Categories: Website & Blog

Cara Membuat E-Learning Berbasis Web dengan Tutor LMS [Terbaru]

Akhir-akhir ini, e-learning berkembang sangat pesat di Indonesia. Bahkan, beberapa website yang tak berhubungan dengan dunia edukasi pun juga berlomba-lomba membuat e-learning sendiri, lho. Tak heran karena diprediksi pasar e-learning dunia akan menyentuh angka $325 miliar di tahun 2025. Wow!

Melihat tren ini, apakah Anda juga tertarik untuk membuat e-learning sendiri? Apalagi, jika Anda memang mempunyai pengetahuan atau skill mumpuni terhadap suatu topik. Daripada dipendam sendiri, mending dibagi-bagi dan mendapatkan uang darinya, bukan?

Lalu, apakah sulit membuat e-learning itu? Oh tentu saja tidak! Kami akan memberikan panduan cara membuat e-learning berbasis web yang mudah dan cepat. Yuk, simak sampai selesai!

5 Langkah Cara Membuat E-Learning Gratis

Berikut adalah lima langkah cara membuat e-learning berbasis web yang mudah dan cepat. Jadi, bagi Anda yang awam pun tak perlu khawatir kesulitan melakukannya.

1. Buat Website Dulu

Tentu saja hal pertama yang Anda butuhkan adalah sebuah website. Website ini menjadi platform/tempat untuk Anda berbagi ilmu dan siswa belajar. Sebelum membuat website, ada dua hal yang harus Anda pertimbangkan:

  • Nama Domain
    Luangkan waktu untuk memikirkan nama domain e-learning Anda. Sebab, nama ini akan menjadi brand Anda yang membedakan dengan e-learning lainnya di jagat maya.

    Usahakan namanya singkat dan berhubungan dengan apa yang ingin Anda ajarkan. Jadi, calon siswa tak bingung dan mudah untuk mengingatnya. Jika Anda masih bingung memilih nama domain, mungkin artikel ini bisa membantu → Strategi Memilih Nama Domain untuk Bisnis Anda

    Nah, setelah kepikiran nama domain yang cocok, Anda harus mengecek ketersediaannya dulu. Sebab, jika nama domain tersebut sudah diambil orang lain, Anda harus menggantinya. Anda bisa mengeceknya di →Cek Domain Muran dan Terlengkap
  • Hosting
    Untuk membuat website, Anda memerlukan hosting. Hosting inilah yang menjadi tempat penyimpanan semua data e-learning Anda. Ada empat jenis hosting yang bisa Anda pilih: Shared Hosting, Cloud Hosting, VPS Hosting, dan Dedicated Hosting.

    Berikut kami berikan penjabaran singkat penggunaan masing-masing jenis web hosting tersebut. Namun, jika Anda ingin mengetahui jenis-jenis hosting dengan lebih mendalam, Anda bisa membaca artikel → Yuk Kenali Jenis-Jenis Layanan Hosting!

Oh ya, selain jenisnya, dalam memilih layanan hosting ada beberapa aspek yang wajib Anda perhatikan, yaitu:

Memang ada banyak aspek yang harus Anda perhatikan dalam memilih layanan hosting. Namun, bagi e-learning aspek terpenting adalah customer support 24 jam dan uptime. Kenapa?

Sebab, salah satu kelebihan e-learning adalah siswa bisa belajar kapanpun yang ia mau—entah itu di tengah malam atau sehabis subuh. Jadi, jika ada masalah dengan website saat siswa ingin belajar jam dua pagi, Anda bisa langsung menghubungi CS penyedia hosting untuk memperbaikinya.

Begitu juga dengan uptime. Jangan sampai website Anda sering down saat siswa sedang belajar. Karena itu bisa mengganggu konsentrasi dan mood siswa. Apalagi jika ia sudah meluangkan waktunya untuk belajar di website Anda di tengah kesibukannya.

Nah, setelah Anda sudah selesai mempertimbangkan dua hal di atas, sekarang saatnya untuk membuat website e-learning. Karena terlalu panjang untuk dijelaskan di sini, Anda bisa mengikuti panduannya lengkapnya di artikel → Cara Membuat Website untuk Pemula Tanpa Coding! Atau di ebook gratis yang bisa Anda download di bawah ini:

2. Lengkapi Peralatan Tempur E-Learning Anda

Setelah website Anda online, langkah cara membuat e-learning berbasis web selanjutnya adalah mengubah website tersebut menjadi platform e-learning. Untungnya, karena menggunakan WordPress, Anda bisa memanfaatkan berbagai plugin yang tersedia untuk mewujudkannya.

Berikut adalah daftar plugin yang bisa Anda install sebagai cara membuat e-learning berbasis web:

  • Tutor LMS
    Tutor LMS adalah plugin yang mengurusi semua hal yang berkaitan dengan e-learning Anda. Dengan kata lain, plugin ini merupakan komponen utama di website Anda agar e-learning berjalan dengan optimal.

    Tutor LMS tersedia dalam versi gratis dan berbayar. Anda memang sudah bisa membuat website e-learning dengan versi gratis. Namun, jika Anda serius untuk terjun ke dunia e-learning, versi berbayar Tutor LMS patut untuk dipertimbangkan.

Baca juga: Rekomendasi Plugin LMS WordPress Terbaik

  • Moodle
    Selain Tutor LMS, Anda juga bisa menggunakan Moodle sebagai alternatifnya. Tenang, Moodle juga gratis, kok! Jika Anda tertarik, kami sudah menuliskan cara menggunakannya di → Apa Itu Moodle? Panduan Lengkap untuk Pemula.
  • WooCommerce

    WordPress memiliki banyak cara untuk memonetisasi konten di website. Tapi, bisa dikatakan bahwa WooCommerce adalah yang paling populer. Plugin ini gratis, mudah digunakan, dan mempunyai fitur yang melimpah. Jadi, Anda wajib memasangnya jika ingin membuat website e-learning berbayar.
  • vooPlayer

    vooPlayer merupakan platform video hosting premium yang berguna untuk menampilkan video pembelajaran Anda kepada siswa. Namun, jika tidak ingin menguangkan e-learning, Anda bisa mengupload video pembelajaran ke YouTube, lalu embed di website.

    Kenapa tidak upload video saja langsung ke website? Sebab, video itu berukuran sangat besar dan bisa memakan sumber daya yang banyak di website Anda. Akibatnya, website e-learning Anda akan lambat dan berat untuk diakses.
  • Edumax

    Edumax adalah tema WordPress yang bisa mengeluarkan semua potensial dari Tutor LMS. Jadi, jika Anda memutuskan membeli Tutor LMS, kami merekomendasikan untuk menggunakan tema ini agar uang yang dikeluarkan tidak sia-sia.

    Namun, jika memilih Tutor LMS versi gratis atau tidak ingin menguangkan website e-learning Anda, tema Education LMS juga bisa dipertimbangkan. Walaupun gratis, tapi tema tersebut mempunyai banyak fitur serta mobile-friendly.

Lalu, bagaimana cara install plugin dan tema di WordPress? Tenang, kami juga sudah menuliskan panduannya untuk Anda, kok. Anda bisa menemukannya di Cara Install Plugin WordPress dan Cara Mengganti Tema WordPress

3. Buat Kelas Online yang akan Diajarkan

Setelah memasang semua peralatan tempur yang dibutuhkan, sekarang saatnya untuk membuat kelas e-learning. Inilah langkah cara membuat e-learning berbasis web beriktunya.

Untuk melakukannya, Anda tinggal pilih saja Tutor LMS > Courses > Add New.

Setelah itu, akan muncul editor untuk membuat kelas. Di sini, Anda bisa mengatur segala hal tentang kelas online. Mulai dari Title (judul), Description (deskripsi kelas), hingga Featured Image (pasang gambar). Bahkan, Anda juga bisa membatasi jumlah siswa dengan Maximum Students dan mengatur tingkat kesulitan kelas di Difficulty Level.

Nah, setelah mengatur semua informasi terkait kelas, selanjutnya Anda harus membuat pelajaran yang akan diajarkan. Cukup scroll saja ke bawah dan Anda akan menemukan Course Builder.

Untuk menambahkan pelajaran, klik saja Add New Topic dan akan muncul menu baru tepat di bawahnya yang berisi judul materi serta penjelasan singkatnya. Jika Anda sudah mengisi keduanya, klik saja Add Topic.

Setelah pelajaran dibuat, Anda bisa memasukkan materi per babnya dengan mengklik Add New Lesson.

Akan muncul jendela baru dimana Anda bisa mengisi judul bab dan penjelasan singkat mengenai bab tersebut.

Jika Anda scroll ke bawah, akan terdapat beberapa menu seperti ini:

Berikut penjelasan beberapa menu di atas:

  • Featured Image berfungsi untuk menambahkan gambar thumbnail untuk bab Anda agar lebih menarik.
  • Video Source untuk menambahkan video penjelasan bab tersebut.
  • Video playback time merupakan durasi video di bab ini.
  • Upload Attachment untuk menambahkan materi tertulis terkait bab ini. Bisa materi untuk praktek atau materi tambahan.

Oh ya untuk Video Source, jika menggunakan vooPlayer Anda harus memilih opsi Embedded. Untuk mendapatkan kode embed, Anda log in saja ke akun vooPlayer lalu copas saja kode di masing-masing video yang sudah diupload.

Namun, jika menggunakan YouTube, Anda bisa memilih opsi YouTube dan masukkan saja URL video yang sudah diupload di YouTube sebelumnya.

Setelah semua kolom terisi, Anda klik saja Update Lesson. Ulangi cara di atas untuk membuat pelajaran dan bab lainnya sebanyak yang Anda inginkan.

4. Buat Ujian untuk Siswa Anda

Apalah artinya kelas tanpa ujian. Ujian dibutuhkan agar Anda tahu sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi di kelas.

Untungnya, dengan Tutor LMS Anda juga bisa memberikan ulangan/ujian kepada siswa. Ujian bisa Anda berikan baik di akhir pelajaran atau per selesai bab atau dua-duanya sekaligus.

Untuk membuat ujian, Anda klik saja Add Topic Quiz yang berada tepat di samping Add New Lesson. Setelah itu, akan muncul jendela baru Quiz Info yang berisi kolom untuk menulis nama ujian dan deskripsi singkatnya. Setelah Anda mengisinya klik saja Save & Next.

Kemudian, Anda akan dibawa ke jendela Questions. Nah, di sinilah Anda bisa membuat pertanyaan ujian untuk para siswa. Tutor LMS sendiri menyediakan 10 jenis pertanyaan yang bisa Anda pilih. Mulai dari pilihan ganda, essay, benar/salah, dan masih banyak lainnya.

Berikut kami jelaskan semua opsi yang ada di jendela Questions ini:

  • Answer Required berarti pertanyaan ini wajib untuk dijawab dan siswa tak bisa lanjut tanpa menjawabnya dulu
  • Randomize untuk mengacak opsi jawaban di setiap pertanyaannya
  • Point(s) for this answer adalah jumlah nilai untuk pertanyaan ini
  • Display Points berarti menunjukkan jumlah nilai pertanyaan saat siswa mengerjakannya
  • Description adalah penjelasan tambahan terkait pertanyaan tersebut. Opsi ini tak harus Anda isi.
  • Add an Option untuk menambahkan opsi jawaban serta memilih opsi apa yang benar. Anda juga bisa menambahkan gambar di setiap opsinya.

Setelah satu pertanyaan selesai, Anda bisa mengulangi cara di atas sebanyak yang dibutuhkan. Jika merasa pertanyaan sudah cukup, Anda bisa klik Next untuk menuju jendela selanjutnya yakni Settings.

Jendela Settings berisi pengaturan terkait ujian Anda tersebut. Mulai dari Time Limit (batas waktu), Attempts Allowed (batasan siswa bisa ikut ujian), Passing Grade (nilai minimum untuk lulus ujian), dan Max questions allowed to answer (jumlah pertanyaan yang bisa dijawab siswa).

Jika semua pertanyaan sudah dibuat dan kolom-kolom sudah diisi, Anda klik saja Save untuk menyimpan ujian tersebut.

5. Atur Sistem Penjualan Kursus Anda

Di atas sudah kami singgung mengenai plugin WooCommerce, bukan? Nah, untuk menjual/monetisasi e-learning ini, Anda harus membuat Product terlebih dahulu. Caranya dengan memilih WooCommerce > Products > Add New.

Di sini, Anda bisa mengisi nama, deskripsi, harga normal (Regular Price), dan harga diskon (Sale Price). Jangan lupa untuk centang For Tutor agar Tutor LMS bisa menggunakkan produk ini. Setelah semua terisi, Anda bisa klik Publish.

Apakah sudah selesai? Belum!

Langkah selanjutnya adalah mengedit kelas yang barusan Anda buat tadi untuk menambahkan opsi pembayaran. Jika Anda scroll ke bawah, terdapat menu baru yakni Add Product.

Pastikan Anda memilih Course Type: Paid (berbayar). Lalu, pilih produk yang tadi Anda buat di WooCommerce pada opsi Select product di atasnya. Selesai! Anda akan mendapatkan pemasukan dari setiap kelas yang terjual.

Oh ya, di atas hanyalah penjelasan singkat dan dasar mengenai WooCommerce. Padahal WooCommerce memiliki fitur komplit yang siap menunjang bisnis online Anda—termasuk e-learning.

Jadi, kami sarankan Anda membaca ebook gratis panduan WooCommerce di bawah ini. Supaya website e-learning yang barusan dibuat bisa mengeruk untung maksimal!

Siap Membuat E-Learning Anda Sendiri?

Cara membuat e-learning berbasis web ternyata gampang, bukan? Siapapun bisa membuatnya asal menyisihkan sedikit waktu dan tenaga. Modal yang dibutuhkan juga tidak banyak, tapi potensi keuntungan yang didapat bisa berkali-kali lipat karena masa depan e-learning yang cerah.

Nah, e-learning ini termasuk bisnis online. Jadi, pastikan Anda membaca kiat-kiat sukses bisnis online supaya website e-learning bisa menonjol di antara kompetitor. Apa saja kiat-kiat tersebut? Anda bisa menemukannya di ebook gratis ini:

Kami harap artikel ini bisa membantu Anda berbagi ilmu dan mencerdaskan warga Indonesia, ya! Semoga sukses dan sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Mirza M. Haekal

Mirza is a member of SEO Team at Niagahoster. His mission is trying to help as many people as possible through his contents. He loves fantasy and sci-fi stories, ranging from video games, TV series, comics, movies, and books.

Share
Published by
Mirza M. Haekal
Tags: Wordpress

Recent Posts

Google WebP: Format Gambar Digital yang Bisa Mempercepat Website

Kalau Anda ingin meningkatkan kecepatan website, ukuran gambar adalah salah satu kuncinya. Kenapa? Karena semakin besar ukuran gambar, semakin lama…

9 hours ago

Apa itu Spoofing? Pahami Jenis-Jenis dan Cara Pencegahannya

Spoofing adalah salah satu bentuk kejahatan dunia maya atau cyber crime yang perlu Anda waspadai.  Menurut Indonesia Computer Emergency Response…

1 day ago

Cara Memasukkan dan Mengatur Gambar di HTML

Website tanpa gambar ibarat sayuran tanpa garam, akan terasa hambar. Sebab, kemungkinan  website akan terasa membosankan, sulit dipahami, dan tidak…

2 days ago

5+ Rekomendasi Tools Google Gratis untuk Digital Marketer

Untuk bisa mencapai kesuksesan bisnis online, Anda perlu melakukan upaya pemasaran dengan tepat. Untungnya, saat ini ada banyak tools Google…

2 days ago

Apa itu Blogwalking? Perlukah Setiap Blogger Melakukannya?

Blogwalking tentu bukan hal asing bagi blogger. Namun, tahukah Anda kalau sebenarnya blogwalking merupakan istilah yang hanya ada di Indonesia?…

3 days ago

Panduan Blogging Terlengkap yang Wajib Anda Baca!

Membuat blog saat ini sudah semakin mudah. Tak heran, banyak pihak membangun blog untuk berbagai tujuan, baik untuk pribadi maupun…

3 days ago