Digital Marketing

Apa Itu Podcast? Ketahui Jenis, Manfaat, dan Cara Membuatnya

Microphone! Check… Check… One, Two, Three…

Eits, tunggu! Apa Anda merasa familiar dengan opening seperti di atas? Bukan, bukan di persiapan upacara 17 Agustus-an, apalagi di kondangan mantan. 

Mungkin Anda pernah mendengarnya dari orang yang sedang berdiri di bak mobil pick up. Bukan untuk demo, tapi untuk promosi barang dagangan menggunakan toa dengan semangat 45.

Promosi jadul yang butuh banyak modal seperti itu bisa loh diganti dengan cara yang lebih kekinian, yaitu dengan podcast. 

Karena sekarang ini podcast sudah sangat familiar bagi segala kalangan, mulai dari komedian hingga politisi. Baik hanya berupa audio sampai merambah ke audio-visual juga. 

Sebenarnya, apa itu podcast? Kenapa sih podcast begitu digemari? Memangnya menghasilkan cuan ya? Lalu apa untungnya bagi sebuah bisnis?

Bagi Anda yang memiliki bisnis, tidak ada salahnya men-display bisnis Anda juga di podcast. Pada artikel ini kami akan membawakan informasi paling lengkap seputar podcast untuk lebih meningkatkan bisnis Anda. 

Yuk, langsung saja masuk ke pembahasan.

Apa Itu Podcast?

Podcast adalah rekaman audio tentang suatu topik tertentu yang dapat didengarkan oleh siapapun dan kapanpun. 

Biasanya, podcast di-upload ke suatu platform internet. Kemudian orang dapat mendengarkannya langsung, men-download, bahkan men-subscribe audio podcast. Kemudahan inilah yang membuat podcast makin populer.

Topik yang dibicarakan sangatlah beragam, tergantung dari niche podcast itu sendiri. Misalnya podcast teknologi, ilmu pengetahuan, berita, kesehatan, dan lain sebagainya.

Contohnya seperti, Ngobrol Bisnis oleh Panji Prabowo, Bisnis Bareng Bram oleh Septian Bramandita, FINTALK, Penasaran Digital oleh William Jakfar, dan lain-lain.

Sudah mulai paham apa itu podcast, kan? Yuk, lanjut bahas manfaatnya..

5 Manfaat Podcast untuk Perkembangan Bisnis

Berdasarkan survei katadata, 67% dari 2500 responden di Indonesia sudah familiar dengan podcast bahkan menjadi pendengar setia. 

Tingginya audiens podcast sebenarnya menjadi pangsa pasar yang strategis untuk segala macam bisnis. Namun sayangnya, belum banyak bisnis yang menangkap peluang menjaring konsumen dengan podcast.

Dengan begini, dunia podcast saat ini bukan lagi hiburan semata. Terdapat manfaat besar yang akan bisnis Anda dapatkan jika memaksimalkan podcast.

Agar Anda tidak ragu, silakan pertimbangkan manfaat podcast untuk bisnis sebagai berikut:

1. Membangun Branding Bisnis

Tentunya Anda ingin bisnis semakin dikenal masyarakat luas, bukan? Jika iya, maka Anda dapat memanfaatkan podcast untuk strategi branding bisnis Anda. 

Membangun branding bukan hanya “menjual” produk Anda, melainkan juga memberi “edukasi” yang bermanfaat kepada sasaran bisnis.

Dengan begitu, Anda dapat memupuk kepercayaan calon konsumen. Selain itu, kredibilitas bisnis pun akan meningkat.

Anda dapat mulai dengan mengeksplorasi topik-topik terkait sektor bisnis Anda. Jika sudah konsisten membuat podcast sesuai dengan niche bisnis, maka secara alamiah pendengar setia pun akan muncul. 

Hal itu memang memerlukan waktu yang tidak sedikit, tapi hasilnya akan memaksimalkan branding yang telah dibangun.

Jika konten podcast sudah memiliki kesan bagi audiens, maka sudah saatnya Anda menjaring konsumen dari podcast. 

Gunakan podcast untuk menjadi content marketing Anda. Jangan lupa tingkatkan branding di tempat lain juga ya!

Baca juga: Digital Branding: Kunci Sukses Bisnis Online Anda!

2. Podcast Dapat Menyampaikan Pesan Dengan Efektif

Perlu diingat, sasaran bisnis Anda memiliki karakteristik yang berbeda-beda. 

Ada yang lebih aktif membaca. Mungkin sebagian lebih senang menonton tayangan audio-visual. Tapi tak sedikit juga yang lebih paham hanya dengan mendengarkan.

Photo by Austin Distel on Unsplash

Untuk dapat merangkul semua target market Anda, ada baiknya lakukan pendekatan ketiga-tiganya. 

Podcast menjadi lahan subur yang berpotensi jika diolah dengan benar. Penikmat podcast kian lama meningkat dan bisnis Anda juga akan sampai tepat sasaran.

Baca juga: Inilah 15+ Marketing Trends Paling Hits di Tahun 2020!

Hal itu dibuktikan dengan 67% pendengar podcast berasal dari usia produktif, kisaran umur 18 hingga 44 tahun. Wah, pangsa pasar yang menjanjikan, bukan?

Bagaimana cara menggaetnya? 

Sebenarnya penyampaian pesan promosi dengan media podcast terbilang sangat mudah. Karena mendengarkan langsung intonasi suara host, membuat pesan lebih mudah dimengerti audiens. 

Terlebih lagi, podcast dapat dikemas dalam berbagai niche. Yang pastinya memiliki target audiens dengan bidang yang sama.

Seperti tips branding dari pakar brand marketing untuk bisnis, koneksi yang lebih personal dengan audiens, memungkinkan adanya keterikatan emosi dengan brand Anda.

Baca juga: Pentingnya Kenali Target Pasar untuk Bisnis Anda!

3. Dapat Diterima Audiens Dengan Lebih Fleksibel

Podcast adalah konsep yang paling efektif untuk orang yang sibuk. Karena podcast dirancang dengan mengutamakan kualitas dari bahan pembicaraan tanpa perlu melihat layar. 

Podcast dapat didengar saat berkendara, berolahraga, bersantai, dan lain sebagainya. Karena fleksibel itu pula yang membuat podcast sangat digemari. Seperti data dari musicoomph.com di bawah ini.

Selain itu, podcast yang berkualitas juga akan menarik pendengar untuk mendownload dan men-subscribe channel podcast Anda. 

Jika merilis podcast episode baru, secara otomatis pula audiens Anda dapat mendengarkannya, tanpa batas waktu dan tempat. 

4. Media Promosi

Manfaat utama dari podcast adalah sebagai salah satu channel promosi bisnis. Diawali dengan mengangkat tema-tema seputar bisnis Anda dan mengemasnya dengan konten berkualitas. 

Dengan begitu, Anda bukan hanya mengedukasi audiens, tetapi juga memberi kesan dan menarik perhatian audiens. Di setiap podcast, Anda dapat menyisipkan peranan bisnis Anda.

Harapannya, audiens akan tertarik, mengeksplorasi produk atau layanan Anda, dan membelinya. Lumayan simpel bukan? 

Yang harus Anda lakukan hanyalah “mencerdaskan audiens” dengan informasi yang Anda berikan, atau dengan kata lain “beriklan secara cerdas”.

5. Salah Satu Sumber Pemasukan

Tidak sampai di sana, bicara bisnis pasti tidak jauh dari cuan, benar kan? 

Sekarang ini sudah banyak platform podcast yang memungkinkan monetisasi podcast. Terdapat beberapa cara untuk menghasilkan uang melalui podcast, yaitu:

  • Hasil menjaring customer bisnis dengan konten podcast.
  • Mengadakan webinar berbayar ataupun paid live streaming podcast.
  • Berkolaborasi dengan pihak lain atau host-read ads.
  • Menyediakan podcast kursus online dengan tema tertentu.
  • Google AdSense jika membuat podcast di website.

Baca juga: 30+ Cara Mendapatkan Uang dari Internet [Terbaru]

Sejarah Singkat Podcast

Mari kita flashback ke tahun 2004. Waktu itu, mantan VJ MTV bernama Adam Curry memiliki konsep rekaman audio yang dapat didengarkan lewat internet kapanpun sesuai keinginan.

Namun, kondisi internet saat itu belum secepat sekarang. Untuk mendengarkan sebuah audio, internet seringkali loading, rekaman harus di klik lagi, lalu muncul lagi, menunggu lagi, dan begitu seterusnya.

Saat itu Adam Curry menyatakan idenya kepada seorang programer andal bernama Dave Winer.

Yang juga memiliki gagasan mengunggah file audio ke internet dengan membuat sistem perangkat lunak feed really simple syndication (RSS).

Lalu terjadilah kolaborasi antara ide audio blog dari Adam Curry dan sistem RSS tersebut.

Dave Winer membuat kanal internet atau blog yang berisi kumpulan audio rekaman wawancara antara wartawan NPR yaitu Christopher Lydon. Dan terciptalah konsep podcast pertama kali di dunia.

Konsep ini menginspirasi Adam Curry untuk membangun program Daily Source Code yang menggunakan piranti lunak retasan milik Apple. Awalnya Ia juga ingin menggunakan sistem RSS feed milik Dave Winer, tetapi ditolak sang pemiliknya. 

Bedanya, podcast milik Adam Curry ini dapat di download dan diputar di iTunes, sehingga konsep podcast yang dibawa Adam menjadi sangat populer saat itu.

Konsep yang tengah naik daun itu tadinya belum memiliki nama. Hingga seorang penyiar radio asal Inggris bernama Ben Hammersley, menyebut kata “podcast” untuk pertama kalinya di surat kabar The Guardian.

Kata tersebut merupakan singkatan dari dua kata yang berbeda, yaitu pod dan cast. Kata pod sendiri berasal dari singkatan Playable on Demand

Sedangkan, kata cast diambil dari kata broadcast atau siaran radio. Hal ini sekaligus menandai era baru siaran radio dan audio internet di seluruh dunia.

Lalu podcast menginspirasi perusahaan teknologi Apple untuk mengeluarkan produk bernama iPod dan Apple Podcast. Saat itu, iPod dirancang secara khusus untuk memutar podcast. 

Jelas saja, hal itu dalam sekejap menjadikan iPod sebagai media audio digital yang paling hits pada zamannya. 

Sejak kemunculannya, beberapa siaran radio pun mulai membuat rekaman podcast, seperti BBC, CBC Radio One, dan beberapa nama radio yang sudah mapan. 

Hingga pada 2005, jumlah podcast sudah mencapai angka 3000. 

Hingga pada 2008, podcast makin booming sejalan dengan peminat iPod yang membludak, seperti data dari Statista di atas. 

Tetapi semakin kesini, pemutaran podcast tidak terbatas pada iPod saja. Tempat meng-upload Podcast sudah lebih beragam, seperti aplikasi streaming audio, video, bahkan blog, dan website. 

Sehingga podcast dapat dinikmati oleh semua orang, baik pengguna desktop, iOs maupun Android.

Berbagai kalangan pun berkesempatan membuat podcast, seperti podcast bisnis, maupun perseorangan. 

Bahkan sekarang, podcast sudah makin bervariasi dalam segi topik pembahasan hingga proses sound editing yang mengesankan. 

Di aplikasi Apple Podcast saja, saat ini sudah tersedia lebih dari 1,5 juta podcast. Belum di platform terkenal lainnya seperti, Spotify, Youtube, WordPress, dan lain-lain.

Podcast vs Radio: Ini Bedanya!

Tadinya, kita hanya dapat mendengarkan radio. Itu pun harus didengarkan secara real-time dan membutuhkan gelombang sinyal. 

Tidak jarang radio berbunyi kresek-kresek jika sinyal sedang lemah. Namun, podcast menjawab semua kelemahan radio. 

Dengan konsep Playable on Demand, pendengar dapat dengan bebas mendengarkan podcast kapanpun mereka mau. 

Maka dari itu, siaran radio haruslah direkam terlebih dahulu, lalu diupload, sehingga dapat didownload dan didengar secara luas.

Terdapat banyak sekali perbedaan dari podcast dan radio, seperti di bawah ini:

PodcastRadio
Di akses dengan internetMembutuhkan gelombang sinyal
Fleksibel, dapat diunduh dan didengarkan kapan saja dan di mana saja (secondary activity)Diputar secara real-time dan tidak dapat diputar ulang, bisa jadi pendengar dapat melewatkan siaran
Pendengar dapat memilih podcast dengan tema tertentuPendengar dapat memilih channel radio
Pembuat podcast lebih beragamHanya lembaga radio yang memiliki pemancar sinyal
Memungkinkan adanya episode tiap temanyaEpisode berupa program siaran
Pemasukan melalui iklan (ad-lib), promosi melalui konten, paid live streaming podcast, jumlah unduhanPemasukan didapat dari iklan (ad-lib) dan iklan
Platform podcast lebih beragamBiasanya ada sistem radio default di beberapa device
Tidak bisa request lagu, tidak ada interaksi ke pendengar dan tidak terpotong iklanBiasanya bisa request lagu, sambungan telepon ke pendengar (interaksi), dan terpotong iklan

Wah, ternyata antara podcast dan radio sangat berbeda ya. Podcast memang tercipta karena menjawab masalah dan kekurangan yang dimiliki radio. Tidak salah jika kita katakan bahwa podcast adalah versi “upgrade” dari radio. 

3 Jenis Podcast

Sebelum Anda membuat podcast, mari kenali dulu jenis-jenisnya. Terdapat tiga jenis podcast yang banyak beredar saat ini, yaitu:

1. Solo-host Podcast

Jenis podcast pertama ini hanya memiliki satu penyiar atau host. Penyampaiannya pun dapat dikemas dengan bercerita atau monolog. 

Podcast jenis ini sangat cocok untuk menggiring opini atau menyampaikan berita kepada pendengar ke suatu topik. 

Solo-host podcast juga dapat dikatakan menjadi podcast yang paling mudah dibuat. Anda dapat membuat script terlebih dahulu, lalu merekam host. 

Pembahasan pun dapat terfokus dan tidak akan luber kemana-mana, karena host dapat membaca script saat merekam podcast.

Tetapi, solo-host podcast juga harus berhati-hati. Biasanya topik yang dihadirkan harus memiliki riset yang mumpuni. Selain itu, host juga harus memiliki kemampuan gaya membaca yang tidak membosankan. 

2. Multi-host Podcast

Podcast ini dapat dibawakan oleh dua host atau lebih. Biasanya jenis podcast ini jarang atau bahkan tidak pernah mengundang host tamu untuk berbicara di podcast. 

Beberapa host tetap, akan membicarakan sebuah topik. Kelebihannya, topik dapat dikemas dengan beberapa cara, seperti diskusi dan debat

Namun, kesuksesan Multi-host Podcast juga bergantung pada para host. Podcaster harus mencairkan suasana dan tetap terfokus pada pembahasan. 

3. Interview Podcast

Seperti namanya, podcast ini dibuat dengan cara host mewawancarai bintang tamu. Interview podcast terbilang mudah dilakukan, karena tidak membutuhkan persiapan yang terlalu banyak. 

Photo by Austin Distel on Unsplash

Jika Anda ingin membuat podcast ini, ada baiknya undang bintang tamu yang sesuai dengan tema. Selain itu, buat daftar pertanyaan yang menarik dan berikan arahan singkat sebelum perekaman dimulai. 

Podcast jenis ini dapat dikatakan yang paling umum dilakukan. Ada beberapa hal yang membuat interview podcast digemari, yaitu:

  • Sangat memungkinkan mengikuti topik yang sedang hangat
  • Dapat mengundang host tamu ahli sesuai dengan topik pembicaraan
  • Kemungkinan podcast dapat banyak pendengar, karena baik topik yang sedang ramai ataupun penggemar dari host tamu yang menjadi pembicara.

Namun harus diperhatikan, host harus pintar-pintar mengolah suasana saat interview podcast. Tugas besar bagi host agar mampu mengelola emosinya sendiri menghadapi berbagai karakter bintang tamu. 

Cara Singkat Maksimalkan Podcast untuk Bisnis

Jika Anda tergiur dengan manfaat-manfaat podcast untuk bisnis seperti di atas, maka jangan khawatir! Anda dapat mulai membuat podcast dan bersiap bisnis Anda melejit, ya. Berikut cara singkatnya:

1. Menentukan Target Pendengar

Sebelum membuat podcast, tentunya Anda harus tahu siapa yang akan menjadi pendengar. Hal ini dilakukan agar Anda mengetahui tujuan dibuatnya podcast dan sasarannya secara spesifik. 

Target pendengar podcast mempengaruhi hampir segala aspek dalam podcast, misalnya gaya bahasa, pembawaan podcast, host, tema series dan topik yang akan dibahas selanjutnya.

Baca juga: Apa itu Buyer Persona? Mengapa Penting untuk Kesuksesan Bisnis?

2. Menentukan Tema Series

Sudah tau sasaran pendengar, selanjutnya adalah menentukan tema. Tema series yang dibuat dapat disesuaikan dengan niche atau bidang bisnis. 

Nah, sedikit tips untuk menentukan tema series, yaitu coba jawab beberapa pertanyaan di bawah ini:

  • Apa tema yang menarik dan Anda kuasai?
  • Tema apa yang kemungkinan memiliki banyak pendengar?
  • Adakah tema yang sedang hype atau trend?
  • Seberapa luas tema yang akan dibahas?

Misalnya, bidang bisnis Anda adalah teknologi, maka Anda dapat mengambil tema menarik, seperti Internet of Things, Pemrograman, Artificial Intelligence, dan lain sebagainya. 

Tiap satu tema dapat Anda ulas secara lengkap pada beberapa episode. Sehingga tiap series membentuk kumpulan pembahasan suatu tema tertentu. 

Hal ini penting, agar audiens mendapatkan informasi secara mendetail dan jika ditanya “apa podcast tentang teknologi?”, maka orang-orang akan merekomendasikan podcast Anda. 

Begitu juga bagi Anda yang berada di bidang lain, sangat bisa loh untuk mengeksplor tema-tema menarik. Misalnya kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya.

3. Persiapkan Topik per Episode

Sudah punya tema, lalu bagaimana caranya membahas tema yang pembahasannya sangat luas?

Nah, jika tema yang Anda angkat terlalu umum, gunakan topik per episode. Anda dapat membahas banyak hal detail di tiap episodenya, sehingga dapat memaksimalkan pembahasan. 

Episode juga membantu feed podcast Anda rapi. Selain itu, episode menjaga Anda untuk fokus, pembahasan jadi tidak melebar kemana-mana. 

Sama seperti tema, coba tanya ke diri Anda sendiri sebelum membuat topik.

  • Topik apa yang sedang ngetrend?
  • Apakah topik Anda dibutuhkan oleh pendengar?
  • Seberapa spesifik topik yang akan dibahas?
  • Adakah ahli atau pakar yang dapat diajak kolaborasi?
  • Sedalam apa Anda riset dapat dilakukan?

Sebagai contoh, dengan bidang teknologi dan tema Search Engine Optimization, Anda dapat mengambil satu bahasan menarik seperti “Cara Memanfaatkan Long Tail Keyword”, dan lain sebagainya. 

Semakin mendalam pembahasan, semakin berkualitas podcast Anda. Persiapkan data riset tiap episode, termasuk hubungi bintang tamu dari jauh-jauh hari jika menginginkan jenis interview podcast.

4. Persiapkan Alat Penunjang

Podcast bukan hanya perihal merekam pembicaraan lalu upload saja. Untuk menambah nilai podcast Anda di telinga para pendengar, diperlukan alat penunjang lainnya.

Coba bayangkan Anda berada di posisi audiens. Lebih nyaman mana, mendengarkan podcast dengan audio jernih dan equalization yang aman bagi telinga, atau rekaman yang “suaranya bocor”?

Photo by ConvertKit on Unsplash

Demi kenyamanan audiens dan demi kesehatan podcast Anda dalam jangka panjang, sebaiknya siapkan beberapa alat tempur seperti berikut:

  • Komputer – Tentu saja Anda memerlukan komputer atau laptop untuk banyak hal. Misalnya mencatat poin-poin podcast, mengedit rekaman, mengupload hasil podcast, dan lain sebagainya.
  • Microphone – Sangat tidak disarankan rekaman podcast menggunakan ponsel. Jika menginginkan kualitas yang bagus, gunakan mic agar dapat menangkap suara dengan lebih jelas.
  • Headphone – Alat ini berguna untuk mengetahui tinggi-rendah suara host, sehingga host dapat mengontrol nada suaranya.
  • Skrip Podcast – Untuk memudahkan host saat perekaman, tulislah poin-poin penting pembahasan podcast. Hal itu karena saat perekaman dimulai, host harus sepenuhnya fokus dan tidak ada pembahasan yang terlewat.
  • Mixer – Digunakan untuk mengedit hasil rekaman suara host, agar pendengar juga merasa nyaman saat mendengarkan podcast. Karena tidak adanya suara yang sangat rendah sampai tidak terdengar apalagi suara melengking.
  • Mic Stand – Sangat penting untuk menjaga kestabilan suara host. Selama perekaman bisa jadi host khilaf dan memegang mic dengan jauh atau terlalu dekat, kira-kira seperti itulah kasus jika tidak ada mic stand.
  • Software Audio Editing – Jangan lupa percantik podcast Anda dengan musik opening dan closing. Anda juga dapat mengatur kualitas audio sebelum mengupload podcast.

Tips tambahan lainnya, lakukan perekaman di tempat yang tenang dan pastikan host mengatur posisi yang paling nyaman. Hindari bergerak terlalu banyak karena akan berpengaruh pada hasil rekaman. 

5. Tentukan Talent

Sebagai content creator, host di podcast haruslah berpengetahuan. Ia juga perlu bisa memberikan audiens pengalaman dan pengetahuan yang informatif dengan tetap menghibur. 

Itu mengapa, host podcast harus memiliki kriteria sebagai berikut:

  • Menguasai isi topik bahasan. Saat perekaman audio, host bukan hanya membaca, tapi juga membahas dan menjelaskan secara gamblang dengan intonasi yang jelas.
  • Dapat mengembangkan pembahasan topik pada podcast, sehingga podcast terdengar lebih berisi.
  • Membangun suasana agar tidak terkesan membosankan.
  • Memberi kesan baik pada pendengar.
  • Kemampuan soft selling. Pada podcast bisnis hal ini sangat dibutuhkan karena mempengaruhi keputusan audiens (terhadap bisnis, misalnya subscribe, mengunjungi website, melakukan pembelian produk atau layanan).

Tidak perlu pusing mencari talent untuk menjadi host, untuk permulaan sebaiknya host podcast adalah owner bisnis. Berdasarkan survey DailySocial, urutan podcast paling tinggi peminat adalah podcast bisnis yang dibawa langsung oleh owner bisnis.

6. Posting di Platform Streaming

Saat ini sudah banyak pilihan media streaming yang dapat menampung podcast Anda. Sebut saja Spotify, SoundCloud, Anchor, Google Podcast, bahkan platform audio visual seperti YouTube.

Platform streaming memang masih menjadi andalan bagi para podcaster. Selain praktis, aplikasi tersebut juga biasanya sudah memiliki basis pendengarnya sendiri. 

Secara tampilan pun podcast Anda akan tersusun secara rapi dan pastinya memiliki fitur unggulannya masing-masing.

Namun, jika Anda memilih platform  streaming biasa, siap-siap bertarung memperebutkan perhatian audiens ya. Karena bukan hanya podcast Anda saja yang akan ter-display, tetapi juga podcast milik kompetitor.

Selain itu, Anda juga tidak bebas untuk mengatur tampilan dan fitur podcast sendiri, semua sudah default mengikuti aturan aplikasi.

7. Buat Podcast di WordPress

Jika Anda ingin podcast lebih “next level”, gunakan website untuk menjaring audiens tepat sasaran. 

Cara ini tidak kalah efektif dengan aplikasi-aplikasi podcast, kok. Bahkan, Anda bisa bebas mengatur podcast sesuai karakter bisnis Anda. Misalnya dari segi tampilan, fitur, navigasi, dan yang lainnya.

Jika Anda sudah membuat website, maka kehadiran podcast akan menambah variasi konten Anda.

Selain itu, pengunjung website bisnis makin bertambah dengan waktu kunjungan yang relatif lebih lama. Hal itu sangat menguntungkan bagi optimasi SEO website Anda.

Kabar baiknya, penggunaan website untuk podcast masih belum begitu banyak di Indonesia. Dengan kompetisi yang rendah, Anda berpeluang menjadi pionir!

Pembuatannya pun sama sekali tidak sulit, kami telah merangkumnya dalam artikel Panduan Lengkap Membuat Podcast di Website WordPress untuk Anda. 

Sudah Siap Punya Pendengar Setia?

Sepertinya tidak ada alasan untuk tidak mengembangkan bisnis di podcast, ya?

Manfaatnya pun sangat menguntungkan bisnis. Seperti mengumpulkan audiens loyal yang menjadi target bisnis Anda, branding, media promosi ke calon konsumen, hingga menambah pundi-pundi bisnis Anda.

Untuk mendapatkannya, memang membutuhkan waktu dan harus diimbangi dengan konsistensi konten podcast.

Namun, semua akan terbayarkan dengan basis fans podcast yang pastinya akan menguntungkan juga bagi bisnis Anda. 

Apalagi di Indonesia, masih sedikit bisnis yang menggunakan podcast. Terbukti dengan penggunaan podcast yang baru digunakan oleh 36% bisnis kecil dan menengah. Wah, peluang Anda masih terbuka lebar!

Bagaimana? Tertarik membuat podcast?

Naning Nur Wijayanti

A rare talkative person whose love writing the most. As SEO Content Writer at Niagahoster, she loved to share an articles about Internet of Things.

Share
Published by
Naning Nur Wijayanti

Recent Posts

10 Website Buat CV Online Gratis, Bikin HR Jatuh Hati! [Bonus Tips]

Sudah sebar Curriculum Vitae (CV) ke banyak perusahaan, tapi tak pernah lolos? Jangan minder dulu. Belum tentu karena pengalaman Anda…

2 days ago

Cara Upload File Nuxt.js di Hosting

Nuxt.js adalah framework yang kian populer untuk membuat aplikasi website. Salah satu kelebihan framework ini adalah SEO Friendly.  Anda sedang…

3 days ago

Produk & Fitur Update September 2021

Setiap harinya kami terus melakukan perbaikan kualitas produk & layanan demi kemudahan para pelanggan Niagahoster. Nah, apa saja update selama…

4 days ago

Cara Membuat Website dengan PHP

Anda ingin membuat website sendiri, tapi bingung mulai dari mana? Tenang, ada cara membuat website dengan PHP dari awal yang…

4 days ago

Denny Triana: A Day in the Life of Engineering Manager

Belum banyak orang tahu kalau di balik website yang hebat, ada peran web engineer.  Web engineer lah yang bertanggungjawab atas…

5 days ago

Indikator Kepuasan Pelanggan: Pengertian dan Cara Mengukurnya

Kepuasan pelanggan bukan hanya dari produk, lho! Total ada enam indikator kepuasan pelanggan yang harus Anda ketahui. Yuk, simak selengkapnya.

6 days ago