Tutorial

Apa Itu DDNS dan Bagaimana Cara Membuatnya?

Tahukah Anda? IP Address yang jadi identitas perangkat Anda bisa berubah-ubah. 

Penyebabnya, semakin banyak perangkat terhubung dengan internet, semakin terbatas juga IP Address yang tersedia. Itu kenapa perangkat Anda akan mendapat IP Address yang berbeda dari penyedia layanan internet.

Nah, IP Address yang berubah-ubah ini tentu saja merepotkan. Semisal Anda memiliki portal online khusus internal perusahaan, Anda harus bolak-balik mengupdate IP Address-nya agar karyawan di luar kantor bisa mengakses portalnya. 

Nah, tak perlu pusing lagi. Keribetan itu bisa diatasi dengan menggunakan DDNS.

Lalu, apa itu DDNS dan bagaimana cara membuat DDNS? Di artikel ini kami akan membahas pengertiannya lengkap dengan tutorial membuat DDNS. Yuk langsung simak saja!

Apa itu DDNS?

Dynamics DNS atau DDNS adalah metode untuk memperbaharui IP Address secara otomatis di Domain Name System (DNS) Anda. 

Bayangkan sebuah situasi. Misalnya, Anda menyediakan portal online untuk karyawan kantor Anda. Untuk mengaksesnya, karyawan perlu mengetikkan URL yang tersambung ke IP Address tertentu. Padahal IP Address bisa saja berubah-ubah tiap ada koneksi baru. 

Agar lebih mudah, Anda bisa saja menyediakan IP Address statis. Akan tetapi, IP Address statis harganya mahal dan cenderung punya risiko keamanan yag tinggi. 

Nah, solusi lain yang lebih murah dan praktis adalah dengan menggunakan DDNS. Portal yang Anda buat tetap bisa diakses tanpa harus melakukan update IP manual berkali-kali. 

Tak hanya untuk portal internal kantor saja, lho. DDNS juga biasa digunakan saat Anda melakukan remote database MySQL di cPanel. Remote database memungkinkan Anda mengakses database secara bersamaan dengan orang lain. 

Lalu, bagaimana cara kerja DDNS? Simak pembahasan selanjutnya.

Baca juga: 6+ Rekomendasi DNS Tercepat [Update 2021]

Cara Kerja DDNS

DDNS digunakan oleh perusahaan dan individu ketika akan mempublikasikan layanan atau platform online ke internet. Nah, layanan itu biasanya menggunakan hosting internal atau ada dalam suatu lokasi jaringan. 

Karena sifatnya internal, server memiliki IP Address dan port internal dan belum terkoneksi dengan internet. 

Lalu bagaimana cara menghubungkan internal server dengan internet?

Anda membutuhkan Network Address Translation (NAT) Router. NAT adalah suatu sistem yang menghubungkan banyak server dengan jaringan internet.

Nah, NAT router akan menginformasikan  IP Address dan port internal Anda ke server. Untuk membuat keduanya tersedia secara eksternal, perlu ada yang namanya port forwarding serta IP Address dan port eksternal yang baru. 

Dengan begitu, portal atau database internal Anda bisa diakses oleh komputer atau client di luar lokasi jaringan.

Masalahnya, IP Address eksternal itu masih kerap berganti-ganti tiap sambungan koneksi baru. Kalau IP Address berganti, otomatis client tidak bisa mengakses server. 

Di sini lah peran DDNS dibutuhkan. 

DDNS akan melakukan monitoring pada IP Address eksternal. Ketika ada perubahan, NAT akan secara otomatis mengupdate infonya dan mengirimkan data ke DNS server. Dengan kata lain, DDNS lah yang akan terus memperbarui IP Address server. Proses ini terjadi secara berulang dan otomatis.

Nah, ada banyak layanan software DDNS yang bisa Anda gunakan. Misalnya, No-Ip, FreeDNS, atau DynDNS. Anda tinggal install software pada komputer yang Anda gunakan sebagai server file atau server website. 

Setelah mengetahui apa itu DDNS dan bagaimana cara kerjanya, saatnya mempraktekkan tutorial membuat DDNS. Yuk simak pembahasan selanjutnya!

Tutorial Membuat DDNS

Berikut ini adalah cara membuat DDNS:

1. Membuat Akun DDNS

Pertama-tama, akses website penyedia DDNS. Dalam tutorial ini kami mengunakan Free Dynamic DNS (https://www.noip.com/). Lalu klik Sign Up

Anda akan menemukan form sign up. Isi form tersebut dengan informasi sebagai berikut:

  • Email
  • Password
  • Isi nama subdomain dan pilih ekstensi untuk hostname DDNS

Setelah itu scroll ke bawah, klik Free Sign Up. 

2. Lakukan Verifikasi Akun

Setelah itu lakukan verifikasi akun Anda. Caranya, buka inbox email dan temukan email dari no-ip. Lalu klik Confirm Account

Akun Anda sudah terverifikasi. Lalu klik Get started with Dynamic DNS untuk masuk ke dashboard Anda. 

3. Kelola Akun DDNS

Pada menu dashboard, klik Dynamics DNS > No-IP Hostnames untuk mengelola hostname Dynamic DNS Anda. 

Klik Create Hostname untuk membuat hostname baru. Selain itu Anda juga bisa klik Modify untuk mengupdate IP Address Anda secara manual. 

4. Lakukan Pengaturan Update IP Address Otomatis

Silakan unduh aplikasi Dynamic Update Client untuk update IP Address secara otomatis. Klik Dynamic DNS > Dynamic Update Client > Download DUC

Setelah aplikasi diunduh, install aplikasi di PC atau Laptop Anda. 

Buka aplikasi no-ip kemudian login menggunakan username dan password Anda. Klik Sign In

Centang host DDNS yang ingin dihubungkan dengan aplikasi DUC. Lalu klik Save

Setting DUC sudah selesai. Begini tampilan aplikasi DUC Anda setelah terkoneksi dengan hostname pada no-ip.

Itu artinya, ketika IP berubah, IP DNS pada hostname ujicobaddns.ddns.net akan otomatis berubah sesuai dengan IP terbaru. 

Sudah Siap Pakai DDNS?

Nah, sekarang Anda sudah memahami apa itu DDNS. DDNS adalah metode untuk memperbaharui IP Address secara otomatis. Tujuannya agar saat IP Address Anda berubah-ubah, Anda tetap bisa mengakses internet tanpa melakukan update berkali-kali secara manual. 

Jangan salah! DDNS ini sangat penting dan biasanya digunakan untuk portal internal perusahaan, database, dan bahkan akses CCTV. 

Nah, kami sudah menjelaskan cara daftar DDNS dan tutorial membuat DDNS di artikel ini. Cukup mudah, kan? Kalau begitu saatnya mempraktikkan penggunaan DDNS ke server website Anda. 

Jika Anda sudah mempunyai hosting website, Anda bisa mengelola DDNS di cPanel Anda masing-masing. Selain DDNS, masih ada banyak setting yang bisa dilakukan lewat cPanel.

Penasaran apa saja settingnya? Simak saja panduannya di Ebook gratis kami di bawah ini. Ebook kami akan menjelaskan setting cPanel beserta fungsi dan cara menggunakannya. 

Salsabila Annisa

SEO Content Writer at Niagahoster. She developed her writing skill after years of experience in journalism.

Share
Published by
Salsabila Annisa

Recent Posts

Pengertian Bandwidth pada Hosting, Fungsi, dan Cara Menghitungnya!

Bandwidth pada hosting adalah faktor penting yang perlu Anda pertimbangkan ketika membeli paket web hosting. Dengan bandwidth yang cukup, performa…

5 hours ago

Apa itu Supplier: Tugas, Jenis, & Pentingnya dalam Dunia Bisnis

Bagi bisnis apapun, arti supplier itu cukup penting. Supplier adalah penggerak roda bisnis. Tanpa supplier yang tepat, produktivitas dan pendapatan…

1 day ago

Perbedaan Shared Hosting dan Dedicated Hosting yang Harus Anda Tahu

Ketika membangun sebuah website, Anda akan dihadapkan pada pilihan untuk menggunakan shared hosting atau dedicated hosting. Nah, karena berpengaruh pada…

1 day ago

Perbedaan LiteSpeed dan Apache, Siapa yang Lebih Unggul?

Berbicara server hosting, nama LiteSpeed dan Apache tentu akan disebut. Keduanya memang memiliki reputasi baik berkat performa yang dimiliki. Namun,…

2 days ago

Apa itu XAMPP? Sejarah, Fungsi, dan Fitur-fitur XAMPP

XAMPP adalah software wajib jika Anda ingin belajar website development. Yuk ketahui apa itu XAMPP, fungsi, dan fiturnya di sini!

2 days ago

Kelebihan dan Kekurangan Shared Hosting yang Perlu Anda Ketahui

Bagi Anda yang sedang memilih layanan hosting, shared hosting mungkin menjadi pilihan. Akan tetapi, sudah tahukah Anda apa saja kelebihan…

5 days ago