Tutorial

Cara Membuat Database MySQL di localhost/phpMyAdmin – XAMPP

Ketika membangun sebuah website, tak jarang orang memilih untuk membuat database di localhost/phpMyAdmin dulu. Nantinya, baru diupload ke hosting agar bisa diakses online. 

Bagaimana cara membuat database di phpMyAdmin? Terutama, dengan menggunakan MySQL sebagai database yang paling umum digunakan?

Tenang, artikel kali ini akan membahas panduan membuat database di localhost/phpMyAdmin dengan bantuan XAMPP. Yuk, ikuti penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu localhost/phpMyAdmin – XAMPP?

Sebelum masuk ke cara membuat database di phpMyAdmin, Anda perlu memahami dulu apa itu localhost, phpMyAdmin dan XAMPP.

Apa Itu localhost?

Localhost adalah server lokal menggunakan komputer Anda.  Localhost memungkinkan Anda untuk melakukan pengembangan dan pengujian aplikasi berbasis web secara offline.

Namun, localhost hanya dapat diakses ketika ada web server yang berjalan. Oleh karena itu, Anda memerlukan aplikasi web server seperti XAMPP untuk mengaksesnya.

Apa Itu XAMPP?

XAMPP adalah aplikasi web server open source yang dapat berjalan di berbagai sistem operasi (Windows, Linux dan MacOS). Tools ini dapat membantu Anda untuk mengembangkan website pada server lokal.

Dengan XAMPP, Anda bisa menginstall Apache, MySQL/MariaDB, PHP dan Perl cukup dengan satu aplikasi. 

Nantinya, Apache digunakan sebagai web server, MySQL sebagai database, sedangkan PHP dan Perl sebagai bahasa pemrograman dari sisi server.

Apa Itu phpMyAdmin?

phpMyAdmin adalah aplikasi berbasis web untuk membantu Anda melakukan pengelolaan database MySQL. 

Dengan localhost/phpMyAdmin, Anda dapat melakukan import dan export database, membuat database, mengedit, menghapus dan menjalankan query data lainnya.

Dalam pengembangan situs web, misalnya WordPress, Anda pasti memerlukan database untuk menyimpan informasi pada website Anda. Oleh karena itu, Anda membutuhkan phpMyAdmin untuk mengelola data.

Apa Itu localhost/phpMyAdmin?

Tidak hanya bisa diakses online, phpMyAdmin juga bisa diakses secara offline dengan bantuan localhost. Anda dapat mengaksesnya pada url localhost/phpMyAdmin

Dengan localhost/phpMyAdmin, Anda dapat mengelola database pada website offline Anda. Hal ini dapat mendukung Anda dalam proses pengembangan dan pengujian aplikasi web pada komputer lokal.

Menariknya, localhost/phpMyAdmin memiliki tampilan antarmuka yang user friendly, sehingga memudahkan pengguna untuk mengelola database. Tanpa localhost/phpMyAdmin, Anda harus mengelola database melalui terminal.

Baca Juga : Cara Optimasi Database MySQL dengan phpMyAdmin

Cara Membuat Database di phpMyAdmin

Untuk membuat database di http localhost phpMyAdmin, Anda dapat mengikuti tujuh langkah berikut ini:

  1. Download dan Instalasi XAMPP
  2. Menjalankan XAMPP
  3. Mengakses localhost/phpMyAdmin
  4. Membuat Database di phpMyAdmin
  5. Membuat Tabel pada Database localhost/phpMyAdmin
  6. Menjalankan Website dengan XAMPP
  7. Menghubungkan Website dengan Database

Nah, berikut ini panduan lengkapnya!

1. Download dan Instalasi XAMPP

Untuk membuat database di localhost/phpmyadmin, Anda perlu menginstall XAMPP terlebih dulu. Silakan download XAMPP melalui website resminya. Pilih installer sesuai dengan sistem operasi yang Anda gunakan, lalu klik tombol Download.

Lamanya proses download tergantung kecepatan koneksi internet Anda. Jika XAMPP sudah terdownload dengan sempurna, klik dua kali pada file installer untuk mulai melakukan instalasi XAMPP.

Jika Anda menggunakan Windows seperti panduan ini, lokasi instalasi akan berada pada direktori C:\xampp.

2. Menjalankan XAMPP

Jika XAMPP sudah terinstall, bukalah aplikasi tersebut. Anda akan melihat lima module yang terinstall, yaitu: Apache, MySQL, FileZilla, Mercury dan Tomcat

Biasanya, untuk membuat sebuah website, Anda hanya perlu menjalankan dua module saja, Apache sebagai web server dan MySQL untuk database.

Klik tombol Start pada Apache dan MySQL agar Anda dapat mengakses localhost/phpMyAdmin untuk membuat database. Jika sudah berhasil dijalankan, tampilan XAMPP akan berubah seperti gambar di bawah ini:

3. Mengakses localhost/phpMyAdmin

Anda bisa mengakses phpMyAdmin dengan dua cara. Pertama, melalui dashboard localhost. Caranya, ketik localhost pada kolom pencarian browser, lalu tekan Enter. Kemudian, pilih phpMyAdmin seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut ini:

Kedua, langsung mengakses localhost/phpMyadmin pada kolom pencarian web browser. Jangan lupa tekan Enter. Maka akan muncul tampilan phpMyAdmin seperti ini:

Pada halaman inilah, Anda dapat melakukan pengelolaan database untuk website Anda. Misalnya, membuat database, mengedit, menghapus, bahkan melakukan query data.

Baca Juga : Cara Mengatasi phpMyAdmin Access Denied [Terlengkap]

4. Membuat Database di phpMyAdmin

Pada bagian kiri localhost/phpMyAdmin, silahkan klik New untuk membuat database baru.

Masukkan nama database pada kolom yang tersedia. Pada tutorial ini, kami menggunakan database_baru sebagai nama database yang akan dibuat. Jika sudah diberi nama, klik Create.

Nantinya, database baru yang Anda buat akan tampil di bagian kiri halaman phpMyAdmin. Sekarang, Anda sudah bisa menambahkan tabel sebagai tempat penyimpanan data pada database baru.

5. Membuat Tabel pada Database localhost/phpMyAdmin

Kali ini, mari membuat tabel dengan empat kolom untuk data pengguna dengan nama tabel users.  Kemudian, klik tombol Go.

Di bagian ini, Anda harus memasukkan nama kolom dan tipe datanya. Untuk tabel users, kami membuat kolom id, name, email, dan address. Jika sudah terisi seperti gambar di bawah ini, klik tombol Save.

Sekarang, Anda sudah memiliki database dengan tabel users yang siap dipakai dan dihubungkan dengan website Anda.

6. Menjalankan Website dengan XAMPP

Untuk menjalankan website dengan XAMPP, Anda harus menempatkan project website Anda di dalam direktori C:\xampp\htdocs. Kalau ditempatkan di luar folder htdocs, project website Anda tidak akan bisa diakses di localhost.

Misalnya, Anda memiliki project website yang disimpan di dalam folder website_baru. Maka folder website_baru harus ditempatkan di dalam folder htdocs seperti ini:

Dengan begitu, Anda bisa menjalankan project website dengan mengakses localhost/website_baru pada web browser.

Baca Juga : Tutorial Composer untuk Project PHP Anda

7. Menghubungkan Website dengan Database

Langkah berikutnya dari cara membuat database di phpmyadmin adalah menghubungkan website dengan database yang sudah Anda buat di localhost/phpMyAdmin. Dengan begitu, pengelolaan database dapat dilakukan langsung pada website.

Anda dapat membuat koneksi ke database dengan melakukan sinkronisasi database. Biasanya, sinkronisasi ini dilakukan menggunakan script khusus. 

Caranya, buatlah script php dengan nama koneksi.php, config.php, database.php atau nama lainnya pada project website Anda. Kemudian, salinlah kode berikut ini:

<?php
 
$server = "localhost";
$user = "root";
$pass = "";
$database = "database_baru";
 
$conn = mysqli_connect($server, $user, $pass, $database);
 
if (!$conn) {
    die("<script>alert('Gagal tersambung dengan database.')</script>");
}
 
?>

Pada bagian server, tuliskan localhost. Kemudian, masukkan root sebagai user. Sedangkan untuk password, kosongkan saja. Jangan lupa tulis nama database yang Anda buat pada baris kode $database.  

Simpan script PHP tersebut. Coba lakukan pengecekan. Seharusnya website Anda sudah terhubung dengan database di phpMyAdmin.

Baca Juga : Cara Membuat PHP Session Login dan Logout dengan Mudah

Sudah Siap Upload Website dari Localhost ke Hosting?

Demikianlah cara membuat database MySQL di localhost/phpMyAdmin. Pada dasarnya, untuk mengakses http localhost phpMyAdmin, Anda harus menginstall XAMPP terlebih dulu.

Dengan XAMPP, pengelolaan database dapat langsung Anda lakukan di localhost phpMyAdmin. Namun, Anda perlu membuat koneksi dengan website dulu agar database yang dibuat bisa diakses dengan baik.

Kalau project website telah siap, jangan ragu  online-kan website Anda agar bisa diakses oleh banyak orang. 

Yang penting, pilihlah hosting yang mumpuni agar dapat mendukung performa website Anda secara optimal.

Nah, layanan web server Indonesia Niagahoster bisa menjadi pilihan yang tepat dengan berbagai fitur menarik yang ditawarkan. Salah satunya, jaminan uptime sebesar 99,9% yang akan membuat website Anda bisa diakses online selama 24 jam penuh.

Selain itu, hosting Niagahoster juga dilengkapi dengan SSL gratis untuk meningkatkan keamanan website Anda. Menariknya, fitur-fitur tersebut dapat Anda dapatkan dengan harga mulai dari Rp10rb/bulan saja, loh. 

Sangat menarik, bukan? Yuk, langsung saja berlangganan hosting termurah di Indonesia!

Nida Regita F

SEO Technical Writer at Niagahoster. An aquarius girl who loves music, watching movies and of course writing.

Share
Published by
Nida Regita F
Tags: mysqlxampp

Recent Posts

Mengenal Industri Kreatif: Manfaat, Jenis, hingga Contohnya

Tahukah Anda bahwa industri kreatif adalah salah satu sektor yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia? Industri kreatif makin menarik banyak…

8 hours ago

Perbedaan Registry, Registrar, dan Registrant Domain

Ketika bicara domain, Anda tentu akan sampai pada bahasan perbedaan registry, registrar dan registrant. Bahkan, Anda mungkin pernah mendengar bahwa…

1 day ago

Cloud Hosting vs Traditional Hosting: Manakah yang Lebih Oke?

Cloud Hosting vs Traditional Hosting kerap diadu sebagai jenis hosting terbaik. Namun sebenarnya, siapa yang lebih oke? Temukan di sini!

3 days ago

Navigasi Website: Pengertian, Jenis, dan Cara Membuatnya

Navigasi website adalah bagian penting desain web. Website dengan struktur navigasi yang baik bisa membuat pengunjung betah dan bahkan bisa…

4 days ago

Gutenberg 13.7 Sudah Rilis, Apa Saja Fitur Barunya?

Gutenberg, editor resmi WordPress, merilis versi terbarunya yang dinamai Gutenberg 13.7. Apa saja fitur barunya? Temukan di sini!

4 days ago

YouTube Desktop Dashboard: Cara Mengukur Performa Video Konten Terbaru

Pertanyaan ini untuk Anda yang berniat ataupun sedang merintis karier sebagai YouTuber: kira-kira, bagaimana cara Anda mengetahui perkembangan channel YouTube?…

5 days ago