Digital Marketing

Apa itu Pitch Deck? Trik Membuat Pitch Deck untuk Menarik Investor

Apakah Anda tahu bahwa 29% startup gagal karena kekurangan modal? Jangan sampai startup Anda tumbang karena sebab yang sama. Solusi terbaik agar bisnis tidak kehabisan modal adalah mengajukan pendanaan kepada investor.

Untuk mendapatkan suntikan modal, ada beberapa hal yang harus Anda siapkan. Salah satunya adalah pitch deck, presentasi singkat yang menjadi langkah pertama Anda dalam menggaet investor.

Pitch yang bagus akan membawa Anda selangkah lebih dekat pada investasi. Itulah mengapa Anda perlu memahami seluk-beluknya.

Di artikel ini, Anda akan mempelajari semua hal tentang pitch. Mulai dari pengertian, susunan materi, cara membuat, hingga contoh-contoh terbaik untuk inspirasi Anda.

Sudah siap? Mari kita mulai!

Apa itu Pitch Deck?

Pitch deck adalah presentasi berisi ulasan singkat tentang bisnis Anda. Ulasan ini meliputi peluang pasar, model bisnis, strategi pemasaran, dan lain sebagainya. Materi di dalam pitch menjadi pertimbangan penting bagi calon investor sebelum memutuskan untuk menggelontorkan dana.

Perlu Anda ketahui, investor rata-rata hanya berinvestasi pada 1 dari 400 pitch yang mereka lihat. Ini artinya, untuk mendapatkan modal dari investor besar, peluang keberhasilan Anda hanyalah 0,25% saja

Meskipun kedengarannya sulit, Anda bisa memenangkan persaingan ini dengan pitch yang kompetitif. Caranya, Anda perlu membuat pitch yang menjawab pertanyaan dan mengakomodasi sudut pandang calon investor. 

Misalnya, imbal hasil apa yang diharapkan investor? Hal-hal apa saja yang sekiranya mampu meyakinkan mereka untuk berinvestasi?

Nah, supaya bahasannya terarah, coba Anda jawab beberapa pertanyaan brainstorming berikut ini:

  • Apa saja Unique Selling Point (USP) bisnis yang menarik bagi investor?
  • Nilai plus apa yang bisa konsumen dapatkan dari produk Anda?
  • Bagaimana format business plan yang Anda buat? Apakah sudah matang, terencana, dan menjawab kebutuhan investor?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itulah yang menjadi kunci keberhasilan pitch Anda. Nah, untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Anda perlu mengetahui materi apa saja yang harus Anda cantumkan di dalam pitch. Simak selengkapnya di bawah ini.

12 Poin yang Harus Ada di Dalam Pitch Deck

Pitch deck harus berisi materi yang dibutuhkan calon investor. Materi juga harus disampaikan secara runtut seperti berikut ini:

1. Pengenalan

Yang harus Anda lakukan pertama kali di dalam pitch adalah memperkenalkan perusahaan Anda kepada calon investor. Tujuannya adalah memberikan pemahaman secara umum tentang apayang bisnis Anda lakukan.

Di bagian ini, Anda perlu menjelaskan bisnis Anda dalam satu atau dua kalimat singkat. Perhatikan contoh pengenalan perusahaan dari pitch Alan berikut ini:

Alan adalah asuransi digital pertama di Eropa. Dan asuransi independen berlisensi pertama di Prancis sejak 1986.”

Hanya dalam  kalimat singkat saja, investor berhasil mendapat gambaran yang tepat tentang apa itu Alan.

2. Permasalahan

Bisnis selalu lahir dari permasalahan. Di dalam pitch deck, Anda harus menjelaskan masalah apa yang dialami oleh target konsumen. Ini akan menunjukkan seberapa penting produk Anda bagi masyarakat. Dari kacamata investor, poin ini menentukan seberapa besar peluang sukses sebuah startup.

Anda bisa mengambil contoh dari pitch N26. Perusahaan mobile banking ini memaparkan permasalahan dengan ilustrasi yang ringkas dan efektif.

“7 dari 10 millennial lebih memilih untuk mengunjungi dokter gigi daripada Bank lokal.”

Mengunjungi dokter gigi adalah hal yang menjemukan bagi anak-anak muda. Jika mereka lebih memilih untuk mengunjungi dokter gigi daripada Bank, berarti proses pelayanan di Bank masih kurang memuaskan.

N26 melihat permasalahan ini sebagai peluang yang akan mereka atasi dengan layanan mobile banking.

3. Solusi

Setelah memaparkan permasalahan, langkah selanjutnya adalah menawarkan solusi. Anda perlu menjelaskan bagaimana produk Anda mampu menjadi solusi bagi permasalahan yang Anda sampaikan sebelumnya.

Kemampuan produk Anda dalam memecahkan masalah adalah salah satu pusat perhatian investor. 

Berkaitan dengan penyampaian solusi, ada beberapa tips yang bisa Anda ikuti.

  • Gunakan narasi yang didukung dengan testimoni konsumen
  • Hindari memenuhi slide dengan spesifikasi produk
  • Pusatkan perhatian pada sudut pandang konsumen
  • Fokus pada manfaat yang bisa produk Anda berikan
  • Tambahkan aspek visual berupa foto, ilustrasi, atau video demo produk

Sesuaikan tips-tips di atas dengan karakteristik produk Anda. Salah satu pitch yang bisa Anda jadikan contoh untuk menyampaikan solusi adalah Revolut.

Dari pitch di atas, Anda bisa melihat bagaimana Revolut menawarkan solusi lewat tiga kategori layanan mobile banking: penukaran mata uang, pengiriman uang, dan pembelanjaan.

Terdapat screenshot untuk tiap kategori sebagai pengganti teks. Dengan cara ini, slide solusi Revolut terlihat lebih ringkas, menarik, dan informasi dapat tersampaikan dengan baik.

4. Peluang & Kondisi Pasar

Sampai di sini, investor sudah memahami produk yang Anda tawarkan. Lalu, muncul pertanyaan selanjutnya: berapa banyak orang yang membutuhkan produk Anda dan siapa saja mereka?

Informasi ini penting bagi investor sebagai gambaran tentang seberapa besar peluang untuk menghasilkan keuntungan. Agar investor percaya bahwa prospek bisnis Anda menjanjikan, Anda perlu mencantumkan data yang kredibel ke dalam pitch deck.

Anda bisa memanfaatkan data dari berbagai sumber untuk menjawab pertanyaan ini. Misalnya, data sensus penduduk dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengukur jumlah penduduk yang termasuk dalam target market Anda berdasarkan usia, jenis kelamin, profesi, dan sebagainya.

Anda juga bisa melakukan riset atau survey untuk mengumpulkan data yang lebih spesifik, tergantung jenis data yang Anda butuhkan. Kemudian, sampaikan data tersebut dalam bentuk grafik, pie chart, atau infografis agar lebih menarik.

Contoh yang rapi dalam menggambarkan peluang pasar bisa Anda lihat pada pitch Alan berikut ini.

Dari slide di atas, Anda bisa melihat bagaimana Alan menggunakan tiga informasi kunci untuk menggambarkan peluang: ukuran pasar, persentase penduduk yang terlindungi asuransi, dan fakta bahwa terdapat lebih dari 500 perusahaan asuransi dengan perbedaan yang sangat sedikit.

Sama seperti Alan, Anda juga harus jeli memilih jenis data yang paling relevan sekaligus menguntungkan untuk materi peluang dan kondisi pasar.

Baca juga: Riset Pasar: Pengertian dan Tips Jitu Menjalankannya

5. Model Bisnis

Setelah memahami masalah dan solusi, calon investor perlu mengetahui bagaimana bisnis Anda menghasilkan keuntungan. Hal inilah yang disebut dengan bisnis model.

Ada yang mengandalkan sistem penjualan sebagai sumber pendapatan, misalnya Sate Ratu. Ada juga yang menerapkan sistem sewa seperti layanan hosting Hotama. Bisnis berbasis komisi pun terbukti menjanjikan seperti yang dipraktikkan oleh Shopee, Tokopedia, dan marketplace lainnya.

Untuk startup, ada beberapa model bisnis yang bisa Anda pilih, di antaranya:

  • Reseller: Bisnis Anda menjual produk dari suatu brand dengan selisih harga tertentu. Selisih inilah yang menjadi keuntungan Anda.
  • Ad-Based: Anda memasarkan produk secara gratis dengan menayangkan iklan di dalamnya. Dalam model Ad-Based, keuntungan Anda berasal dari komisi penayangan iklan. Model ini bisa Anda temui di banyak aplikasi mobile.
  • Subscription-Based: Seperti yang dilakukan banyak vendor software, subscription-based menerapkan sistem biaya langganan pada pengguna. Durasi langganan pun bervariasi, dari harian, mingguan, bulanan, sampai tahunan.
  • Freemium: Model ini merupakan gabungan dari kata Free dan Premium. Anda menawarkan fitur-fitur dasar secara gratis. Jika pengguna membutuhkan fitur lanjutan, pengguna harus upgrade ke versi premium.

Kami sarankan untuk mempelajari lebih dalam tentang model bisnis agar Anda bisa menentukan model yang paling cocok untuk bisnis Anda.

Nah, contoh presentasi model bisnis terbaik bisa Anda lihat di pitch BuzzFeed berikut ini.

BuzzFeed menargetkan empat sumber pemasukan. Informasi tersusun dalam format list sehingga tampak rapi dan mudah dipahami.

Bagaimana dengan bisnis Anda? Jelaskan secara ringkas agar calon investor mampu mengukur seberapa baik bisnis Anda dalam menghasilkan uang.

6. Produk

Setelah menjelaskan bagaimana cara Anda mendapatkan keuntungan, sekarang waktunya untuk memamerkan produk Anda ke dalam pitch deck.

Jika produk Anda berbentuk barang fisik, lampirkan foto produk dari beberapa sudut pandang. Usahakan foto Anda cukup tajam dan menampilkan sisi terbaik dari produk Anda.

Jika produk Anda berbentuk barang non-fisik seperti aplikasi, Anda bisa memasukkan screenshot dari beberapa bagian. Tunjukkan keunggulan aplikasi Anda ke dalam pitch untuk membentuk image positif di benak investor terhadap produk Anda.

Penjelasan produk dalam pitch bisa Anda pelajari dari N26. Coba perhatikan slide di bawah ini.

N26 berhasil menjelaskan produk mobile banking mereka hanya dalam 3 kalimat singkat. Dengan dukungan screenshot aplikasi, investor bisa lebih mudah memahami keunggulan produk yang N26 tawarkan.

Anda bisa mengacu pada contoh di atas untuk membuat pitch yang bagus sesuai spesifikasi produk Anda.

7. Traksi

Model bisnis adalah rencana. Sayangnya, meyakinkan investor tidak cukup hanya bermodalkan rencana. Anda harus memberikan bukti nyata bahwa model bisnis Anda akan berhasil dan punya potensi besar di masa depan.

Itulah fungsi dari slide Traksi. Di bagian ini, Anda harus memaparkan hasil eksekusi rencana-rencana Anda pada periode sebelumnya. Beberapa informasi yang wajib ada di slide ini, antara lain:

  • Peningkatan penjualan
  • Kenaikan jumlah pengguna
  • Pertumbuhan margin keuntungan

Singkatnya, Anda harus menampilkan data yang menunjukkan performa positif produk Anda di pasar. Tujuannya untuk mengurangi kekhawatiran investor terhadap risiko yang akan Anda hadapi kedepannya.

Sebagai referensi, Anda bisa mencontoh cara N26 menjelaskan traksi melalui pitch seperti di bawah ini.

Headline slide di atas berhasil menarik perhatian dengan klaim bahwa N26 adalah mobile bank dengan pertumbuhan tercepat. Klaim ini semakin kuat dengan data berupa pertumbuhan grafik di bawahnya.

Untuk memudahkan sekaligus meyakinkan investor, N26 juga menampilkan dua insight paling kuat dari grafik tersebut: lebih dari 200 ribu pengguna dalam 1,5 tahun dan lebih dari 2 miliar total volume transaksi.

Anda bisa mencoba mengemas traksi dengan format seperti pada pitch N26 di atas.

8. Strategi Pemasaran

Selain daya jual, calon investor juga menilai bagaimana cara Anda menjual produk. Pastikan bahwa Anda sudah mempunyai strategi pemasaran yang terencana dan terukur.

Ada banyak strategi marketing yang efektif untuk startup, di antaranya:

  • Search Engine Optimization (SEO): Optimasi mesin pencari agar website Anda tampil di halaman #1 Google. Semakin tinggi ranking website Anda, semakin besar peluang website Anda untuk dikunjungi, semakin tinggi pula konversi yang bisa Anda raih.
  • Search Engine Marketing (SEM): Iklan mesin pencari agar website Anda menempati hasil teratas pencarian Google secara instan. Tujuannya sama seperti SEO, tetapi dengan membayar biaya iklan.
  • Sosial Media: Pemasaran lewat sosial media seperti Facebook, Instagram, LinkedIn, dan sebagainya.
  • Email Marketing: Mengirim email berisi konten pemasaran untuk mempertahankan basis pelanggan maupun menargetkan konsumen baru.

Selain empat contoh di atas, masih banyak strategi marketing lain yang bisa Anda coba.

Kemudian, sampaikan strategi Anda ke dalam pitch deck agar investor tahu teknik marketing apa saja yang Anda gunakan.

Contohnya seperti pitch Revolut yang satu ini.

Dapat Anda lihat bagaimana Revolut menggunakan empat jenis strategi pemasaran. Di setiap bagiannya, Revolut menampilkan logo perusahaan-perusahaan bergengsi yang bekerja sama dengan mereka. Dengan cara ini, investor bisa menilai efektivitas strategi marketing yang mereka gunakan.

9. Tim

Tidak cukup hanya dengan memperkenalkan nama bisnis Anda, investor juga perlu tahu siapa saja yang berada di balik bisnis tersebut. Mulai dari pendiri, para pengambil keputusan, hingga anggota tim dengan perannya masing-masing.

Tunjukkan bahwa bisnis Anda berada di tangan orang-orang profesional Dengan demikian, calon investor tidak akan ragu untuk ikut berperan dalam bisnis Anda.

Slide Tim dari pitch Mondo di bawah ini bisa Anda jadikan contoh.

Di pitch tersebut, Mondo menampilkan nama-nama besar yang memegang peran penting bagi kesuksesan Mondo. Urutannya pun rapi, mulai dari nama, posisi, sampai rekam jejak singkat masing-masing profil.

10. Kompetisi

Faktor lain yang tidak boleh Anda lewatkan adalah kompetisi. Di slide ini, ada beberapa informasi penting yang perlu Anda sertakan:

  • Siapa saja kompetitor Anda?
  • Di mana posisi Anda dalam persaingan?
  • Apa yang membuat kompetitor lebih unggul dari Anda?
  • Apa yang membuat Anda lebih unggul dari kompetitor?

Di fase ini, Anda sebaiknya sudah melakukan riset kompetitor untuk mendapatkan semua informasi di atas. Hasil riset kemudian digunakan untuk membandingkan bisnis Anda dengan kompetitor, meliputi:

  • Kualitas produk
  • Harga produk
  • Target market
  • Unique Selling Point (USP)
  • Strategi marketing
  • Strategi SEO
  • Analisis SWOT

Goal dari slide ini adalah untuk menggambarkan peta kompetisi dan apa yang membuat Anda lebih unggul dari kompetitor. Sampaikan semua informasi tersebut di dalam pitch deck dengan format yang ringkas.

Slide kompetisi bisa Anda maksimalkan dengan penggunaan visual seperti yang BuzzFeed lakukan dalam pitch mereka.

BuzzFeed membagi kompetitor mereka ke dalam dua kelompok, yaitu Media dan Advertising (periklanan). Untuk menggambarkan peta persaingan, BuzzFeed menggunakan dua lingkaran yang saling berpotongan. Di potongan itulah posisi BuzzFeed dalam kompetisi.

Anda bisa berkreasi dengan lebih banyak gaya visual untuk peta kompetisi yang berbeda-beda.

Baca juga: Marketing vs Advertising : Apa Bedanya?

11. Finansial

Kondisi finansial perusahaan juga menjadi pertimbangan penting bagi investor. Kemampuan Anda dalam mengatur keuangan perusahaan mengilustrasikan bagaimana dana investor akan dikelola.

Idealnya, investor membutuhkan data finansial antara 3-5 tahun terakhir. Terutama data pendapatan, pengeluaran, dan rencana Anda untuk periode selanjutnya.

Sama seperti daya jual produk, slide ini juga paling cocok ditampilkan dalam bentuk tabel, diagram, grafik, atau infografis.

Salah satu contohnya bisa Anda lihat dari pitch LinkedIn berikut ini.

LinkedIn menampilkan kondisi finansial perusahaan selama 5 tahun terakhir. Informasi yang tercantum di dalamnya meliputi jumlah pengguna aktif, pendapatan, pengeluaran, arus kas, dan lain sebagainya.

Dengan tabel seperti di atas, data rumit terlihat lebih rapi. Investor pun lebih mudah memahami informasi dan mengambil kesimpulan. Terapkan cara ini ke pitch Anda untuk hasil yang maksimal.

12. Investasi

Pada tahap ini, investor sudah memahami bisnis yang Anda jalankan. Saatnya untuk mengajukan penawaran: berapa banyak dana yang Anda butuhkan dan bagaimana Anda akan menggunakannya?

Menentukan nilai investasi secara realistis sangatlah penting, begitu juga dengan mematangkan rencana alokasi. Investor harus yakin bahwa Anda mampu mengelola dana yang mereka investasikan dan memberikan imbal hasil yang menguntungkan di masa depan.

Di slide ini, Anda harus menjelaskan poin-poin berikut pada investor:

  • Berapa banyak dana investasi yang Anda butuhkan?
  • Bagaimana Anda akan menggunakan dana tersebut?
  • Apa impact investasi tersebut pada tujuan jangka panjang bisnis Anda?
  • Keuntungan apa yang bisa investor dapatkan?
  • Kapan dan bagaimana cara Anda memberikan keuntungan pada investor?

Strategi investasi yang matang akan menumbuhkan optimisme investor. Hasilnya, peluang untuk mendapatkan pendanaan pun terbuka semakin lebar. Sampaikan informasi ini ke dalam pitch deck secara to-the-point seperti contoh dari Intercom berikut.

Intercom menjelaskan semuanya secara gamblang dan tersusun. Mulai dari nominal investasi, rencana alokasi, sampai proyeksi mereka ke depannya.

Selain itu, strategi investasi mereka juga mempunyai target waktu yang terukur. Investor tentu lebih yakin pada target yang terjadwal daripada rencana yang belum jelas kapan akan membuahkan hasil.

13. Informasi Kontak

Cantumkan informasi kontak Anda di slide terakhir. Bagian ini sangat penting jika Anda mengirimkan pitch ke calon investor melalui email. Setidaknya, berikan alamat email dan nomor telepon Anda.

Akan lebih baik jika perusahaan Anda sudah memiliki website resmi. Cantumkan alamat website Anda di informasi kontak agar bisnis Anda terlihat lebih profesional dan meyakinkan seperti slide BuzzFeed di bawah ini.

BuzzFeed memberikan 2 opsi kontak yaitu email dan website. Bila perlu, Anda juga bisa menambahkan opsi lain ke dalamnya. Pilih channel yang sekiranya paling mudah dan efektif untuk calon investor yang Anda tuju.

Cara Membuat Pitch Deck yang Baik dan Menarik

Selain isi dan urutan materi, membuat pitch juga harus mempertimbangkan banyak hal. Ikuti panduan di bawah ini agar pitch Anda mampu mendatangkan investasi.

1. Gunakan Aturan 10/20/30

Guy Kawasaki, tokoh besar dalam dunia marketing, memperkenalkan aturan 10/20/30 dalam menyampaikan presentasi. Maksud dari 10/20/30 adalah:

  • 10 slide
  • 20 menit
  • Ukuran font minimal 30

Aturan ini dibuat agar presentasi lebih kuat dan efektif. Angka-angka tersebut tidaklah baku, Anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan.

Inti dari aturan 10/20/30 adalah presentasi yang simpel, ringkas, dan meyakinkan. Inilah yang harus Anda upayakan dalam pitch Anda.

2. Buat Setup Dokumen

Ada banyak aplikasi yang bisa Anda pakai untuk membuat pitch deck. Beberapa di antaranya adalah Power Point, Google Slides, Visme, dan Canva.

Setelah memilih aplikasi, buat dokumen dengan rasio 4:3 atau 16:9. Kedua rasio tersebut adalah yang paling banyak digunakan oleh monitor dan LCD proyektor.

Tujuannya agar slide Anda bisa tampil maksimal saat presentasi. Ukuran slide yang lebih besar dari layar akan mengakibatkan sebagian sisi terpotong. Sedangkan jika ukuran slide lebih kecil dari layar, akan ada ruang kosong tersisa yang seharusnya bisa Anda manfaatkan.

3. Buat Gaya Desain

Desain punya peran yang sangat penting bagi pitch. Tak hanya menarik, desain Anda juga harus konsisten. Dari slide pertama sampai slide terakhir, Anda sebaiknya menggunakan gaya yang sama.

Setiap unsur desain dalam pitch harus selaras dengan brand Anda. Hal ini meliputi kombinasi warna, jenis huruf, dan unsur-unsur lainnya. Menentukan gaya desain sejak awal akan mempermudah Anda dalam proses selanjutnya.

Baca juga: Apa itu Branding? Berikut adalah Pengertian, Manfaat, dan Jenisnya

4. Pitch Deck Harus Informatif

Pitch deck tidaklah sama dengan presentasi biasa. Umumnya, peran slide presentasi hanyalah sebagai pendukung. Harus ada seseorang yang menjelaskan isi dari presentasi tersebut.

Sedangkan pitch harus bisa ‘berbicara sendiri’. Anda tidak perlu menjelaskan isi dari pitch tersebut karena semua informasi sudah ada di dalamnya.

Untuk menghasilkan pitch yang baik, posisikan diri Anda sebagai audiens. Kalau Anda bisa memahami isi pitch hanya dengan membacanya, maka Anda berhasil.

5. Susun Informasi Sesimpel Mungkin

Walaupun memuat banyak informasi, pitch juga harus tetap sederhana. Slide yang terlalu padat tentu mengurangi daya tarik. Selain itu, audiens juga akan kesulitan memahami materi di dalamnya.

Untuk menyederhanakan presentasi, ada beberapa trik yang bisa Anda coba.

  • Hapus teks yang tidak perlu (filler)
  • Kurangi gambar-gambar dekoratif
  • Gunakan font yang mudah dibaca
  • Kemas narasi ke dalam diagram
  • Potong informasi yang padat menjadi beberapa slide

Anda tidak perlu khawatir informasi tidak tersampaikan sepenuhnya. Fungsi pitch hanyalah untuk menyampaikan informasi secara garis besar. Materi yang lebih detail bisa Anda muat dalam dokumen pendukung.

6. Siapkan Dokumen Pendukung

Karena Anda tidak bisa memasukkan semua data dan informasi ke dalam pitch deck, calon investor pasti membutuhkan dokumen pendukung. Beberapa jenis dokumen pendukung yang perlu Anda siapkan antara lain:

  • Ringkasan rencana bisnis
  • Dokumentasi teknis
  • Rincian model finansial
  • Rincian riset pasar

Siapkan juga dokumen lain yang sekiranya perlu Anda tunjukkan kepada calon investor sesuai isi pitch Anda. Tujuannya agar calon investor bisa mendapatkan rincian dari informasi umum yang Anda sampaikan lewat pitch.

Contoh Pitch Deck Terbaik Nasional & Internasional

Anda mungkin penasaran, seperti apa pitch deck yang baik dan efektif?

Tenang saja, kami sudah mengumpulkan contoh pitch terbaik dari perusahaan-perusahaan besar di dunia. Tidak hanya di level internasional, contoh pitch deck Indonesia pun sudah kami persiapkan

1. Airbnb

Perusahaan yang bergerak di bidang persewaan homestay ini memiliki pitch yang menarik. Slide pertama mereka sangat kuat: “Book rooms with locals, rather than hotels” (sewa kamar penduduk setempat, daripada hotel).

Apa yang bisa Anda tiru? Cara Airbnb mengemas data dengan dukungan gambar patut mendapat acungan jempol.

Di slide 5 misalnya, Airbnb menyajikan market size ke dalam tiga lingkaran. Lingkaran paling besar menggambarkan market size global yang nilainya paling tinggi. Semakin ke kanan, semakin rendah nilainya, ukuran lingkaran pun semakin kecil.

Trik ini mempermudah investor dalam membandingkan nilai antar-variabel. Hanya dengan lingkaran biru sederhana, Airbnb mampu melakukan visualisasi data dengan gaya yang cerdas.

2. Dropbox

Dropbox juga punya pitch deck yang tak kalah ampuh. Apa yang bisa Anda tiru?

Di slide kedua, Dropbox berhasil menarik perhatian dengan headline “Storage is a mess”. Didukung dengan foto ruangan berantakan untuk menggambarkan permasalahan target market.

Inilah yang ingin Dropbox selesaikan dengan layanan cloud mereka. Trik penyampaian masalah dan solusi yang cerdas!

Format listicle (daftar) mendominasi presentasi Dropbox. Ini adalah cara menyusun teks panjang agar tampak lebih rapi dan mudah dipahami.

3. LinkedIn

Sebagai sosial media para profesional, pitch LinkedIn tentu patut dijadikan contoh. LinkedIn menampilkan kesan kredibel dan terpercaya, sesuai dengan karakter brand mereka. 

Apa yang bisa Anda tiru? Di contoh ini, Anda bisa melihat kelihaian LinkedIn dalam melakukan perbandingan dengan kompetitor. LinkedIn berhasil menonjolkan fakta bahwa mereka adalah pemimpin pasar di bidang sosial media profesional.

4. Uber

Layanan transportasi online asal Amerika Serikat ini juga cerdik dalam mengupas masalah dan solusi ke dalam pitch deck. 

Apa yang bisa Anda tiru? Di slide 2, Uber mulai membuka permasalahan dengan headline “Cabs in 2008” (taksi di tahun 2008), membahas berbagai kekurangan taksi di era tersebut. Kemudian menawarkan solusi cerdas berupa layanan taksi online seperti yang kita kenal sekarang.

Tidak hanya menjelaskan manfaat untuk pengguna, Uber juga menyertakan manfaat layanan mereka untuk kelestarian lingkungan di slide 12.

5. Tinder

Tinder punya cara kreatif dalam mengemas pitch. Apa yang bisa Anda tiru?

Di slide 2 sampai 8, Tinder menggunakan gaya storytelling (bercerita) untuk menjelaskan produk mereka. Cerita berawal dari tokoh bernama Matt yang tertarik pada seorang gadis yang ia temui di pesta. Namun, Matt tidak berani menyapa gadis tersebut. Solusinya: Tinder!

Teknik storytelling terbukti efektif untuk memperkuat pesan, dan Tinder berhasil melakukannya dengan sangat baik!

6. Gojek

Siapa yang tidak kenal dengan Gojek? Layanan ojek online kebanggaan Indonesia ini juga punya pitch deck yang menarik. Desain yang Gojek gunakan sangat kuat dan konsisten.

Gojek menggunakan jenis huruf dan gambar yang simpel. Tiap slide tampak rapi dengan ruang kosong yang sengaja disisakan agar tidak terlihat terlalu padat. Dengan gaya yang khas, Gojek memang patut menjadi contoh pitch deck startup Indonesia untuk referensi Anda.

Deck Gojek by Arhan

7. Morang Moreng Snack

Tidak hanya startup dan perusahaan besar, Anda juga bisa mempelajari contoh pitch deck Indonesia dari bisnis lokal Morang Moreng Snack. Desain yang simpel dan materi yang rapi menjadi keunggulan pitch ini.

8. Template Pitch Deck PLUS

Jika Anda kesulitan membuat pitch dari nol, Anda bisa memulai dengan template siap edit seperti milik PLUS. Susunannya sudah memenuhi kriteria pitch yang efektif. Template ini sangat mudah digunakan, Anda hanya perlu mengisi bagian-bagian yang sudah disediakan.

Sudah Siap Membuat Pitch Deck untuk Bisnis Anda?

Sekarang Anda sudah mengetahui cara membuat pitch yang baik untuk meyakinkan calon investor. Mulai dari tujuan utama, daftar materi yang harus Anda masukkan, hingga tips & trik seputar pembuatan deck.

Anda juga bisa mengacu pada contoh pitch yang kami sertakan di atas. Sesuaikan dengan karakter bisnis dan jenis produk Anda untuk mendapatkan hasil terbaik.

Agar presentasi Anda lebih kuat, kami sarankan untuk membuat website bisnis. Perusahaan yang memiliki website akan tampil lebih profesional dan terpercaya di mata investor. Kemudian, sertakan alamat website Anda di dalam deck agar calon investor semakin yakin untuk berinvestasi.

Bisnis Anda belum memiliki website? Jasa pembuatan website bisnis Niagahoster solusinya!

Tidak perlu repot-repot mengurusi hal teknis, Anda bisa mendapatkan website bisnis berkualitas hanya dalam 5 langkah praktis:

  1. Pilih paket jasa
  2. Sampaikan kebutuhan Anda
  3. Pilih layanan tambahan
  4. Konfirmasi proposal website
  5. Website siap dikerjakan!

Percayakan pembuatan website Anda kepada Niagahoster dan dapatkan fitur integrasi email profesional. Tampil lebih kredibel dengan alamat email sesuai nama bisnis Anda, misal nama@bisnisanda.com!

Dengan website bisnis berkualitas, pitch deck Anda akan jauh lebih kuat dan peluang mendapatkan investasi terbuka semakin lebar!

Ahmat Roihan

Combining his experiences in tech, writing, and marketing, Roihan now living his dream as an SEO Content Writer at Niagahoster

Share
Published by
Ahmat Roihan

Recent Posts

Panduan Install Nginx SSL di Ubuntu 20.04

Anda ingin menginstall SSL pada VPS dengan web server Nginx? Inilah artikel yang tepat untuk Anda. Kami akan menjelaskan cara…

8 hours ago

15+ Contoh Program Python Sederhana yang Bisa Anda Coba

Salah satu cara paling cepat untuk belajar Python adalah mencoba membuat program Python sendiri. Langkah ini bisa melatih kemampuan logika…

21 hours ago

Cara Membuat Linktree Gratis dengan Mudah [Terbaru]

Pernah melihat URL Linktree tersemat di bio beberapa akun Instagram atau toko online? Lalu, Anda ingin tahu cara membuat LinkTree…

2 days ago

Anda Pengguna WP Fastest Cache? Segera Update Agar Aman!

Gawat nih, tim security research dari Jetpack menemukan dua celah keamanan di plugin WP Fastest Cache. Hal itu bisa membuat…

3 days ago

Mengenal File Default .htaccess di CodeIgniter dan Cara Membuatnya

Pada website CodeIgniter, setiap file punya fungsi manfaatnya masing-masing, termasuk file default .htaccess. Bahkan, file tanpa ekstensi ini sangat vital…

4 days ago

Cara Membuat Website di WordPress (Tutorial Lengkap)

Membuat website sangatlah mudah. Apalagi jika Anda menggunakan platform yang tepat. Nah, di artikel ini kami akan menjelaskan secara lengkap…

5 days ago