Tutorial

Leverage Browser Caching: Cara Mudah Meningkatkan Kecepatan Website

Kecepatan website itu penting. Kalau loading halamannya lebih dari 3 detik, 53% pengunjung bisa langsung pergi lho. Nah, salah satu solusi mengatasinya adalah melakukan leverage browser caching WordPress.

Belum tahu apa itu leverage browser caching? 

Tenang, di artikel ini kami akan menjelaskan pengertian dan beberapa cara leverage browser caching untuk mempercepat loading website.  Yuk, simak artikel ini sampai selesai.

Apa Itu Leverage Browser Caching?

Leverage browser caching adalah upaya untuk meningkatkan penyimpanan sementara (cache) di browser pengunjung agar halaman website bisa loading lebih cepat.

Leverage browser caching juga menjadi salah satu rekomendasi saat Anda melakukan pengecekan kecepatan website menggunakan Google PageSpeed Insights. Pada versi terbaru, tampilannya akan seperti ini:

Dari tampilan di atas, terdapat temuan indikator orange (kurang baik) pada Serve static asset with and efficient cache policy. Ini artinya, terjadi kendala pada cache sehingga Anda direkomendasikan untuk melakukan leverage browsing caching. 

Apa sih yang menyebabkan munculnya rekomendasi perbaikan tersebut?

  • Website Anda belum menggunakan browser cache, sehingga performa kurang maksimal.
  • Anda sudah menggunakan browser cache, tapi pengaturan masa aktif cache tak bisa ditemukan.
  • Masa aktif cache ditemukan, tapi durasinya terlalu pendek sehingga performa tidak signifikan.

Oleh karena itu, Anda perlu mengaktifkan WordPress leverage browser caching dengan tiga cara yang akan kami jelaskan di bawah.

3 Cara Leverage Browser Caching di WordPress

Berikut ini beberapa cara melakukan leverage browser caching untuk mengatasi kendala loading website sesuai penyebabnya. Apa saja?

1. Install Plugin Leverage Browser Caching

Kalau website Anda belum menggunakan cache, Anda bisa melakukan leverage browser caching dengan bantuan plugin. Untuk mengaktifkannya, ikuti langkah berikut:

  1. Klik menu Plugins > Add New di dashboard WordPress Anda. Lalu, ketikkan “Leverage Browser Caching” di kotak pencarian.

  2. Klik Install Now pada plugin Leverage Browser Caching.
  3. Klik Activate dan plugin Leverage Browser Caching akan bekerja secara otomatis.
  4. Lakukan pengecekan di Google PageSpeed Insight kembali apakah rekomendasi untuk leverage browser caching WordPress masih muncul.

2. Tambahkan Expires Headers

Kalau masa aktif cache tidak ditemukan, Anda akan mendapatkan informasi terkait Time to Live (TTL) seperti di bawah ini:

Untuk itu, Anda perlu menambahkan expires header, yaitu barisan kode untuk mengatur berapa lama cache disimpan di browser (Time to Live).

Caranya, Anda bisa mengedit file .htaccess dan menambahkan baris kode di bawah ini:

<IfModule mod_expires.c>

  ExpiresActive On
  # Images

  ExpiresByType image/jpeg "access plus 1 year"

  ExpiresByType image/gif "access plus 1 year"

  ExpiresByType image/png "access plus 1 year"

  ExpiresByType image/webp "access plus 1 year"

  ExpiresByType image/svg+xml "access plus 1 year"

  ExpiresByType image/x-icon "access plus 1 year"

  # Video

  ExpiresByType video/mp4 "access plus 1 year"

  ExpiresByType video/mpeg "access plus 1 year"

  # CSS, JavaScript

  ExpiresByType text/css "access plus 1 month"

  ExpiresByType text/javascript "access plus 1 month"

  ExpiresByType application/javascript "access plus 1 month"

  # Others

  ExpiresByType application/pdf "access plus 1 month"

  ExpiresByType application/x-shockwave-flash "access plus 1 month"

</IfModule>

Setelah Anda menambahkan baris kode di atas seharusnya pemberitahuan tentang Cache TTL None sudah menghilang. Artinya, upaya WordPress leverage browser caching sudah berhasil dilakukan.

3. Pindahkan Cache Google Analytics ke Server Anda

Jika masa aktif cache Anda terlalu pendek, seperti terjadi pada cache Google Analytics dengan masa aktif dua jam, Anda akan mendapat informasi sebagai berikut:

Solusinya, Anda bisa memindahkan cache Google Analytics ke server Anda. Dengan begitu, permintaan data tak harus selalu dari server Google langsung sehingga bisa lebih cepat.

Pun demikian, cara tersebut tidak direkomendasikan Google karena bisa memperlambat update fitur atau informasi terkait Google Analytics. 

Nah, jika Anda tetap ingin melakukannya, Anda bisa memanfaatkan plugin CAOS – Host Google Analytics Locally.

Sayangnya, plugin CAOS ini pun tidak kompatibel dengan plugin Google Analytics lainnya. Jadi, nonaktifkan plugin Google Analytics tersebut agar CAOS bisa berfungsi maksimal dan menghindari crash.

Perhatian!

Nonaktifkan plugin CAOS jika terjadi kendala kompatibilitas yang mengganggu kestabilan website Anda.

  1. Install plugin CAOS di website Anda.

  2. Pilih menu Settings > Optimize Google Analytics

  3. Masukkan ID Google Analytics Anda pada Google Analytics Tracking ID. Lalu, klik Save Changes & Update untuk menyimpan pengaturan. Sekarang, cache Google Analytics akan disimpan di server Anda dengan masa aktif 30 hari.

Gunakan Leverage Browser Caching WordPress Sekarang!

Leverage browser caching WordPress bisa menjadi cara mudah meningkatkan kecepatan website. Dengan memanfaatkan cache secara tepat, pengunjung tak harus menunggu loading halaman website lebih lama.

Leverage browser caching juga menjadi rekomendasi Google PageSpeed Insights untuk optimasi kecepatan website. 

Kalau nilai performance Anda masih rendah, Anda bisa mencoba untuk memanfaatkan plugin leverage browser caching, menambah Expires Header, dan memindahkan cache Google Analytics ke server Anda.

Kalau upaya di atas sudah dilakukan dan Anda masih belum puas dengan performa website tersebut, Anda bisa meningkatkan kecepatan website Anda lebih jauh lagi dengan mengikuti tips pada ebook gratis di bawah ini:

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Jika Anda mempunyai cara lain menggunakan WordPress leverage browser caching, tak perlu sungkan meninggalkannya di kolom komentar, ya!

Mirza M. Haekal

Mirza is a member of SEO Team at Niagahoster. He loves to learn something new everyday.

Share
Published by
Mirza M. Haekal

Recent Posts

Apa Itu Bisnis Online? Pengertian, Jenis, dan Manfaat [Terlengkap]

Bisnis online adalah jenis bisnis yang kian hari kian diminati. Bukan hanya karena menawarkan cuan besar, menjalankan bisnis online juga…

10 hours ago

Memperbaiki Error “Sorry, This File Type Is Not Permitted For Security Reasons.”

Apakah Anda mengalami error dengan pesan notifikasi sorry this file type is not permitted for security reasons saat mengupload file?…

1 day ago

7+ Kasus Hacking yang Menggemparkan Indonesia dan Penyebabnya

Tidak perlu repot-repot ke luar negeri atau nonton film untuk mencari tahu bagaimana hacker beraksi. Indonesia sendiri ternyata adalah magnet…

2 days ago

Apa Itu Agile? Pengertian, Prinsip, Metode, dan Kelebihan [Terlengkap]

Agile adalah sebuah metode pengembangan software yang kian populer. Metode ini semakin banyak digunakan karena bisa membantu developer menciptakan software…

3 days ago

Cara Remote Database MySQL di cPanel (Terupdate)

Dalam mengelola database, Anda ternyata juga bisa melakukan remote database MySQL, lho! Hal ini memungkinkan Anda untuk mengakses database walau…

4 days ago

21+ Usaha Jasa yang Menjanjikan Profit Berlipat

Bagi Anda yang ingin memulai bisnis, membuka sebuah usaha jasa bisa jadi pilihan yang tepat. Terutama jika Anda memiliki keahlian…

5 days ago