Niagahoster Blog

10+ Tips Memulai Bisnis Kuliner yang Menjanjikan dan Contoh Suksesnya

Memulai bisnis kuliner adalah ladang cuan paling tepat. Semua orang pasti butuh makan. Belum lagi banyak orang Indonesia doyan kulineran. Jasa pesan-antar makanan juga sedang subur-suburnya. Jadi, memulai bisnis kuliner sama dengan menjemput kejayaan finansial. 

Tapi jangan salah. Meski nampaknya menjanjikan, kemungkinan bisnis kuliner untuk gagal juga sangat tinggi. Sebanyak 60 persen bisnis kuliner bubar di tahun pertamanya. Lalu, 80 persen takkan bertahan sampai dengan tahun kelima. 

Supaya Anda tak mengikuti jejak mereka yang gagal, ada baiknya Anda melakukan persiapan matang sebelum memulai bisnis kuliner. Di sini, kami akan membantu Anda dengan 12 tips dan cara memulai bisnis kuliner:

  1. Pahami keunikan produk 
  2. Pahami target pasar 
  3. Buat konsep bisnis
  4. Desain produk
  5. Tentukan lokasi usaha
  6. Buat rencana anggaran
  7. Buat SOP
  8. Rekrut pegawai
  9. Promosikan via sosmed
  10. Daftar Google Bisnisku
  11. Buat website
  12. Gunakan aplikasi kasir untuk pembukuan

Tak cuma berbagi tips saja kosong saja. Kami juga akan membedah rahasia para pebisnis kuliner yang sukses. Pasti penasaran, kan? Makanya, simak terus artikel ini sampai selesai ya~

12 Tips Memulai Bisnis Kuliner yang Menjanjikan

Masih banyak orang yang memulai bisnis secara asal-asalan. Tak ada rencana. Tak ada hitung-hitungan. Pokoknya jalan saja. Masalahnya, cara berbisnis macam ini rawan sekali gagal. Entah itu karena kesalahan manajemen. Apa malah, karena bisnis kulinernya memang tak diminati oleh pasar.

Untuk menghindari hal-hal macam itu, Anda perlu merencanakan bisnis secara matang. Mulai dari konsep, produk, target konsumen, sumber daya manusia, promosi, dan sebagainya. Untuk lebih lengkapnya, ikuti tips-tips memulai bisnis kuliner di bawah ini.

1. Pahami keunikan produk

Kemungkinan besar Anda sudah punya ide ingin menjual apa. Mungkin jenis makanan besar seperti mie ayam, soto, nasi goreng, atau rice box? Minuman macam kopi susu, Thai tea, atau jamu kemasan? Apa malah cemilan ringan?

Apapun itu, jangan berhenti sampai ide saja. Anda perlu lanjutkan dengan mencari keunikan produk (unique selling points / USP) yang ingin dijual. Sebab tanpa keunikan produk, bisnis kuliner Anda gampang kalah saing dengan kompetitor. Lewat keunikan produk pula lah, calon pelanggan tertarik untuk membeli dan mencoba produk Anda. 

Untuk bisa menemukan nilai jual yang unik, Anda bisa ikuti langkah-langkah berikut:

Setelah langkah-langkah di atas dilakukan, harapannya Anda sudah menemukan keunikan produk Anda sendiri. Tapi, bukan berarti usaha Anda berhenti sampai situ. Anda masih perlu mencari cara untuk memperkenalkan keunikan produk.

Baca juga: Belajar Digital Marketing Lengkap untuk Pemula

Cara termudahnya ialah menggunakan kata kunci dari langkah sebelumnya. Kemudian, pakailah kata kunci itu dalam sebuah kalimat yang singkat, padat, dan jelas. Kalau bingung, Anda bisa contoh kalimat-kalimat dari bisnis kuliner ini:

Begitulah kira-kira cara menemukan dan menunjukkan unique selling points sebuah produk.

2. Pahami target pasar 

Untuk memulai bisnis kuliner, Anda juga wajib memahami target pasar yang dituju. Dengan begitu, Anda akan tahu betul apa yang harus dilakukan agar bisnis kuliner ramai. Baik dari sisi desain produk sampai dengan cara promosinya.

Supaya bisa memahami target pasar dengan tepat, Anda bisa lakukan hal-hal di bawah ini:

Untuk memahami target pasar dengan lebih mendalam, Anda bisa lanjut baca artikel → Pentingnya Kenali Target Pasar untuk Bisnis Anda! 

Di sana, Anda akan dapat penjelasan lengkap seputar faktor yang menentukan target pasar, contoh target pasar, dan langkah-langkah bisnis seusai memahami target pasar.

3. Buat konsep bisnis

Setelah lama menggodok ide bisnis kuliner, saatnya membuat ide itu lebih konkret. Caranya tak lain adalah menuangkannya dalam konsep bisnis alias business plan

Meski judulnya baru “rencana” bukan berarti konsep bisnis dibuat asal-asalan. Selain dijadikan pedoman menjalankan bisnis, konsep ini juga membantu Anda dilirik investor untuk dapat suntikan modal.  Maka dari itu, Anda perlu menggarap business plan dengan lebih serius. 

Baca juga: 11+ Ide Bisnis Digital Yang Paling Menjanjikan di Tahun 2020

Supaya lebih terstruktur dan mudah dipahami, Anda perlu masukkan bagian-bagian berikut ke dalam business plan:

Barusan saja Anda membaca format lengkap business plan untuk restoran. Beberapa bagian di sana belum sempat kami jelaskan. Tapi jangan khawatir, di bagian selanjutnya Anda bisa temukan uraian lebih lengkap memulai bisnis kuliner.

Maka dari itu, untuk sementara Anda boleh seadanya mengisi business plan. Nanti ketika Anda sudah menyelesaikan artikel ini, Anda bisa menyusun business plan dengan lebih lengkap.

4. Desain produk

Desain produk adalah langkah yang tak boleh Anda anggap sepele. Langkah ini menentukan banyak aspek penting dalam perjalanan bisnis kuliner Anda. Mulai dari pemilihan bahan baku, harga pokok penjualan, rasa dan kualitas, kemasan, rasa serta kualitas produk, dan banyak lagi lainnya.

Kami percaya, kalau soal desain produk Anda lah jagonya. Anda mungkin punya resep turun temurun dari keluarga yang akan jadi andalan. Apa malah, Anda pintar berkreasi membuat kuliner unik nan kekinian. Maka untuk itu, kami percayakan desain produk sepenuhnya pada Anda.

Baca juga: 9 Tips Membuat Nama Toko Online dan Contohnya

Namun, supaya Anda bisa lebih efektif melakukannya, ada beberapa tips yang ingin kami bagi. Tips ini tak bermaksud menggurui. Tapi, bisa jadi pegangan agar produk yang Anda bisa menghasilkan keuntungan maksimal:

Ingat! Catat semua pengeluaran yang ada di tahap ini. Entah itu untuk bahan-bahan membuat produk, harga kemasan, hingga desain untuk mendekor kemasan itu sendiri. 

Sekilas ini memang terdengar merepotkan. Tapi, percayalah ini sangat penting dan bermanfaat untuk bisnis jangka panjang. Anda jadi tahu berapa modal yang perlu dikeluarkan untuk setiap produk yang dijual. 

Lalu, Anda bisa mengejar keuntungan dengan lebih terukur dan efisien. Tak ada lagi istilah “kira-kira” untuk memberi harga produk yang akan Anda jual.

5. Tentukan lokasi usaha

Location, location, location. Itu adalah prinsip yang harus dipegang ketika memulai bisnis. Tak terkecuali ketika harus memulai bisnis kuliner. 

Entah restoran atau sekadar drive thru, lokasi tetap berperan penting bagi bisnis kuliner. Anda tentu tak mau kan, bisnis sepi pelanggan hanya karena salah pilih tempat jualan?

Makanya, kami sengaja mengumpulkan beberapa tips untuk membantu Anda memilih lokasi usaha:

Kira-kira itulah tips yang bisa kami rangkum untuk memilih lokasi usaha. Jika Anda sudah temukan lokasi usaha yang klik, mari lanjutkan dengan caramemulai bisnis kuliner selanjutnya.

6. Buat rencana anggaran

Bagi sebagian orang, ini mungkin jadi hal yang paling menyeramkan. Tak heran kalau banyak orang menghindarinya. Lalu, menyerahkan pekerjaan ini ke akuntan atau pihak profesional lainnya.

Hanya saja langkah itu terlalu berisiko untuk bisnis mikro, kecil, dan menengah. Daripada membayar orang untuk menghitung dan membuat rencana anggaran, akan lebih baik kalau Anda belajar melakukannya sendiri. 

Anda sebetulnya tinggal mendaftar pengeluaran apa saja yang diperlukan untuk bisnis kuliner. Pengeluaran itulah yang kemudian dijadikan patokan untuk mengejar jumlah penjualan.

Supaya tak repot, berikut kami buatkan tabel sederhana yang bisa langsung Anda pakai untuk membuat rencana anggaran. Tabel ini boleh Anda ubah dan sesuaikan dengan detail pengeluaran versi Anda.

Supaya anggaran keuangan Anda tetap sehat, pastikan Anda menerapkan prinsip 68 persen. Prinsip ini memastikan agar pengeluaran bisnis Anda tak melebihi 68 persen dari keseluruhan keuangan perusahaan. Begini pembagian lengkapnya:

Perlu diingat kalau pembagian di atas sifatnya tak saklek. Anda bebas mengubahnya sesuai dengan kebutuhan. Pun, akan lebih bagus lagi kalau Anda memasukkan elemen “promosi dan iklan” di bagian pengeluaran.

Poin pentingnya, Anda setidaknya perlu mengejar keuntungan sejumlah 32 persen dari total modal yang dikeluarkan. Dengan begitu, Anda bisa tetap bertahan, memutar uang, dan terus menjalankan bisnis kuliner yang menjanjikan.

7. Buat Prosedur Operasi Standar / Standard Operating Procedure (SOP)

Ketika memulai bisnis kuliner, membuat Prosedur Operasi Standar (SOP) adalah hal yang tak boleh terlewat. SOP ini akan membantu Anda menjalankan bisnis secara efektif dan konsisten. Terutama kalau Anda bermaksud mengembangkan dan bahkan menjual lisensi bisnis ke pihak lain.

SOP berbeda halnya dengan job description. Ketika job description sifatnya umum dan pendek, SOP punya bentuk yang lebih detail. Bahkan, bisa ada beberapa SOP untuk sebuah posisi pekerjaan. Jadi, kira-kira begini lah bentuk sebuah SOP yang ideal:

Supaya tak bingung-bingung, berikut template SOP yang bisa Anda pakai dan ubah sesuai kebutuhan.

Untuk keperluan bisnis kuliner, Anda bisa membuat beberapa SOP sekaligus. Misalnya saja, Anda bisa buat SOP khusus untuk melayani pelanggan, SOP untuk membuka toko, SOP untuk menyiapkan dan membuat produk, SOP untuk menutup toko, dan sebagainya.

Pastikan Anda sudah membuat SOP sebelum merekrut tim. Minimal, persiapkan draf kasar untuk hal-hal yang berhubungan langsung dengan operasional toko dan pembuatan produk. Dengan begitu, Anda bisa menentukan berapa pegawai yang dibutuhkan dan apa saja tugasnya dengan lebih tepat.

8. Rekrut pegawai

Merekrut pegawai untuk bisnis mungkin terdengar mudah. Tapi sayangnya, tak selalu demikian. Terutama kalau sudah bicara soal bisnis kuliner. 

Segmen bisnis satu ini terkenal punya turnover rate atau kecenderungan pegawai keluar sangat tinggi. Bahkan turnover rate di bisnis kuliner lebih tinggi 10-15 persen dari rata-rata semua segmen bisnis, yaitu 73 persen.

Maka dari itu, Anda perlu kiat khusus untuk merekrut pegawai khusus untuk bisnis kuliner. Berikut kami rangkum kiat-kiat yang akan membantu Anda memulai bisnis kuliner. Baik bisnis kuliner online ataupun bisnis kuliner restoran.

Begitulah kira-kira tips khusus yang diperlukan untuk merekrut pegawai. Pada titik ini, asumsinya Anda sudah bisa menjalankan bisnis kuliner dengan lancar. Maka dari itu, mari beralih ke topik bahasan yang lebih seksi, yaitu marketing.

9. Promosi via sosmed

Memang ada begitu banyak channel marketing yang dapat dipakai bisnis kuliner. Namun, social media marketing lah yang kami kira paling menjanjikan untuk bisnis makanan. Entah bisnis kuliner Anda spesifik untuk “makan di tempat” ataupun bisnis kuliner online, promosi via sosmed tetap jadi andalan.

Kalau Anda bermaksud mengurus promosi via sosmed sendiri, tips di bawah ini boleh dijadikan pegangan:

Baca juga: 15+ Marketing Tools yang Wajib Dimiliki Semua Pebisnis

Kalau Anda berminat belajar lebih dalam soal promosi via sosmed, Anda bisa langsung baca artikel ini → Panduan Lengkap Social Media Marketing 2020.

Semisal upaya marketing ini dirasa terlalu merepotkan, Anda selalu punya opsi untuk outsourcing. Artinya, Anda bisa bayar pihak ketiga untuk mengurus akun sosmed bisnis kuliner yang Anda punyai. 

10. Daftar Google Bisnisku

Langkah satu ini memastikan Anda bisa punya bisnis kuliner yang menjanjikan. Di manapun lokasi bisnis kuliner Anda takkan jadi masalah. Sebab, Google Bisnisku bisa membantu Anda memberitahukan tempat dan info penting lain tentang usaha Anda.

Sebetulnya, ada begitu banyak manfaat lain dari Google Bisnisku. Misalnya saja, menyediakan info lokasi via Google Maps, menampilkan review pelanggan, medium komunikasi, dan lain sebagainya. Anda bisa baca manfaat lengkap Google Bisnisku di artikel → Cara Daftar dan Verifikasi Google Bisnisku.

Kalau Anda butuh cara singkat daftar Google Bisnisku, Anda tinggal ikuti langkah-langkah di bawah ini:

  1. Buka halaman Google Bisnisku dan klik tombol Mulai Sekarang;
  2. Masukkan nama bisnis kuliner Anda;
  3. Masukkan alamat lengkap tempat usaha Anda;
  4. Sesuaikan alamat dengan koordinat Google Maps;
  5. Lengkapi keterangan soal kategori bisnis;
  6. Isi kontak telepon dan website (jika ada);
  7. Terakhir, tentukan apakah ingin berlangganan newsletter Google atau tidak.

Setelah mendaftar Google Bisnisku, Google akan melakukan verifikasi. Verifikasi ini dilakukan dengan mengirimkan surat ke alamat usaha Anda. Nantinya, Anda tinggal masukkan kode verifikasi yang ada di surat ke akun Google Bisnisku. 

Ketika verifikasi sudah berhasil, Anda tinggal tambahkan informasi relevan seputar bisnis. Anda boleh tambahkan deskripsi usaha, foto, jam operasional, fasilitas, menu, dan info lainnya.

11. Buat website

Sebagian dari Anda mungkin ingin protes ketika membaca cara memulai bisnis kuliner yang satu ini. Ala-ala netizen, mungkin ini yang Anda pikirkan.

😣 : “APA-APAAN INI? SAYA MAU JUALAN KOK MALAH DISURUH BIKIN WEBSITE?! MEMANGNYA JUALAN JAJANAN BUTUH WEBSITE??? JANGAN-JANGAN NIAGAHOSTER CUMA MAU PROMOSI DAGANGAN KAN?!1!1! 

Ya sebetulnya tidak salah. Kami akui, sebagian alasan meminta Anda membuat website tak lain karena kami berjualan hosting dan domain. Tapi seperti yang sudah dibilang, itu baru separuh alasan. 

Alasan lain, tentu karena website akan sangat bermanfaat bagi bisnis Anda. Website membantu usaha Anda agar mudah ditemukan, mendapatkan reputasi bagus, dan dapat menjaring lebih banyak pembeli. Jadi, tak heran kalau website adalah channel wajib dimiliki untuk #BuildSuccessOnline.

Dalam kasus bisnis kuliner, website pun punya banyak kegunaan. Berikut adalah hal-hal yang bisa Anda lakukan ketika memiliki website sendiri:

Sangat menarik, bukan? Dengan website kesempatan Anda mengembangan bisnis jadi tak terbatas. Karena itulah kami menyebut bisnis juga sebagai kunci memulai bisnis kuliner yang menjanjikan.

Tak seperti banyak orang kira, membuat website itu sebetulnya sangat mudah. Anda yang awam dengan website pun pasti cepat belajar. Supaya punya sedikit gambaran, inilah langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat website sendiri:

  1. Pikirkan nama domain untuk website. Demi memudahkan Anda, kami sudah rangkum tips memilih nama domain di Blog Niagahoster.
  2. Order paket hosting sesuai kebutuhan.
  3. Order nama domain berikut ekstensi domain yang sesuai
  4. Install WordPress.
  5. Install WooCommerce. Instalasi WooCommerce akan sangat cocok bagi Anda yang ingin memulai bisnis kuliner online.
  6. Install tema dan plugin pendukung lainnya. Lihat juga artikel → rekomendasi plugin ecommerce / toko online.
  7. Unggah produk dan konten pendukung ke website. 

Untuk panduan pembuatan website yang lebih jelas, Anda dapat kunjungi → cara membuat WordPress dan cara menggunakan WooCommerce

12. Gunakan aplikasi kasir untuk pembukuan

Inilah tips terakhir sebelum Anda betulan memulai bisnis kuliner. Pastikan Anda menggunakan aplikasi kasir / point of sales (POS).

Anda pasti sadar, bisnis kuliner adalah sebuah bisnis yang amat dinamis. Hampir tiap hari Anda perlu membeli bahan baku, meracik produk yang dijual, menjajakannya, memastikan kualitas produk konsisten, mempromosikan produk, sampai melakukan rekap penjualan. 

Di tengah rutinitas yang padat itu, tak ada salahnya untuk memakai bantuan software atau aplikasi kasir otomatis. Dengan begitu, Anda bisa fokus ke hal-hal lain yang tak kalah penting. Toh, salah satu tips membangun startup ialah melakukan otomatisasi pekerjaan.

Secara spesifik, adanya aplikasi kasir akan bermanfaat bagi Anda ketika memulai bisnis kuliner. Berikut alasannya:

Menarik, bukan? Untuk aplikasi kasir yang ingin digunakan, itu kami kembalikan lagi kepada Anda. Ada begitu banyak pilihan mulai dari Pawoon, MokaPOS, Qasir, dan sebagainya. Anda tinggal cari mana yang fitur dan harganya paling pas.

5 Contoh Bisnis Kuliner Sukses yang Menjanjikan

Anda sudah baca 12 tips panjang lebar seputar cara memulai bisnis kuliner yang menjanjikan. Tapi rasanya semua tips itu takkan lengkap tanpa ada contoh konkretnya. Maka dari itu, di bagian ini Anda akan temukan contoh-contoh bisnis kuliner yang sukses.

Tentu saja kami takkan mereview semua aspek dari tiap contoh bisnis kuliner. Sebab, banyak hal yang sifatnya internal dan rahasia. Tapi sebagai gantinya, kami akan mengulas bagaimana tiap-tiap bisnis kuliner di bawah menggunakan website untuk mempromosikan usahanya.

1. Cafe Brick

Cafe Brick adalah cafe bernuansa Inggris yang berlokasi di Yogyakarta. Tak cuma menawarkan ambience vintage, cafe yang buka 24 jam ini juga menyajikan berbagai menu makanan dan minuman. Mulai dari yang ala Barat (steak, fish n chips, egg benedict, dll), sampai dengan menu Asia seperti fried rice dan kwetiau.

Website digunakan Cafe Brick untuk menampilkan semua info penting tentangnya. Baik itu menu, promo, produk, fasilitas, dan halaman kontak. Namun, di antara semua konten tersebut, hal yang menarik justru ialah jasa konsultasi yang ditawarkan oleh pengelola Cafe Brick. 

Dengan membuka website bisnis kuliner, Anda tak melulu berjualan produk makanan atau minuman. Seperti halnya yang dilakukan pengelola Cafe Brick, jasa pembuatan restoran atau cafe pun bisa ditawarkan. Kalau begini, cafe yang ditampilkan di website justru jadi portofolio jasa konsultasi Anda.

Tips Marketing Bisnis Kuliner Online ala Cafe Brick:

2. Gulu Gulu

Gulu Gulu bisa dibilang sebagai pendatang baru di dunia bisnis kuliner. Tapi jangan salah. Brand satu ini mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia di tahun 2018. Penghargaan ini diberikan karena Gulu Gulu berhasil menjual 60+ lisensi bisnis. Lalu apa hebatnya? Hebatnya, karena lisensi ini terjual meski Gulu Gulu belum resmi membuka toko offline pertama. 

Berbekal website, Gulu Gulu berhasil menampilkan branding yang amat ciamik. Mulai dari tampilan antarmuka yang menawan, cerita muasal produknya, macam-macam produk yang dijual, dan di mana produk tersebut bisa didapatkan. Kami tak heran kalau website ikut punya peran penting ke banyaknya lisensi yang terjual. Begitu juga mengapa brand ini amat viral.

Tips Marketing Bisnis Kuliner Online ala Gulu Gulu:

3. Dum Dum Thai Tea

Dum Dum Thai Tea juga merupakan bisnis kuliner yang cukup terkenal di Indonesia. Meski sekilas nampak seperti brand asal Thailand, sesungguhnya brand ini adalah asli dari Indonesia. Bahkan nama bisnis kuliner ini tak cuma harum di dalam negeri saja. Bisnis ini telah melebar ke negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Dibandingkan kedua website yang dibahas sebelumnya, website milik Dum Dum Thai Tea ini nampak lebih simpel. Website didominasi oleh foto-foto berukuran besar dan sedikit keterangan dalam bentuk teks. Tak lupa, website juga memuat link menuju media sosial Facebook dan Instagram.

Format konten dan desain macam ini sangat bisa Anda contoh. Terutama kalau Anda menginginkan website yang low maintenance tapi tetap fungsional. Nantinya, Anda bisa mengarahkan pengunjung agar menuju ke sosmed untuk mendapatkan update konten terbaru.

Tips Marketing Bisnis Kuliner Online ala Dum Dum Thai Tea:

4. J.CO Indonesia

J.CO merupakan salah satu pemain bisnis kuliner yang cukup senior. Sejak tahun 2005, brand ini hadir untuk memuaskan lidah Anda dengan berbagai jenis camilan. Mulai dari donat, sandwich, dan yogurt. Ada juga kopi, coklat, frappe, dan varian minuman lainnya. 

Di websitenya, J.CO tak sekadar menampilkan diri sebagai pemuas lidah dan pengisi perut. Di halaman Donuts dan Coffee, J.CO menceritakan visi dan misinya dengan cara yang amat personal. Ditemani foto-foto close up pembuatan produknya, pengunjung website dibuat merasa dekat dan spesial. 

Kesan itu pula lah yang berusaha diwujudkan J.CO ke dalam semua konten websitenya. Termasuk konten yang khusus bicara soal penawaran franchise. Di halaman Franchise, J.CO tak hanya memberikan form kontak. Tetapi juga informasi tahapan pembuatan franchise dan kolom isian yang lebih lengkap (proposal investasi dan background check) .

Lewat gestur inilah, J.CO justru menampakkan keseriusannya dalam menjaga kualitas produk. Meskipun tujuannya komersil dan untuk memperlebar pasar, J.CO tak sembarang memberikan lisensi usahanya ke pihak lain.

Tips Marketing Bisnis Kuliner Online ala J.CO:

5. Parsley

Dibandingkan website-website sebelumnya, bisnis kuliner ini nampaknya sengaja tampil beda dari yang lain. Alih-alih menampilkan foto makanan atau minuman di halaman depan, Parsley lebih memilih menampilkan daftar lokasi usahanya. Bahkan, Parsley pun membagi tiap cabangnya ke dalam tiga kategori: Resto, Bakery, dan Food Service.

Setiap kategori memiliki subdomain khusus. Baru di tiap halaman kategori itulah, Parsley memuat seabrek informasi dan konten yang berkaitan dengan layanan. Dari sudut pandang pengunjung, desain web macam ini sangat-sangat lah jenius. Sebab, pengunjung tak perlu susah-susah mencari informasi yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Cukup sekali klik, semua informasi ada di depan mata.

Menariknya lagi, Parsley tak sekadar menaruh daftar menu dan foto yang jumlahnya amat banyak. Di website, ia juga menerapkan strategi inbound marketing lewat penyajian konten-konten berfaedah. Konten yang dimaksud tak jauh dari bahasan seputar makanan dan kesehatan.

Tips Marketing Bisnis Kuliner Online ala Parsley:

Siap Memulai Bisnis Kuliner Anda Sendiri?

Memulai bisnis kuliner yang menjanjikan memang bukan perkara gampang. Ada begitu banyak hal yang harus dilakukan agar bisnis kuliner online mencapai sukses. Semoga tips yang kami susun membantu Anda untuk merintis bisnis kuliner Anda sendiri.

Untuk perkara promosi online, tak bosan-bosannya kami sarankan Anda untuk buat website. Seperti yang sudah kami bilang, membuat website itu tidak lah sulit. Lebih penting lagi, membuat website juga tidak perlu mahal.

Di Niagahoster, Anda bisa dapatkan promo hosting gratis domain. Itu sudah lengkap dengan segudang fitur seperti unlimited disk space, unlimited bandwidth, unlimited pop3 email, unlimited database, unlimited addon domain, dan layanan bantuan 24/7. 

Jadi, tunggu apa lagi? Rebut tiket suksesmu dengan membuat website di layanan hosting Indonesia terbaik. Lalu, jangan lupa untuk terapkan strategi marketing bisnis kuliner paling moncer. Supaya cuan bisa jadi milik tuan dan nyonya sekalian.