Mau Domain Gratis?

Tiap minggu Niagahoster bagi-bagi domain gratis untuk 5 orang beruntung. Pastikan Anda jadi salah satu yang beruntung mendapatkannya!

Dapatkan Domain Gratis
Tutorial

Cara Parkir Domain di cPanel dengan Mudah

Parked domain adalah fitur yang bisa dipakai untuk mengarahkan domain ke sebuah website utama. Misalnya, platform media sosial Facebook punya alamat domain utama facebook.com. Namun, websitenya juga bisa dibuka dengan mengetikkan alamat domain lain yaitu fb.com.

Nah, di artikel ini Anda akan pelajari cara parkir domain melalui cPanel dengan mudah. Namun, sebelumnya simak dulu pengertian apa itu parked domain berikut ini, untuk memperdalam pemahaman mengenai parking domain! 

Apa itu Parked Domain?

Parked domain adalah fitur yang digunakan untuk mengarahkan satu atau beberapa domain tanpa konten ke satu website yang sama. Dengan fitur tersebut, nama domain yang Anda setting akan menampilkan website utama Anda. Supaya lebih mudah dipahami, mari simak contoh berikut. 

Semisal Anda punya website toko online dengan nama domain tokosepatu.id. Lalu, Anda juga punya domain tokosepatu.com yang tidak ada kontennya. Nah, Anda ingin domain tokosepatu.com menampilkan halaman tokosepatu.id, maka Anda bisa melakukan parked domain. Jadi, ketika ada orang yang mengakses tokobaju.com, mereka akan melihat halaman website tokobaju.id.  

Nah, biasanya, parked domain dilakukan untuk beberapa alasan, seperti: 

  • Domain website baru Anda belum selesai dibuat, sehingga butuh domain lain sebagai tujuan sementara.
  • Anda memiliki lebih dari satu domain yang mengarah ke satu website utama Anda.
  • Anda ingin mengantisipasi adanya pengunjung yang salah ketik nama domain website utama Anda.
  • Meningkatkan trafik website utama.

Oya, perlu diingat bahwa untuk melakukan parkir domain, Anda harus membeli domain tambahan ya. 

Perbedaan Subdomain, Parked Domain, Addon Domain, dan Redirect Domain

Sekarang mungkin Anda bertanya-tanya, lalu apa bedanya parked domain dengan subdomain, addon domain, dan juga redirect domain. Nah, mari simak dulu penjelasannya berikut ini. 

Subdomain

Subdomain adalah domain turunan dari sebuah domain utama. Misalnya, nama website Anda adalah tokosepatu.id. Lalu, Anda membuat halaman blog pada website tersebut. Nah, Anda bisa membuat file website blog dan meletakkan pada direktori domain utama tokosepatu.id

Jadi, orang lain bisa mengakses halaman blog lewat situs blog.tokosepatu.id. Oya, membuat subdomain ini sepenuhnya gratis, ya. Untuk panduan membuat subdomain, silakan baca artikel berikut → Cara Membuat Subdomain di cPanel

Parked Domain

Domain alias atau parked domain adalah satu atau lebih domain yang Anda miliki, tetapi tidak berisi konten apapun. Lalu, Anda mengarahkan domain-domain tersebut ke satu halaman website yang sama. 

Misalnya, website utama Anda adalah tokosepatu.id. Anda juga memiliki domain tokosepatu.com dan tokosepatu.store. Ketika ada orang yang membuka domain tokosepatu.id, tokosepatu.com dan tokosepatu.store, mereka akan melihat halaman website yang sama, yaitu tokosepatu.id. 

Untuk cara melakukan parked domain akan kami bahas pada pembahasan berikutnya. 

Addon Domain

Addon domain adalah domain yang ditambahkan setelah domain utama Anda dalam satu hosting. Jadi, Anda bisa mengelola banyak domain dalam satu hosting. 

Misalnya, Anda memiliki dua website toko online yang berbeda, tokosepatu.id dan baksoayam.id. Supaya lebih hemat biaya, Anda bisa meletakkan dua website tersebut untuk dikelola pada satu akun hosting yang sama. 

Untuk jumlah domain yang bisa kelola dalam satu hosting tergantung pada spesifikasi jenis hostingnya. Beberapa paket hosting ada juga yang menyediakan layanan unlimited addon domain.

Nah, untuk cara melakukan addon domain, Anda bisa baca artikel berikut → Apa itu Addon Domain dan Cara Membuatnya! 

Redirect Domain

Redirect domain adalah mengarahkan suatu domain atau subdomain ke domain lain. Misalnya Anda punya domain tokobaju.id/gamis. Karena halaman tersebut sudah tidak relevan lagi dengan bisnis Anda saat ini, Anda ingin mengarahkan ke tokobaju.id/dress. 

Saat ada orang yang klik tokobaju.id/gamis, mereka akan diarahkan ke laman tokobaju.id/dress. Di fitur redirect domain ini, Anda juga bisa mengarahkan domain secara sementara atau permanen. 

Sekilas fitur redirect domain ini mirip dengan parked domain. Namun, keduanya sangatlah berbeda. Parked domain akan mengarahkan domain ke directory root yang sama. Sementara, redirect domain akan mengarahkan ke domain yang berbeda. 

Perbedaan lainnya, parked domain biasa digunakan untuk mengarahkan banyak domain ke satu website yang sama. Sementara, redirect domain biasa dipakai untuk mengarahkan domain lama ke domain baru. 

Untuk cara melakukan redirect domain, Anda bisa baca artikel berikut → Cara Redirect Domain Melalui cPanel.

Cara Mengatur Parked Domain melalui cPanel

Berikut ini beberapa langkah cara parkir domain yang bisa Anda lakukan! 

1. Login ke cPanel Hosting

Langkah pertama, login ke cPanel hosting terlebih dulu. Jika Anda pengguna Niagahoster, Anda bisa login ke cPanel melalui member area. Tinggal klik menu Layanan Anda > Hosting > Kelola Hosting. Setelah itu klik menu All Features

2. Pilih Menu Aliases

Setelah login ke cPanel hosting, cari dan klik menu Aliases pada tab Domains. 

3. Tambahkan Nama Domain

Pada bagian Create a New Alias tuliskan nama domain alias atau domain yang ingin Anda arahkan ke domain utama. Misalnya di tutorial ini kami akan parked domain “domainujicoba.com”.

Jika sudah, klik Add Domain.  

4. Tunggu Proses Parked Domain Berhasil

Setelah klik Add Domain, tunggulah beberapa saat sampai proses parked domain berhasil. Jika proses berhasil, maka akan muncul pesan seperti berikut. 

Silakan tunggu beberapa saat, sekitar 24 sampai 48 jam untuk proses propagasi DNS. Oya, pastikan juga domain yang ingin Anda parkirkan, telah aktif dan pastikan telah mengarah ke nameserver hosting sendiri ya. 

Baca juga: Cara Mengupdate Nameserver

5. Cara Manage Redirection Parking Domain

Setelah muncul notifikasi seperti di atas, sebenarnya proses parked domain sudah selesai dilakukan. Namun, Anda juga dapat melakukan manage redirection untuk mengarahkan domain yang baru Anda ditambahkan tadi ke domain lain. 

Semisal, Anda sudah tidak ingin domainujicoba.com diarahkan ke website yang sama, maka Anda dapat melakukan redirect ke website lain. 

Sebagai contoh, di tutorial ini, Anda ingin meredirect ke https://google.com. Jadi, ketika pengunjung membuka domainujicoba.com, mereka tak lagi melihat halaman website utama Anda, tetapi laman Google. 

Begini caranya. Pada list domain Aliases, tinggal klik Manage Redirection pada domain yang ingin Anda manage.  

Lalu tulis URL domain tujuan Anda pada kolom Alias Redirection. Lalu klik Save

Tunggu proses dan muncul notifikasi redirection berhasil. Nah, Anda juga bisa menghapus redirection dengan klik Disable Redirection.

Baca juga: Cara Redirect Domain melalui cPanel

6. Cara Menghapus Parking Domain di cPanel

Terakhir, apabila Anda ingin menghapus parked domain atau domain alias, tinggal klik Remove pada domain alias yang ingin Anda hapus. 

Lalu, klik Remove Alias

Tunggu beberapa saat sampai notifikasi remove alias berhasil. 

Yuk Lakukan Parked Domain Sendiri, Gampang Kok!

Parked domain adalah sebuah fitur yang digunakan untuk mengarahkan domain baru Anda ke alamat website lain. 

Jika Anda ingin melakukan parked domain, panduan di atas bisa Anda coba lakukan. Tinggal login ke cPanel hosting, pilih menu Aliases, masukkan nama domain alias, dan tunggu proses parked domain selesai. 

Nah, dengan melakukan parked domain, Anda dapat memiliki dua atau lebih domain yang mengarah ke satu website utama Anda. 

Oya, apabila Anda ingin membeli domain baru yang pas di kantong, Anda bisa pakai domain dari Niagahoster. Harganya mulai dari Rp14 ribu aja kok. Terus, pilihan domainnya juga lengkap. Langsung aja cek nama domain Anda sekarang! 

Putri Aprilia

Putri is an SEO Content Writer at Niagahoster. She has experience in SEO writing with business and tech topic.

Share
Published by
Putri Aprilia

Recent Posts

10 Website Buat CV Online Gratis, Bikin HR Jatuh Hati! [Bonus Tips]

Sudah sebar Curriculum Vitae (CV) ke banyak perusahaan, tapi tak pernah lolos? Jangan minder dulu. Belum tentu karena pengalaman Anda…

2 days ago

Cara Upload File Nuxt.js di Hosting

Nuxt.js adalah framework yang kian populer untuk membuat aplikasi website. Salah satu kelebihan framework ini adalah SEO Friendly.  Anda sedang…

3 days ago

Produk & Fitur Update September 2021

Setiap harinya kami terus melakukan perbaikan kualitas produk & layanan demi kemudahan para pelanggan Niagahoster. Nah, apa saja update selama…

4 days ago

Cara Membuat Website dengan PHP

Anda ingin membuat website sendiri, tapi bingung mulai dari mana? Tenang, ada cara membuat website dengan PHP dari awal yang…

4 days ago

Denny Triana: A Day in the Life of Engineering Manager

Belum banyak orang tahu kalau di balik website yang hebat, ada peran web engineer.  Web engineer lah yang bertanggungjawab atas…

5 days ago

Indikator Kepuasan Pelanggan: Pengertian dan Cara Mengukurnya

Kepuasan pelanggan bukan hanya dari produk, lho! Total ada enam indikator kepuasan pelanggan yang harus Anda ketahui. Yuk, simak selengkapnya.

6 days ago