Mirza M. Haekal Mirza is a member of SEO Team at Niagahoster. His mission is trying to help as many people as possible through his contents. He loves fantasy and sci-fi stories, ranging from video games, TV series, comics, movies, and books.

Sedang Work From Home? Ikuti 3+ Cara Mengatur Waktu yang Ampuh Ini!

5 min read

Featured image Sedang Work From Home Ikuti 3+ Metode Cara Mengatur Waktu yang Ampuh Ini

Work From Home (WFH) itu seperti pedang bermata dua. Bagi sebagian orang, kerja dari rumah itu membuatnya lebih produktif daripada di kantor karena bisa lebih fokus. Akan tetapi, tak sedikit pula yang pekerjaannya justru tak kunjung selesai saat WFH karena berbagai hal. Anda termasuk yang mana?

Nah, jika Anda termasuk ke kelompok yang kedua, mungkin empat metode cara mengatur waktu ini bisa dicoba agar tetap produktif saat WFH:

  1. Metode Time Blocking
  2. Metode Most Important Task (MIT)
  3. Teknik Pomodoro
  4. Sesi Fokus 90-Menit

Memang tidak produktif saat WFH itu ada banyak faktornya. Namun setidaknya, metode mengatur waktu ini bisa Anda jadikan sebagai langkah pertama untuk menjadi lebih produktif ke depannya.

4 Metode Cara Mengatur Waktu Agar Tetap Produktif

cara mengatur waktu dengan empat metode ampuh

Cara mengatur kerja setiap orang itu berbeda-beda. Ada yang baru produktif di malam hari, ada juga yang sudah standby di depan laptop saat matahari belum terbit sekalipun. Maka dari itu, terapkan metode di bawah ini yang paling sesuai dengan diri Anda.

1. Metode Time Blocking

Metode Time Blocking ini mengharuskan Anda untuk membuat jadwal harian terlebih dahulu sebelumnya. Dengan kata lain, dari jauh-jauh hari Anda sudah menentukan setiap kegiatan yang akan dilakukan setiap harinya dan kapan waktu spesifik untuk melaksanakannya. 

Langkah selanjutnya adalah Anda harus membedakan masing-masing kegiatan tersebut menjadi dua kategori: Proactive dan Reactive. Inilah kenapa metode ini dinamakan Time Blocking. Sebab, Anda memasukkan kegiatan tertentu ke dalam block/kategori.

Proactive sendiri adalah kegiatan penting yang harus Anda segera selesaikan. Misalnya, melanjutkan project yang berjalan atau menulis dokumen. Sedangkan reactive merupakan kegiatan tidak terlalu penting yang bisa dilakukan kapan saja. Seperti membalas email atau buka media sosial. 

Jika sudah menentukan kegiatannya, masukkan semua kegiatan tersebut di aplikasi kalender. Anda bisa menggunakan Google Calendar yang otomatis tersambung dengan akun Gmail. Jadi, Anda bisa mengaksesnya kapan pun, di mana pun, dan dari perangkat apa pun.

Berikut kami berikan contoh cara membuat jadwal harian dengan metode Time Blocking (P di dalam kurung berarti proactive dan R adalah reactive):

membuat jadwal harian dengan metode time blocking

Jadwal harian di atas sangat detail dan spesifik sekali, bukan? Sebab, tujuan dari Metode Time Blocking ini memang “memaksa” Anda untuk melakukan kegiatan sesuai dengan jadwal ketat yang sudah dibuat. Efeknya, Anda bisa berfokus 100% kepada satu kegiatan saja dan menghiraukan kegiatan lain yang memang belum waktunya untuk dilaksanakan.

Tips tambahan Metode Time Block:

  • Istirahat Itu Tak Sekedar Ishoma 

Ingat, Anda bukanlah robot yang bisa bekerja non-stop. Jadi, pastikan Anda memasukkan jeda istirahat sebentar (sekitar 5-10 menit) setiap harinya. Entah itu untuk jalan-jalan keliling rumah atau sekedar mengistirahatkan mata dari monitor.

  • Atur Notifikasi Google Calendar

Secara otomatis, Google Calendar akan memberikan notifikasi 10 menit sebelum kegiatan dimulai. Nah, Anda bisa mengubahnya menjadi 0 menit, sehingga notifikasi akan muncul seketika saat kegiatan sebelumnya sudah selesai. Hasilnya, Anda bisa tetap fokus dan tak terganggu/kepikiran kegiatan selanjutnya.

  • Realistis Dalam Membuat Jadwal

Memang Time Blocking adalah metode yang kaku dan ketat. Namun, Anda tetap harus realistis saat mengatur jadwal harian dan siap untuk urusan mendadak. Seperti rapat dadakan, email dari klien penting yang harus segera dibalas, dan lain sebagainya.

2. Metode Most Important Task (MIT)

Seperti namanya, cara mengatur waktu ini mengharuskan Anda untuk berfokus kepada kegiatan yang terpenting saja. Jadi, alih-alih menulis semua kegiatan sehari-hari dengan detail, Anda hanya perlu menulis 1-3 kegiatan MIT yang betul-betul penting di hari tersebut. 

Anda bisa menulisnya di sticky notes, notepad di komputer, ataupun kertas biasa sekalipun. Yang penting, pastikan bahwa catatan tersebut selalu berada dalam pandangan Anda sebagai pengingat. Misalnya, Anda bisa menaruhnya di meja ataupun ditempel di tembok.

Setelah itu, Anda tak boleh melakukan kegiatan apa pun sampai 1-3 kegiatan MIT tersebut sudah selesai dikerjakan. Entah itu membuka situs hiburan, mengecek media sosial, atau membalas chat dari gebetan sekalipun. 

Memang ada puluhan —bahkan ratusan— kegiatan yang bisa Anda lakukan setiap harinya. Namun, jika Anda pikir baik-baik, kebanyakan dari kegiatan itu sebenarnya tidak penting dan hanya membuang waktu saja. Oleh karena itu, sisihkanlah waktu setiap paginya —atau malam tepat sebelum tidur— untuk menentukan 1-3 kegiatan MIT yang harus Anda selesaikan di hari itu juga.

Tips Tambahan Metode MIT:

  • Gabungkan dengan Metode Time Block

Yup, Anda bisa menggabungkan dua metode di atas sekaligus. Caranya adalah dengan menentukan 1-3 kegiatan MIT tersebut sebagai proactive dan menempatkannya di posisi atas jadwal harian. Sehingga kegiatan MIT tersebut menjadi prioritas yang harus dilakukan setiap paginya.

  • Tentukan Deadline

Supaya lebih produktif lagi, Anda bisa menentukan waktu deadline untuk menyelesaikan kegiatan MIT tadi. Misalnya pukul 10 pagi atau 12 siang sebelum makan siang (atau kapan pun asal realistis).

Dengan memberikan deadline, Anda akan lebih termotivasi untuk menyelesaikannya dan tidak berleha-leha. Selain itu, saat ada orang yang mengganggu, Anda bisa beralasan, “Eh maaf, aku lagi ada deadline, nih. Dilanjut nanti aja, ya!”

  • Pilih Kegiatan yang Memberikan Rasa Tak Nyaman

Jika masih kesulitan untuk menentukan kegiatan apa yang penting di hari itu, pilihlah kegiatan yang paling membuat Anda tak nyaman. Entah itu panik, takut, atau deg-degan. Kemungkinan besar, kegiatan tersebut sangat penting, tapi Anda mager melakukannya karena rasa tak nyaman tadi.

3. Teknik Pomodoro

metode pomodoro untuk cara mengatur waktu

Teknik Pomodoro ini sangat simpel, tapi bisa meningkatkan produktivitas Anda dengan cukup signifikan. Tak percaya? Anda bisa membuktikannya sendiri saat ini juga, kok. Satu-satunya alat yang Anda butuhkan hanyalah sebuah timer. Anda bisa menggunakan timer ponsel, jam tangan, atau timer komputer. 

Setelah Anda menemukan timer, lakukan hal di bawah ini:

  • Pilih satu kegiatan
  • Atur timer untuk 25 menit
  • Lakukan kegiatan tersebut tanpa gangguan hingga timer berakhir
  • Istirahat sejenak (sekitar lima menit)
  • Atur timer lagi untuk 25 menit
  • Lanjutkan kegiatan tersebut (atau pilih kegiatan baru lainnya jika sebelumnya sudah selesai)
  • Istirahat lima menit
  • Ulang proses di atas hingga empat sesi, kemudian ambil istirahat panjang sekitar 15-30 menit
  • Ulang lagi Teknik Pomodoro di atas sesuai kebutuhan Anda di hari itu.

Teknik Pomodoro ini adalah cara mengatur kerja yang memaksa Anda untuk 100% fokus kepada kegiatan di depan mata selama 25 menit. Maka dari itu, tak boleh ada gangguan dalam bentuk apa pun saat sesi berlangsung. Jika ada gangguan dan berhenti barang semenit pun, Anda harus mengulang lagi sesi tersebut dari awal.

Tips Tambahan Teknik Pomodoro

  • Beritahu Orang Rumah

Saat hendak melakukan sesi Teknik Pomodoro, beri tahu dulu orang rumah untuk tidak mengganggu Anda dalam 25 menit ke depan. Tips yang satu ini mungkin terdengar simpel, tapi masih banyak orang yang melewatkannya sehingga harus mengulang lagi dari awal. Akhirnya, justru membuang-buang waktu saja, bukan?

  • Lakukan Hal yang Tidak Berhubungan Saat Istirahat

Saat jeda istirahat (baik pendek maupun panjang) usahakan Anda jangan melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan Teknik Pomodoro barusan. Jadi lakukanlah kegiatan relaksasi seperti peregangan, minum air putih/kopi, atau berjalan keliling rumah. 

Otak Anda butuh istirahat setelah fokus 100% agar tidak kelelahan di sesi Teknik Pomodoro selanjutnya. Selain itu, kegiatan relaksasi juga memberikan waktu kepada otak Anda untuk memproses semua informasi yang baru saja diterima.

4. Sesi Fokus 90-Menit

Tahukah Anda bahwa tubuh manusia mempunyai siklus yang bernama ultradian rhythms? Singkatnya, ultradian rhythms adalah siklus di mana tubuh dan pikiran Anda beroperasi secara maksimal selama 90-120 menit. Setelah itu, Anda akan merasa kelelahan dan harus istirahat sebelum siklus tersebut terjadi lagi.

Nah, Anda bisa memanfaatkan ultradian rhythms ini sebagai cara mengatur waktu saat WFH. Bagaimana caranya? Simpel: bekerjalah nonstop selama 90 menit, kemudian istirahat sekitar 20-30 menit. Lalu, Anda ulangi hal ini lagi sampai jam kerja berakhir.

cara mengatur waktu kerja dengan sesi fokus 90 menit
Sumber gambar: Medium

Memang Anda akan banyak istirahat dalam seharinya dengan metode ini (dan akan dimarahi si bos jika ketahuan). Namun, kemungkinan besar Anda akan jauh lebih produktif dalam Sesi Fokus 90-Menit ini dibandingkan dengan bekerja seharian. 

Sebab, bekerja nonstop seharian (hanya istirahat saat ishoma) membuat tubuh dan pikiran tak optimal. Pasti Anda pernah kan siang-siang mengantuk tapi tetap memaksa bekerja dan akhirnya hasil pekerjaannya tak memuaskan? Nah, itu karena memang tubuh kelelahan dan perlu istirahat.

Oh ya, memaksa tubuh dan pikiran untuk bekerja secara terus-menerus dalam jangka panjang bisa membuat Anda burnout lebih cepat, lho. Jadi, pertimbangkanlah metode Sesi Fokus 90-Menit ini jika Anda mulai merasa lelah.

Tips Tambahan Sesi Fokus 90-Menit:

  • Tak Selalu 90 Menit

Memang nama metode ini ada embel-embel “90 menit,” tapi sebenarnya tidak harus saklek 90 menit, kok. Tubuh manusia itu berbeda-beda. Intinya adalah beristirahatlah sejenak saat Anda merasa lelah saat sedang bekerja. Apalagi saat WFH kasur itu tinggal selangkah dari meja kerja Anda, bukan?

  • Istirahat Juga Tak Selalu 20-30 Menit

Tak semua orang memiliki pekerjaan yang bisa ditinggal selama 30 menit berulang kali. Apalagi dengan bos yang selalu memantau dari jarak jauh saat WFH. Maka dari itu, Anda bisa beristirahat sekitar 5-10 menit saja setiap siklusnya. Istirahat 5 menit itu lebih baik daripada tidak istirahat sama sekali, lho.

  • Jangan Kebablasan!

Metode produktif Sesi Fokus 90-Menit ini jangan Anda jadikan dalih untuk selalu beristirahat 30 menit di setiap 90 menit bekerja. Sehingga pekerjaan Anda justru tak segera selesai karena kebanyakan berhenti. Ingat, metode ini bertujuan untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran agar tetap produktif. 

Jadi, jika tidak merasa lelah selama 90 menit (atau bahkan 120 menit), Anda lanjutkan saja pekerjaan tersebut hingga merasa perlu istirahat. Selain itu, jangan lupa untuk menyetel alarm saat istirahat supaya tidak kebablasan sampai maghrib, ya!

Baca Juga: 17+ Situs Belajar Online Terbaik untuk Anda

Mana Metode Cara Mengatur Waktu yang Paling Cocok untuk Anda?

Cara mengatur waktu kerja agar bisa produktif selama Work From Home memang susah-susah gampang. Namun dengan beberapa metode ampuh di atas, kami harap bisa membantu Anda untuk mencapai tingkat produktivitas yang setara —atau bahkan lebih baik— daripada saat bekerja di kantor.

Oh ya, sebelum menerapkan metode di atas, apakah Anda sudah membuat WFH menjadi menyenangkan? Bukannya enak kalau WFH Anda tak hanya produktif, tapi juga menyenangkan? Jika belum, yuk ikuti panduannya di artikel → 7 Tips Kerja Remote yang Lebih Produktif dan Menyenangkan

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Jangan lupa klik subscribe agar mendapatkan tips dan trik Work From Home terbaru dan terlengkap langsung ke email Anda. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

1
Mirza M. Haekal Mirza is a member of SEO Team at Niagahoster. His mission is trying to help as many people as possible through his contents. He loves fantasy and sci-fi stories, ranging from video games, TV series, comics, movies, and books.
[{"code":""
[{"code":""
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING100"
{"code":"HOSTING100"
"label":"Extra Diskon 100rb "
"label":"Extra Diskon 100rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":""
{"code":""
"label":"Belum Beruntung"
"label":"Belum Beruntung"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":""
{"code":""
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"HOSTING20"
{"code":"HOSTING20"
"label":"Extra Diskon 20rb "
"label":"Extra Diskon 20rb "
"win":true}
"win":true}
{"code":"FREESHIPPING"
{"code":"FREESHIPPING"
"label":"Coba Lagi"
"label":"Coba Lagi"
"win":false}
"win":false}
{"code":""
{"code":""
"label":"Sedikit Lagi! "
"label":"Sedikit Lagi! "
"win":false}
"win":false}
{"code":"HOSTING50"
{"code":"HOSTING50"
"label":"Extra Diskon 50rb "
"label":"Extra Diskon 50rb "
"win":true}]
"win":true}]