Categories: VPS

Cara Install PostgreSQL di CentOS 7

PostgreSQL, atau Postgres, adalah sebuah sistem manajemen database relasional yang menggunakan bahasa query SQL. Database ini merupakan pilihan populer bagi banyak project, baik project kecil maupun besar. Tidak adanya batasan maksimum ukuran database adalah salah satu alasan mengapa database ini cukup popuper. Selain itu, sebuah tabel individu di PostgreSQL dapat menyimpan data tabel hingga 32 terabyte.

Nah, pada artikel ini kami akan menjelaskan cara install PostgreSQL pada server CentOS 7. Terdapat dua metode instalasi, yaitu:

  1. Melalui Repository CentOS 7.
  2. Melalui Repository PostgreSQL atau dari situs website resmi PostgreSQL.

Apabila Anda ingin menggunakan versi terbaru dari PostgreSQL, kami sarankan untuk menggunakan cara kedua yaitu install PostgreSQL melalui repository PostgreSQL.

Cara Install PostgreSQL Dari Repository CentOS

Cara install PostgreSQL yang pertama adalah melalui repository CentOS 7. Biasanya, repository CentOS 7 sudah menyediakan PostgreSQL yang siap diinstal. Akan tetapi jika menggunakan repositori CentOS 7 untuk menginstall PostgreSQL, Anda tidak akan mendapatkan versi terbaru PostgreSQL, melainkan versi lamanya

Pada saat tutorial ini dibuat, repository CentOS 7 menyediakan versi 9.2.24. Untuk perintah instalasi, Anda bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini.

1. Update Server

Pertama, yang perlu Anda lakukan adalah meng-update server CentOS 7 menggunakan perintah berikut:

yum -y update

2. Install PostgreSQL

Selanjutnya, untuk memulai proses instalasi PostgreSQL, masukkan perintah berikut dan tunggu hingga proses instalasi selesai.

sudo yum install postgresql-server postgresql-contrib

3. Inisialisasi Database

Setelah instalasi PostgreSQL selesai, Anda dapat menginisialisasi database menggunakan perintah berikut.

sudo postgresql-setup initdb

Outputnya akan muncul seperti pada gambar di bawah ini:

4. Jalankan PostgreSQL

Kemudian jalankan PostgreSQL pada server CentOS 7 Anda menggunakan perintah berikut:

sudo systemctl start postgresql
sudo systemctl start postgresql

5. Aktifkan PostgreSQL

Setelah PostgreSQL berjalan pada server Anda, aktifkan PostgreSQL menggunakan perintah berikut.

sudo systemctl enable postgresql

6. Cek Versi PostgreSQL

Terakhir, Anda bisa cek versi PostgreSQL yang sudah terinstall pada server Anda menggunakan perintah berikut.

psql --version

Cara Install PostgreSQL melalui Repository PostgreSQL

Metode instalasi yang kedua menggunakan repository langsung dari PostgreSQL atau website resmi PostgreSQL. Anda dapat memilih versi PostgreSQL di halaman Download pada website PostgreSQL.

Pada panduan ini kami akan menggunakan versi 12 dari PostgreSQL. Untuk memulai instalasi PostgreSQL 12, ikuti langkah-langkah di bawah ini.

1. Install Repository PostgreSQL

Langkah pertama, download repository PostgreSQL dari situs web resminya  menggunakan perintah berikut.

sudo yum install https://download.postgresql.org/pub/repos/yum/reporpms/EL-7-x86_64/pgdg-redhat-repo-latest.noarch.rpm

2. Install PostgreSQL

Setelah proses download selesai, install PostgreSQL menggunakan perintah berikut dan tunggu hingga proses instalasi selesai.

sudo yum install postgresql12

Dalam proses instalasi Anda akan diminta untuk memverifikasi instalasi. Cukup tekan Y dan ENTER untuk menyelesaikan proses verifikasi dan melanjutkan instalasi.

3. Install Paket Server PostgreSQL

Selanjutnya, install paket server untuk PostgreSQL agar PostgreSQL dapat berjalan dengan baik pada server Anda. Untuk install paket server, masukkan perintah berikut.

sudo yum install postgresql12-server

4. Inisialisasi Database

Setelah instalasi PostgreSQL dan paket server PostgreSQL selesai, Anda dapat menginisialisasi database menggunakan perintah berikut.

sudo /usr/pgsql-12/bin/postgresql-12-setup initdb

5. Jalankan PostgreSQL

Kemudian jalankan PostgreSQL 12 pada server CentOS 7 Anda menggunakan perintah berikut:

systemctl enable postgresql-12

6. Aktifkan PostgreSQL

Setelah PostgreSQL berjalan pada server Anda, aktifkan PostgreSQL menggunakan perintah berikut.

systemctl start postgresql-12

7. Cek Versi PostgreSQL

Terakhir, Anda bisa cek versi PostgreSQL yang sudah terinstal pada server Anda menggunakan perintah berikut.

psql --version

Kelebihan PostgreSQL

  1. Sistem basis data open source: source code tersedia secara bebas. Tidak ada konsep “demo version” atau “dual licensing“. Anda akan mendapatkan semuanya gratis dan tetap menggunakan versi standar PostgreSQL.
  2. Dirancang untuk high volume environment: PostgreSQL menggunakan strategi penyimpanan data menggunakan MVCC sehingga membuat database ini cepat dan responsif.
  3. Diversified Extension Functions: Mendukung berbagai teknik functions seperti DBlink, Key-Value storage, dan PostGIS untuk penyimpanan data geografis.
  4. Teknik Diverse indexing: PostgreSQL menyediakan berbagai jenis teknik indexing seperti B+ tree index, generalized search tree, dan generalized inverted index.
  5. Dapat digunakan untuk berbagai website: PostgreSQL juga dapat menjalankan situs website dan aplikasi web yang dinamis.

Kekurangan PostgreSQL

  1. Fungsi built-in: Kurangnya fungsi built-in pada PostgreSQL sehingga membuatnya kurang unggul di kalangan database lainnya.
  2. Keterbatasan perintah: PostgreSQL hanya bisa melakukan add kolom, update kolom, dan update nama tabel
  3. Proses Lambat: PostgreSQL masih cukup lambat dibandingkan dengan MySQL karena proses membaca data yang lebih lama.
  4. Tidak Populer: Karena kurang populer dan kinerjanya lebih rendah dari MySQL, sulit apabila Anda ingin mencari penyedia layanan hosting yang menggunakan PostgreSQL.

Baca Juga: Cara Install PostgreSQL di Ubuntu 18.04

Kesimpulan

PostgreSQL merupakan sebuah sistem basis data open source yang memiliki fungsi utama yaitu untuk menyimpan data dengan aman untuk memungkinkan pengambilan data atas permintaan aplikasi software lain.

Sekian tutorial kali ini dari kami, jika masih ada pertanyaan jangan sungkan untuk meninggalkan di kolom komentar. Jangan lupa juga subscribe untuk mendapatkan informasi VPS dan wordpress dari kami.

David Kurniawan

A Technical Content Writer at Niagahoster, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. David is eager to help people to improve their business on the internet.

Share
Published by
David Kurniawan

Recent Posts

Google WebP: Format Gambar Digital yang Bisa Mempercepat Website

Kalau Anda ingin meningkatkan kecepatan website, ukuran gambar adalah salah satu kuncinya. Kenapa? Karena semakin besar ukuran gambar, semakin lama…

7 hours ago

Apa itu Spoofing? Pahami Jenis-Jenis dan Cara Pencegahannya

Spoofing adalah salah satu bentuk kejahatan dunia maya atau cyber crime yang perlu Anda waspadai.  Menurut Indonesia Computer Emergency Response…

1 day ago

Cara Memasukkan dan Mengatur Gambar di HTML

Website tanpa gambar ibarat sayuran tanpa garam, akan terasa hambar. Sebab, kemungkinan  website akan terasa membosankan, sulit dipahami, dan tidak…

2 days ago

5+ Rekomendasi Tools Google Gratis untuk Digital Marketer

Untuk bisa mencapai kesuksesan bisnis online, Anda perlu melakukan upaya pemasaran dengan tepat. Untungnya, saat ini ada banyak tools Google…

2 days ago

Apa itu Blogwalking? Perlukah Setiap Blogger Melakukannya?

Blogwalking tentu bukan hal asing bagi blogger. Namun, tahukah Anda kalau sebenarnya blogwalking merupakan istilah yang hanya ada di Indonesia?…

3 days ago

Panduan Blogging Terlengkap yang Wajib Anda Baca!

Membuat blog saat ini sudah semakin mudah. Tak heran, banyak pihak membangun blog untuk berbagai tujuan, baik untuk pribadi maupun…

3 days ago