Categories: Marketing

Panduan Lengkap Cara Konfigurasi Nginx Reverse Proxy di VPS!

Peran sebuah reverse proxy cukup penting dalam aktivitas internet. Proxy server ini menghubungkan client dengan web server dalam kegiatan pertukaran data. Prosesnya harus berjalan optimal agar website dapat diakses dengan baik.

Di sisi lain, Nginx adalah salah satu web server terbaik yang dikenal dengan kecepatannya. Menggunakan Nginx sebagai reverse proxy server bisa menjadi solusi untuk menjamin pertukaran data bisa lebih optimal. Bagaimana caranya?

Nah, di artikel ini, Anda akan belajar cara konfigurasi Nginx reverse proxy menggunakan sistem operasi Linux di server VPS Anda.

Apa itu Reverse Proxy?

Reverse proxy adalah sebuah proxy server yang digunakan untuk mendukung keamanan dan kinerja pertukaran data agar dapat berjalan dengan baik.

Sebagai sebuah server perantara, reverse proxy bertugas meneruskan request klien (misalnya browser web) ke server web yang tepat. Secara umum, ada tiga alasan utama kenapa perlu menggunakan server ini, yaitu:

  • Security – dengan mengelola permintaan sebelum sampai di web server tujuan, reverse proxy bisa menjadi tembok penahan jika terjadi serangan (cyber attack). Tak heran jika server ini sering berada di belakang sebuah firewall sebuah private network.
  • Speed – dengan kemampuan untuk melakukan kompres data, pertukaran data bisa dilakukan lebih cepat.
  • Reliability – dengan menjalankan load balancing, diharapkan tidak terjadi beban server berlebih yang akan mengakibatkan server down.

Nah, Nginx reverse proxy adalah salah satu server terbaik untuk tugas tersebut. Bahkan kemampuannya diklaim mampu menangani load traffic yang tinggi. Tak heran banyak perusahaan di dunia seperti DropBox memanfaatkannya.

Penasaran dengan kinerja Nginx Reverse Proxy? Ingin tahu cara settingnya? Mari kita bahas!

Cara Konfigurasi Nginx Reverse Proxy

Di bagian ini, Anda akan mencoba mengkonfigurasikan Nginx di web server Apache menggunakan Ubuntu 18.04. Mengapa menggunakan Nginx dan Apache bersamaan?

Sebab keduanya adalah server yang powerful dan efektif. Apache dikenal dengan kestabilannya, Nginx unggul dari sisi kecepatannya.  Dengan begitu, transfer data bisa lebih cepat, aman, dan stabil.

Selanjutnya, Anda akan mendefinisikan IP address dari server Nginx Proxy sebagai 192.x.x.1 dan server Apache back end sebagai 192.x.x.2.

Jika Anda belum menginstal Nginx di sistem Anda, mulai dengan langkah pertama berikut ini:

1. Install Nginx

Untuk menginstal dan mengkonfigurasi Nginx, silakan gunakan perintah di bawah ini:

sudo apt-get update
sudo apt-get install nginx

2. Konfigurasi Nginx

Selanjutnya, buka konfigurasi Nginx dengan perintah berikut:

sudo nano /etc/nginx/sites-available/example

3. Nonaktifkan Virtual Host Default-nya

Setelah Anda menginstal dan mengkonfigurasi Nginx, ikuti perintah di bawah ini untuk menonaktifkan virtual host-nya:

sudo unlink /etc/nginx/sites-enabled/default

4. Buat Nginx Reverse Proxy

Jika virtual host-nya sudah dinonaktifkan, Anda perlu membuat file reverse-proxy.conf di dalam direktori etc/nginx/sites-available untuk menyimpan informasi proxy.

Untuk itu, Anda harus mengakses direktorinya menggunakan perintah berikut:

cd etc/nginx/sites-available/

Selanjutnya, Anda dapat membuat file-nya dengan Vi Editor:

vi reverse-proxy.conf

Di file tersebut, gunakan baris kode seperti ini:

 server {
 listen 80;
 location / {
     proxy_pass http://192.x.x.2;
 }
}

Pada perintah di atas, Anda bisa lihat bahwa proxy pass memungkinkan request datang melalui Nginx untuk meneruskan ke 192.x.x.2:80, yang merupakan socket jarak jauh Apache. Itu artinya, kedua web server tersebut: Nginx dan Apache, telah berbagi konten.

Setelah Anda selesai melakukan menulis perintah-perintah tadi, simpan filenya dan keluar dari Vi Editor. Anda bisa melakukannya dengan memasukkan :wq.

Nah, untuk meneruskan informasi ke server lain, Anda dapat menggunakan ngx_http_proxy_module di terminalnya.

Sekarang, aktifkan petunjuk dengan cara tautkan ke /sites-enabled/ dengan menggunakan perintah ini:

sudo ln -s /etc/nginx/sites-available/reverse-proxy.conf /etc/nginx/sites-enabled/reverse-proxy.conf

5. Lakukan Tes Nginx Reverse Proxy

Terakhir, Anda perlu melakukan tes konfigurasi Nginx dan me-restart Nginx untuk mengecek performance-nya. Tulis perintah di bawah ini untuk memverifikasi fungsi Nginx:

service nginx configtest
service nginx restart

Jika ternyata gagal, pastikan kembali apakah Apache Anda sudah diset up dengan benar.

Manfaat Menggunakan Nginx Reverse Proxy

Sebagai sebuah web server terbaik, Nginx cukup bermanfaat untuk digunakan sebagai reverse proxy. Apa saja manfaatnya?

  • Aman. Ia dapat memberikan keamanan dari serangan server web seperti DDoS dan DoS. Selain itu, enkripsi SSL juga dapat dijalankan dengan baik untuk melindungi privasi konten.
  • Cepat. Nginx Reverse Proxy dapat membantu menyeimbangkan load antar server back end sehingga proses transfer data lebih stabil. Plus, menyediakan caching agar upaya memproses data bisa berjalan lebih optimal.Tidak hanya itu, kemampuannya melakukan kompres membuat transfer data lebih cepat.
  • Mudah. Jika Anda menggunakan Nginx, Anda tidak perlu melakukan set up proses baru untuk setiap web request dari klien. Sebab, konfigurasi default-nya telah meliputi satu proses kerja per CPU.
  • Fleksibel. Nginx juga dapat bekerja sebagai reverse proxy server untuk berbagai protokol. Misalnya, seperti: HTTP, HTTPS, TCP, UDP, SMTP, IMAP, dan POP3.
  • Reliable (Dapat Diandalkan). Server ini dapat menangani lebih dari 10.000 koneksi dengan jejak memori yang rendah. Selain itu, Nginx dapat mengoperasikan beberapa server web melalui satu IP address. Dan, mengirimkan setiap permintaan ke server yang tepat dalam LAN.
  • Cocok untuk Testing. Nginx server proxy memungkinkan Anda melakukan eksperimen acak atau tes A/B tanpa menempatkan kode JavaScript ke halaman.

Itu tadi manfaat menggunakan Nginx sebagai reverse proxy. Anda bisa mencoba konfigurasi Nginx dengan cara yang sudah dijelaskan di atas.

Baca juga: Cara Menggunakan VPS dengan Panel (WHM & Webuzo)

Selamat Melakukan Konfigurasi Nginx Reverse Proxy di VPS Anda!

Bagaimana, mudah bukan cara konfigurasi reverse proxy Nginx? Yang terpenting, Anda melakukan dengan langkah yang tepat dan menuliskan perintah dengan benar.

Jadi, tunggu apa lagi? Sekarang saatnya Anda mempraktikkan panduan ini untuk meningkatkan performance dan keamanan web server Anda!

Yovi Amanda

Full time SEO content writer. Passionate to help people in the digital world through writing. She currently juggling between making articles for Niagahoster and raising her only child, Bhadrika Nagendra.

Share
Published by
Yovi Amanda

Recent Posts

7 Cara Menulis Deskripsi Produk yang Jitu dan Menjual

Ketika berbisnis online, entah di marketplace atau website, banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk menunjang penjualan. Salah satunya, menulis…

16 hours ago

Panduan Lengkap Facebook Shop untuk WooCommerce Bagi Pemula (2020)

Anda sudah memiliki website WooCommerce, tapi belum memanfaatkan platform lain untuk memasarkan bisnis? Kami sarankan Anda untuk menggunakan Facebook Shops. …

2 days ago

Ingin Menjadi WordPress Developer? Ini Dia Tipsnya!

WordPress dikenal sebagai salah satu CMS (Content Management System) terbaik. Lebih dari 34 persen seluruh website di internet saat ini…

3 days ago

10 Rekomendasi CSS Framework Terbaik untuk Developer

Desain front-end menjadi bagian yang sangat penting di website atau aplikasi. Bukan cuma untuk meningkatkan impresi positif suatu brand saja.…

3 days ago

Ingin Punya Blog Keren Tanpa Ribet? Bikin di WordPress Aja!

Pernahkah Anda mengunjungi blog dengan tampilan yang memukau dan konten yang menarik? Saking bagusnya blog tersebut, Anda jadi terinspirasi untuk…

4 days ago

Rahasia Sukses UMKM Go Online: Siapkan 4 Hal Ini!

Tahukah Anda? Persentase UMKM di Indonesia yang sudah go online baru sekitar 15% saja. Atau lebih tepatnya, hanya 9,4 juta…

5 days ago