Categories: WordPress

Cara Menonaktifkan Gutenberg dengan Mudah

WordPress melakukan update (pembaruan) yang cukup besar. Pada update kali ini, WordPress mengganti editornya menjadi Gutenberg di versinya yang ke 5.0. Pengubahan ini ternyata tidak langsung diterima oleh pengguna lama maupun pengguna baru. Bisa jadi dikarenakan sudah terlalu nyaman dengan editor lama, atau editor yang baru tidak mudah untuk digunakan. Tidak sedikit pula yang mencari cara menonaktifkan Gutenberg dan kembali ke editor lama.

Gutenberg mempunyai tampilan yang sangat berbeda dengan Classic Editor WordPress. Editor ini menggunakan Block Based User Interface (UI). Artinya tampilan editor tersusun dari kotak-kotak modular yang bisa dipindah-pindah setiap bloknya. Anda dapat memindahkan setiap blok/bagian dengan hanya menggesernya saja. Ulasan lengkap mengenai Gutenberg dapat Anda baca di artikel Update WordPress 5.0: Gutenberg Editor dan Tema Baru.

Bagi Anda yang masih merasa kesulitan dan ingin kembali ke editor lama, di bawah ini ada beberapa cara menonaktifkan Gutenberg supaya bisa menggunakan Classic Editor WordPress.

Alasan Menonaktifkan Gutenberg Editor

Banyak pengguna yang sepertinya tidak terlalu suka dengan editor yang baru atau mungkin belum siap. Ini ditunjukkan dengan rating yang kurang memuaskan. Hanya mendapatkan bintang dua dengan 417 memberikan bintang lima dan sebanyak 1,424 memberikan rating di bintang satu.

Meskipun banyak menerima kritik dan menampilkan hasil yang kurang memuaskan, tim WordPress tetap menggunakan Gutenberg sebagai editor default-nya. Namun mereka juga memberikan opsi untuk tetap bisa menggunakan Classic Editor disamping Gutenberg.

Berikut ini beberapa cara menonaktifkan Gutenberg yang bisa Anda coba gunakan.

Cara Menonaktifkan Gutenberg di WordPress

Ada beberapa cara menonaktifkan Gutenberg di WordPress, yaitu:

  • Menonaktifkan Gutenberg dengan Plugin
  • Menonaktifkan Gutenberg dengan Kode

Anda dapat menggunakan salah satu cara ini untuk mengaktifkan kembali editor lama.

1. Menonaktifkan Gutenberg dengan Plugin

Cara yang paling mudah dan sederhana adalah dengan menggunakan plugin. Ada beberapa plugin yang bisa menjadi pilihan: untuk menonaktifkan Gutenberg plugin atau menginstall dan mengaktifkan plugin Classic Editor.

  • Menonaktifkan Gutenberg dengan Plugin Classic Editor

Pada cara ini kita akan menggunakan cara menonaktifkan Gutenberg dengan menggunakan plugin Classic Editor. Tidak perlu khawatir, dikarenakan plugin ini dikembangkan dan dikelola oleh kontributor WordPress.

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan menginstall dan mengaktifkan plugin Classic Editor. Anda dapat mengikuti panduan Cara Install Plugin WordPress untuk menginstal plugin di WordPress.

Plugin Classic Editor

Ketika plugin ini diaktifkan, maka otomatis editor WordPress akan beralih ke Classic Editor. Selain itu, plugin ini juga memberikan pilihan untuk menggunakan editor Gutenberg atau menggunakan Classic Editor pada waktu yang sama.

Anda dapat mengganti default editor melalui menu pengaturan plugin. Cukup akses Setting » Writing Settings kemudian akan ada pilihan Default editor for all users yang bisa dipilih salah satu.

Pengaturan di plugin Classic Editor

Jangan lupa klik “Save Changes” untuk menyimpan pengubahan yang sudah dilakukan.

  • Menonaktifkan Gutenberg dengan Plugin Disable Gutenberg

Cara menonaktifkan Gutenberg yang kedua adalah menggunakan plugin Disable Gutenberg. Plugin ini tidak hanya mengganti ke editor lama, tetapi juga terdapat beberapa pilihan pengaturan yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan.

Plugin Disable Gutenberg

Langkah pertama tentu saja melakukan proses instalasi kemudian mengaktifkan plugin Disable Gutenberg. Setelah proses aktivasi selesai, plugin ini mengganti semua pengaturan editor dengan editor lama. Lebih lanjut, Anda dapat menyesuaikan mana saja pengaturan Gutenberg diaktifkan melalui menu Setting » Disable Gutenberg.

Tampilan pengaturan plugin Disable Gutenberg

Anda dapat melihat beberapa pengaturan lain dengan meng-klik opsi “Click Here”. Pengaturan tersebut antara lain:

  • Disable Gutenberg completely (all post types)
  • Disable Gutenberg for any post type
  • Disable Gutenberg for any user role
  • Disable Gutenberg for any theme template
  • Disable Gutenberg for any post/page IDs
  • Disable Gutenberg admin notice (nag)
  • Option to hide the plugin menu item
  • Option to hide the Gutenberg plugin menu item (settings link)

Plugin ini sangat simpel dan mudah untuk digunakan. Plugin ini mempunyai fungsi kerja yang sama dengan plugin Classic Editor, tetapi mempunyai yang lebih banyak.

Tampilan pengaturan plugin Disable Gutenberg (2)

Jangan lupa klik “Save Changes” untuk menyimpan pengaturan yang sudah diubah.

2. Menonaktifkan Gutenberg dengan Kode

Ada cara lain yang bisa digunakan untuk menonaktifkan Gutenberg, yaitu dengan menggunakan baris kode. Cara ini dilakukan dengan mengganti baris kode yang sudah ada di WordPress dengan baris kode baru.

Anda dapat menambahkan dua baris kode berikut ke dalam functions.php untuk menonaktifkan Gutenberg secara menyeluruh. Catatan! Perlu diperhatikan bahwa Gutenberg merupakan editor yang bisa saja setiap waktu melakukan update, sehingga perlu dilakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum mengubah baris kode secara online atau live.

// disable for posts

add_filter(‘use_block_editor_for_post’, ‘__return_false’, 10);

// disable for post types

add_filter(‘use_block_editor_for_post_type’, ‘__return_false’, 10);

Informasi terkait cara menonaktifkan Gutenberg menggunakan kode dapat Anda simak pada ulasan digwp. Namun, kami tetap menyarankan menggunakan plugin untuk dapat menonaktifkan Gutenberg dan kembali ke editor lama.

Kesimpulan

Gutenberg adalah editor modern yang ditawarkan oleh WordPress, tetapi dikarenakan masih ada beberapa kekurangan membuat editor ini kurang diminati oleh beberapa pengguna. Anda dapat menggunakan panduan di atas untuk mengganti Gutenberg dan kembali ke Classic Editor.

Semoga artikel ini dapat membantu Anda untuk menonaktifkan Gutenberg dan bertahan dengan Classic Editor di WordPress. Beberapa artikel di bawah mungkin saja juga menarik untuk Anda baca selanjutnya:

JIka Anda menyukai artikel ini, jangan lupa subscribe untuk mendapatkan informasi terbaru dari kami. Anda juga dapat mengunjungi kami di Youtube, Twitter, atau Facebook.

Yasin K

Yasin K is a Technical Content Writer for Niagahoster Blog. Other words are unimportant things you will never need to know. Let the content speak for itself :)

Share
Published by
Yasin K
Tags: TutorialWebsiteWordpress

Recent Posts

  • Company

Webseries 1.0: Niagahoster Bantu Pelaku UMKM Mengenal Pentingnya Website

Berkembangnya dunia digital menuntut banyak perubahan, salah satunya pada cara para pemilik usaha menjalankan bisnisnya. Semua diharuskan memiliki identitas online,…

7 hours ago
  • Search Engine Optimization (SEO)
  • Website & Blog
  • WordPress

Fungsi & Cara Menambahkan Breadcrumbs di WordPress

Jika Anda baru mulai membuat website, istilah breadcrumbs bisa jadi asing di telinga. Tapi Anda tak perlu terintimidasi. Ini adalah…

14 hours ago
  • Website & Blog

Cara Gunakan Google PageSpeed Insight untuk Optimasi Website

Bagaimana reaksi Anda ketika membuka website dan loadingnya sangat lama? Tentu Anda akan merasa kesal dan segera menutup website tersebut.…

2 days ago
  • Website & Blog
  • WordPress

Cara Membuat Google Form di WordPress

Google Form sangat mudah Anda pasang atau embed di mana pun. Fitur ini sangat berguna ketika Anda ingin membagikan form…

2 days ago
  • Content Marketing
  • Website & Blog

10+ Cara Mempromosikan Blog untuk Meningkatkan Pengunjung

Mengelola blog memang gampang gampang susah. Pekerjaan Anda tidak terbatas pada membuat konten saja, tetapi juga mempromosikannya. Anda tidak bisa…

4 days ago
  • Search Engine Optimization (SEO)
  • Website & Blog
  • WordPress

Cara Optimasi Website untuk Google Mobile First Index

Perangkat mobile telah menjadi sumber utama trafik internet di seluruh dunia. Pada 2018, secara global, 52,2 persen trafik website didominasi…

5 days ago