Categories: Life Hack

Perhatian! Inilah Dampak Virus Corona Terhadap Bisnis

Wabah virus Corona telah mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Saat ini semakin sedikit orang yang bepergian keluar rumah sejak pemerintah menganjurkan untuk melakukan segala aktivitas dari rumah. Lalu, apa saja dampak virus corona terhadap kelangsungan bisnis?

Tentu ada banyak hal yang mempengaruhi bisnis di masa seperti ini. Salah satu penyebabnya adalah: konsumen jadi jarang keluar, hanya belanja seperlunya, dan melakukan berbagai transaksi via online.

Selain itu, pembatasan sosial pun menyebabkan berbagai aktivitas bisnis mesti dilakukan secara jarak jauh. Sehingga, banyak pekerja yang harus untuk bekerja dari rumah (work from home)

Sebagai langkah antisipasi, artikel ini akan menjelaskan berbagai dampak virus Corona terhadap bisnis serta solusi untuk menghadapinya. Yuk disimak!

1. Beberapa Sektor Bisnis Menjadi Lesu

Memang, hampir semua bisnis merasakan dampak wabah virus corona. Tapi ada beberapa sektor bisnis yang paling merasakan pengaruhnya. Berikut adalah sebagian di antaranya:

Industri Perhotelan

Karena semakin sedikit orang-orang yang keluar dari rumah, semakin jarang pula orang-orang berkunjung dan menginap di hotel.

Bahkan data menunjukkan tingkat occupancy (jumlah tamu) mengalami penurunan hingga puluhan persen di beberapa daerah di Indonesia. Hal ini menyebabkan sebagian hotel mengurangi pengeluaran dengan cara mendorong karyawannya untuk cuti.

Jika berlangsung dalam jangka panjang, skenario terburuk bisa saja terjadi. Mulai dari diberlakukannya pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga gulung tikar.

Untuk menghindari itu semua, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) berharap pemerintah Indonesia dapat memberikan insentif agar industri perhotelan bisa tetap bertahan.

Industri Pariwisata

Dengan meningkatnya potensi penularan virus, semakin banyak orang yang enggan bepergian ke tempat wisata. Inilah mengapa kondisi industri pariwisata di masa sekarang sangat mengkhawatirkan.

Bahkan salah satu spot pariwisata terbaik di Indonesia, Bali pun tidak luput dari dampaknya. Penurunan wisata di Bali sudah mencapai angka 95%. Ada sekitar 7000 tour guide yang mesti bekerja serabutan karena kehilangan mata pencahariannya.

Untungnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) saat ini sedang mengusahakan berbagai insentif untuk membangkitkan kembali industri pariwisata.

Insentif yang dilakukan mulai dari menggelontorkan dana Rp. 500 Miliar untuk mendukung kerja sama hotel dan provider transportasi, hingga bekerjasama dengan pemerintah daerah (Pemda) untuk melakukan upaya penyelamatan industri pariwisata di daerah masing-masing.

Industri Retail

Wabah Corona sedikit banyak mempengaruhi daya beli konsumen.

Survei dari Bank Indonesia memperkirakan akan terjadi penurunan penjualan pada seluruh komoditas. Selain karena penurunan daya beli, penyebab utamanya adalah terhambatnya pasokan.

Mengatasi hal ini, Kementerian Perdagangan menginstruksikan semua swalayan untuk tutup lebih larut. Lebih tepatnya di atas jam 10 malam. Hal ini untuk memudahkan para konsumen membeli berbagai barang kebutuhan, seperti sembako.

Solusi lain yang dilakukan oleh para pengusaha bisnis retail adalah dengan memanfaatkan bisnis online. Penelitian menunjukkan bahwa 30% konsumen berencana untuk lebih sering berbelanja via online.

Baca Juga : Tips Digital Marketing Untuk Bisnis Kuliner

2. Perubahan Cara Berkomunikasi dengan Konsumen

Di saat-saat seperti ini, komunikasi dengan pelanggan sangat penting. Pastikan Anda memberikan kabar kepada para konsumen.

Contohnya, pengiriman produk toko online Anda mungkin menjadi lebih lama karena keterbatasan jasa ekspedisi. Pastikan konsumen Anda juga tahu. Hal ini dapat mencegah komplain yang bisa saja terjadi karena miskomunikasi.

Sedangkan bisnis yang biasanya offline bisa menawarkan solusi agar konsumen bisa tetap melakukan transaksi. Misalkan Anda memiliki bisnis restoran, Anda bisa mengabarkan konsumen bahwa mereka bisa melakukan order via layanan pesan antar online.

Lalu, apa saja media yang bisa Anda gunakan untuk berkomunikasi dengan para konsumen? Banyak. Anda bisa menghubungi mereka lewat email, akun sosial media, chat, atau notifikasi aplikasi. Media lain yang bisa Anda manfaatkan adalah blog.

Baca juga: Cara Membuat Blog dan Optimasinya (Terlengkap)

Dengan membuat blog, Anda bisa lebih leluasa menyampaikan pesan ke seluruh konsumen Anda.

Tidak hanya melakukan promosi, Anda juga bisa membagikan berbagai informasi bermanfaat, kebijakan perusahaan,  atau sikap bisnis Anda di blog.

3. Perubahan Strategi Bisnis

Karena perilaku konsumen berubah, ini juga berdampak pada strategi bisnis Anda. Pastikan Anda menyesuaikan setiap fungsi bisnis yang terdampak.

Pemasaran dan Penjualan

Mulailah untuk fokus pada bisnis online. Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah membuat alur transaksi yang jelas, mulai dari pemesanan hingga pengantaran. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan saat ini:

  • Membuat website
  • Menjual produk di online marketplace (seperti BukaLapak, Tokopedia, atau Shopee)
  • Menerima pesanan via chat (seperti Whatsapp dan LINE)
  • Gencar melakukan kampanye pemasaran via akun sosial media. (seperti Facebook dan Instagram)

Dan masih banyak lagi yang bisa Anda lakukan untuk memperkuat identitas online. Di bagian selanjutnya, kami akan menjelaskan lebih lanjut tentang cara meningkatkan potensi bisnis secara online.

Tentu keputusan yang diambil terkait pemasaran bisa berbeda-beda. Semuanya mesti disesuaikan berdasarkan sektor bisnis Anda. Satu hal yang pasti, saat ini fokuskan strategi pemasaran dan penjualan Anda untuk meraih keuntungan secara online.

Baca Juga: Tips Update Informasi di Google Bisnsiku saat Corona

Alur Pasokan (Supply Chain)

Alur pasokan adalah sebuah proses yang menggambarkan perjalanan produk/jasa. Mulai dari fase produksi hingga diantarkan ke konsumen.

Untuk mengurangi dampak negatif pada alur pasokan bisnis, ada beberapa solusi yang bisa Anda lakukan:

  • Pastikan Anda membuat skenario alternatif. Bisa dengan mengubah rute pasokan atau mengatur ulang jadwal pasokan.
  • Carilah alternatif pengganti bahan baku yang Anda gunakan saat ini.
  • Carilah pemasok lain yang mampu memberikan solusi lebih baik pada situasi saat ini

Jangan lupa untuk selalu berkomunikasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan alur pasokan bisnis Anda. Contohnya seperti pemasok, distributor, dan pelanggan.

Sumber Daya Manusia

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pembatasan sosial menyebabkan banyak kantor yang mengharuskan karyawannya untuk bekerja dari rumah (work from home).

Beberapa solusi yang bisa Anda terapkan dalam menghadapi dampak di bidang sumber daya manusia adalah:

  • Buatlah kebijakan yang dapat menunjang pekerjaan karyawan Anda saat melakukan remote working. Baik dari segi aturan hingga fasilitas.
  • Jika pekerja Anda tidak bisa bekerja dari rumah, pastikan Anda memfasilitasi pekerja agar tetap sehat dan aman saat bekerja dari kantor atau bekerja dari lapangan. (seperti memberikan masker atau hand sanitizer)
  • Kurangi jam operasional agar karyawan Anda tidak menghabiskan waktu lebih lama di luar.
  • Kurangi jumlah pekerja di dalam satu shift untuk menerapkan social distancing.

Ingat, sebelum menentukan solusi, Anda harus mempertimbangkan target operasional dan beban kerja yang ditanggung karyawan. Pastikan semuanya telah disampaikan dengan jelas.

Baca Juga: 12+ Tips Work from Home agar Tetap Produktif di Tengah Wabah Virus Corona

Keuangan

Keuangan adalah faktor yang sangat sensitif. Apalagi di saat semakin menurunnya potensi penjualan saat ini. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

  • Ketahui apa saja aspek bisnis yang terkena dampak.
  • Hitung potensi kerugian yang patut diwaspadai.
  • Atur anggaran jangka pendek dan jangka panjang berdasarkan hasil analisis yang baru Anda buat.

Satu lagi. Segala kebijakan terkait keuangan perlu dikomunikasikan ke seluruh divisi. Sehingga semuanya dapat bekerja sama untuk menstabilkan alur kas perusahaan.

4. Konsumen Mulai Beralih ke Transaksi Online

WHO tidak mengatakan bahwa uang tunai dapat menyebarkan virus Corona. Akan tetapi, WHO tetap menyarankan agar setiap orang yang baru bersentuhan dengan uang tunai harus mencuci tangan sebagai tindakan pencegahan.

Bank Indonesia (BI) juga turut mengajak masyarakat Indonesia untuk menggunakan pembayaran non-tunai untuk mencegah penyebaran virus corona.

Hasilnya, semakin banyak konsumen yang melakukan transaksi digital. Contohnya, Bank BCA dan Bank Mandiri melaporkan adanya peningkatan volume transaksi mobile.

5. Meningkatnya Potensi Bisnis Online

Nah, meningkatnya transaksi online tentu berdampak positif terhadap potensi bisnis online.

Jika sebelumnya Anda hanya menjalani bisnis secara offline, sekarang adalah waktu yang tepat untuk beralih ke bisnis online.

Praktik paling sederhana yang bisa Anda lakukan adalah membuat website untuk bisnis Anda. Jangan khawatir, membuat website itu mudah, kok. Ingin tahu caranya? Silakan klik banner di bawah untuk mengunduh ebook gratis tentang cara membuat website:

Selain itu, Anda juga bisa mengaplikasikan local SEO agar calon konsumen terdekat bisa menemukan bisnis Anda secara online. Jika Anda ingin tahu cara menerapkannya, kami juga menyediakan panduan lengkap tentang cara menerapkan local SEO.

Terakhir, Anda juga mesti memanfaatkan berbagai platform untuk mempromosikan bisnis Anda. Contohnya jika bisnis Anda bergerak di industri kuliner, Anda bisa mendaftarkannya ke GrabFood atau GoFood.

Atau, jika Anda berjualan barang-barang retail, Anda bisa menjualnya via online marketplace. Seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee.

Apa Dampak Virus Corona Terhadap Bisnis Anda?

Sebagai pemilik bisnis, Anda perlu mengantisipasi berbagai potensi dampak virus Corona terhadap bisnis Anda.

Untuk meredakan dampak yang ditimbulkan, ada beberapa insentif yang bisa Anda lakukan. Mulai dari  menjaga komunikasi dengan konsumen, menyesuaikan strategi bisnis, hingga memanfaatkan praktik-praktik bisnis online.

Agar bisnis online Anda semakin berkembang, Anda bisa mempraktikkan digital marketing. Ingin tahu berbagai strategi digital marketing yang bisa Anda gunakan? Klik banner di bawah untuk mengunduh panduan lengkap digital marketing. Tenang, ebook nya gratis kok!

Nah, apakah wabah virus corona juga turut berdampak pada kelangsungan bisnis Anda? Yuk, sharing di kolom komentar!

Ridandi Bintang Pamungkas

Bintang is an avid learner with years of experience in Marketing and Business Management subjects. Aside from writing, Bintang loves reading books and collecting movies.

Share
Published by
Ridandi Bintang Pamungkas
Tags: coronadampak

Recent Posts

Cara Membuat E-Learning Berbasis Web dengan Tutor LMS [Terbaru]

Akhir-akhir ini, e-learning berkembang sangat pesat di Indonesia. Bahkan, beberapa website yang tak berhubungan dengan dunia edukasi pun juga berlomba-lomba…

57 mins ago

2 Cara Membuat Halaman Disclaimer untuk Blog

Jika Anda memiliki blog yang ingin dimonetisasi, disclaimer adalah salah satu halaman penting yang harus dimiliki. Isinya menjelaskan semua ketentuan…

1 day ago

Panduan Lengkap Google Tag Manager untuk Bisnis

Ada banyak layanan dari Google yang bisa membantu Anda menentukan strategi bisnis yang baik. Selain Google Analytics, Google Tag Manager…

2 days ago

Apa Itu Experiential Marketing? Kenapa Penting Bagi Bisnis di 2020?

Sebelum scroll ke bawah, coba Anda jawab pertanyaan ini terlebih dahulu. Menurut Anda, apa yang membuat orang rela mengeluarkan uang…

3 days ago

Panduan Lengkap Cara Konfigurasi Nginx Reverse Proxy di VPS!

Peran sebuah reverse proxy cukup penting dalam aktivitas internet. Proxy server ini menghubungkan client dengan web server dalam kegiatan pertukaran…

3 days ago

7 Tips PHP Security yang Wajib Anda Simak!

PHP adalah salah satu bahasa pemrograman backend yang sangat populer di kalangan developer. Karena PHP merupakan bahasa pemrograman yang open…

4 days ago