Digital Marketing

Apa itu Pemasaran Online? Pelajari Manfaat, Contoh, hingga Strateginya Berikut Ini!

Di zaman serba online seperti sekarang, pemasaran online nampaknya jauh lebih menguntungkan dibanding pemasaran tradisional. Apalagi, hampir semua orang pasti menggunakan internet setiap hari.

Tak heran, banyak bisnis mulai beralih ke strategi pemasaran online. Bahkan, 3,79 juta UMKM sudah go online lho. Kalau Anda masih memasang iklan di koran saja, bisa-bisa Anda kalah saing dari kompetitor. 

Nah, sebelum mulai menjalankan pemasaran online, sebaiknya simak  dulu penjelasan tentang pengertian pemasaran online, manfaat, dan jenisnya di artikel ini. Sudah siap? Yuk kita mulai penjelasannya! 

Apa itu Pemasaran Online?

Pemasaran online adalah upaya mempromosikan produk menggunakan platform online yang bisa diakses melalui internet. Misalnya melalui media sosial, website, blog, iklan online, dan sejenisnya. 

Mengingat pengguna internet secara global sudah mencapai lebih dari 4 miliar orang, banyak bisnis mulai berbondong-bondong memilih memakai pemasaran online. Terbukti, jumlah budget yang gelontorkan untuk iklan online selalu naik tiap tahunnya

Perlu diakui, pemasaran online memang memiliki manfaat yang lebih baik untuk bisnis Anda. Baik itu bisnis kecil ataupun bisnis besar. Apa saja kelebihan dan manfaat pemasaran online? Simak terus penjelasannya di bab selanjutnya. 

Manfaat Pemasaran Online bagi Bisnis Anda

Inilah beberapa manfaat menggunakan pemasaran online untuk bisnis Anda. 

1. Menjangkau Konsumen Lebih Banyak

Seperti yang telah disebutkan di atas, ada miliaran orang di dunia yang aktif menggunakan internet setiap harinya. Di Indonesia sendiri ada lebih dari 200 juta orang yang menggunakan internet. 

Terlebih lagi, 70% orang lebih suka memakai internet untuk mencari tahu produk daripada melalui iklan tradisional. Itu artinya, Anda berpeluang menjangkau jutaan orang dengan pemasaran online. 

Bandingkan jika Anda masih menggunakan brosur yang disebar atau ditempel hanya di lokasi tertentu. Anda mungkin hanya mampu menjangkau wilayah tertentu saja. 

2. Menyasar Audiens Lebih Spesifik

Kelebihan lainnya dari pemasaran online adalah Anda dapat mengatur supaya iklan hanya tampil ke target audiens Anda.

Misalnya, Anda memiliki usaha baju wanita. Maka, Anda bisa mengatur iklan untuk ditampilkan di audiens perempuan saja. Bahkan, di usia dan lokasi tertentu. Pun, Anda juga dapat memilih iklan akan muncul di perangkat apa saja, baik di desktop maupun perangkat mobile. 

Manfaat ini belum tentu bisa Anda dapatkan di pemasaran tradisional. Semisal Anda memasang iklan di spanduk atau baliho. Belum tentu target audiens Anda akan melihat spanduk yang Anda pasang. 

3. Mudah untuk Mengukur Performa

Pemasaran online juga membantu Anda lebih mudah mengukur performa

Sebagai contoh, ketika Anda memasang iklan di platform Google Ads, Anda akan mendapatkan laporan performa iklan. Seperti jumlah orang yang melihat iklan, klik tombol tertentu, hingga jumlah orang yang membeli produk dari iklan tersebut. 

Dengan metrik performa yang jelas, Anda bisa mengetahui apakah pemasaran yang Anda lakukan berhasil atau tidak. Pun, Anda bisa mengetahui apakah perlu melakukan perbaikan di bagian tertentu, misalnya menambahkan budget, mengubah desain, dan sebagainya. 

4. Biaya yang Dikeluarkan Relatif Lebih Terjangkau

Sama seperti pemasaran tradisional, menjalankan pemasaran online tentu juga mengeluarkan biaya. Namun, biayanya lebih terjangkau dan mudah balik modal. Sebab, iklan langsung dilihat oleh target konsumen. 

Sebagai contoh, simak perbandingan biaya iklan di Facebook Ads dan jasa sebar brosur secara umum:

Jasa Sebar Brosur: 

Jenis Sebar Brosur1.000 – 10.000 lembar10.001 – 20.000 lembarDi atas 20.000
Hand to hand Rp300Rp275Rp250
Door to door Rp300Rp275Rp250
Sisip koranRp400Rp350Rp300
Hand to hand di tempat khusus (mall-pameran) dalam 6 jam Rp300.000/SPG

Iklan Online di Google dan Media Sosial:

Jenis AdsJangkauanKegunaan Harga
Google AdsLebih dari 4 miliar pengguna GoogleMengiklankan di website dan aplikasi partner Google. Serta bebas mengatur target audiens. Bebas menentukan budget sendiri.
Facebook AdsLebih dari 2 miliar orang pengguna FacebookBisa mengatur target audiens berdasarkan demografi dan minat. Mampu menampilkan iklan di website.Mulai dari Rp10 ribu
Instagram AdsLebih dari 1 miliar pengguna InstagramBebas mengatur target audiens, jadwal, hingga ditampilkan di mana saja.Mulai dari Rp25 ribu

Jika dibandingkan dengan brosur hand to hand di tempat khusus dalam 6 jam, Anda perlu mengeluarkan budget minimal Rp300.000 untuk satu SPG, belum lagi brosur yang harus dicetak minimal budget yang Anda keluarkan Rp300.000. 

Kalau ditotal Anda perlu mengeluarkan minimal Rp600.000 untuk iklan brosur hanya di satu tempat selama 6 jam, seperti mall atau pameran. 

Berbeda dengan Facebook Ads misalnya. Dalam sehari Anda hanya mengeluarkan minimal Rp10.000 Anda bisa menjangkau ratusan hingga ribuan orang di Facebook. Anda juga bisa sesuaikan dengan budget sendiri kalau ingin lebih untung. Pun, iklan langsung menyasar target audiens Anda di seluruh Indonesia. 

Selain Ads, ada juga beberapa pemasaran online bisa dijadikan investasi untuk promosi jangka panjang. Misalnya, dengan menerapkan strategi pemasaran online melalui blog atau SEO. Dengan langkah ini, Anda bisa tetap menjangkau audiens secara stabil tiap bulannya hingga bertahun-tahun. 

7+ Strategi Pemasaran Online yang Bisa Anda Coba

Nah, setelah mengetahui pengertian pemasaran online dan beberapa manfaat dari pemasaran online tadi, kira-kira apa saja media pemasaran online yang bisa Anda pakai? Berikut uraiannya! 

1. Website

Menjalankan pemasaran online tanpa website ibarat lauk tanpa garam. Walau pemasaran online bisa dilakukan di berbagai media internet, seperti media sosial dan email, tetapi performanya akan kurang maksimal. 

Buktinya, bisnis yang tidak punya website lebih berpotensi kehilangan 70-80% calon pelanggannya. Ditambah lagi, menurut survei dari Verisign, 84% konsumen lebih percaya pada bisnis yang memiliki website. 

Itu sebabnya, website menjadi jantung dari kegiatan bisnis online, termasuk pemasaran online. 

Pada website bisnis, Anda bisa menambahkan informasi mengenai spesifikasi produk, promo hingga alur penjualan produk. Pun, dengan website, Anda jadi lebih mudah menjalankan strategi pemasaran online, seperti SEO hingga email marketing. 

Bingung cara membuat website? Tenang, bikin website ternyata tidak serumit yang dibayangkan kok, bahkan tak perlu coding. Niagahoster sendiri juga menyediakan pembuatan website paling gampang. Tinggal install, pilih tema, dan masukin konten aja, website siap pakai. 

2. Social Media Marketing

Salah satu contoh pemasaran online lain yang wajib Anda coba adalah media sosial. Pasalnya pengguna media sosial terus melonjak dari tahun ke tahun. 

Selain memang jumlah pengguna yang terus meningkat, media sosial dinilai cukup efektif untuk mempromosikan produk. Sebab, 54% pengguna biasa menggunakan media sosial untuk riset produk untuk dibeli. 

Media sosial juga dapat membantu Anda membangun komunikasi dan engagement bisnis dengan calon konsumen.

Nah, jenis media sosial yang bisa Anda gunakan cukup bervariasi, seperti Instagram, Facebook, TikTok, Twitter, hingga YouTube.  Setiap media yang digunakan memiliki karakteristiknya masing-masing. Sehingga, strategi marketing yang perlu diterapkan juga berbeda. 

Untuk mulai memasarkan produk menggunakan media sosial tadi, ada baiknya Anda mempelajari social media marketing terlebih dulu. 

Baca juga: 12+ Strategi Pemasaran Online Efektif 

3. Search Engine Optimization (SEO)

Jenis strategi pemasaran online lainnya yang bisa diterapkan adalah SEO atau search engine optimization. 

SEO sendiri merupakan proses untuk membuat website bisnis Anda muncul di halaman pertama pencarian Google. 

Anda tentu pernah mencari informasi produk melalui Google, bukan? Nah, setiap website yang muncul di ranking teratas halaman pertama Google ternyata mendapatkan lebih banyak pengunjung. 

Menurut Search Engine Journal, website yang berada di ranking pertama memiliki rata-rata klik sebesar 28,5%. Sementara, website di ranking 2 sebesar 15,7%. Perbandingannya lumayan cukup jauh, bukan? 

Oleh sebab itu, banyak bisnis yang mulai berlomba-lomba mendapatkan ranking teratas di Google. Salah satunya dengan menerapkan strategi SEO. 

Nah, supaya strategi SEO Anda berhasil, Anda bisa belajar SEO terlebih dulu. SEO sendiri terbagi atas dua macam, yaitu:

  • SEO on-page: digunakan untuk mengoptimasi SEO dari dalam website. Misalnya, membuat konten blog yang SEO friendly.
  • SEO off-page: digunakan untuk mengoptimasi SEO dari luar website. Misalnya, menambah backlink dari website lain ke website Anda.
  • Technical SEO: digunakan untuk mengoptimasi website secara teknis, supaya Google lebih mudah meranking website. Berhubungan dari sisi struktur web, kecepatan, dsb.

4. Search Engine Marketing (SEM)

Nah, kalau SEO tadi upaya mendapatkan pengunjung di halaman pencarian secara organik. Anda juga bisa mendapatkan calon pembeli dengan mengiklankan website di Google. Langkah ini disebut juga dengan strategi SEM. 

Untuk menjalankan strategi search engine marketing, Anda perlu menggunakan layanan iklan berbayar seperti Google Ads

Hasil yang didapat dari SEM terbilang lebih cepat daripada menjalankan SEO. Sebab, dengan jumlah biaya tertentu, website bisa muncul di halaman pertama Google.   

Untuk itu, Anda perlu menyiapkan sejumlah budget untuk menggunakan strategi ini. Namun, Anda juga perlu cermat dalam menentukan budget untuk strategi ini. Jangan sampai biaya iklan membengkak tapi Anda tak mendapatkan hasil yang baik. 

Tertarik menjalankan SEM? Simak dulu panduannya di artikel berikut → Apa itu SEM dan Perbedaannya dengan SEO

5. Pay per Click (PPC)

Contoh lain strategi pemasaran online adalah pay per click (PPC). PPC adalah upaya memasarkan produk menggunakan iklan berbayar di mana pembayaran dilakukan sesuai dengan jumlah iklan yang diklik konsumen. 

Menjalankan PPC memang membutuhkan budget, tetapi ada banyak keunggulan dari PPC yang Anda dapatkan: 

  • Dapat mengontrol budget iklan,  menentukan estimasi biaya, dan harga per click.
  • Bisa mengatur target audiens secara spesifik, berdasarkan demografinya.
  • Bebas menentukan iklan akan ditampilkan di platform mana saja sesuai kebutuhan.
  • Mengatur sendiri jangka waktu iklan ditampilkan.

Tertarik menggunakan PPC? PPC biasanya ditemui pada iklan berbayar (ads) seperti, Instagram Ads, Facebook Ads, TikTok Ads, LinkedIn Ads, dan social media ads lainnya. 

6. Affiliate Marketing

Affiliate marketing adalah strategi promosi dengan memberikan komisi pada mitra yang berhasil menjual produk melalui link tertentu. 

Strategi ini jauh lebih hemat, sebab promosi dilakukan oleh mitra atau afiliator Anda. Jadi Anda tidak perlu mengeluarkan budget untuk iklan. 

Pun, komisi yang Anda berikan dapat Anda tentukan sendiri. Bisa persenan dari harga penjualan atau komisi flat. 

Banyak bisnis yang telah menerapkan strategi marketing ini lho! Misalnya, Tokopedia, Tiket.com, Afiliasi Niagahoster, dan masih banyak lagi. 

7. Influencer Marketing

Contoh pemasaran online lainnya yang bisa Anda coba adalah menggunakan influencer marketing. Secara sederhana, influencer marketing adalah mempromosikan produk melalui influencer. 

Strategi influencer marketing ini telah banyak dimanfaatkan oleh pemilik bisnis karena hasilnya yang memuaskan. Faktanya 89% marketer mengakui ROI (return of investment) dari influencer marketing lebih baik daripada channel marketing lain. 

Nah, jika Anda ingin memanfaatkan influencer untuk promosi produk, pastikan pilih influencer yang sesuai dengan target konsumen. Misalnya, Anda memiliki produk fashion wanita, Anda bisa meng-endorse selebgram wanita, seperti Rachel Vennya, Dwi Handana, dan sebagainya. 

Karena akan menggandeng influencer untuk promosi online, Anda tentu perlu menyiapkan sejumlah dana. Nah, setiap influencer memiliki tarif yang berbeda-beda. Semakin tinggi jumlah followersnya, biasanya tarif endorse-nya makin mahal. 

Untuk itu, pastikan Anda telah menentukan influencer yang tepat dan disesuaikan juga dengan budget yang Anda miliki. 

8. Email Marketing

Email marketing adalah upaya mempromosikan produk menggunakan media email. Strategi pemasaran online ini juga perlu Anda terapkan, mengingat ada  90% konsumen yang mengecek email setiap harinya. Bahkan, 86% konsumen juga ingin menerima informasi terbaru dari produk langganannya. 

Untuk menjalankan strategi email marketing, Anda tak bisa asal kirim email ke konsumen Anda begitu saja. Bisa-bisa email Anda hanya akan berakhir di kotak spam, tanpa dilihat oleh konsumen. 

Anda perlu menerapkan beberapa langkah yang tepat, mulai dari membuat alamat email profesional, membangun email list, membuat newsletter, dan masih banyak lagi. 

5+ Trik Strategi Pemasaran Online untuk Pemula!

Oke, sekarang sudah mengetahui pengertian lengkap pemasaran online. Lalu bagaimana cara memulai strategi pemasaran online? Berikut langkah-langkahnya! 

1. Tentukan Target Audiens

Langkah pertama memulai strategi pemasaran online adalah dengan menentukan target audiens Anda. Kira-kira orang seperti apa yang akan menjadi sasaran promosi Anda? Apakah laki-laki, perempuan, mahasiswa, ibu rumah tangga, atau lainnya? 

Supaya lebih mudah, Anda bisa membuat buyer persona. Sederhananya, buyer persona ini adalah gambaran profil yang mewakili target audiens bisnis Anda. 

Dengan membuat buyer persona, Anda tentu jadi lebih dalam menyusun strategi pemasaran online yang tepat. 

Cara membuat buyer persona yang tepat, pastikan Anda melakukan riset terlebih dulu untuk mengetahui bagaimana profil target bisnis.  

2. Manfaatkan Berbagai Media Pemasaran Online

Ada banyak sekali media pemasaran online yang bisa Anda pakai! Mulai dari yang gratis hingga berbayar. Setiap jenisnya bahkan memiliki fungsi dan keunggulan masing-masing. 

Untuk yang gratis dan mudah Anda bisa saja menggunakan media sosial marketing dan Google Bisnisku. Namun, menggunakan dua platform itu saja tentu kurang maksimal. Bahkan, bisnis Anda jadi kurang kredibel tanpa adanya branding yang lebih kuat dari website. 

Oleh sebab itu, Anda juga perlu menggunakan media pemasaran online lainnya, misalnya membuat website, PPC ads, email marketing, SEO, dan SEM. 

Dengan membuat website, Anda bisa menjalankan pemasaran online jauh lebih maksimal. Contohnya, menjalankan strategi SEO dan SEM, email marketing, hingga sebagai pusat dari pemasaran media sosial.  

3. Susun Rencana Pemasaran

Kalau sudah menentukan target audiens dan juga media pemasaran, jangan dulu buru-buru langsung promosi produk. Strategi pemasaran online Anda bisa saja berantakan tanpa menyusun perencanaan yang matang. 

Anda bisa membuat marketing plan terlebih dulu supaya lebih terarah. Berikut contoh marketing plan sederhana.  

Membuat marketing plan juga akan membantu Anda mencapai target dari promosi online Anda. Anda pun lebih mudah melakukan evaluasi dan menyusun strategi terbaru jika dibutuhkan.

Baca juga:  Panduan Online Marketing Lengkap untuk Pemula

4. Membuat Anggaran yang Jelas

Mengingat pemasaran online juga membutuhkan biaya, maka penting sekali Anda membuat anggaran pemasaran jelas. Tujuannya, supaya budget untuk strategi pemasaran online tidak membengkak dan tetap terukur. 

Sebagai contoh, Anda bisa lihat tabel berikut ini: 

Jenis Pemasaran OnlineAnggaran
Membuat websiteRp1.500.000
Instagram Ads Rp500.000
Facebook AdsRp500.000
Endorse Influencer Rp2.000.000

Anda juga bisa menambahkan budget sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Namun, dalam pemasaran online Anda perlu melakukan trial error terlebih dulu supaya tidak boncos. 

5. Gunakan Marketing Tools

Menjalankan pemasaran online tidak serumit yang Anda bayangkan kok. Apalagi ada bantuan marketing tool yang memudahkan Anda menjalankan strategi pemasaran, menganalisis data, dan sebagainya. 

Berikut beberapa marketing tools yang bisa membantu Anda: 

  • Mailchimp – untuk memudahkan mengirim email marketing ke banyak pelanggan dan melihat performanya.
  • Google Analytics – untuk mendapatkan informasi terkait trafik dan performa halaman website.
  • Yoast SEO – untuk mendapatkan insight mengenai performa SEO on-page.
  • Ahrefs – untuk meriset kata kunci yang tepat supaya dan melihat performanya.

Selain tools di atas, masih lagi marketing tools yang bisa Anda manfaatkan. Dengan bantuan tools tadi, manajemen project Anda pun lebih mudah dan praktis.  

6. Mengukur Performa Pemasaran Online

Setelah melakukan pemasaran online, Anda juga perlu melakukan evaluasi dari pemasaran yang sudah Anda lakukan. Apakah strategi Anda sudah berhasil, perlu ditingkatkan, atau malah harus mengubah strategi? 

Untuk itu, Anda perlu mengetahui digital marketing metric dari pemasaran online Anda. Berikut poin digital marketing metric! 

Website Traffic Metric Overall Traffic Kondisi performa digital marketing dan peluang konversi.
Channel Metric Mengukur channel yang potensial ditingkatkan.
New vs Returning Visitor Mengukur upaya digital marketing yang membuat pengunjung datang kembali.
Exit RatePerforma sebuah halaman.
Engagement Metric Bounce Rate Banyaknya halaman yang diakses lalu ditinggalkan.
Average Time on Page Seberapa lama pengunjung di sebuah halaman.
Pageviews per SessionJumlah rata-rata halaman yang diakses dalam satu sesi.
ImpressionJumlah suatu halaman dilihat oleh visitor.
Engagement RateTingkat minat visitor terhadap konten yang dijalankan.
Conversion Metric Click Through Rate (CTR)Efektivitas konten marketing
Cost per Click Biaya untuk setiap iklan yang diklik
Cost per LeadBiaya yang mendapatkan leads atau user potensial
Conversion RatePersentase visitor yang melakukan konversi
Revenue Metric Customer Acquisition Cost (CAC)Biaya untuk menghasilkan konsumen
Return on Ad Spend (ROAS) Mengukur pendapatan iklan
Return on Investment (ROI) Mengukur laba dari proses pemasaran online

Nah, semua hasil analisis digital marketing metric tersebut dapat Anda lihat hasilnya di tool analytics, seperti Google Analytics. Dari data yang ada, Anda bisa menggunakannya untuk meng-improve pemasaran lebih baik lagi. 

Baca juga: Panduan Belajar Digital Marketing 

Yuk, Sukseskan Bisnis Anda dengan Pemasaran Online, Sekarang!

Sekarang, Anda sudah semakin paham mengenai pengertian pemasaran online, manfaat, contoh, hingga strateginya, bukan? 

Ada banyak sekali strategi pemasaran online yang bisa Anda gunakan sesuai kebutuhan bisnis Anda. Jika Anda ingin mencoba meningkatkan brand awareness dan penjualan, Anda bisa memakai strategi SEO, SEM, PPC, affiliate marketing, influencer, hingga email marketing.

Jika Anda ingin meningkatkan komunikasi dan engagement dengan calon konsumen, cobalah strategi social media marketing dan email marketing. 

Anda juga boleh kok menggunakan berbagai media pemasaran online secara bersamaan. Nah, buat Anda yang pemula, tak perlu khawatir. Semua tips untuk sukseskan pemasaran online bisa Anda baca di ebook berikut! 

Putri Aprilia

Putri is an SEO Content Writer at Niagahoster. She has experience in SEO writing with business and tech topic.

Share
Published by
Putri Aprilia

Recent Posts

10 Website Buat CV Online Gratis, Bikin HR Jatuh Hati! [Bonus Tips]

Sudah sebar Curriculum Vitae (CV) ke banyak perusahaan, tapi tak pernah lolos? Jangan minder dulu. Belum tentu karena pengalaman Anda…

2 days ago

Cara Upload File Nuxt.js di Hosting

Nuxt.js adalah framework yang kian populer untuk membuat aplikasi website. Salah satu kelebihan framework ini adalah SEO Friendly.  Anda sedang…

3 days ago

Produk & Fitur Update September 2021

Setiap harinya kami terus melakukan perbaikan kualitas produk & layanan demi kemudahan para pelanggan Niagahoster. Nah, apa saja update selama…

4 days ago

Cara Membuat Website dengan PHP

Anda ingin membuat website sendiri, tapi bingung mulai dari mana? Tenang, ada cara membuat website dengan PHP dari awal yang…

4 days ago

Denny Triana: A Day in the Life of Engineering Manager

Belum banyak orang tahu kalau di balik website yang hebat, ada peran web engineer.  Web engineer lah yang bertanggungjawab atas…

5 days ago

Indikator Kepuasan Pelanggan: Pengertian dan Cara Mengukurnya

Kepuasan pelanggan bukan hanya dari produk, lho! Total ada enam indikator kepuasan pelanggan yang harus Anda ketahui. Yuk, simak selengkapnya.

6 days ago