Ingin tingkatkan SEO website Anda??

Download eBook Gratis 5+ Strategi SEO Berbagai Industri

Download Ebook
Tutorial

Apa Itu VPS? Penjelasan dan Cara Memilih VPS

Saat membuat website, Anda akan dihadapkan dengan banyaknya pilihan paket hosting. Hal ini tentu membuat Anda bingung harus memilih paket hosting yang mana. Apalagi setiap hosting memiliki fitur dan keunggulan yang berbeda. Adapun salah satu pilihan paket hosting yang tersedia adalah Virtual Private Server atau VPS.

Tapi, apa itu VPS? Dan apa saja fungsinya bagi website?

Nah, kali ini kami akan membahas tuntas tentang VPS. Mulai dari pengertian, fungsi, hingga tips memilih VPS. Dengan begitu, Anda tidak akan salah pilih paket hosting dan bisa memaksimalkan penggunaannya. Jadi, simak artikel ini sampai akhir, ya! 

Apa Itu VPS?

VPS adalah server virtual yang berfungsi untuk menyimpan data dan file pada website. Biasanya VPS digunakan pada website yang membutuhkan sumber daya besar. Karena penggunanya tidak perlu berbagi sumber daya dengan website lain seperti halnya pada shared hosting.

Hal ini karena VPS menggunakan teknologi virtualisasi yang membagi server fisik menjadi beberapa sumber daya yang berbeda. Dengan sumber daya pribadi, performa website dari pengguna server ini tidak akan terpengaruh oleh pengguna lainnya. 

Kalau mau diibaratkan, server VPS adalah gedung apartemen. Di dalam satu gedung, terdapat unit-unit apartemen dengan fasilitasnya sendiri-sendiri. Mulai dari ruangan-ruangan, perabot, sampai dengan alat elektronik di tiap unitnya. Antara satu unit dengan yang lain tidak saling mengganggu, apalagi sampai berebut fasilitas.

Hal inilah yang membuat VPS menjadi server yang cocok bagi penyedia SaaS, pemrograman, developer game, hingga perusahaan yang membutuhkan server dengan kapasitas besar, aman, dan terjangkau. 

Apalagi, ada banyak keunggulan lain VPS hosting, yaitu:

  • Lebih leluasa dalam menentukan jenis panel kontrol yang digunakan.
  • Mendapatkan lebih banyak bandwidth dan penyimpanan dibanding menggunakan shared hosting.
  • Bisa menentukan sistem operasi yang digunakan sesuai kebutuhan website.
  • Mempunyai kebebasan untuk mengubah pengaturan hosting yang digunakan.

Fungsi VPS

Setelah mengetahui apa itu VPS, Anda juga perlu mengetahui berbagai fungsi VPS. Berikut adalah penjelasannya.

1. Web Hosting

Salah satu fungsi VPS adalah sebagai web hosting atau tempat menyimpan data dan file website. 

VPS menyediakan sumber daya yang cocok bagi situs website dengan traffic yang tinggi. Sumber daya yang dimaksud bisa dibilang pas. Tidak terlalu besar sampai harus menggunakan dedicated server, tapi juga tidak kecil seperti halnya shared hosting.

Selain dari sumber dayanya, VPS menawarkan berbagai tools dan framework tambahan yang bisa Anda install. Misalnya, Ruby on Rails, Flask, Django, dan lain-lain. Tools dan framework ini tentunya membantu Anda menambahkan fitur dan memaksimalkan website yang Anda buat.

Semua kelebihan dari VPS ini bisa Anda dapatkan dengan harga yang relatif murah. Apalagi jika dibandingkan dengan jenis layanan lain seperti cloud hosting atau dedicated server. 

Baca Juga: Web Hosting vs Easy WordPress: Manakah yang Tepat untuk Anda? 

2. Game Server

VPS juga dapat berfungsi sebagai game server. Lewat server pribadi ini, Anda jadi bebas melakukan berbagai hal yang berkaitan dengan game online, misal:

  • Menginstall game dan mengadakan sesi bermain game online dengan aturan sendiri;
  • Membuat koneksi khusus untuk bermain game agar tidak lag;
  • Menghindari campur tangan pihak ketiga agar privasi lebih terjamin;
  • Mendapatkan akses root untuk mengelola game server agar sesuai kebutuhan.

Namun, untuk menggunakan VPS sebagai game server, Anda juga perlu memperhatikan beberapa aspek teknis. Misal, layanan VPS yang Anda pilih haruslah memiliki processor yang cepat, penyimpanan cukup, dan resource yang cukup besar..

Baca Juga: Apa Itu Server? Inilah Pengertian, Jenis, Fungsi, serta Cara Kerjanya!

3. VPS sebagai Layanan VPN

VPN adalah jaringan pribadi yang terhubung internet. Lewat jaringan ini, Anda bisa menyembunyikan identitas Anda saat mengakses internet. VPN juga digunakan untuk membatasi akses orang-orang dari jaringan internet tertentu. 

Itu kenapa VPN banyak digunakan oleh perusahaan atau organisasi. Tujuannya agar proses menyimpan dan bertukar data menjadi lebih aman. Dengan begitu, data sensitif perusahaan tidak bisa dilihat pengguna lain yang tidak memiliki akses ke VPN tersebut.

Meski banyak layanan VPN yang gratis maupun berbayar, membuat VPN di server VPS sendiri bisa jadi pilihan yang lebih aman. Sebab, Anda sendirilah yang mengelola dan menyimpan data. Tidak seperti VPN pihak ketiga, yang meskipun aman, masih ada kemungkinan data bocor ke pihak lainnya.

Baca Juga: Cara Membuat VPN Server (OpenVPN)

4. Mengembangkan dan Menguji Aplikasi

Ternyata VPS juga bisa digunakan untuk mengembangkan aplikasi, lho! Mulai dari aplikasi di desktop, website, hingga platform seluler. 

Dengan menggunakan Virtual Private Server, Anda bisa menginstal semua tools yang diperlukan. Misal jika Anda tertarik membuat aplikasi berbasis Windows, Anda bisa menginstall Silverlight, framework .NET, dan SQL. Sebaliknya, jika tertarik ke aplikasi Linux, Anda bisa pasang PHP atau Ruby on Rails. Semuanya ada.

Selain itu, VPS juga membantu Anda melakukan pengujian aplikasi sebelum diluncurkan. Berbekal hosting VPS KVM, Anda bebas membuat ruang-ruang khusus di dalam VPS dan menginstall aplikasi yang sama di sana. Dari situ, Anda bisa melakukan modifikasi apps di ruang yang berbeda, melakukan testing,  mengidentifikasi bug, sampai menemukan cara untuk memperbaikinya. 

Tentu dibanding harus mengeluarkan uang untuk langganan hosting atau server khusus pengujian, penggunaan VPS ini bisa menjadi pilihan yang tepat.

Baca Juga: Mengenal Apa itu KVM VPS dan Keunggulannya

5. Backup Data

Fungsi VPS yang terakhir adalah backup data. Mungkin Anda sudah tahu, semua server rentan mengalami kehilangan data. Entah karena file rusak, terhapus, salah konfigurasi, bahkan dibobol. 

Dengan memiliki VPS untuk backup server, Anda bisa menyimpan data terakhir server secara up-to-date. Apalagi jika ada banyak data yang harus backup. Jadi, ketika terjadi masalah yang tidak diinginkan pada server utama, akan ada backup server yang bisa di-restore sewaktu-waktu.

Baca Juga: 3 Cara Mudah Backup VPS [Terlengkap!]

Kapan Harus Menggunakan VPS?

Jika sudah mengetahui fungsi VPS, tentu Anda merasa tertarik untuk menggunakan layanan hosting ini. Namun, pastikan Anda tidak gegabah, ya. Karena sebenarnya tidak semua website harus menggunakan VPS. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum beralih menggunakan layanan VPS.

1. Traffic Website Terlalu Tinggi

Apabila website sudah mendapatkan traffic yang terlalu tinggi. Katakanlah sudah sampai angka jutaan pengunjung per bulan. Maka sebaiknya Anda segera berpindah ke layanan VPS. 

Anda perlu menggunakan layanan Virtual Private Server untuk mendapatkan resource dan bandwidth yang lebih besar. Jadi, kecepatan akses dan performa website Anda tidak akan terganggu. 

2. Ingin Memiliki Kontrol Penuh terhadap Website

Layanan shared hosting tidak cukup memberikan resource dan kontrol penuh bagi perusahaan atau organisasi besar. Hal inilah yang membuat pengguna biasanya beralih ke layanan VPS. 

Dengan beralih ke VPS, Anda bebas memilih sistem operasi server dan mengubah pengaturan server yang digunakan. Selain itu, Anda juga lebih leluasa menentukan panel kontrol yang digunakan. Seperti, VestaCP,Webuzo, cPanel, atau yang lainnya. 

Baca Juga: 7+ Hosting cPanel Gratis yang Layak Anda Coba!

3. Membutuhkan Penyimpanan File Berukuran Besar

VPS adalah pilihan tepat jika Anda memerlukan ruang penyimpanan file yang besar. Dibandingkan dengan jenis hosting yang lain, VPS bisa dibilang menawarkan ruang penyimpanan besar dengan harga terjangkau. 

Di Niagahoster, paket VPS termurah dengan storage 20GB bisa dibanderol Rp90-ribuan. Bandingkan dengan jenis hosting lain yang mematok harga Rp130-ribuan untuk kapasitas yang sama.

Dengan menggunakan VPS, Anda bisa bebas menggunakan ruang penyimpanan yang tersedia. Sebab Anda tidak perlu berbagai ruang penyimpanan dengan pengguna lain. Jadinya, kinerja website Anda bisa tetap maksimal.

4. Membutuhkan Server yang Lebih Aman

Kontrol penuh terhadap server yang dimiliki layanan VPS dapat menjamin keamanan website Anda. Ruang penyimpanan dan bandwidth yang tidak terbagi-bagi dapat membuat server menjadi lebih stabil dan aman.

Layanan ini juga memungkinkan Anda untuk mengatur konfigurasi keamanan VPS sesuai standar yang dibutuhkan. Hal inilah yang mendorong banyak perusahaan atau website besar memilih menggunakan layanan VPS.

5. Memiliki Pengetahuan Cukup untuk Mengelola VPS

Hal terpenting sebelum beralih ke layanan VPS adalah pastikan Anda memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengelola VPS. Apalagi jika Anda memilih menggunakan jenis layanan VPS unmanaged.

Sebab, layanan unmanaged mewajibkan Anda melakukan pengaturan dan konfigurasi VPS secara mandiri.

Mengingat saat ini kebanyakan penyedia layanan VPS menawarkan layanan unmanaged. Jadi, Anda harus mampu mengelola VPS secara mandiri. Jika tidak, tentu saja Anda akan kebingungan ketika menggunakannya..

Baca Juga: Perbedaan Cloud Hosting, VPS, dan Shared Hosting

Tips Memilih VPS

Adapun tips memilih VPS yang perlu Anda perhatikan antara lain:

1. Identifikasi Kebutuhan Anda

Hal pertama yang harus Anda perhatikan saat memilih VPS adalah identifikasi kebutuhan terlebih dahulu. Bahasa sederhananya, ketahui apa yang mau Anda lakukan dengan menggunakan VPS tersebut? 

Misalnya, Anda ingin menampung backup data, hosting perangkat lunak atau website, membuat VPN, dan sebagainya. Tentu Anda harus memilih hosting yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. 

Dengan mengidentifikasi kebutuhan, Anda akan lebih mudah dalam menentukan layanan hosting VPS yang dibutuhkan. Pertama, dari aspek-aspek teknis seperti RAM, CPU, dan hard disk. Setelah itu, baru Anda bisa membandingkan keunggulan dan kelemahan dari penyedia layanan tersebut.

2. Pilihan Sistem Operasi

Sistem operasi server adalah aspek penting lain yang perlu Anda pertimbangkan. Umumnya penyedia layanan VPS menggunakan sistem operasi Windows dan Linux. 

OS Linux sekilas lebih populer dibandingkan dengan Windows. Selain karena open-source dan gratis, OS Linux menawarkan pengelolaan yang jauh lebih fleksibel dibandingkan kompetitornya. Mulai dari resource, pilihan tools, CMS, dan sebagainya. Nah, beberapa contoh OS LInux dan panel yang tersedia di Niagahoster yaitu, Ubuntu, Debian, dan juga CentOS.   

Berbeda lagi dengan OS Windows. Pilihan OS satu ini sebenarnya kurang diminati karena berbayar dan sifatnya kurang fleksibel. OS Windows membatasi pilihan tools dan CMS yang bisa Anda gunakan. Belum lagi, pengelolaannya sedikit rumit terutama untuk user awam. Namun, karena modelnya berbayar, OS Windows menyediakan layanan technical support untuk Anda. 

Nah, mana yang kira-kira terbaik? Anda bisa memilih sistem operasi tersebut sesuai spesifikasi dan kebutuhan masing-masing.

3. Kapasitas Bandwidth Bulanan

Bandwidth adalah kapasitas maksimal yang digunakan untuk melakukan pengiriman dan penerimaan data. Ia berfungsi membagi kecepatan transfer data agar didistribusikan secara adil ke seluruh pengguna.

Mayoritas layanan VPS menentukan batas kapasitas penggunaan bandwidth setiap bulannya. Ketika penggunaannya sudah melebihi kapasitas, kapasitas akses ke VPS menjadi lebih lambat. Nah, pastikan Anda  memilih layanan VPS yang tidak mengenakan biaya tambahan untuk kelebihan bandwidth pada penggunaan normal.

4. RAM dan CPU

VPS memang memiliki resource besar yang membuat Anda bisa menjalankan beberapa situs website sekaligus. 

Namun, Anda perlu tahu bahwa kapasitas RAM dan CPU yang ada pada server VPS memiliki batasan. Semakin banyak website pada server, tentu akan berpengaruh terhadap kinerja RAM.

Jadi, pastikan Anda memilih kapasitas RAM dan CPU yang sesuai dengan kebutuhan. Umumnya VPS dapat berjalan efektif dengan kapasitas RAM sebesar 4 GB. Semakin besar kapasitas RAM dan CPU yang dipakai, semakin banyak situs website yang bisa ditambahkan.

5. Ruang Penyimpanan

Layanan VPS menyediakan ruang penyimpanan yang cukup besar untuk menyimpan berbagai macam file. Namun, besaran ruang penyimpanan yang ada tergantung dari paket yang Anda pilih. Jadi, Anda perlu mengetahui kebutuhan server dan ukuran data sebelum memilih layanan VPS.

Oleh karena itu, pastikan layanan VPS yang dipilih menyediakan kapasitas penyimpanan yang memadai untuk menyimpan data dan informasi lain dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini perlu diperhatikan karena beberapa penyedia layanan VPS membatasi ruang penyimpanan dalam jumlah tertentu. 

Terlepas dari kapasitas ukuran yang ditawarkan, pastikan Anda menggunakan penyimpanan yang mumpuni, seperti Solid State Drive (SSD). Karena SSD mempunyai performa yang jauh lebih cepat apabila dibandingkan dengan hardisk konvensional.

Baca Juga: 7+ Perbedaan SSD dan HDD, Dijamin Anda Pilih yang SSD!

6. Cari Tahu Teknologi yang Digunakan

Saat memilih layanan VPS, Anda perlu mengetahui teknologi apa saja yang digunakan, terutama perangkat lunak yang mendukung layanan tersebut. Tujuannya untuk mengetahui apakah teknologi tersebut kompatibel dengan versi kernel tertentu atau harus menggunakan versi terbaru. 

Jangan mudah tergiur dengan harga murah! Pastikan Anda sudah mengecek software dan hardware yang digunakan. Jadi, Anda akan lebih mudah mengelola website serta meningkatkan kecepatan akses.

7. Sistem Keamanan

Tips selanjutnya dalam memilih VPS adalah pastikan bahwa penyedia layanan VPS yang Anda pilih mempunyai fitur keamanan yang bisa diandalkan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko kehilangan data dan serangan malware pada server.

Meski sebenarnya VPS menjamin keamanan data yang lebih. Namun, Anda harus memperhatikan sistem keamanan yang ditawarkan. Beberapa fitur keamanan yang perlu Anda perhatikan saat memilih layanan VPS antara lain sertifikat Secure Socket Layer (SSL), perlindungan DDoS, Firewall, dan pemindaian malware.

Baca Juga: 15+ Cara Menjaga Keamanan Server VPS

8. Akses Root

Akses root adalah fitur yang diperlukan oleh seorang developer atau profesional IT. Adanya akses root pada server memungkinkan Anda untuk mengakses dan mengedit file serta mengembangkan perangkat lunak di VPS.

Dengan akses root, Anda memiliki kontrol penuh atas server. Jadi, Anda bisa langsung menginstal aplikasi apapun dengan mudah. Bahkan dapat mengkonfigurasi aplikasi server agar sesuai dengan kebutuhan. 

9. Sesuaikan Anggaran

Sebelum memilih layanan VPS, Anda perlu menyesuaikan dengan anggaran yang sudah ditetapkan sebelumnya. Namun, tenang saja. Sekarang ada banyak jenis VPS dan paket yang tersedia. Jadi, Anda bisa lebih bebas dalam memilih layanan VPS sesuai kebutuhan.  

Pastikan Anda memilih paket layanan hosting yang menyediakan spesifikasi terbaik untuk memenuhi kebutuhan Anda.

Baca Juga: 15+ Panduan Menggunakan VPS Tanpa Panel [Terlengkap]

Tertarik Menggunakan VPS atau Virtual Private Server?

Dari penjelasan di atas, bisa diketahui bahwa VPS adalah pilihan alternatif hosting yang digunakan untuk menyimpan file besar. VPS hosting juga menjadi layanan yang cocok apabila Anda membutuhkan web server untuk traffic website yang tinggi.

Tentu Anda semakin tertarik untuk menggunakan layanan VPS, bukan? Tenang saja. Anda bisa dapatkan layanan VPS terbaik dari Niagahoster. Saat ini ada beberapa layanan VPS yang bisa dipilih sesuai kebutuhan Anda, yaitu:

Jadi, tunggu apalagi. Segera pilih paket layanan VPS di Niagahoster dan rasakan fitur-fitur terbaiknya!  

Andriana Sari

Andriana is an SEO Content Writer at Niagahoster. She has been applying knowledge gained in many ways as a writer. She is often described as highly curious, critical, and creative while having a positively contagious can-do attitude at the same time.

Share
Published by
Andriana Sari
Tags: vps

Recent Posts

12 Framework JavaScript Terbaik 2022

Mau membuat website, web app, bahkan aplikasi dengan mudah? Pakai saja framework JavaScript! Cek 12 rekomendasi framework js terbaik berikut!

8 hours ago

Ingin Menjadi Data Analyst di Niagahoster? Yuk Ikuti DQLab Tetris Program

Memasuki tahun 2022 pastinya Hoster People sudah memiliki banyak rencana dan prospek karir bukan? Atau mungkin saat ini Hoster People…

1 day ago

Beasiswa Data Science dan Kesempatan Internship di Niagahoster Melalui DQLab Tetris Program

Hingga saat ini, sumber daya manusia yang ada masih belum bisa mencukupi kebutuhan tenaga kerja praktisi data yang dibutuhkan industri…

1 day ago

Cara Mengatasi ERR_CACHE_MISS di Google Chrome

Anda menemukan kode error ERR_CACHE_MISS dengan pesan: This site can’t be loaded from the cache saat browsing? Tentu menyebalkan, ya?…

1 day ago

WordPress 5.9 Sudah Rilis! Apa Saja Fitur Barunya?

WordPress 5.9 yang dirilis pada 25 Januari menghadirkan banyak fitur baru dan berbagai peningkatan fitur lainnya. Namun, yang paling ditunggu…

2 days ago

Angular vs React, Mana Framework yang Tepat untuk Project Anda?

Bicara front end framework terbaik, React vs Angular akan selalu jadi perbincangan. Keduanya sama-sama populer, menawarkan berbagai fitur dan keunggulan,…

2 days ago