Digital Marketing

Kupas Tuntas Franchise: 10+ Ide Bisnis Dijamin Cuan!

Pernah melihat suatu bisnis cabangnya ada dimana-mana? Dari mall ke mall, lintas kota, bahkan di skala internasional. Misalnya seperti KFC, McDonald’s, IKEA, dll. 

Bisnis franchise semacam ini memang cocok bagi Anda yang ingin memulai bisnis dengan risiko minim. Karena franchise sangat memungkinkan untung tanpa buntung! 

Penasaran seperti apa itu bisnis franchise? Di artikel ini Anda akan mengetahui apa itu bisnis franchise, keunggulan dan tantangannya, bahkan ide bisnis franchise yang dapat menjadi inspirasi Anda.

Tak usah berlama-lama, yuk mari disimak.

Apa itu Franchise?

Franchise adalah kerja sama antara pemilik suatu brand dan partner bisnis yang ingin membuka brand yang sama. Kerja sama ini dilakukan dengan sistem bagi hasil sesuai kesepakatan. 

Dalam bahasa Indonesia, franchise lebih dikenal dengan sebutan waralaba. Wara artinya “lebih” dan laba berarti “untung”.

Secara luas, kita dapat mengenal waralaba sebagai hak kelola dan menjual suatu produk maupun jasa.  

Biasanya, bisnis ini dilakukan oleh pemilik brand agar bisnisnya semakin berkembang. Itu mengapa suatu bisnis bisa terlihat sangat besar dengan cabang yang tersebar di berbagai tempat. 

Di samping itu, model bisnis franchise juga merupakan solusi bagi pemula dalam berbisnis.

Karena sistemnya mudah dan imbal balik yang lumayan cepat. Lebih aman dibanding memulai bisnis sendiri dari nol yang berisiko lebih besar.

Untuk bisa membangun usaha sendiri, Anda butuh modal banyak untuk membuat produk, marketing, dan segala urusan operasional.

Belum lagi, resiko kerugian terbayang setiap saat!

Bandingkan dengan sistem bisnis franchise yang risikonya kecil dan terbilang aman.  

Anda sudah dapat supply bahan baku, sistem operasional, alat dan bahan, bahkan sampai pelatihan pengelolaan bisnis.

Selain itu, Anda tidak perlu repot-repot lagi soal marketing. Brand yang membuka franchise biasanya sudah memiliki brand awareness. Maka, kepercayaan konsumen sudah ada di tangan Anda. 

Jadi, pasti produknya, pasti pengelolaannya, dan pasti untungnya.

Anda tidak perlu menanggung resiko kerugian trial and error dalam berbisnis lagi, deh.

Itu mengapa franchise dianggap sebagai salah satu peluang usaha paling menjanjikan.

Istilah dalam Franchise yang Harus Anda Tahu

Jika ingin masuk ke dalam dunia franchise, terdapat beberapa istilah yang akan sering Anda dengar, yaitu:

Franchisor (Pewaralaba)

Pemberi waralaba atau pemilik brand yang memberikan hak kepada pihak lain untuk menggunakan dan memanfaatkan brand miliknya.

Biasanya perusahaan yang berani menjadi franchisor sudah menjalankan bisnisnya bertahun-tahun dan memiliki cabang sebelumnya.

Bisa dikatakan bahwa franchise menjadi salah satu cara ekspansi bagi franchisor.

Franchisee (Terwaralaba)

Pembeli waralaba atau yang diberikan hak untuk mengelola dan menjual produk dari brand milik franchisor.

Franchisee didominasi oleh orang yang masih pemula dalam bisnis. Karena sistem franchise sangat memungkinkan bagi franchisee untuk belajar bisnis langsung dari perusahaan besar. 

Sebagian franchisee lainnya adalah mereka yang menjadikan bisnis ini sebagai usaha sampingan.

Franchise Fee

Biaya awal waralaba sebelum beroperasi yang dibayarkan hanya sekali saat di awal perjanjian. 

Biaya ini mencangkup 2 hal yaitu, biaya lisensi untuk hak menggunakan brand dan sistem operasional dalam jangka waktu tertentu. Itu mengapa franchise fee disebut juga sebagai one time fee

Biasanya franchise fee juga sudah termasuk beberapa hal seperti, biaya survey lokasi, biaya pengadaan alat, bahan, dan inventaris, serta biaya lainnya untuk pembukaan bisnis. 

Royalty Fee

Biaya selama waralaba beroperasi, istilah lainnya adalah bagi hasil. Berupa persentase keuntungan franchise yang diberikan kepada franchisor. 

Setiap franchisor sudah memiliki perhitungan akan mengambil berapa persen keuntungan. Biaya ini dibuat untuk mendukung operasional bisnis franchise di tingkat pusat. 

Selain itu juga menjadi cara franchisor untuk mengaudit dan mengevaluasi bisnis franchise.

3 Jenis Bisnis Franchise dan Contohnya

Secara keseluruhan terdapat tiga jenis franchise yang harus Anda ketahui. Apa saja? Yuk, masuk ke pembahasan.

1. Berdasarkan Produk

Jenis yang pertama dapat dilihat dari apa yang dijual. Produk yang dijual oleh franchise dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  • Franchise atau waralaba produk – Menjual produk siap jual dari franchisee langsung ke konsumen. Biasanya berupa makanan, minuman, pakaian, dll.

Contoh: H&M, Marugame Udon, Kids Station. 

  • Franchise atau waralaba jasa – Menjual jasa atau layanan kepada pelanggan. Waralaba ini terdapat dalam berbagai sektor. Misalnya logistik atau jasa antar barang, pendidikan, kebugaran, dan masih banyak lagi.

Contoh: Ganesha Operation, Airy Rooms, Ninja Express.

  • Franchise atau waralaba gabungan – Jenis waralaba yang menyediakan produk dan jasa sekaligus. Banyak ditemui di salon kecantikan, salon, spa, dan lain-lain.

Contoh: Young Chefs Academy, Martha Tilaar Salon Day Spa.

2. Berdasarkan Asal Negara

Sama seperti namanya, jenis ini membagi franchise menjadi dua yaitu franchise luar negeri dan dalam negeri. Keduanya eksis dan banyak ditemui di sekitar kita.

Contoh franchise luar negeri seperti, KFC, Miniso, Ace Hardware, dan masih banyak brand ternama lainnya.

Biasanya market di Indonesia terbuka lebar bagi brand milik luar negeri. Hal ini didukung oleh nama besar, penempatan strategis, dan modal yang tidak main-main juga.

Sedangkan franchise atau waralaba dalam negeri juga tidak kalah hebat. Sudah banyak waralaba asli Indonesia yang memiliki ratusan gerai hingga ke berbagai wilayah.

Misalnya, Jco, Indomaret, Hoka Hoka Bento, Excelso, dll.

3. Berdasarkan IFA (International Franchise Association)

International Franchise Association atau disingkat IFA adalah lembaga pembinaan waralaba terbesar di dunia yang saat ini beroperasi di Amerika Serikat. IFA sendiri membagi franchise ke dalam empat jenis, yaitu:

  • Product franchise – Franchisor memiliki kendali penuh penjualan produk miliknya.

Sistem ini banyak ditemukan pada perusahaan teknologi, seperti Acer, Epson, dan berbagai merek ponsel.

  • Manufacturing Franchise – Sistem ini memungkinkan franchisee membuat pabrik atau rumah produksi sendiri. Di mana semua bahan baku hingga kemasannya disediakan oleh franchisor.

Sistem ini banyak digunakan oleh perusahaan makanan atau minuman berskala internasional. Misalnya, Coca Cola, Yakult, Oreo, dan produk kemasan lainnya.

  • Business Opportunity Ventures – Agak berbeda dari franchise biasa, pada jenis ini franchisor mewajibkan franchisee untuk membeli dan mendistribusikan produk dari perusahaan tertentu.

Misalnya bisnis travel agent, franchisor memberikan hak penggunaan brand, logo, dan hal lain yang bersifat branding.

Selebihnya franchisor yang menjalankan, seperti bekerja sama dengan maskapai tertentu, tempat wisata, penempatan lokasi bisnis, dan lain-lain. 

Bisa dibilang franchisee seperti “dilepas” bukan dibimbing seperti bisnis franchise pada umumnya.

  • Business Format Franchising – Jenis franchise yang paling lengkap dengan integrasi hampir di segala aspek. Franchisee bertugas untuk menjalankan bisnis franchise dengan produk, sistem manajemen, dan format yang telah ditentukan oleh franchisor.

Jenis bisnis ini paling banyak digemari di Amerika dan makin menjamur hingga ke negara lain. Contoh bisnisnya seperti Starbucks Coffee, Dunkin’ Donuts, dan Mcdonald’s, dll.

10+ Ide Bisnis Franchise yang Menguntungkan

Tanpa disadari, franchise ada di sekitar kita. Bahkan mungkin seringkali kita menjadi konsumen bisnis franchise. Maka sebenarnya, ide bisnis pun bertebaran di mana-mana.

Jadi, tidak perlu bingung mau memulai franchise apa. Berikut kami hadirkan inspirasi ide bisnis franchise untuk Anda. Apa saja?

1. Makanan atau Minuman

Sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia, bisnis makanan/minuman memang tak pernah ada matinya! 

Franchise minuman? Wah banyak sekali ide yang bisa dieksplor.

Contohnya, minuman coklat, kopi, thai tea, boba, hingga minuman sehat untuk diet. Bahkan sekarang sedang hits minuman serbuk/powder.

Apalagi lidah Indonesia yang ramah oleh rasa. Mau makanan lokal, tradisional, western, asian food, sampai makanan kekinian pun doyan.

Sekarang pun bisnis makanan yang dapat Anda pilih sudah beragam. Misalnya makanan cepat saji, cake and bakery, all you can eat, dan masih banyak lagi.

Selain itu, sektor makanan atau minuman dinilai lebih tahan banting. Terbukti, ketika pandemi melanda dan semua bisnis loyo, sektor ini malah terus bertumbuh.

Baca juga: Tips Digital Marketing Paling Moncer untuk Bisnis Kuliner!

2. Produk Siap Jual

Franchise yang satu ini dinilai lebih mudah dalam pengelolaannya. Karena Anda tidak perlu mengolah lagi produk hingga siap ke tangan konsumen.

Banyak ide menarik yang dapat Anda coba seperti, produk fashion atau pakaian. Terutama fashion wanita yang selalu ramai peminat.

Terlebih lagi jika Anda mencari franchisor yang sudah terkenal kualitasnya. Wah, dijamin laku keras!

Bahkan selama krisis pandemi, penjualan fashion tetap berada di peringkat pertama, lho. Dan hal ini didominasi oleh penjualan online, karena mempertimbangkan sisi keamanan dan kenyamanan.

Wah, Anda harus go online nih!

Selain pakaian, Anda juga bisa mencoba franchise produk sepatu, parfum, kosmetik, hijab, bahkan aromaterapi pun saat ini sangat menjanjikan.

Baca juga: 11 Cara Memulai Bisnis Fashion dengan Brand Sendiri

3. Elektronik

Dunia elektronik menjadi salah satu peluang yang menjanjikan. Mengapa?

Lihat saja berbagai merek handphone, pasti rutin mengeluarkan seri terbarunya dengan fitur yang memukau, bukan?

Contoh lainnya yaitu produk televisi, laptop, dan kamera yang berlomba merilis produk paling unggul di kelasnya. 

Peminat dengan pembaruan elektronik terus meningkat sejalan dengan kebutuhan market.

Dan menjangkau pasar lebih luas, penjualan elektronik tidak dapat dilepaskan dari bisnis franchise retail.

Bahkan pada 2020 penjualan elektronik pintar untuk kebutuhan rumah tangga meningkat hingga 62%, loh.

Terlebih lagi di masa pandemi dengan kebijakan work from home, makin menuntut siapapun untuk memiliki device yang mumpuni di rumah. 

Sangat disarankan bisnis franchise elektronik Anda memiliki website agar dapat menjangkau pasar di mana saja dan kapan saja, meski di masa pandemi sekalipun.

Baca juga: Cara Membuat Toko Online Mudah Untuk Pemula 

4. Bahan Bakar

Menurut BPS, pada 2018 setidaknya ada 146 juta lebih kendaraan yang ada di Indonesia. Bagaimana dengan sekarang? Pastinya jauh di atas angka tersebut.

Kalau ada dana lebih, tidak ada salahnya mengambil pangsa pasar super besar ini franchise bahan bakar.

Skala franchise-nya pun beragam, ada yang besar seperti pom bensin biasa. Ada yang mini seperti vending machine. 

5. Jasa Laundry

Mulai dari perkotaan besar dengan aktivitas super sibuk, hingga perumahan yang dihuni banyak pendatang. Di tiap sudut sangat tepat untuk membuka jasa laundry. 

Ide franchise pun bukan sekedar laundry kiloan untuk pakaian. Melainkan saat ini juga makin banyak laundry sepatu, tas, karpet, hingga laundry koin dengan metode self service.

Bisnis ini makin melesat saat pandemi, karena makin banyak orang yang sadar akan kebersihan. 

Hal itu karena laundry bukan hanya menawarkan jasa cuci. Melainkan juga membunuh kuman serta virus melalui high concentrate pada deterjen yang digunakan.

Selain offline, semuanya dapat Anda pasarkan secara online. Melalui media sosial dan bahkan website.

Eits, jangan salah kira loh! Di luar sana sudah banyak jasa laundry yang memiliki website untuk membantu bisnisnya. 

Misalnya, dengan membuat halaman promo, layanan pesan online, antar-jemput laundry, bahkan mengedukasi konsumen dengan konten blog post informatif.

6. Spa dan Salon Kecantikan

Siapa sih yang gak suka spa? Setelah capek kerja atau stres menanggung beban hidup, spa dan salon jadi salah satu pilihan refreshing paling diminati. 

Saat ini sudah banyak spa dan salon kecantikan yang menawarkan franchise. Terkhusus franchise ini, pastinya franchisor akan memberikan pelatihan ekstra untuk para karyawan. Pasti diajarin sampai bisa!

Bukan cuma mengedukasi karyawan, franchisor yang membuka jasa spa atau salon biasanya juga sepaket dengan produk. Anda tidak perlu pusing lagi mencari alat, bahan, dan produk yang akan dipakai. 

Bisnis franchise spa dan salon kecantikan juga sangat berpeluang untuk go online. Misalnya, karena Anda menjual jasa, maka Anda dapat menampung semua testimoni dari pelanggan Anda di website. 

7. Depot Air Minum

Apa ada orang yang bisa hidup tanpa minum? Pastinya tidak.

Gimana tidak potensial? Air minum pangsa pasarnya adalah semua orang, tanpa terkecuali. Terlebih lagi sistem operasional, alat dan bahan, hingga maintenance-nya terbilang mudah.

Bisnis ini mulai dilirik karena dinilai cepat balik modal dan margin laba yang lumayan besar. Bagaimana tidak? Air mineral kan tidak akan basi, jadi tidak ada produk yang terbuang. 

Apalagi air mineral dipandang bukan sebagai barang yang high-end, bukan barang bernilai tinggi, sehingga aman dari pencurian.

8. Apotek

Untuk franchise yang satu ini tidak usah ditanya lagi. Sudah pasti menjadi ide yang paling potensial. Terutama pasca pandemi seperti ini, orang berbondong-bondong menjaga kesehatan.

Mulai dari vitamin, suplemen daya tahan tubuh, hingga ke peralatan lainnya seperti termometer, sarung tangan, masker, dan lain-lain. 

Dengan pengelolaan yang relatif mudah dan produk yang bervariasi, Anda akan berada di sektor bisnis paling strategis saat ini. 

9. Ekspedisi

Tahu seberapa besar transaksi ecommerce di Indonesia? Tahun 2020 diperkirakan tembus angka 429 triliun rupiah! Apa hubungannya dengan ekspedisi?

Di era serba cepat ini, tentunya banyak orang yang lebih memilih berbelanja online.

Karena pilihan produk yang lengkap, proses pembayaran tidak ribet, tinggal duduk manis di rumah dan menunggu kalimat, “Permisi, paket!”.

Ekspedisi atau jasa kurir memegang peranan penting dan dibutuhkan di setiap daerah. Siapa lagi yang bisa mengirim barang dari luar kota hingga luar pulau, kalau bukan kurir?

Nah, peluang yang sangat menjanjikan, bukan?

10. Pendidikan

Mau mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus mendapatkan keuntungan? Anda bisa mencoba franchise pendidikan.

Franchise ini salah satu yang paling diminati karena operasionalnya yang mudah. Terlebih lagi saat pandemi ini, makin banyak bimbingan belajar berbasis online. Makin memangkas biaya operasional. 

Selain itu, jasa yang ditawarkan pun tidak main-main -pengetahuan. Bagi franchise bimbingan belajar yang sudah punya nama, akan sangat mudah mencari konsumen. 

Dan saat pelajar mencetak prestasi, siapa yang diuntungkan? Ya bisnis franchise Anda. 

Anda pun tidak perlu turun tangan langsung mengajari para siswa. Karena Anda dapat merekrut guru freelance profesional dan materi pun sudah disediakan oleh franchisor.

Mudah, kan?

Eh, lalu gimana kalau masih pandemi begini? Wong sekolah saja online!

Tenang, franchise pendidikan Anda akan semakin terdepan jika memanfaatkan teknologi. Misalnya, menggunakan Learning Management System di website Anda. Malah lebih hemat dibandingkan offline, loh.

Baca juga: Website E-Learning: Sarana Pendukung Pembelajaran Jarak Jauh yang Efektif!

11. Minimarket

Satu lagi bisnis franchise paling menggiurkan. Ya, minimarket. Walau membutuhkan dana yang tidak sedikit di awal, tetapi margin labanya lumayan besar.

Begitu pula dengan balik modal yang relatif cepat.

Hal itu karena minimarket Anda akan menyediakan hampir semua kebutuhan konsumen. Bahkan sistem yang dibuat franchisor kadang sangat menguntungkan. 

Misalnya sistem diskon, minimarket Anda dijamin akan bersaing bahkan dengan warung kecil sekalipun.

7+ Tips Sukses Bisnis Franchise

Bisnis yang sukses bukan milik yang besar modalnya saja. Melainkan juga kesungguhan saat menjalankan. Nah, terapkan tips-tips berikut agar bisnis franchise Anda makin bersinar!

1. Ikuti Jejak Passion

Bekerja sesuai passion adalah jalan ninja meraih kesuksesan. Cobalah tanyakan pada diri Anda “passionku apa ya?”.

Misalnya “aku cuma punya hobi masak atau doyan makan aja”, bisnis franchise kuliner sangat bisa di coba.

Pecinta kopi? Wah, kopi kekinian merupakan salah satu lahan basah bisnis franchise! 

Mulai dari apa yang Anda senangi, setelahnya semangat pun akan muncul dan menuai energi positif. Selain itu, passion bisa membantu untuk lebih giat belajar berbagai hal demi menjalankan bisnis.

Sudah tahu apa passion Anda? Bagus, mari ke tips selanjutnya.

2. Lakukan Riset Pasar

Dari bidang yang Anda senangi, mari lihat kebutuhan pasar. Apakah bisnis franchise Anda dibutuhkan dalam jangka waktu yang panjang atau hanya viral semata? 

Jangan sampai franchise yang Anda buka hanya bertahan 1 hingga 2 bulan saja. Pilah-pilah lebih teliti, sebisa mungkin cari produk yang selalu dibutuhkan oleh market. 

Misalnya, jasa logistik. Di era ecommerce seperti sekarang, tentunya kebutuhan layanan kurir cenderung meningkat pesat.

Setelah itu, ukur kemampuan beli konsumen. Setiap usaha pasti memiliki sasarannya masing-masing, nah pangsa pasar Anda bagaimana? Apakah menengah ke atas atau ke bawah? 

Dan penting juga survey seberapa besar pangsa pasarnya. Ini akan menentukan tips selanjutnya.

Baca juga: Riset Pasar: Pengertian dan Tips Jitu Menjalankannya

3. Pilih Franchisor dengan Bijak

Carilah brand yang digemari dan memiliki respons positif di masyarakat. Karena membuka franchise yang sepi peminat sama dengan bunuh diri namanya. Hehehe. 

Pilih brand franchisor yang bisnisnya sudah stabil dan memiliki nama besar. Hal ini agar usaha branding Anda tidak terlalu berat dan sudah terpercaya oleh konsumen.

4. Siapkan Modal

Sebelumnya telah dijabarkan secara lengkap mengenai biaya-biaya apa saja yang akan Anda keluarkan. Lebih detil dapat Anda lihat pada bagian “Tantangan Bisnis Franchise”.  

Salah satu yang menjadi perhatian adalah franchise fee. Franchisor biasanya memberi pilihan beberapa paket franchise fee. Seperti jumlah stok awal, kelengkapan booth dan aksesoris untuk jualan, dan lain-lain. 

Paket ini yang mempengaruhi besaran biaya franchise fee. Semakin besar paket yang diambil, semakin mahal harganya.

Banyak franchise makanan dan minuman yang mematok franchise fee di bawah 10 juta rupiah hingga puluhan juta rupiah. Tentunya biaya akan berbeda dengan franchise minimarket dan manufacturing franchise. Dibutuhkan minimal ratusan hingga mencapai milyaran rupiah.

Sesuaikan dengan budget dan rencana keuangan Anda, ya.

5. Miliki Catatan Keuangan

Hal ini sangat penting, loh. Karena keuangan franchise bukalah milik Anda sendiri. Di dalamnya harus ada perhitungan tepat setiap pengeluaran dan pemasukan. Masih ingat? Ada royalty fee yang harus dibayarkan ke franchisor.

Selain itu, memiliki catatan keuangan sangat membantu dalam audit bisnis Anda. Sehat atau tidak, untung atau rugi, semua bisa terdeteksi. 

Ingat baik-baik, cuan is lyfe~

6. Perhatikan SOP dengan Jelas

SOP atau Standar Operasional Prosedur merupakan acuan atau prosedur cara kerja. Karena pihak franchisor adalah perusahaan yang sudah memiliki sistemnya sendiri. Biasanya franchisee akan diberikan dokumen SOP ini.

Di dalamnya terdapat panduan dan aturan tentang segala hal. Misalnya, perjanjian kerja sama, hukum yang berlaku, sistem kerja, cara pengelolaan franchise, tata cara operasional, hingga aturan standar pelayanan.

Sebagai franchisee, Anda harus khatam dengan SOP ini, sehingga dapat menjalankan bisnis dengan lancar jaya.

7. Tunjukan Ciri Khasmu

Meskipun tidak bisa menjual produk lainnya, Anda tetap bisa kok menonjolkan ciri khas dibandingkan franchise lain. Buat sesuatu yang berbeda daripada bisnis franchise lain agar dapat menarik konsumen.

Caranya?

Banyak! Misalnya, penambahan fasilitas di tempat franchise, pelayanan pelanggan yang maksimal, dekorasi tambahan yang unik, dan yang lainnya.

Anda juga bisa mengeksekusi ide out of the box. Seperti memberikan gift spesial bagi yang berulang tahun hari itu atau memberikan kuis berhadiah produk. Seru-seruan sekaligus branding!

8. Lakukan Strategi Marketing Online

Membuka bisnis dengan brand yang sudah terkenal adalah bonus untuk Anda. Namun, agar franchise Anda lebih dikenal oleh masyarakat lebih luas, tidak ada salahnya untuk melancarkan strategi marketing.

Berbagai cara dapat ditempuh, salah satunya dengan memanfaatkan media sosial untuk marketing. Misalnya, instagram, facebook, twitter, dan lain-lain. Di sana Anda bisa melakukan teknik copywriting, iklan, dan masih banyak lainnya.

Baca juga: [Ebook] Template Iklan Online untuk Promosi Bisnis Anda

Namun, media sosial saja tidak akan cukup. Salah satu kunci sukses bisnis online Anda adalah website

Dengan website, Anda dapat muncul di pencarian Google, memiliki branding yang lebih kuat dibanding franchise lain sehingga lebih mudah dikenali konsumen, serta manfaat lainnya

Harap dicatat, marketing tidak boleh setengah-setengah! Jangan pula risau, karena pembuatan website sangat mudah. “Duh, gak bisa coding. Skip aja deh!” 

Eits tenang, membuat website tidak serumit yang dipikirkan kok. Hanya butuh beberapa menit dan kami akan memandu Anda untuk bisa memiliki website tanpa coding pada artikel yang telah terbit sebelumnya.

5 Keunggulan Bisnis Franchise

Anda dapat bernapas lega karena bisnis franchise memiliki beberapa kelebihan.

Poin-poin berikut dapat menjadi keuntungan yang akan Anda rasakan jika menjadi franchisee. 

1. Bisnis Lebih Mudah dan Cepat

Franchise atau waralaba dapat dikatakan sebagai bisnis yang mudah dimulai dan dijalankan.

Karena sebagai franchisee, Anda tidak perlu repot lagi dengan segala macam izin, hak cipta produk atau jasa, dan yang lainnya. 

Selain itu, perjanjian bisnis franchise biasanya sudah meliputi alat dan bahan, supply bahan baku, dan yang lainnya. Segala persiapan sudah tersedia dan Anda hanya perlu menjalankan bisnisnya saja.

2. Backup Bisnis yang Kuat

Bisa dibilang franchise adalah bisnis tim. Sangat bergantung pada kolaborasi dari franchisor dan franchisee. Karena jika bisnis franchise sukses, keduanya pun akan mendulang untung.

Nah, di sini pihak franchisor akan menjadi semacam mentor bisnis bagi franchisee. Biasanya franchisor sudah memiliki banyak pengalaman dan pengetahuan yang kuat tentang bisnis.

Pembekalan ilmu dan pelatihan ini harus Anda manfaatkan sebaik mungkin. Karena bisnis franchisor pastinya sudah memiliki sistem operasional dan manajemen yang tertata.

Dari sana, Anda dapat belajar banyak tentang cara pengelolaan bisnis yang baik.

Misalnya, cara penghitungan laba, teknik marketing, pengelolaan keuangan, hingga cara menjaga hubungan dengan pelanggan, dan lain sebagainya. 

Ilmu sangat yang mahal harganya dan akan amat beresiko jika Anda menjalankan bisnis tanpa pengetahuan tersebut.

3. Branding Jauh Lebih Mudah

Menjadi franchisee, Anda akan menjual produk atau layanan yang sudah memiliki pangsa pasar.

Anda tidak perlu repot untuk membangun branding dari awal, karena setidaknya brand sudah memiliki reputasi dan masyarakat sudah familiar.

Anda tinggal melanjutkan promosi sesuai dengan karakter brand yang tentunya lebih mudah dilakukan. 

Selain menghemat biaya untuk desain, juga mempersingkat waktu untuk proses branding. Sehingga Anda dapat upgrade ke langkah selanjutnya yaitu digital marketing.

Tentunya, proses ini akan mendapatkan bantuan juga dari pihak franchisor. Sangat meringankan pekerjaan, ya.

Baca juga: Inilah 15+ Marketing Trends Paling Hits di Tahun 2021!

4. Minim Risiko

Brand yang membuka franchise biasanya sudah memiliki rekam jejak yang positif.

Perusahaan franchisor juga sudah merasakan jatuh bangunnya bisnis hingga menjadi perusahaan besar dan stabil. 

Sangat jarang ada brand yang baru berdiri langsung membuka cabang. Jadi, Anda dapat mempercayakan strategi bisnis yang sudah terbukti kesuksesannya.

Itu mengapa bisnis ini memiliki risiko yang kecil dan sangat aman bagi pemula. Karena menjual produk atau layanan yang sudah pasti laku dan memiliki target marketnya sendiri. 

Sehingga Anda tidak perlu merasakan pahit getir dalam berbisnis.

5. Profitable

Bisnis franchise bukan seperti reseller atau dropshiper yang hanya menjual kembali produk dari supplier. 

Melainkan adanya proses pengolahan atau produksi dari barang mentah menjadi produk siap jual. Proses ini menjadikan margin profit yang didapatkan lebih besar. 

5 Tantangan Bisnis Franchise

Terdapat beberapa tantangan yang harus Anda hadapi jika memilih bisnis ini. Namun tenang, setiap tantangan pasti ada solusinya, kok.

1. Branding Sudah Paten

Dengan membeli franchise, sama saja dengan memiliki dan mengelola cabang bisnis orang lain. 

Meski Anda ikut menikmati keuntungan, tapi brand tetaplah milik franchisor. Karena itu, Anda tidak akan bebas untuk berinovasi atau mengubah branding bisnis. 

Misalnya, mengubah logo, tagline, warna bisnis, hingga menambah atau mengurangi jumlah menu. Duh, jangan ya. 

2. Variasi Produk Terbatas

Salah satu tujuan bisnis franchise adalah mengembangkan bisnis milik franchisor. Itu mengapa Anda tidak dapat sembarangan menjual produk dari brand atau supplier lain. 

Bahkan jika Anda memiliki ide bisnis lain yang lebih inovatif sekalipun, tetap tidak boleh dipasarkan berdampingan dengan bisnis franchise. Yang dapat Anda jual hanyalah produk dari franchisor.

Ingat! Franchise terjadi karena adanya kerja sama hitam di atas putih antara franchisee dan franchisor. Keduanya diwajibkan menaati kesepakatan yang telah sama-sama disetujui. 

3. Reputasi Bergantung pada Bisnis Utama

Karena menjual atas nama brand milik franchisor, maka reputasi atau nama baik brand utama juga akan mempengaruhi bisnis franchise. 

Jika bisnis utama franchisor sedang naik daun, maka bisnis franchise Anda pun akan untung. Begitu pula sebaliknya.

Namun, semakin besar perusahaan pemberi waralaba, akan semakin stabil pula manajemennya. Kemungkinan untuk ekspansi bisnis franchise dan branding makin kuat. Jadi, tidak perlu khawatir ya.

4. Pengaturan Keuangan Ekstra

Selain franchise fee dan royalty fee, terdapat beberapa biaya yang harus ada di manajemen keuangan Anda, yaitu:

  • Biaya perlengkapan. Untuk mengadakan peralatan lain yang tidak disediakan oleh franchisor.
  • Biaya sewa tempat usaha. Kecuali jika lokasi untuk bisnis franchise adalah milik sendiri.
  • Biaya promosi tambahan. Biasanya franchisor akan membantu promosi. Namun, tidak semasif yang dibutuhkan suatu bisnis. Biaya tambahan ini dapat dialokasikan untuk pembuatan flyer, spanduk, digital marketing, bahkan jasa content creator untuk hasil yang lebih maksimal.
  • Biaya legalitas. Misalnya persiapan dokumen franchise, izin usaha di instansi pemerintahan setempat, perizinan reklame untuk promosi, bahkan sampai printilan tidak resmi.
  • Biaya menyetok bahan baku tambahan. Ini sebagai antisipasi tingginya peminat di awal pembukaan bisnis franchise.

5. Pengaturan Default dari Franchisor

Mulai dari sistem operasional, manajemen, pemilihan supplier, hingga audit keuangan, semuanya harus berada dalam pengawasan franchisor.

Hal itu bertujuan agar bisnis franchise tetap berjalan dengan lancar.

Misalnya, franchisor berhak menentukan harga tiap produk yang dijual. Karena di baliknya ada perhitungan rumit yang berkaitan dengan harga bahan baku, margin laba, distribusi, titik balik modal, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, bukan berarti Anda sebagai franchisor tidak memiliki peranan apa-apa.

Franchisor hanya membantu memberikan panduan dan pengaturan, selebihnya Anda-lah yang menentukan. 

Siap Memulai Franchise Anda?

Franchise sudah terbukti sebagai bisnis paling menjanjikan. Dari sistem bisnis hingga pelaksanaannya sangat memudahkan pemula dalam berbisnis. 

Ditambah lagi peluang franchise berkembang melalui online, misalnya website yang mudah dibuat tanpa coding!

Bukan tidak mungkin loh, bisnis franchise akan maju dan berkembang memberikan keuntungan lebih dari modal.

Gimana? Sudah memiliki ide bisnis franchise?

Jangan lupa terapkan tips-tipsnya ya. 

Naning Nur Wijayanti

A rare talkative person whose love writing the most. As SEO Content Writer at Niagahoster, she loved to share an articles about Internet of Things.

Share
Published by
Naning Nur Wijayanti

Recent Posts

Apa Itu Akuisisi? Mari Pelajari Seluk-Beluknya!

Dunia bisnis tidak bisa dipisahkan dari akuisisi, apalagi di dunia startup. Acquisition atau akuisisi adalah salah satu cara agar bisnis…

1 day ago

Crowdfunding: Pengertian, Kelebihan dan Tips Menjalankannya

Crowdfunding adalah metode pendanaan bagi bisnis dan startup kian lazim dilakukan. Sebelum mengajukannya, cari tahu dulu kelebihan, resiko, dan tips…

1 day ago

Tutorial Nextcloud: Fitur, Keunggulan dan Cara Install Nextcloud di Cloud VPS

Anda sampai di artikel ini karena ingin tahu cara install Nextcloud di VPS? Selamat, Anda berada di halaman yang tepat!…

2 days ago

Panduan Deploy Website Berbasis Python di cPanel

Banyak website yang dibangun menggunakan Python, contohnya Google. Selain menawarkan performa yang baik, pilihan cara deploy website berbasis Python juga…

3 days ago

Iptables: Pengertian, Fungsi dan Cara Menggunakannya

Anda khawatir server Anda akan mendapat serangan kejahatan online? Jika iya, cobalah menggunakan iptables firewall untuk meningkatkan keamanan server tersebut.…

4 days ago

Gambar Tidak Muncul di Web? Ini Dia Penyebab dan Solusinya!

Sudah habis banyak waktu untuk upload gambar, eh malah gambar tidak muncul di web. Belum lagi, tampilan website pun jadi…

5 days ago