Web Development & Design

Panduan Belajar JavaScript Terlengkap untuk Pemula [Update 2022]

JavaScript adalah salah satu bahasa pemrograman populer saat ini. Javascript ini punya banyak keunggulan yang membuatnya cocok untuk pemula. Untuk itu, belajar JavaScript sangat disarankan jika Anda ingin membuat website.

Nah, Anda ingin belajar JavaScript tapi bingung harus mulai dari mana? Anda berada di tempat yang tepat! Karena di artikel ini, kami telah menyiapkan panduan JavaScript terlengkap.

Anda akan mengetahui apa saja yang dibutuhkan untuk belajar. Mulai dari hal-hal yang perlu dipahami, seperti aturan coding JavaScript, penggunaan variabel dan tipe data, sampai mempraktikkan sendiri tutorial JavaScript ini.

Penasaran kan? Yuk baca artikel ini hingga selesai!

Apa itu JavaScript?

JavaScript adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk membangun website dari sisi client (client side). JavaScript membuat website Anda menjadi lebih dinamis dan interaktif. Sesuatu yang tidak bisa dilakukan HTML dan CSS.

Bahasa pemrograman JavaScript adalah bahasa tingkat tinggi, berjenis scripting (scripting language), ditulis secara dinamis (dynamically typed), dan dijalankan oleh interpreter. Apa maksudnya?

JavaScript tergolong bahasa tingkat tinggi. Artinya ia punya aturan penulisan yang menyerupai bahasa manusia. Dengan begitu, belajar JavaScript jadi lebih mudah. Bahkan untuk pemula sekalipun.

Sedangkan scripting language maksudnya JavaScript adalah bahasa pemrograman yang tertanam di dalam program yang lebih besar, seperti web browser. Jadi, yang bisa menggunakan JavaScript adalah program tersebut.

Sementara dynamically typed artinya, satu variabel pada program dengan coding JavaScript dapat berisi tipe data yang berbeda. Anda bisa mengisi variabel dengan angka, kemudian menggantinya ke huruf tanpa mengalami error.

JavaScript harus dijalankan oleh interpreter. Maksudnya, ia harus diterjemahkan ke dalam bahasa yang dimengerti komputer agar bisa dijalankan. Nah, proses penerjemahan ini dilakukan secara otomatis oleh web browser.

JavaScript adalah salah satu bahasa tertua yang ada di dunia. Ia sudah ada sejak 1995 dengan nama awal Mocca. Lalu berganti menjadi LiveScript, sebelum akhirnya bernama JavaScript dengan standarisasi dari EcmaScript.

Nah, EcmaScript sendiri adalah standarisasi bahasa scripting yang dibuat oleh European Computer Manufacturers Association (ECMA). Dengan adanya EcmaScript, JavaScript bisa berjalan dengan lancar di berbagai browser.

Karena sudah ada cukup lama, tak heran kalau JavaScript adalah bahasa pemrograman terpopuler berdasarkan survey Stack Overflow. Sebanyak 97,7% website di internet menggunakan bahasa pemrograman JavaScript.

Nah, setelah mengetahui apa itu JavaScript, berikutnya mari ketahui alasan Anda harus belajar JavaScript.

Baca juga: Perbedaan JavaScript dan Java yang Perlu Anda Ketahui

Mengapa Anda Harus Belajar JavaScript?

Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda harus mulai belajar JavaScript sekarang juga:

1. Open Source dan Gratis

JavaScript adalah bahasa pemrograman open source. Artinya, Anda tidak perlu meminta izin lisensi untuk dapat menggunakan bahasa ini. Baik itu untuk belajar maupun keperluan lain yang lebih komersial.

Selain itu, JavaScript juga gratis. Dengan begitu, semua fiturnya dapat Anda gunakan secara penuh tanpa perlu membeli serial number atau bahkan software tertentu.

2. Tidak Memerlukan Instalasi

Seperti yang tadi dijelaskan, JavaScript berjalan di atas program lain seperti web browser. Nah, semua browser yang ada di pasaran sudah memiliki semacam engine untuk dapat menjalankan JavaScript.

Selama Anda punya web browser, Anda bisa langsung melihat hasil coding JavaScript. Dengan begitu, Anda tidak perlu menginstall web server, compiler, atau bahkan melakukan perubahan konfigurasi pada sistem.

3. Komunitas yang Luas

Sebagai bahasa pemrograman terpopuler, JavaScript punya dukungan komunitas yang sangat luas dan suportif. Dengan begitu, Anda tidak akan kesulitan dalam belajar JavaScript.

Jika sewaktu-waktu Anda menghadapi kendala atau error, Anda bisa langsung bertanya ke komunitas. Mereka dengan senang hati akan menjadi solusi bagi Anda agar error tersebut dapat diperbaiki dengan segera.

Nah, berikut ini beberapa komunitas terkenal untuk belajar JavaScript:

Baca juga: Cara Mengatasi Render Blocking pada JavaScript

4. Ekosistem yang Besar

JavaScript adalah bahasa pemrograman dengan ekosistem yang besar. Mengingat perkembangan teknologinya yang pesat, ia memiliki banyak framework JavaScript, library, dan plugin yang bisa Anda gunakan sesuai kebutuhan.

Dengan ekosistem besar tersebut, JavaScript kini tidak hanya digunakan untuk membangun website dari client side. JavaScript juga bisa dimanfaatkan untuk pengembangan back end, mobile app, dan sebagainya.

Sumber: YouTube

Wah, ternyata banyak juga keuntungan belajar JavaScript. Berikutnya mari mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk coding JavaScript.

Baca juga: 12 Framework JavaScript Terbaik 2022

Apa Saja yang Dibutuhkan untuk Belajar JavaScript?

Untuk bisa belajar JavaScript, Anda cuma membutuhkan dua tools, yaitu:

1. Web Browser

Web browser berfungsi untuk menerjemahkan (interpreter) bahasa JavaScript ke bahasa komputer. Beberapa web browser yang bisa Anda gunakan antara lain Google Chrome, Mozilla Firefox, Microsoft Edge, dan lain-lain.

2. Code Editor

Code editor berfungsi untuk menuliskan sintaks atau kode program agar menjadi sebuah program JavaScript utuh. Beberapa code editor yang bisa Anda coba diantaranya Visual Studio Code, Sublime Text, dan Notepad++. 

Setelah mempersiapkan keduanya, pastikan Anda memahami dulu beberapa panduan dalam bahasa pemrograman JavaScript.

Hal-hal yang Perlu Dipahami Sebelum Menggunakan JavaScript

Sebelum Anda lanjut belajar coding JavaScript, ada beberapa hal yang wajib Anda pahami. Mulai dari aturan penulisannya, variabel, tipe data, sampai operator JavaScript. Mari simak penjelasan selengkapnya!

Aturan Penulisan Kode JavaScript

Bahasa pemrograman JavaScript punya beberapa aturan penulisan kode yang harus Anda patuhi, diantaranya:

1. Whitespace

Whitespace adalah area kosong berisi karakter tidak terlihat pada JavaScript, seperti spasi, tab, atau enter. Whitespace berguna untuk menata susunan kode agar terlihat lebih rapi.

Penggunaan Whitespace tidak akan menambah ukuran file JavaScript secara signifikan, sehingga kinerja website tetap optimal. Ditambah lagi, Whitespace akan diabaikan ketika browser menjalankan JavaScript.

Berikut adalah contoh penggunaan Whitespace saat coding JavaScript:

function toCelsius(fahrenheit) {
  return (5 / 9) * (fahrenheit - 32);
}

Baca juga: Cara Menambahkan Custom JavaScript di WordPress

2. Line Length

Line Length atau panjang baris adalah jumlah karakter JavaScript yang ada dalam satu baris kode. Idealnya, satu baris kode terdiri kurang dari 80 karakter. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan saat coding JavaScript.

Jika sebuah perintah JavaScript dalam satu baris terlalu panjang, potong perintah tersebut menjadi dua baris. Usahakan untuk memotong perintah setelah operator (+,-,=) atau koma (,) seperti contoh berikut:

document.getElementById("demo").innerHTML =
"Hello Dolly.";

3. Comments

Pada JavaScript, komentar berguna untuk mencatat maksud dari sebuah atau beberapa baris kode. Untuk itu, pastikan menulis komentar dengan bahasa yang ringkas dan mudah dimengerti.

Ada dua cara menandai komentar di JavaScript. Yang pertama yaitu komentar satu baris yang diawali dengan tanda // seperti contoh berikut:

// Change heading:
document.getElementById("myH").innerHTML = "My First Page";

Cara yang kedua adalah komentar beberapa baris dengan tanda /* pada awal dan akhir komentar seperti ini:

/*The code below will change
the heading with id = "myH"
in my web page:
*/document.getElementById("myH").innerHTML = "My First Page";

4. Case Sensitive

Bahasa pemrograman JavaScript bersifat Case Sensitive, artinya ia membedakan penulisan huruf besar dan kecil. Contohnya variabel bernama ‘helloworld’ akan dianggap berbeda dengan perintah ‘HelloWorld’.

Untuk itu, usahakan selalu konsisten dalam menulis kode. Sebab, kesalahan penulisan sekecil apapun dapat menyebabkan error pada website Anda. Jika perlu, hanya gunakan huruf kecil saat coding JavaScript.

5. Statement Rules

Statement atau pernyataan adalah instruksi atau alur kerja sebuah program. Pada JavaScript, terdapat dua aturan dalam penulisan statement. Yang pertama adalah simple statement yang diakhiri dengan titik koma (;) seperti berikut:

const cars = ["Volvo", "Saab", "Fiat"];

const person = {
  firstName: "John",
  lastName: "Doe",
  age: 50,
  eyeColor: "blue"
}; // Dengan titik koma

Sementara yang kedua adalah complex statement yang bisa diakhiri tanpa titik koma seperti contoh yang satu ini:

function toCelsius(fahrenheit) {
  return (5 / 9) * (fahrenheit - 32);
} // Tanpa titik koma

6. Reserved Words

Reserved Words adalah kata-kata khusus yang tidak boleh digunakan sebagai nama variabel atau fungsi. Pasalnya, kata-kata tersebut sudah dipakai untuk menjalankan perintah bawaan pada bahasa pemrograman JavaScript.

Berikut adalah daftar Reserved Words JavaScript yang wajib Anda ketahui:

Berikut aturan penulisan untuk beberapa Reserved Words di atas:

  • While:
while (i < 10) {
  text += "The number is " + i;
  i++;
}
  • For:
for (let i = 0; i < cars.length; i++) {
  text += cars[i] + "<br>";
}
  • Switch Case:
switch (new Date().getDay()) {
  case 0:
    day = "Sunday";
    break;
  case 1:
    day = "Monday";
    break;
  case 2:
     day = "Tuesday";
    break;
  case 3:
    day = "Wednesday";
    break;
  case 4:
    day = "Thursday";
    break;
  case 5:
    day = "Friday";
    break;
  case 6:
    day = "Saturday";
}

Selain memahami aturan penulisan kode, Anda juga harus paham tentang variabel. Simak penjelasannya pada poin berikut ini.

Baca juga: Apa itu Node.js? Pengenalan Node.js untuk Pemula

Variabel JavaScript

Variabel adalah sebuah wadah yang digunakan untuk menampung nilai atau data pada bahasa pemrograman. Variabel yang bisa diberi nama ini bisa menampung angka, tulisan, boolean, dan lain-lain.

Ada tiga tahap dalam menggunakan variabel ketika belajar JavaScript, yaitu:

  1. Declaration- Tahap mendaftarkan variabel ke dalam program yang ditulis.
  2. Initialization- Tahap menyiapkan memori yang nantinya digunakan oleh variabel.
  3. Assignment – Tahap menetapkan nilai spesifik untuk disimpan ke dalam variabel.

Contoh penerapannya seperti ini:

var x; //declaration & initialization
x = 10; //assignment

Nah, tiga Reserved Words yang dapat Anda gunakan untuk mendeklarasikan variabel yaitu var, let, dan const. Tapi untuk pemula, direkomendasikan untuk menggunakan var saja karena punya aturan yang lebih simpel.

Berikut beberapa aturan pembuatan variabel yang harus Anda perhatikan:

 1. Hindari Penggunaan Spasi – Jika nama variabel terdiri dari dua kata, jangan gunakan spasi sebagai pemisah. Sebaiknya gunakan underscore seperti berikut:

var born_date;

2. Hindari Awalan Angka – Angka tidak boleh digunakan sebagai awalan nama variabel, tapi bisa digunakan untuk mengakhiri nama variabel, seperti:

var 1date; //ini salah
var date1; //ini benar

3. Gunakan camelCase – camelCase adalah standar penulisan variabel yang direkomendasikan. Format dasarnya adalah seluruh kata pertama memakai huruf kecil dan huruf pertama kata kedua memakai kapital, contohnya:

var bornYear;

4. Gunakan Shorthand – Shorthand adalah metode yang digunakan untuk menyingkat penulisan variabel. Gunanya agar kode program yang dihasilkan jadi lebih ringkas. Berikut contoh penerapannya:

var name = "Arif",
    age = 17,
    pass = true;

Dengan adanya Shorthand, Anda tidak perlu menuliskan var pada ‘age’ dan ‘pass’, meskipun mereka berdua sebenarnya adalah variabel.

Setelah belajar apa itu Variabel, berikutnya mari mempelajari apa itu tipe data JavaScript.

Baca juga: Belajar React.js, Framework JavaScript Populer Saat ini

Tipe Data JavaScript

Seperti yang sudah sedikit dijelaskan di atas, nilai atau value disimpan pada variabel. Nah, nilai tersebut bisa berisi beberapa tipe data berikut:

1. Number

Tidak seperti bahasa pemrograman lain, JavaScript tidak memakai tipe data angka yang berbeda-beda. Misalnya, integer, float, dan long. Ia hanya punya satu tipe angka, yaitu number yang sanggup menyimpan data hingga 64 bit.

Pun demikian, JavaScript tetap bisa menggunakan berbagai jenis bilangan, seperti:

  • Bilangan Bulat – Misalnya 10, 1500, dan 12345.
  • Bilangan Pecahan – Contohnya 3.14, 0.5, dan 100.00.
  • Bilangan Eksponensial – Misalnya 123e5 atau 123e-5.
  • Bilangan Negatif – Contohnya -0.25 atau -123.
  • Bilangan Spesial – Misalnya Infinity (10/0), -Infinity (-10/0), dan NaN (0/0).

2. String

Pada JavaScript, String adalah tipe data yang digunakan untuk menuliskan data tekstual (plain text). Untuk membuat string, Anda perlu menambahkan tanda petik pada teks tersebut. Bisa petik dua (“”) atau petik satu (‘’).

Sebenarnya tidak ada aturan baku yang menjelaskan kapan harus menggunakan petik dua atau petik satu. Meski begitu, disarankan untuk memakai petik dua untuk penulisan string. Lalu, gunakan petik satu untuk penekanan di teks tertentu, contohnya:

"Besok adalah hari Jum’at"

Anda juga bisa menerapkan yang sebaliknya. Gunakan petik satu untuk memulai string, jika teks tertentu memakai tanda petik dua, seperti:

‘Mereka sedang melakukan kegiatan “Gerakan Tanam Pohon”’

Baca juga: Belajar Angular.js: Pengertian dan Panduan Lengkap

3. Boolean

Boolean adalah sebuah tipe data JavaScript yang digunakan untuk memberikan nilai logika true atau false. Nah, Boolean berguna untuk menentukan aksi berbeda dan mengatur alur kerja program.

Contoh penggunaan Boolean saat coding JavaScript sebagai berikut:

Boolean(10 > 20);
false

4. Function

Function adalah tipe data dalam bentuk perintah yang dapat digunakan di bagian program yang memerlukan. Untuk menggunakannya, Anda perlu membuat Function terlebih dahulu, baru kemudian memanggilnya.

Ketika belajar JavaScript, ada dua jenis Function yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  • Built-in Function – Function bawaan milik JavaScript yang siap digunakan. Contohnya alert(), confirm(), dan prompt().
  • User-defined Function – Function yang Anda buat sendiri. Formatnya adalah function namaFunction().

Berikut adalah contoh penggunaan Function pada JavaScript:

var x = myFunction(5, 4);
function myFunction(a, b) {
  return a * b;

5. Array

Array adalah tipe data JavaScript yang digunakan untuk menampung lebih dari satu nilai dan memiliki index. 

Dengan Array, Anda bisa memasukkan tipe data yang berbeda dalam satu Array. Selain itu, ia berguna untuk menghemat penggunaan variabel ketika coding JavaScript.

Anda bisa memakai Array dengan membuat kurung siku. Lalu, menulis nilai Array di dalamnya dan dipisahkan dengan koma.

Contoh Array pada bahasa pemrograman JavaScript adalah sebagai berikut:

var person = ["John", "Doe", 46];

Baca juga: Kenalan dengan Vue.js: Pengertian sampai Cara Install

6. Object

Mirip dengan Array, Object adalah tipe data yang memiliki lebih dari satu nilai. Bedanya, Object tidak punya index tapi nama. 

Kenapa Anda harus menggunakan Object saat belajar JavaScript? Ternyata, Object dapat mengorganisir data lebih baik dari Array. Sebab, Anda bisa memasukkan Function dan Array pada Object.

Hasilnya, Anda bisa menghemat baris kode yang dihasilkan saat coding JavaScript. Nah, di bawah ini adalah contoh pemakaian Object pada JavaScript:

const person = {
  firstName: "John",
  lastName : "Doe",
  score    : [5,7,8,10,9],
  fullName : function() {
    return this.firstName + " " + this.lastName;
  }
};

Selain menguasai tipe data JavaScript, pastikan Anda juga belajar tentang operator JavaScript. Karena, kedua hal ini saling berkaitan.

Operator JavaScript

Pada JavaScript, operator adalah sebuah simbol yang digunakan untuk melakukan operasi. Baik itu perhitungan, perbandingan, atau logika. Nah, jenis-jenis operator JavaScript adalah sebagai berikut:

1. Aritmatika

Operator aritmatika adalah operator yang digunakan untuk melakukan perhitungan matematika. Misalnya, penambahan, pengurangan, dan perkalian. Berikut contoh pemakaian operator aritmatika saat coding JavaScript:

5 * 6;
10 % 2;
(1 + 2) / 3 * 6;

2. Penugasan

Ketika belajar JavaScript, operator penugasan (assignment) adalah operator yang digunakan untuk mendeklarasikan nilai dari suatu variabel. Contoh operator penugasan bisa Anda lihat pada contoh berikut:

var x = 10;
x += 5;

Baca juga: Next.js: Pengertian, Cara Kerja, dan Tutorial Next.js

3. Perbandingan

Operator perbandingan (comparison) adalah operator pada JavaScript yang dipakai untuk membandingkan nilai dari dua variabel. Nah, operator perbandingan ini nantinya akan menghasilkan Boolean (true atau false).

Berikut contoh penggunaan operator perbandingan:

10 <= 8;
false

4. Logika

Operator logika adalah operator yang digunakan untuk menentukan logika dari beberapa value yang digabungkan. Mirip dengan operator perbandingan, operator yang satu ini juga menghasilkan Boolean.

Contohnya seperti ini:

var x = 8;
(x % 2 == 0) && (x < 10);
true

5. String

Sesuai namanya, operator string adalah operator yang digunakan untuk menggabungkan nilai dari tipe data string. Caranya dengan menggunakan tanda + seperti pada operator aritmatika.

Berikut contohnya saat coding JavaScript:

var text1 = "John";
var text2 = "Doe";
var text3 = text1 + " " + text2;

Baca juga: Apa itu JSON dan Hubungannya dengan JavaScript

6. Typeof

Operator typeof adalah operator yang dipakai untuk mengetahui tipe data dari suatu nilai. Berikut adalah contoh penggunaan operator Typeof di bahasa pemrograman JavaScript:

typeof "John"                 // Returns "string"
typeof 3.14                   // Returns "number"
typeof false                  // Returns "boolean"
typeof [1,2,3,4]              // Returns "object"

7. Kondisional

Operator kondisional adalah operator yang digunakan untuk melakukan pengecekan pada suatu kondisi. Ia juga dapat menentukan nilai ketika kondisi tersebut bernilai true dan false.

Contohnya seperti ini:

var age = 26;
var beverage = (age >= 21) ? "Beer" : "Juice";
"Beer"

Nah, itu tadi beberapa operator yang akan Anda temukan ketika belajar JavaScript. Berikutnya, mari memahami beberapa cara menulis kode JavaScript.

Cara Menulis Kode JavaScript

Ada dua cara yang bisa Anda coba untuk membuat kode JavaScript, yaitu:

1. Langsung di File HTML (Internal JavaScript)

Sesuai namanya, Anda bisa langsung memasukkan kode JavaScript pada file berformat HTML. Caranya dengan menuliskan kode di antara tag <script> </script>, lalu tempatkan skrip tersebut pada tag <body>.

Contohnya seperti berikut:

<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
    <script>
        alert("Ini adalah kode JavaScript!")
    </script>
</body>
</html>

Baca juga: 25+ Contoh Coding HTML untuk Pemula

2. Terpisah dari File HTML (External JavaScript)

Cara kedua adalah dengan membuat file JavaScript terpisah, lalu menghubungkannya dengan file HTML. External JavaScript lebih direkomendasikan, karena:

  • Reusability – Memungkinkan JavaScript digunakan di banyak file HTML.
  • Readability – Membuat kode program jadi lebih mudah dibaca.
  • Conciseness – Meringkas jumlah baris kode yang dihasilkan.

Berikut adalah contoh penggunaan External JavaScript:

File HTML:

<!DOCTYPE html>
<html>
<body>
    <script src="script.js"></script>
</body>
</html>

File JavaScript:

alert("Ini adalah kode JavaScript!");

Pada poin berikutnya, Anda akan mempraktikkan tutorial JavaScript untuk membuat sebuah program sederhana.

Cara Membuat Program Sederhana dengan JavaScript

Seperti yang sudah dijelaskan, Anda membutuhkan web browser dan code editor untuk mempraktikkan tutorial JavaScript. Nah, di sini kami menggunakan browser Google Chrome dan editor Visual Studio Code.

Selain itu, Anda perlu menyiapkan sebuah folder pada komputer sebagai tempat menyimpan file HTML dan JavaScript. Di sini kami membuat folder dengan nama helloworld.

Setelah menyiapkan beberapa hal di atas, mari ikuti tutorial JavaScript membuat program sederhana yang menampilkan pop up ketika menekan sebuah tombol.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

Pertama, buka Visual Studio Code dan buat file baru dengan cara klik File > New File. Setelah itu, tulis kode berikut untuk membuat sebuah halaman HTML:

<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
<head>
    <meta charset="UTF-8">
    <meta http-equiv="X-UA-Compatible" content="IE=edge">
    <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">
    <title>Hello World</title>
</head>
<body>
    <h1>Ini adalah Program JavaScript Pertama Saya</h1>
</body>
</html>

Simpan file dengan nama index.html.

Selanjutnya buat lagi sebuah file baru, lalu ketikkan kode di bawah ini. Gunanya untuk membuat fungsi untuk menampilkan pop up JavaScript.

function button() {
    alert("Ini adalah Tombol JavaScript");
};

Kali ini simpan file dengan nama script.js.

Kembali lagi ke file index.html, tambahkan kode berikut setelah tag </h1>. Fungsinya untuk menghubungkan file ini dengan file script.js yang tadi dibuat.

<button >

Simpan perubahan pada file tersebut.

Selanjutnya buka folder helloworld, klik kanan file index.html > Open with > Google Chrome. Anda akan melihat tampilan seperti ini:

Silakan tekan tombol ‘Klik Tombol Ini!’ dan akan muncul pop up sebagai berikut:

Selamat! Anda berhasil menyelesaikan tutorial JavaScript untuk membuat program sederhana. Mudah sekali bukan? Selama Anda coding JavaScript dengan benar, website tidak akan mengalami error.

Baca juga: Cara Membuat Countdown Timer dengan JavaScript

Yuk Belajar JavaScript dari Sekarang!

Bahasa pemrograman JavaScript adalah bahasa yang cocok untuk Anda pelajari. Sebab, ia bisa digunakan secara gratis, tidak membutuhkan instalasi rumit, serta punya dukungan komunitas dan ekosistem yang luas.

Nah, di artikel ini Anda telah belajar JavaScript dari awal. Mulai dari aturan penulisan kode, variabel, operator dan tipe data JavaScript, serta cara menulis kode JavaScript sekaligus mempraktikkan tutorialnya.

Asal belajar dengan tekun, Anda akan semakin terbiasa dengan bahasa pemrograman ini. Jika sudah mahir, Anda bisa membuat website berbasis JavaScript yang lebih baik, lalu mengonlinekan website tersebut agar diakses banyak orang.

Pun demikian, kualitas sebuah website tidak hanya ditentukan dari hasil akhir coding. Ada faktor lain yang juga berpengaruh, yaitu performa layanan hosting yang digunakan. 

Untuk itu, pastikan untuk selalu menggunakan layanan paket hosting murah yang sudah teruji kualitasnya seperti Niagahoster. Niagahoster menyediakan layanan hosting dengan web server tercepat, LiteSpeed Enterprise. Selain itu, ada juga perlindungan keamanan Imunify360 yang melindungi website Anda dari serangan malware.

Hasilnya, website JavaScript Anda bisa diakses dengan lancar dan aman, selama 24 jam penuh!

Tunggu apa lagi, yuk buat website JavaScript Anda dan gunakan layanan hosting terbaik dari Niagahoster!

Demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat. Jika masih ada pertanyaan, tak perlu ragu untuk bertanya di kolom komentar. Sampai jumpa lagi!

Muhammad Ariffudin

Share
Published by
Muhammad Ariffudin

Recent Posts

Hosting Murahan vs Niagahoster: Teliti Sebelum Beli Hosting!

Ingin membeli hosting? Awas, jangan terkecoh hosting abal-abal! Yuk ketahui dulu perbedaan hosting murahan vs Niagahoster di sini!

1 day ago

Jejak Digital Adalah: Pengertian, Bahaya, Cara Menghapus, dan Tips Mengelolanya

Jejak digital adalah informasi yang ditinggalkan seseorang saat menggunakan internet. Informasi ini sulit dihilangkan dan bisa saja disalahgunakan oleh orang…

3 days ago

Apa Itu Dropshipper? Bagaimana Cara Menjadi Dropshipper?

Anda ingin memulai bisnis online dengan modal kecil? Menjadi dropshipper adalah salah satu cara yang bisa Anda coba, apalagi bagi…

4 days ago

Cara Install HestiaCP di VPS Ubuntu dan Debian

HestiaCP adalah alternatif control panel gratisan yang bisa Anda pakai di VPS. Yuk belajar cara install HestiaCP di VPS pada…

5 days ago

Adware: Pengertian, Jenis, Cara Menghindarinya

Adware adalah software yang harus Anda curigai. Meski terlihat seperti iklan biasa, bisa jadi di dalamnya terdapat malware. Biasanya, adware…

5 days ago

Cara Install Plesk di VPS Linux [Termudah]

Plesk adalah software control panel terpopuler sejagat maya. Bagaimana cara install Plesk di VPS? Simak tutorialnya di sini!

5 days ago