Categories: VPS

Cara Install MongoDB di Ubuntu 18.04

MongoDB adalah salah satu database NoSQL yang berbasis dokumen dengan format JSON. MongoDB memiliki keunggulan lebih cepat dibanding database MySQL, karena dalam proses pembacaan dan menulis data memiliki performa yang lebih cepat. Hal ini disebabkan karena format dokumennya yang berbentuk JSON.

Oleh karena itu, pada artikel kali ini kami akan memberikan tutorial cara install MongoDB di Ubuntu 18.04. Kami juga akan memberikan informasi tentang apa saja kelebihan dan kekurangan dari MongoDB.

Apa itu MongoDB?

MongoDB adalah salah satu database NoSQL yang cukup populer. Berbeda dari database SQL, database NoSQL seperti MongoDB tidak menggunakan relasi antar tabel dan tidak menyimpan data dalam format tabel. Untuk menyimpan data, MongoDB menggunakan dokumen dengan format JSON.

MongoDB juga termasuk database yang sering digunakan alasannya karena memiliki high performance, flexibility, dan scalability.

  • High Performance: artinya adalah MongoDB menyediakan pemindaian read and writes yang lebih cepat.
  • Flexibility: Anda dapat menerapkan semua jenis data dalam MongoDB. Data dalam MongoDB memiliki skema yang fleksibel. Fleksibilitas ini memberi Anda pilihan pemodelan data agar sesuai dengan aplikasi dan kinerjanya dilakukan secara dinamis.
  • Scalability: adalah kemampuan sistem MongoDB yang dapat menangani peningkatan jumlah proses data.

Yang membuat MongoDB memiliki keunggulan seperti di atas karena MongoDB menggunakan Javascript untuk melakukan operasi seperti CRUD (Create, Read, Update and Delete), agregasi, indexing, dan operasi database lainnya.

Cara Install MongoDB di Ubuntu 18.04

Berikut ini adalah langkah-langkah cara install MongoDB di Ubuntu 18.04.

Langkah 1 Update Server

Selanjutnya, yang perlu Anda lakukan adalah meng-update Ubuntu 18.04 menggunakan perintah berikut:

sudo apt-get update

Langkah 2 Install MongoDB

Setelah proses update pada server selesai, mulai proses instalasi menggunakan perintah berikut:

sudo apt-get install mongodb

Perintah di atas akan mengeksekusi beberapa paket instalasi yang berisi versi stabil atau versi terbaru dari MongoDB.

Langkah 3 Aktifkan MongoDB

Setelah proses instalasi selesai, aktifkan database MongoDB menggunakan perintah berikut:

sudo systemctl enable mongodb

Kemudian, jalankan database MongoDB menggunakan perintah berikut:

sudo systemctl start mongodb

Langkah 4 Cek Status MongoDB

Terakhir, Anda perlu memastikan bahwa MongoDB sudah aktif dan berjalan pada server Ubuntu. Gunakan perintah di bawah ini untuk melihat status database MongoDB.

sudo systemctl status mongodb

Setelah itu, Anda akan mendapatkan output seperti pada gambar di bawah ini.  Artinya adalah database MongoDB sudah aktif dan berjalan pada server Anda.

Perintah Dasar MongoDB

Setelah berhasil menginstall dan mengaktifkan MongoDB di Ubuntu, Anda perlu mempelajari beberapa perintah dasarnya. Berikut adalah sejumlah perintah dasar MongoDB yang sering digunakan:

1. Masuk Database MongoDB

Untuk masuk ke dalam database MongoDB, Anda bisa menggunakan perintah berikut:

mongo

Outputnya akan seperti pada gambar di bawah ini:

2. Membuat Database

Untuk membuat database pada MongoDB, Anda bisa menggunakan perintah di bawah ini. Pada panduan ini kami akan membuat database dengan nama admin-dev. Anda bisa mengganti perintah admin-dev dengan nama database yang akan Anda buat.

use admin-dev

Outputnya akan seperti pada gambar di bawah ini:

3. Melihat Database

Untuk melihat database saat ini yang digunakan pada server, Anda bisa menggunakan perintah berikut:

db

Outputnya akan seperti pada gambar di bawah ini. Setiap output akan berbeda-beda hasilnya, tergantung dari database yang sudah Anda tambahkan pada server.

4. Menghapus Database

Untuk menghapus database, Anda bisa menggunakan perintah berikut

db.dropDatabase()

Outputnya akan seperti pada gambar di bawah ini yang artinya database admin-dev telah dihapus. Hasil dari output akan berbeda-beda, tergantung dari database mana yang telah dihapus.

5. Insert Data

Dalam panduan ini kami akan memasukan data ke dalam database admin-dev. Di sini kami akan membuat sekaligus memasukkan data ke collection admin-dev menggunakan perintah insert() dengan nama collection “admin”.

Pilih database menggunakan perintah berikut:

use nama_database_anda

Masukkan data ke dalam database Anda menggunakan perintah berikut:

db.admin.insert({"nama" : "Dapit Kurniawan", "alamat" : "Jl. Ninjaku" , "jenkel" : "laki-laki"})

Output dari perintah di atas akan seperti pada gambar di bawah ini.

6. Melihat Daftar Collection dalam Database

Untuk melihat daftar collection dalam database, Anda bisa menggunakan perintah berikut:

show collections

Outputnya akan seperti pada gambar di bawah ini. admin dan person adalah data collections dari database admin-dev.

7. Melihat Isi Collection

Untuk melihat isi data collection, Anda bisa menggunakan perintah find. Pada panduan ini kami akan melihat isi data collection dari admin.

db.admin.find()

Outputnya seperti pada gambar di bawah ini:

8. Melihat Isi Collection Dalam Bentuk JSON

Untuk melihat isi data collection dalam bentuk JSON, Anda bisa menggunakan perintah berikut. Perintah Admin adalah nama data collection yang akan kami lihat. Anda bisa menggantinya dengan nama data collection yang akan Anda lihat.

db.admin.find().pretty()

Outputnya akan seperti pada gambar di bawah ini, _id adalah nama kode file JSON.

9. Melihat Isi Collection Hanya 1 Result

Anda juga bisa melihat 1 data collection saja dalam database menggunakan perintah di bawah ini. Pada panduan ini kami akan melihat 1 data collection pada collection person.

db.person.findone()

Output dari perintah di atas seperti pada gambar di bawah ini. Perintah findone akan menampilkan 1 data dari collection.

10. Menghapus Data

Untuk menghapus data, hal pertama yang harus dilakukan adalah cek nama file JSON menggunakan .pretty. Pada tutorial ini kami akan menghapus data pada collection person. Salin kode _id dan masukkan pada perintah berikut.

db.person.remove({"_id" : ObjectId("Masukkan_Kode_Disini")})

Apabila perintah di atas berhasil,  hasil outputnya akan seperti pada gambar di bawah ini:

11. Mengubah Data

Anda juga bisa melakukan perubahan pada data yang sudah ada menggunakan perintah di bawah ini. Pada panduan ini kami akan mengubah data pada collection admin. Kami akan mengubah informasi data dari nama, alamat, dan jenis kelamin dari data collection admin.

db.admin.update({"_id" : ObjectId("5e231fd59e0e6311da623a04")},{"nama" : "Amanda Belina", "alamat" : "Jln. Taubat Nasuha", "jenkel" : "Perempuan"})

Outputnya adalah seperti pada gambar di bawah ini. Terlihat hasil perubahan dari nama, alamat, dan jenis kelamin.

12. Menghapus Collection

Untuk menghapus collection, Anda bisa menggunakan perintah berikut.

db.Nama_Collection.drop()

Outputnya akan seperti pada gambar di bawah ini.

Kelebihan MongoDB

  1. Lebih cepat – Performa yang ditawarkan MongoDB lebih cepat karena tidak menggunakan transactions, tidak menggunakan relasi tabel dan format dokumennya yang berbentuk JSON.
  2. Anda tidak perlu membuat struktur tabel – MongoDB akan secara otomatis membuatkan struktur tabelnya pada saat proses insert (fleksibel skema)

Kekurangan MongoDB

  1. Belum banyak hosting yang support – Hanya hosting-hosting tertentu saja yang bisa menggunakan MongoDB. Solusinya Anda bisa menggunakan VPS untuk menginstall MongoDB.
  2. Fleksibilitas dalam query– Fleksibilitas query disini  yang dimaksud adalah tidak adanya JOIN di dalam penggunaan MongoDB

Baca Juga: Cara Install PostgreSQL di Ubuntu 18.04

Kesimpulan

Dari tutorial dan penjelasan singkat di atas kami akan menarik kesimpulan bahwa MongoDB merupakan manager database NoSQL yang digunakan untuk menyimpan dokumen dengan format JSON. Sehingga mempercepat proses pemanggilan data dari basis data website.

Sekian tutorial kali ini dari kami, jika masih ada pertanyaan jangan sungkan untuk meninggalkan di kolom komentar. Jangan lupa juga subscribe untuk mendapatkan informasi VPS dan wordpress dari kami.

David Kurniawan

A Technical Content Writer at Niagahoster, specializing in Virtual Private Servers (VPS), WordPress, and Internet Marketing. David is eager to help people to improve their business on the internet.

Share
Published by
David Kurniawan

Recent Posts

Google WebP: Format Gambar Digital yang Bisa Mempercepat Website

Kalau Anda ingin meningkatkan kecepatan website, ukuran gambar adalah salah satu kuncinya. Kenapa? Karena semakin besar ukuran gambar, semakin lama…

8 hours ago

Apa itu Spoofing? Pahami Jenis-Jenis dan Cara Pencegahannya

Spoofing adalah salah satu bentuk kejahatan dunia maya atau cyber crime yang perlu Anda waspadai.  Menurut Indonesia Computer Emergency Response…

1 day ago

Cara Memasukkan dan Mengatur Gambar di HTML

Website tanpa gambar ibarat sayuran tanpa garam, akan terasa hambar. Sebab, kemungkinan  website akan terasa membosankan, sulit dipahami, dan tidak…

2 days ago

5+ Rekomendasi Tools Google Gratis untuk Digital Marketer

Untuk bisa mencapai kesuksesan bisnis online, Anda perlu melakukan upaya pemasaran dengan tepat. Untungnya, saat ini ada banyak tools Google…

2 days ago

Apa itu Blogwalking? Perlukah Setiap Blogger Melakukannya?

Blogwalking tentu bukan hal asing bagi blogger. Namun, tahukah Anda kalau sebenarnya blogwalking merupakan istilah yang hanya ada di Indonesia?…

3 days ago

Panduan Blogging Terlengkap yang Wajib Anda Baca!

Membuat blog saat ini sudah semakin mudah. Tak heran, banyak pihak membangun blog untuk berbagai tujuan, baik untuk pribadi maupun…

3 days ago