Categories: VPS

Panduan Mudah Disable SELinux di CentOS7

Keamanan adalah salah satu bagian terpenting dalam pengelolaan server. Namun, proyek pribadi atau website kecil tidak perlu memiliki sistem keamanan termutakhir. Apalagi jika server Anda menggunakan sistem operasi Linux yang terkenal aman.

Banyak variasi Linux yang memiliki keamanan tingkat tinggi. Sebut saja CentOS 7 dan RHEL. Keduanya disebut sebagai derivasi Linux paling aman karena dilengkapi SELinux multi level security protection.

Akan tetapi, penggunaan server bisa terganggu oleh banyaknya peringatan yang diberikan sistem tersebut. Untuk mengatasinya, Anda dapat mempelajari cara disable SELinux CentOS 7 dalam artikel ini.

Apa itu SELinux?

SELinux adalah fitur pengaturan keamanan yang membatasi akses ke modul Kernel tertentu. Fitur ini digunakan secara standar pada CentOS 7 dan RHEL untuk memberikan keamanan tambahan untuk kedua sistem operasi tersebut.

SELinux terdiri dari “policies”, yaitu peraturan yang memperbolehkan atau mencegah penggunaan aplikasi tertentu. Ada tiga status SELinux, yaitu:

  • Enforcing, yang artinya semua akses tanpa otorisasi akan ditolak. Dalam kondisi ini, SELinux sedang aktif.
  • Permissive, yang artinya SELinux membolehkan akses tanpa otorisasi, tetapi diikuti oleh peringatan.
  • Disable, yang artinya SELinux dalam keadaan mati dan tidak akan memberi peringatan apa pun.

Menonaktifkan SELinux

Anda bisa mematikan SELinux secara sementara atau permanen. Jika dimatikan secara sementara, Anda tidak perlu mengorbankan keamanan server. SELinux akan kembali aktif setelah sistem dinyalakan ulang.

Apabila dimatikan secara permanen, Anda bisa melakukan apa pun tanpa harus berurusan dengan banyak peringatan. Akan tetapi, server Anda tak akan terlindungi dengan sempurna.

Namun, tidak ada salahnya mematikan SELinux jika Anda hanya berniat menggunakan suatu server untuk percobaan pribadi.

Cara Disable SELinux  Sementara di CentOS 7

Pertama, Anda perlu mengakses server dengan SSH. Jika belum pernah melakukannya, Anda dapat membaca tutorial penggunaan SSH. Untuk mengakses server, gunakan command berikut:

ssh your-user@your-server

Apabila Anda menggunakan CentOS di sebuah komputer pribadi, yang diperlukan hanyalah membuka terminal.

Selanjutnya, Anda perlu memastikan status SELinux. Masukkan command di bawah ini:

sestatus

Pada tahap ini, SELinux masih bekerja dalam status enforcing. Untuk mematikannya secara sementara, jalankan command di bawah:

su
setenforce 0

Sekarang cek status SELinux kembali. Anda akan diberitahu bahwa fitur tersebut berada dalam status permissive.

Keuntungan dari opsi ini adalah Anda tidak perlu me-restart sistem agar SELinux berjalan dalam mode permissive.

Cara Disable SELinux  Permanen di CentOS 7

Untuk mematikan SELinux secara permanen Anda perlu mengubah command di file konfigurasi. Anda bisa memulai dengan install text editor nano:

yum install nano

Selanjutnya, akses file konfigurasi dengan memasukkan:

nano /etc/sysconfig/selinux

Berikut adalah output-nya:

Command yang perlu diubah adalah value dari SELINUX. Untuk mematikannya secara permanen, gantilah value tersebut menjadi disabled.

SELINUX=disabled

Jika sudah, simpan file konfigurasi tersebut dengan tombol CTRL+O dan tutup dengan CTRL+X. Agar efeknya terlihat, nyalakan kembali sistem Anda.

Baca juga: Cara Menghapus File dan Folder di Linux

Penutup

SELinux adalah fitur keamanan CentOS 7 yang ampuh. Akan tetapi, banyaknya peringatan yang muncul ketika menggunakannya dapat mengganggu kinerja Anda.

Artikel ini menunjukkan dua cara untuk mematikan fitur tersebut, baik untuk sementara atau permanen.

Jika ingin mempelajari tutorial lain untuk server VPS, Anda bisa mengunduh ebook gratis ini.

Semoga artikel ini berguna bagi Anda. Jika ada pertanyaan, jangan sungkan untuk meninggalkannya di kolom komentar.

Aldwin Nayoan

Aldwin is a content writer at Niagahoster. Specializing in web hosting and WordPress, he is eager to help people uplevel their business on the internet. Apart from being a tech junkie, Aldwin likes fiction and photography.

Share
Published by
Aldwin Nayoan
Tags: vps

Recent Posts

Rahasia Sukses UMKM Go Online: Siapkan 4 Hal Ini!

Tahukah Anda? Persentase UMKM di Indonesia yang sudah go online baru sekitar 15% saja. Atau lebih tepatnya, hanya 9,4 juta…

20 hours ago

Google WebP: Format Gambar Digital yang Bisa Mempercepat Website

Kalau Anda ingin meningkatkan kecepatan website, ukuran gambar adalah salah satu kuncinya. Kenapa? Karena semakin besar ukuran gambar, semakin lama…

2 days ago

Apa itu Spoofing? Pahami Jenis-Jenis dan Cara Pencegahannya

Spoofing adalah salah satu bentuk kejahatan dunia maya atau cyber crime yang perlu Anda waspadai.  Menurut Indonesia Computer Emergency Response…

3 days ago

Cara Memasukkan dan Mengatur Gambar di HTML

Website tanpa gambar ibarat sayuran tanpa garam, akan terasa hambar. Sebab, kemungkinan  website akan terasa membosankan, sulit dipahami, dan tidak…

4 days ago

5+ Rekomendasi Tools Google Gratis untuk Digital Marketer

Untuk bisa mencapai kesuksesan bisnis online, Anda perlu melakukan upaya pemasaran dengan tepat. Untungnya, saat ini ada banyak tools Google…

4 days ago

Apa itu Blogwalking? Perlukah Setiap Blogger Melakukannya?

Blogwalking tentu bukan hal asing bagi blogger. Namun, tahukah Anda kalau sebenarnya blogwalking merupakan istilah yang hanya ada di Indonesia?…

5 days ago