi Anda. Maklum saja, istilah “taksonomi” memang bukan sesuatu yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari.

Di artikel ini, kami akan bahas secara tuntas apa itu taksonomi WordPress, apa saja taksonomi WordPress dan bagaimana cara membuat taksonomi WordPress secara custom. Baiklah, tanpa berlama-lama, mari simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu Taksonomi WordPress?

Taksonomi WordPress adalah pengelompokkan konten berdasarkan karakteristik tertentu. Misalnya, Anda memiliki blog olahraga. Anda dapat membuat mengelompokkan postingan berdasarkan jenis olahraganya, seperti sepak bola, basket, voli dan lain sebagainya.

Taksonomi juga dapat meningkatkan user experience pembaca blog Anda. Kenapa? Karena taksonomi dapat memudahkan pembaca menemukan konten-konten yang terkait.

Misalnya, di blog olahraga Anda, pembaca blog Anda hanya ingin membaca topik tentang bola basket. Pembaca cukup mengunjungi topik bola basket saja. Bayangkan jika ratusan konten Anda tidak dikelompokkan. Pembaca harus mencari satu per-satu konten terkait topik bola basket. Sangat melelahkan, bukan?

Sebenarnya, taksonomi ini sudah cukup sering Anda temukan ketika Anda berbelanja di toko online. Misalnya di toko online produk kecantikan. Alih-alih mencari satu per-satu produk make up di semua produk, Anda tentu akan langsung klik taksonomi Make Up, bukan? Hal ini tentu akan sangat membantu Anda dalam mencari produk-produk make up.

Apa Saja Jenis Taksonomi WordPress?

Setelah mengetahui apa itu taksonomi WordPress, sekarang mari simak apa saja jenis taksonomi di WordPress. Secara default, taksonomi pada WordPress ada dua, yaitu Category dan Tag. Untuk lebih jelasnya, berikut ini penjelasan lebih lengkap mengenai Category dan Tag.

1. Category

Category WordPress adalah taksonomi default dari WordPress. Anda dapat menggunakan kategori untuk mengurutkan dan mengelompokkan postingan blog Anda. Misalnya, situs blog Anda bertema keuangan, Anda bisa membuat kategori Investasi, Fintech, Asuransi, Wirausaha, dan lain sebagainya.

Kategori akan membantu pengunjung menemukan topik yang ingin mereka baca. Kategori juga memungkinkan mereka untuk menavigasi blog Anda lebih mudah dan lebih cepat.

Jika Anda tidak memilih kategori saat posting konten, postingan Anda tersebut akan masuk ke kategori “Uncategorized” secara otomatis. Untuk menambahkan kategori, caranya sangat mudah.

Cara pertama, saat mengedit postingan blog, Anda dapat langsung menambahkan kategori pada kolom kategori di bagian kanan layar Anda.

Jika ingin menambahkan kategori baru, cukup klik “Add New Category” di bawah daftar kategori yang ada.

Cara kedua, menambahkan Category melalui menu Post > Category pada halaman dashboard.

Pada kolom Name, ketik nama kategori yang ingin Anda tambahkan. Kemudian pada kolom Slug, tambahkan URL kategori jika Anda ingin membuat URL custom. Jika Anda tak mengisi kolom Slug, WordPress akan secara otomatis membuat slug berdasarkan kategori yang Anda buat.

Tambahkan deskripsi dari kategori jika Anda mau. Opsi tersebut bersifat opsional. Jadi, Anda boleh untuk tidak mengisinya. Terakhir, klik tombol Add New Category.

Oh ya, ada beberapa kategori yang masih memiliki pengelompokkan dalam kategori tersebut. Biasanya disebut sebagai sub-kategori atau Child Category. Misalnya, dalam Kategori Make Up, Anda bisa menambahkan sub kategori atau anak kategori seperti Lipstik, Eye Look, Foundation, Blush On, dan lain sebagainya.

Caranya sangat mudah. Isi nama sub-kategori dan slug, kemudian klik menu drop down pada menu Parent Category, lalu pilih kategori mana yang akan dijadikan induk kategori.

2. Tag

Meskipun sama-sama berfungsi mengelompokkan konten postingan, Tag tidaklah seperti Category yang memiliki struktur hirarkis. Tag berdiri sendiri dan tidak memiliki tingkatan pengelompokkan. Selain itu, tag bersifat lebih spesifik atau khusus di satu konten.

Misalnya, pada postingan tentang review gadget iPhone X Pro. Anda bisa menambahkan tag berupa “iPhone X Pro”.

Untuk menambahkan tag, caranya sama seperti menambahkan kategori. Anda bisa langsung menambahkan tag saat mengedit postingan di kolom tag.

Tag yang pernah ditambahkan pada postingan, juga dapat ditampilkan di halaman utama blog Anda. Pengunjung jadi bisa melihat tag apa yang paling populer. Nah, untuk mengetahui lebih mendalam tentang tag WordPress, silakan mampir ke artikel kami tentang → Apa itu Tag WordPress: Manfaat dan Cara menggunakannya.

Di artikel itu, Anda juga akan mengetahui bagaimana cara menampilkan Cloud Tag di website Anda supaya terlihat lebih menarik.

Custom Taksonomi WordPress

Meskipun telah tersedia taksonomi dari WordPress secara default, Anda bisa membuat kategori atau khusus. Alih-alih hanya berupa label “Categories” dan “Tags”, Anda bisa mengubahnya jadi lebih menarik, loh! Misalnya Anda mempunyai blog review buku, Anda bisa menambahkan taksonomi khusus dengan label “Genre”.

Lalu, Anda bisa menambahkan sub-kategori seperti “Fiksi”, “Non-fiksi”, dan lain sebagainya. Dengan begitu, pembaca dapat lebih mudah menemukan konten yang berkaitan dengan genre yang mereka sukai. Tak hanya kategori, Anda juga bisa membuat custom tag sesuai keinginan dan kebutuhan Anda.

Nah, untuk mengetahui bagaimana cara membuatnya, simak penjelasan di bawah ini.

Cara Membuat Taksonomi WordPress secara Custom Pakai Plugin

Plugin memang selalu memudahkan banyak hal, termasuk membuat taksonomi WordPress. Untuk membuat custom taksonomi WordPress rekomendasikan plugin Custom Post Types UI. Plugin ini merupakan plugin custom post type populer dengan pengguna lebih dari 800.000 pengguna. Berikut langkah menggunakannya:

  1. Install dan Activate Plugin Custom Post Type UI
  2. Klik Custom Post Type UI > Add/edit Taxonomies
  3. Isi kolom berikut dengan nama taksonomi yang Anda inginkan. Misalnya, nama “Genre”.
  1. Klik Add Taxonomy.
  2. Setelah klik tombol Klik Add Taxonomy, Anda akan melihat kolom taksonomi baru pada saat mengedit postingan.

Lalu, bagaimana jika ingin membuat kategori? Begini caranya! Scroll ke bawah pada menu Add/Edit Taxonomies. Cari opsi Hierarchical, ubah menjadi True.

Hasilnya, Anda akan melihat tampilan custom kategori seperti ini:

Oh ya, plugin ini juga bisa Anda gunakan untuk membuat Custom Post Type. Kalau Anda ingin mengetahui lebih mendalam tentang cara membuatnya, silakan simak artikel kami di → 3 Cara Membuat Custom Post Type.

Cara Membuat Taksonomi WordPress dengan Menambahkan Kode pada functions.php

Jika menggunakan plugin belum bisa memaksimalkan kebutuhan Anda, bisa membuat custom taksonomi WordPress secara manual. Nah, berikut ini caranya!

Klik Appearance > Theme Editor. Lalu pilih file functions.php. Fungsi yang akan Anda tambahkan adalah fungsi register_taxonomy ().

Jika, Anda ingin membuat taksonomi kategori, maka parameter hierarchical-nya adalah “true”. Namun, jika Anda ingin membuat taksonomi tag, maka parameter hierarchical-nya adalah “false”.

Nah, berikut ini adalah contoh kategori untuk blog review buku.

<?php
add_action( 'init', 'create_book_tax' );
function create_book_tax() {
register_taxonomy(
'genre',
'book',
array(
'label' => __( 'Genre' ),
'rewrite' => array( 'slug' => 'genre' ),
'hierarchical' => true,
)
);
}
?>

Jika Anda ingin membuat taksonomi tag, Anda hanya perlu mengganti hierarchicalnya menjadi “false”.

Optimalkan Website Anda dengan Taksonomi WordPress!

Itulah cara menambahkan taksonomi WordPress pada website Anda. Tidak sulit, bukan? Seperti yang sudah dijelaskan, taksonomi WordPress berfungsi untuk mengelompokkan konten postingan. Pengelompokkan ini akan dapat memudahkan pengunjung menavigasi dan menemukan konten yang ingin dicari. Apalagi website Anda mempunyai banyak konten yang diposting.

Secara tak langsung, pengaturan taksonomi yang tepat dapat meningkatkan peringkat website Anda di Google. Hal itu karena taksonomi dapat membuat website Anda jadi lebih mudah di-crawling bot Google dan juga lebih user-friendly. Nah, website yang user-friendly dapat mempengaruhi performa SEO website Anda. Jadi, jangan lupa untuk menambahkan kategori dan tag pada setiap postingan Anda, ya!

Demikian penjelasan tentang taksonomi WordPress. Semoga artikel ini dapat membantu Anda. Jika ada pertanyaan, jangan ragu untuk tulis di kolom komentar 🙂

Putri Aprilia

an SEO Content Writer at Niagahoster. Enjoy her articles about online business, web, and other technology-related issued.

Share
Published by
Putri Aprilia
Tags: Wordpress

Recent Posts

Google WebP: Format Gambar Digital yang Bisa Mempercepat Website

Kalau Anda ingin meningkatkan kecepatan website, ukuran gambar adalah salah satu kuncinya. Kenapa? Karena semakin besar ukuran gambar, semakin lama…

8 hours ago

Apa itu Spoofing? Pahami Jenis-Jenis dan Cara Pencegahannya

Spoofing adalah salah satu bentuk kejahatan dunia maya atau cyber crime yang perlu Anda waspadai.  Menurut Indonesia Computer Emergency Response…

1 day ago

Cara Memasukkan dan Mengatur Gambar di HTML

Website tanpa gambar ibarat sayuran tanpa garam, akan terasa hambar. Sebab, kemungkinan  website akan terasa membosankan, sulit dipahami, dan tidak…

2 days ago

5+ Rekomendasi Tools Google Gratis untuk Digital Marketer

Untuk bisa mencapai kesuksesan bisnis online, Anda perlu melakukan upaya pemasaran dengan tepat. Untungnya, saat ini ada banyak tools Google…

2 days ago

Apa itu Blogwalking? Perlukah Setiap Blogger Melakukannya?

Blogwalking tentu bukan hal asing bagi blogger. Namun, tahukah Anda kalau sebenarnya blogwalking merupakan istilah yang hanya ada di Indonesia?…

3 days ago

Panduan Blogging Terlengkap yang Wajib Anda Baca!

Membuat blog saat ini sudah semakin mudah. Tak heran, banyak pihak membangun blog untuk berbagai tujuan, baik untuk pribadi maupun…

3 days ago