Tutorial

Apa itu Hosting? Berikut Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya!

Bisa ditebak! Anda mungkin sedang berencana bikin website, tapi malah disuruh beli hosting dan juga domain. Karena bingung apa itu hosting, Anda coba Googling “hosting adalah” atau “pengertian hosting” dan mampir deh di artikel ini. 

Web hosting adalah hal yang sangat Anda perlukan ketika membuat website. Jadi, Anda wajib mengetahui pengertian hosting dan fungsinya. Tidak lupa juga jenis web hosting yang cocok untuk website Anda.  

Untungnya Anda sudah berkunjung ke artikel yang tepat, kok. Di artikel ini Anda akan mempelajari tentang hosting secara lengkap. Sudah siap? Yuk, simak pembahasannya! 

Pengertian Hosting

Hosting atau web hosting adalah tempat untuk menyimpan semua file dan data website sehingga dapat diakses oleh banyak orang melalui internet. File dan data website tersebut bisa berupa video, gambar, email, script, aplikasi, dan database. 

Tanpa adanya hosting, tentu saja Anda tak bisa membuat website.  Itulah kenapa, Anda perlu menyewa hosting terlebih dulu untuk membuat website. 

Ibaratnya hendak membangun rumah. Kalau Anda ingin membangun rumah yang besar, luas tanahnya harus semakin besar, bukan? Sama seperti website, kalau ingin membangun yang kapasitas dan performanya tinggi, Anda butuh hosting yang sumber dayanya besar. 

Tertarik memahami lebih jauh tentang hosting? Yuk simak cara kerja hosting pada bagian selanjutnya!

Cara Kerja Hosting

Kira-kira, tahapan cara kerja hosting adalah sebagai berikut:

  1. Server hosting menyimpan berbagai file yang dibutuhkan oleh website. Misalnya: gambar, video, script, database website, dll;
  2. Pengunjung yang mengetikkan domain website Anda pada browser (Google Chrome, Mozilla Firefox, dll);
  3. Browser meminta server hosting mengirim file website ke browser;
  4. Server mengirimkan file yang dibutuhkan kepada browser;
  5. Pengunjung dapat mengakses website Anda.

Tapi meski cara kerja hosting terlihat mudah, tidak semua hosting mampu bekerja dengan baik, lho. Banyak hosting yang sering down, kemampuan kurang mumpuni sehingga akses website lambat, dan sebagainya.

Padahal, peran hosting penting bagi website dan bisnis. Baik untuk menjamin proteksi situs, menjaga performanya, hingga meningkatkan kredibilitas bisnis online.

Oleh sebab itu, Anda harus pintar-pintar memilih penyedia hosting terbaik. Sebisa mungkin, pilih hosting yang menjanjikan uptime hingga 99% sehingga situs bisa terus menyala 24 jam. Kemudian, pastikan juga data center-nya terbaik agar website aman dan lancar.

Perlu Anda tahu juga, setiap jenis hosting juga punya keistimewaannya masing-masing. Nah, setelah tahu pengertian hosting dan cara kerjanya, pada bagian selanjutnya, Anda akan belajar jenis-jenis hosting serta kelebihan dan kekurangannya.

Baca Juga: Ingin Website dengan Akses Tercepat? Pilih Niagahoster! Ini Buktinya..

Jenis-Jenis Hosting Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Kalau diibaratkan properti, ada banyak sekali jenis properti yang tersedia, kan? Mulai dari apartemen, kos-kosan, rumah, hingga villa.

Begitu pula dengan hosting, karena tiap jenis hosting memiliki spesifikasi dan harga yang beragam.

Jadi, sebelum Anda berlangganan hosting, pastikan Anda memilih jenis hosting yang sesuai dengan kebutuhan website Anda, ya!

Berikut pengertian dari beberapa jenis hosting yang umumnya ditawarkan oleh penyedia hosting.

1. Shared Hosting

Shared hosting adalah jenis hosting yang servernya dipakai secara bersama-sama oleh banyak user sekaligus

Ibaratnya, Anda menyewa kamar kos yang hanya memiliki satu kamar mandi, dapur, listrik, dan air untuk dipakai bersama. Jadi, Anda harus berbagi fasilitas tersebut dengan penghuni lain. 

Begitu pula dengan shared hosting. Anda akan berbagi fasilitas hosting, seperti disk space, kecepatan, dan lainnya. Jadi, ketika satu user memakai sumber daya yang terlalu banyak, website Anda juga akan terkena imbasnya. 

Kelebihan: 

  • Harga ekonomis;
  • Server hosting sepenuhnya dikelola dan dirawat (full managed) oleh penyedia hosting;
  • Cocok untuk pemula;
  • Fasilitas lengkap, mulai dari disk space, unlimited bandwidth, database, hingga SSL.

Kekurangan: 

  • Jika ada user yang menggunakan fasilitas secara berlebihan, website user lain dapat ikut merasakan dampaknya;
  • Adanya limit penyimpanan file dan fasilitas server.

Baca juga:  Perbedaan Cloud Hosting, VPS, dan Shared Hosting

2. VPS Hosting

VPS atau Virtual Private Server adalah jenis hosting pribadi yang resourcenya hanya dipakai oleh satu user saja. Sehingga, server tidak akan terpengaruh oleh penggunaan user lain. 

Di jenis hosting ini, Anda memiliki kebebasan untuk mengatur dan mengelola resource yang tersedia secara mandiri. Artinya, Anda perlu memiliki skill teknis pengelolaan server. 

Kalau dianalogikan, VPS ini ibaratnya satu kamar apartemen yang menyediakan fasilitas pribadi. Di mana setiap apartemen memiliki meteran listrik, air, kamar mandi, dan dapur sendiri. Berbeda dengan kos-kosan yang semua fasilitas tersebut jadi satu dengan kamar lainnya. 

Kelebihan:

  • Karena private, resource tidak terpengaruh user lain;
  • Bebas kustomisasi server VPS;
  • Dapat mengelola banyak akun hosting;
  • Bebas memilih sistem operasi (OS);
  • Harga lebih terjangkau dibanding server dedicated.

Kekurangan: 

  • Melakukan konfigurasi server sendiri;
  • Perlu memiliki pemahaman teknis tentang server.

3. Cloud Hosting

Apa itu cloud hosting?

Jadi, Cloud hosting adalah hosting dengan resource selayaknya VPS, tapi dengan kemudahan penggunaan seperti Shared Hosting. 

Artinya, Anda tak perlu memiliki skill teknis mengelola server untuk bisa menggunakan jenis cloud hosting. 

Masih bingung dengan pengertian cloud hosting? Bayangkan saja Anda membuka cabang resto di beberapa lokasi. Tujuannya agar antrean tidak membludak di satu toko saja.

Begitu pula dengan cloud hosting yang membagikan beban ke beberapa server sekaligus. Sehingga ketika salah satu server mengalami gangguan, website tetap stabil dengan backup server lain. 

Kelebihan: 

  • Resource yang tersedia banyak;
  • Dapat menampung traffic sangat tinggi;
  • Full managed oleh penyedia hosting;
  • Tidak perlu pengetahuan teknis yang mendalam.

Kekurangan: 

  • Harga lebih mahal dari VPS dan shared hosting.

Baca juga: Apakah Website Anda Butuh Cloud Hosting? Cek Di Sini

4. WordPress Hosting

WordPress hosting adalah jenis hosting khusus pengguna WordPress yang spesifikasinya kurang lebih mirip shared hosting.

Bedanya, server WordPress hosting dikonfigurasi secara khusus untuk pengguna WordPress. Di mana user akan lebih mudah membangun website dengan beberapa klik. 

Seperti shared hosting, jenis hosting ini juga harus berbagi fasilitas penyimpanan dengan pengguna lainnya. Sehingga, ketika user lain memakai resource secara berlebihan, Anda juga akan terkena dampaknya. 

Kalau diibaratkan, Anda seperti menyewa sebuah kamar kosan yang bentuk dan tata letaknya sama dengan kamar lainnya. Anda tinggal atur-atur dikit sesuai keinginan Anda, kosan sudah langsung siap huni. 

Sama seperti WordPress hosting. Anda tinggal install plugin dan edit-edit konten di WordPress, maka website Anda sudah dapat rilis. 

Kelebihan: 

  • Harga ekonomis seperti shared hosting;
  • Terintegrasi dengan WordPress;
  • Ramah untuk pemula;
  • Full managed oleh penyedia hosting;
  • Fasilitas seperti disk space, SSL, dan sejenisnya cukup lengkap;

Kekurangan: 

  • Resource terbatas dan dipakai bersamaan;
  • Jika ada user lain yang memakai resource berlebihan, website Anda juga terkena; dampaknya.

5. Simple WordPress

Apa itu Simple WordPress hosting? Apa bedanya sama WordPress hosting?

Jadi, Simple WordPress hosting adalah jenis hosting khusus bagi Anda yang ingin membangun website dengan CMS WordPress tanpa perlu memusingkan hal teknis. Termasuk tak perlu akses cPanel untuk edit file website dan pengaturan lainnya.

Semua pengaturan dan optimasi website di cPanel, seperti keamanan, kecepatan, dan bandwidth akan diatur oleh penyedia hosting. Hal inilah yang membedakan Simple WordPress hosting dengan WordPress hosting. Sehingga, Anda bisa lebih mudah dalam membuat website. 

Ya, ibaratnya Anda memesan sebuah kamar kos yang sudah full fasilitas. Kamar sudah dipasang jendela anti maling, kasur, serta lemari yang siap pakai dan disesuaikan dengan barang milik Anda. 

Kelebihan: 

  • Tidak perlu melakukan pengaturan hosting dan domain;
  • Pengelolaan website mudah, cocok untuk pemula;
  • Keamanan dan kecepatan website terjamin;
  • Bebas install plugin dan tema;
  • Harga terjangkau.

Kekurangan: 

  • Tidak leluasa jika ingin mengubah atau menambah pengaturan hosting;
  • Resource cukup terbatas seperti shared hosting.

6. Dedicated Hosting

Dedicated hosting adalah server yang hanya digunakan oleh satu user saja. Dengan server yang didedikasikan untuk Anda seorang, Anda tak perlu khawatir website akan mengalami down. 

Selain itu, Anda memiliki kebebasan untuk mengelola dan mengatur server sesuai kebutuhan. Sehingga, Anda perlu memiliki pemahaman mengelola server. 

Kalau diibaratkan, dedicated hosting adalah rumah pribadi yang Anda beli dari pengembang rumah. Anda bebas mengatur dan mengelola rumah Anda. 

Kelebihan: 

  • Resource sangat besar;
  • Mampu menampung trafik tinggi;
  • Dapat menyimpan data yang sangat banyak (big data);
  • Memiliki akses root untuk mengatur server;
  • Bebas memilih sistem operasi.

Kekurangan: 

  • Harga yang ditawarkan sangat mahal;
  • Harus melakukan perawatan server sendiri;
  • Perlu memiliki pemahaman teknis.

Baca juga: Mau Tahu Siapa Saja yang Membutuhkan Web Hosting?

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Hosting (FAQ)

Berikut ini kami merangkum beberapa ulasan dari pertanyaan yang sering diajukan saat mau membeli hosting dan domain. 

1. Apa Perbedaan Hosting dengan Domain?

Ketika hendak membuat website, domain dan hosting adalah kebutuhan utamanya. Sebenarnya apa itu pengertian hosting dan domain? 

Hosting berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan file dan data website. Sementara, fungsi domain adalah sebagai alamat website, misalnya www.facebook.com

Website sebenarnya memiliki alamat berupa kombinasi angka (IP Address) seperti 172.217.28.08. Namun, kombinasi angka itu pasti sulit diingat, bukan? 

Maka dari itu, dibuatlah sistem penamaan yang lebih mudah dengan domain. Jadi. orang tinggal ketik www.facebook.com, browser akan menampilkan halaman website Facebook. 

Nah, kalau tadi hosting diibaratkan hunian atau rumah, maka domain adalah alamat rumahnya. Tanpa adanya alamat rumah, orang lain tak akan tahu lokasi rumah Anda. 

Baca juga: Domain dan Hosting 

2. Jenis Hosting Mana yang Cocok untuk Website Saya?

Jenis layanan hosting mana yang tepat untuk website saya? Untuk menjawab pertanyaan ini, sebenarnya tergantung dari jenis website yang akan Anda buat. Mari simak penjelasan tabel berikut ini.  

Jenis Hosting Disk SpaceTrafik per BulanJenis Website
Shared hostingUnlimited15.000 – 180.000Website/blog pribadi, website portofolio, website bisnis UMKM, website organisasi yang tidak terlalu besar.
Cloud Hosting20 – 120GB450.000 – 1.350.000Website bisnis, website toko online, website sekolah, website e-learning, website portal berita.
VPS20 – 250GB450.000 – 1.350.000Website bisnis, toko online, website perusahaan, website e-learning, website portal berita.
WordPress Hosting Unlimited60.000 – 180.000Website pribadi, website UMKM, website komunitas.
Simple WordPress 3-50GB15.000 – 450.000Website pribadi, website profil perusahaan, website bisnis yang masih baru.
Dedicated Server>250GB> 1.350.000Website bisnis dan perusahaan besar.

Intinya, kalau Anda seorang pemula yang ingin membuat website pribadi atau website bisnis baru yang trafiknya belum besar, Anda bisa pakai shared hosting. Kalau Anda ingin membangun website trafik besar, cloud hosting bisa jadi solusinya. 

Nah, khusus Anda yang ingin mengelola server secara mandiri dan kapasitas yang besar, VPS cocok untuk Anda. 

Baca juga: Cara Memilih Web Hosting Terbaik 

3. Berapa Biaya yang Dikeluarkan untuk Web Hosting?

Anda mungkin bertanya-tanya berapa sih harga yang harus dikeluarkan untuk menyewa web hosting? Mahal atau murah ya? Di Niagahoster, kami menawarkan harga hosting terbaik untuk Anda, segini kisarannya. 

Shared Hosting. Anda hanya perlu mengeluarkan ongkos Rp10 – 25 ribuan per bulan untuk mendapatkan shared hosting unlimited. Kalau ditotal, dalam setahun biaya yang Anda keluarkan tak sampai Rp500 ribu. 

Cloud Hosting. Budget yang perlu Anda keluarkan untuk cloud hosting adalah Rp150 – 720 ribu per bulan. Hosting ini memang agak lebih mahal karena menyediakan performa yang lebih baik dan sudah full managed. Cocok sekali untuk Anda yang ingin membuat website kapasitas besar tapi kurang memahami hal-hal teknis. 

VPS. Harga yang ditawarkan VPS hosting adalah Rp104 ribu – 1 jutaan per bulan. Biaya yang dikeluarkan untuk pakai VPS memang relatif lebih murah dari Cloud Hosting, tetapi Anda perlu me-manage server VPS sendiri.

WordPress Hosting. Harga yang ditawarkan WordPress Hosting tidak terlalu berbeda dengan Shared Hosting. Harganya kisaran Rp25 – 80 ribuan per bulan. Bedanya, di WordPress hosting ini, Anda punya banyak kemudahan untuk membuat website, mulai dari install WordPress otomatis hingga konfigurasinya yang mudah. 

Simple WordPress. Harga hanya mulai dari Rp32 – 109 ribuan aja per bulan. Anda sudah bisa membuat website WordPress yang kaya fitur tanpa perlu utak-atik pengaturan di cPanel. 

Baca juga: Mahal atau Murah? Inilah Biaya Pembuatan Website

4. Apakah Setiap Pembelian Hosting Dapat Gratis Domain?

Pembelian hosting biasanya terpisah dengan domain. Artinya, Anda perlu membeli hosting dan juga domainnya. Urutannya, Anda membeli domain terlebih dulu, setelah itu barulah memilih hosting yang sesuai. 

Cukup merepotkan dan mahal, ya? Namun, tak usah khawatir. Hanya di Niagahoster, Anda bisa mendapatkan domain GRATIS dari pembelian web hosting.  

Paket gratis domain ini berlaku untuk pembelian paket Hosting Unlimited Pelajar, Personal, dan Bisnis

Tinggal klik Pilih Paket, lalu klik Domain Baru dan isi nama domain website yang Anda inginkan. Lebih hemat dan praktis, bukan? 

5 Fungsi Hosting dan Mengapa Harus Memilih Hosting Berkualitas

Setelah tahu jenis web hosting yang cocok serta kisaran harganya, sekarang tinggal pesan aja di layanan penyedia hosting. Eits, tapi ingat, pastikan Anda pilih hosting yang berkualitas ya. Sebab, salah satu faktor pentingnya hosting adalah pengaruhnya terhadap kondisi website Anda. 

Kenapa mesti pilih yang berkualitas? Nah, jawabannya simak dulu peran hosting berikut ini. 

1. Menyimpan Data Website

Fungsi hosting yang utama adalah sebagai tempat penyimpanan file dan data website. Anda bisa mengelola data tersebut sehingga dapat ditampilkan pada halaman website. Semakin besar website yang ingin Anda bangun, semakin besar pula kapasitas hosting yang Anda butuhkan. 

Semisal, Anda ingin membuat website toko online yang menampilkan banyak gambar produk dan menargetkan jumlah pengunjung yang banyak. Otomatis Anda perlu memakai hosting yang mampu menampung beban tersebut. 

Sama halnya ketika Anda hendak mencari hunian atau tempat tinggal. Anda punya banyak perabotan rumah untuk diletakan, tapi Anda hanya menyewa kos-kosan sempit. Anda, tentu kesulitan untuk bergerak leluasa, bukan? 

Oleh sebab itu, carilah kapasitas hosting yang sesuai dengan website Anda. Kalau bingung pilih hosting yang mana, pakai Unlimited Hosting dari Niagahoster aja. Kapasitas penyimpanan dan bandwidthnya unlimited lho! 

Baca Juga: Infografik Tips Memilih Web Hosting

2. Membuat Website Berperforma Tinggi

Hosting juga berperan membuat website berperforma tinggi. Beberapa  penyedia layanan hosting berkualitas biasanya menawarkan fitur unggulan untuk membuat website stabil dan anti lelet. 

Misalnya saja, server hosting menggunakan data center yang canggih seperti data center berstandar tier-4. Kualitas data center tersebut tak perlu diragukan sebab memiliki beberapa fitur canggih berikut:

  • Multiple Upstream – yaitu memungkinkan server menggunakan beberapa jaringan.
  • Dedicated Line – untuk menghindari gangguan jaringan.
  • Power Outage – yaitu dua pembangkit listrik untuk memastikan pasokan listrik tetap aman.

Dengan fitur tersebut, tak heran data center ini memiliki tingkat availability sebesar 99,9999%. Itu artinya, kemungkinan gangguan server akan sangat kecil. Jadi, website Anda bisa tetap online dan stabil. 

Ditambah lagi, menggunakan server tercepat di dunia, yaitu LiteSpeed web server. Loading website Anda pun jadi super cepat. 

Baca juga: Ingin Website dengan Akses Tercepat? Pilih Niagahoster!

3. Melindungi Website dari Serangan Hacker

Hosting adalah tameng utama dari keamanan website, lho! Sebab, jika hostingnya rapuh, hacker bisa dengan mudah masuk ke sistem dan menguasai website Anda. 

Faktanya, sudah ada 88 juta kasus hacking yang terjadi di Indonesia dalam empat bulan di tahun 2020. Beberapa situs besar seperti website KPU, DPR Ri, Telkomsel, dan Database Kejaksaan Agung pun pernah jadi sasarannya.  

Sayangnya, salah satu penyebab website berhasil dihack adalah akibat salah pilih hosting. Oleh sebab itu, Anda perlu memilih hosting dengan fitur keamanan yang canggih. 

Niagahoster sendiri telah didukung oleh beberapa fitur keamanan terbaik seperti Imunify360 yang mampu menghalau serangan hacker, malware, DDoS, dan virus berbahaya lainnya.  

Baca juga: 12+ Cara Meningkatkan Keamanan Website

4. Membuat Email yang Lebih Profesional

Jika Anda memiliki domain dan hosting, Anda bisa membuat email dengan domain sendiri, seperti budi@niagahoster.co.id. Domain “niagahoster.co.id” pada contoh tersebut akan menyesuaikan dengan nama website Anda. 

Email tersebut tentu jauh lebih profesional dibanding email Gmail atau Yahoo!. Terutama untuk Anda yang memiliki bisnis. 

Keuntungan lain dari email hosting adalah kapasitas pengiriman dan penerimaan pesan yang lebih besar. Diantaranya: 

  • Dapat mengirim ke 50 penerima dalam sekali kirim.
  • Dapat mengirim 9600 email per hari, dengan batasan 400 email per jamnya.
  • Maksimal ukuran lampiran hingga 20MB

Ditambah lagi, tersedia fitur SpamExpert yang membuat email keluar terhindar dari blacklist. Serta, fitur SpamAssassin yang akan melindungi email dari spam yang mengganggu.  

Baca juga: Ingin Punya Email Bisnis Profesional? Email Hosting Solusinya! 

5. Meningkatkan SEO Website

Sebenarnya hosting tidak secara langsung dapat meningkatkan SEO website. Jika kualitas hosting bagus tentu saja membuat website bisa ngebut, aman, dan stabil. 

Faktanya, website yang lelet menjadi salah satu penyebab utama tingginya pengunjung meninggalkan website (bounce rate). 

Sumber: thinkwithgoogle.com

Hal inilah yang dapat menurunkan peringkat SEO website Anda. Bahkan, setiap loading website lambat satu detik, Anda kehilangan 7% konversi bisnis. 

Tak hanya kecepatan website, website dengan keamanan yang mumpuni akan mendapatkan prioritas di pencarian Google. Untungnya, hosting dari Niagahoster sudah dilengkapi fitur keamanan canggih, Imunify360. Ditambah lagi, SSL dari Niagahoster bisa Anda dapatkan gratis lho!  

Jadi, Apa itu Hosting?

Singkatnya, pengertian hosting adalah tempat untuk menyimpan file atau data website supaya bisa diakses oleh banyak orang di internet.

Sementara, domain adalah alamat website yang akan mengarahkan pengunjung ke website Anda.

Setelah paham dengan pengertian hosting dan domain, Anda bisa memesannya di layanan penyedia hosting. Eits, tapi pilih layanan hosting jangan sembarangan ya. Salah-salah, website Anda malah sering down, lelet, dan tidak aman. 

Pastikan Anda mencari layanan web hosting yang menyediakan:

  • Server hosting berkualitas – mendukung kecepatan, kestabilan, dan keamanan website. Misalnya, menggunakan LiteSpeed web server, Imunify360, dan data center canggih.
  • Jaminan uptime – merupakan jaminan website akan terus online. Semakin tinggi uptime semakin berkualitas hosting.
  • Fitur keamanan terbaik – dilindungi fitur canggih seperti Imunify360 untuk menangkal virus malware dan serangan hacker lainnya.
  • SSL gratisSSL adalah metode untuk meningkatkan keamanan website dan dapat dipasang dengan mudah.
  • Support 24/7 – bantuan tim CS 24 jam non stop untuk membantu mengatasi masalah website Anda melalui live chat, WA, atau telepon.
  • Backup file secara rutin – melakukan backup harian untuk mencegah adanya kehilangan data.
  • Garansi uang kembali – Anda bisa mengajukan pengembalian uang jika hosting yang Anda pesan tidak sesuai.

Syukurnya, Anda tak perlu jauh-jauh mencari. Sebab, Niagahoster telah menyediakan semua ketentuan hosting berkualitas seperti di atas dengan harga terjangkau. 

Jadi, tunggu apa lagi, segera pilih paket hosting pilihan Anda! Psst.. ada gratis domain lho! 

Benefita

Benefita is a Pisces girl. She dreams of living in the world of Harvest Moon.

Share
Published by
Benefita

Recent Posts

Hosting Murahan vs Niagahoster: Teliti Sebelum Beli Hosting!

Ingin membeli hosting? Awas, jangan terkecoh hosting abal-abal! Yuk ketahui dulu perbedaan hosting murahan vs Niagahoster di sini!

33 mins ago

Jejak Digital Adalah: Pengertian, Bahaya, Cara Menghapus, dan Tips Mengelolanya

Jejak digital adalah informasi yang ditinggalkan seseorang saat menggunakan internet. Informasi ini sulit dihilangkan dan bisa saja disalahgunakan oleh orang…

2 days ago

Apa Itu Dropshipper? Bagaimana Cara Menjadi Dropshipper?

Anda ingin memulai bisnis online dengan modal kecil? Menjadi dropshipper adalah salah satu cara yang bisa Anda coba, apalagi bagi…

2 days ago

Cara Install HestiaCP di VPS Ubuntu dan Debian

HestiaCP adalah alternatif control panel gratisan yang bisa Anda pakai di VPS. Yuk belajar cara install HestiaCP di VPS pada…

3 days ago

Adware: Pengertian, Jenis, Cara Menghindarinya

Adware adalah software yang harus Anda curigai. Meski terlihat seperti iklan biasa, bisa jadi di dalamnya terdapat malware. Biasanya, adware…

4 days ago

Cara Install Plesk di VPS Linux [Termudah]

Plesk adalah software control panel terpopuler sejagat maya. Bagaimana cara install Plesk di VPS? Simak tutorialnya di sini!

4 days ago